Saturday, 27 August 2016

PENINGGALAN SEJARAH INDONESIA

Sejarah adalah cerita tentang kehidupan masa lalu. Dengan belajar sejarah kita dapat mengetahui kehidupan manusia masa lampau. Kita bisa mengenali kehidupan manusia melalui peninggalan-peninggalan sejarah yang ditemukan.
Ada beberapa sumber sejarah yakni:
a.    Sumber lisan merupakan cerita lisan dari pelaku atau saksi peristiwa sejarah.
b.    Sumber tulisan merupakan keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa sejarah.
c.    Sumber benda merupakan benda-benda peninggalan masa lalu.
1.     Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat
    Peninggalan sejarah yang berhasil ditemukan sangat beragam. Ada yang berbentuk fosil, bangunan, peralatan, naskah, dan sebagainya. Peninggalan-peninggalan tersebut menjadi sumber utama untuk mengungkapkan kehidupan masa lalu.
2.     Asal Usul Nama Tempat
    Negara kita terkenal karena memiliki banyak legenda. Legenda tersebut ada yang berhubungan dengan terjadinya sesuatu, baik tempat maupun kota. Adakah legenda di daerah tempat tinggalmu?
a.    Asal Usul Terjadinya Kota Jakarta
    Pada abad ke-13 di Jawa Barat terdapat sebuah kerajaan Hindu. Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Pakuan Padjadjaran. Kerajaan itu biasa disebut Kerajaan Sunda. Pusat kerajaannya terletak di daerah Bogor.
    Kerajaan Padjadjaran mempunyai enam buah pelabuhan yakni Banten, Cigede, Cimanuk, Tanara, dan Kelapa. Pelabuhan Kelapa terletak di tepi Teluk Jakarta dan sering pula disebut Sunda Kelapa. Pelabuhan Sunda Kelapa lama kelamaan menjadi pelabuhan penting dan sangat strategis.
b.     Asal-Usul Nama Yogyakarta
    Di pulau Jawa bagian tengah terdapat kesultanan Yogyakarta dan Surakarta. Kedua wilayah itu menjadi satu disebut Mataram dengan ibukota Kertasura. Kertasura terletak kira-kira 10 km sebelah barat Surakarta (Solo). Raja yang memerintah pada saat itu ialah Susuhunan Pakubuwono II. Pada tahun 1742, Kerajaan Mataram jatuh akibat pemberontakan. Raja dan seluruh pasukan melarikan diri ke arah timur yaitu suatu tempat yang dinamakan Surakarta.
Pada tahun 1750 di bawah pimpinan Raden Mas Said yang juga dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa pasukan pemberontak menyerbu Surakarta. Raja Mataram meminta bantuan kolonial Belanda untuk memadamkan pemberontakan Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi. Pemberontakan itu pun berhasil digagalkan.
Pada tahun 1752, pemberontakan terhadap Mataram terulang kembali. Pangeran Mangkubumi berhasil membujuk rakyat dari Madura sampai Banten untuk menolak semua permintaan Belanda.
    Pada 15 Februari 1755 terjadi sebuah perjanjian yang disebut perjanjian Gianti. Isinya kerajaan Mataram dibagi dua bagian. Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai raja, dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I. Untuk sementara sultan berkedudukan di Ambar Ketawang.
    Para punggawa kerajaan berusaha mencari tempat baru sebagai pusat pemerintahan. Akhirnya tempat baru itu ditemukan yaitu hutan Garjitawati tidak jauh dari Desa Beringin .
    Pengeran Mangkubumi dipandang sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam wujud Sri Rama. Dalam wayang, sebelum Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna, ia terlebih dahulu menjelma menjadi Sri Rama yang kerajaannya disebut Ayodya. Oleh karena itu, pantaslah jika kerajaannya disebut Ayodya atau disingkat menjadi Yodya. Setiap penamaan mengandung harapan tertentu.Harapan para pengikutnya adalah agar kerajaan Yodya aman, tenteram, damai, dan sejahtera. Itulah sebabnya nama Yodya ditambah dengan kata karta yang artinya serba baik. Demikianlah, kerajaan itu disebut Yodyakarta. Dalam perkembangannya, orang lebih mudah menyebutnya dengan Yogyakarta.
c.     Asal Usul Nama Bandung
    Kota Bandung berasal dari kata bendung yaitu terbendungnya sungai Citarum oleh lava gunung tangkuban perahu sehingga terbentuklah telaga Bandung.
Dari cerita orang tua di Bandung, nama Bandung pertama kali dipakai bupati Wiranata Kusuma. Nama bandung diambil dari perahu bandung, sejenis kendaraan air yang terdiri dari dua buah perahu yang diikat berdampingan. Perahu itu digunakan oleh bupati Wiranata Kusuma II melayari sungai citarum ketika mencari tempat sebagai ibukota baru pengganti ibukota lama Dayeuhkolot.
1.    Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat
a.    Candi
Istilah candi berasal dari salah satu nama Durga (Dewa Maut) yaitu Candika.
Candi itu sebenarnya berfungsi untuk memuliakan orang yang telah meninggal dunia khususnya para raja dan orang-orang terkemuka. Setelah raja mangkat didirikanlah sebuah candi. Azimatnya ditaruh dalam sebuah peti diletakkan dalam dasar candi.
Beberapa candi peninggalan budaya Hindu dan Budha di Indonesia antara lain:
1)   Candi Portibi   
    Brahmana-brahmana Indonesia berlayar ke Sumatera Utara untuk menyebarkan agama Hindu. Salah satu peninggalannya ialah candi Portibi yang terletak di daerah padang Balok gunung Tua di provinsi Sumatera Utara. Candi ini dibangun tahun 1039 pada jaman kerajaan Panai.
2)   Candi Muara Takus
    Candi Muara Takus terdapat di kabupaten Kampar Provinsi Riau. Candi ini merupakan tempat pemujaan penganut agama Budha Mahayana. Candi ini dibangun pada masa kerajaan Sriwijaya sekitar abad 10 Masehi.
3)   Candi Borobudur
    Candi Borobudur terdapat di Muntilan kabupaten Magelang. Dibangun di atas bukit dan dikelilingi oleh bukit Menoreh yang membentang dari arah timur ke barat. Gunung Merapi dan gunung Merbabu terletak di sebelah timur, gunung Sumbing dan gunung Sindoro di sebelah barat.             Candi Borobudur didirikan tahun 284 Masehi. Seluruh bangunan candi Borobudur memuat banyak relief.
        Relief pahatan yang menampilkan perbedaan bentuk dan gambar dari permukaan rata di sekitarnya. Beberapa relief yang terdapat pada dinding candi Borobudur adalah Karmawibhangga terdapat pada bagian kaki, Lalitavistara, Awadhana, dan Jataka.
4)   Candi Prambanan
    Candi Prambanan dikenal pula sebagai candi Lorojonggrang. Letaknya di kecamatan Prambanan kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Candi Prambanan merupakan bangunan suci bagi pemeluk agama Hindu Siwa. Candi ini didirikan pada abad ke-8 pada masa kerajaan Hindu Mataram.
b.     Prasasti
Prasasti sering disebut batu bertulis. Fungsinya adalah mengabadikan peristiwa penting yang dialami raja atau kerajaan.
1)     Prasasti Adityawarman
    Prasasti ini merupakan peninggalan agama Hindu di Sumatera Barat yang terdapat di daerah Batusangkar.
2)     Prasasti Ciaruteun
    Prasasti Ciaruteun terdapat di tepi sungai Cisadane kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat. Prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara. Pada Prasasti ini terdapat bekas telapak kaki Raja Purnawarman. Peninggalan kerajaan Tarumanegara banyak berupa prasasti antara lain prasasti Jambu, Kebon Kopi, Muara Cianten, dan prasasti Tugu.
3)     Prasasti Mulawarman   
    Prasasti Mulawarman merupakan peninggalan kerajaan Hindu Kutai Kalimantan Timur. Prasasti ini menggunakan huruf palawa dan bahasa sansekerta.
c.     Benteng
Benteng-benteng yang ada di Indonesia merupakan peninggalan jaman kolonial yang dibangun sebagai daerah pertahanan.
1)  Benteng Marlborough
    Benteng ini merupakan peninggalan Inggris yang terletak di provinsi Bengkulu. Benteng disebut juga benteng Raffles karena didirikan pada masa Gubernur Jendral Inggris bernama Raffles pada tahun 1714. Pada masa penjajahan Belanda, Ir. Soekarno pernah ditahan di benteng ini.
2)  Benteng Vortdekock
    Benteng Vortdekock terdapat di Bukit Tinggi Sumatera Barat. Benteng ini dibangun pada tahun 1825 oleh Kapten Beur, bangsa Belanda. Tujuan dibangunnya benteng ini sebagai pertahanan Belanda dalam perang Padri.
3)  Benteng Otanah
    Benteng Otanah terdapat di Gorontalo. Benteng ini merupakan tempat perlindungan raja-raja ketika melawan Belanda. Dengan adanya benteng ini menunjukkan bahwa masyarakat Gorontalo khususnya dan Sulawesi Utara pada umumnya gigih menentang penjajahan Belanda.
4)  Benteng Vort Rottherdam
    Benteng Vort Rottherdam terdapat di Makassar. Benteng ini digunakan sebagai pertahanan Belanda dalam menghadapi perlawanan rakyat Sulawesi Selatan. Sekarang bangunan ini digunakan sebagai museum tempat penyimpanan koleksi peninggalan sejarah Sulawesi Selatan
d.     Masjid
Adanya masjid membuktikan bahwa pengaruh Islam sudah ada sejak dahulu. Bangunan masjid merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan Islam. Masjid-masjid ini masih digunakan unutk keperluan ibadah hingga sekarang.
1)     Masjid Raya Baiturrahman
    Masjid Raya Baiturrahman terdapat di Banda Aceh. Masjid ini merupakan peninggalan kerajaan Islam Aceh pada masa lalu. Ketika terjadi perang Aceh, masjid raya Baiturrahman dijadikan pusat pertahanan rakyat Aceh.
2)     Masjid Raya Medan
    Masjid Raya Medan terdapat di kota Medan Sumatera Utara. Masjid ini dibangun oleh Sultan Deli Makmun Al Rassyid Perkasa Alam pada tahun 1906.
3)     Masjid Agung Banten
    Masjid Agung Banten didirikan pada tahun 1566 oleh Sultan Maulana Yusuf. Beliau adalah putra sulung dari Sultan Maulana Hasanuddin.
4)     Masjid Demak
    Masjid Demak terletak di kota Demak provinsi Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Walisongo pada masa pemerintahan Raden Fatah sekitar abad ke-16. Di sebelah utara masjid Demak terdapat makam Raden Fatah dan Sultan Trenggono.
5)     Masjid Sultan Suriansyah
    Agama Islam berkembang pesat pada masa kekuasaan Pangeran Suriansyah yaitu sekitar abad ke-16 di kerajaan Banjar. Beliau mendirikan masjid pertama di Kalimantan sebagai pusat kegiatan agama Islam.
2.     Ciri-Ciri Peninggalan Sejarah
Perkembangan sejarah suatu bangsa dapat digolongkan berdasarkan periode atau masa. Begitu juga dengan perkembangan sejarah Indonesia dibagi menjadi beberapa periode. Secara sederhana terdiri dari:
a.     Jaman Batu
    Pada jaman ini kehidupan manusia masih sangat sederhana. Peralatan yang digunakan kebanyakan dari batu. Misalnya kapak dan peralatan lainnya. Dengan demikian jaman tersebut dinamakan jaman batu.
b.     Jaman Logam
Kehidupan manusia mengalami perkembangan. Mereka telah mengenal logam. Logam-logam seperti perunggu, besi, emas, perak berhasil mereka gunakan untuk dijadikan peralatan.
c.     Jaman Hindu Budha
Pada masa ini pengaruh Hindu Budha mulai dikenal masyarakat. Pada jaman ini, masyarakat telah mengenal bentuk-bentuk kerajaan dan sistem pemerintahan. Sisa-sisa peninggalan Hindu Budha masih dapat disaksikan hingga sekarang. Misalnya, candi dan prasasti.
d.     Jaman Islam
Pada masa ini pengaruh Islam dapat dirasakan di seluruh kalangan masyarakat. Kehidupan masyarakat mulai menggunakan cara-cara Islam. Ciri khas peninggalan masa pengaruh Islam antara lain bangunan masjid.
e.     Jaman Kolonial
Kedatangan bangsa kolonial Eropa dan Jepang telah meninggalkan pengaruh pada masyarakat Indonesia . Misalnya bahasa, pakaian, dan pendidikan banyak meniru budaya kolonial. Bangunan benteng pun merupakan ciri khas peninggalan jaman kolonial.
f.     Jaman Indonesia Modern
Periode ini dimulai sejak diproklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia sampai dengan sekarang.
Peninggalan sejarah wajib kita pelihara agar tetap lestari. Kita tidak boleh merusaknya. Mengapa demikian? Karena peninggalan sejarah merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Namun demikian, bagaimana cara melestarikan sejarah?  Berbagai peninggalan yang berupa bangunan harus dijaga dan dirawat. Kebersihannya harus kita jaga. Benda-benda peninggalan sejarah kita simpan di museum untuk keperluan pendidikan  dan hiburan. Fosil, prasasti, dokumen yang tersimpan di museum merupakan salah satu usaha menjaga kelestarian sejarah.
    Menjaga kelestarian peninggalan sejarah merupakan perbuatan yang terpuji. Dengan memelihara dan menjaganya, maka generasi yang akan datang dapat mempelajari peninggalan sejarah tersebut. Kita bisa membayangkan bagaimana jika peninggalan sejarah rusak sehingga tidak bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Selain itu memelihara kelestarian peninggalan sejarah dapat dijadikan objek penelitian sehingga kita bisa mengetahui alur sejarah atau merangkai sejarah masa lalu dengan lebih akurat. Peninggalan sejarah yang terawat dapat dijadikan sebagai objek wisata.

No comments:

Post a Comment