A. Jenis-Jenis Usaha Dalam Bidang Ekonomi
Manusia hidup di dunia memiliki banyak sekali kebutuhan. Kebutuhan tersebut berkembang seiring dengan perkembangan zaman, peradaban, dan teknologi. Kebutuhan manusia, antara lain: kebutuhan untuk makan dan minum, pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan dan rekreasi, dsb.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia melakukan usaha dan bekerja yang terdiri dari pemenuhan barang dan jasa.
1. Jenis Usaha Perekonomian dalam Masyarakat
Jenis usaha perekonomian masayarakat sangatlah beragam. Tahukah kalian beberapa di antaranya? Berikut di bawah ini akan kita pelajari beberapa keegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.
Setiap daerah memiliki potensi untuk berkembang. Akan tetapi, besar kecilnya potensi itu bergantung pula pada sumber daya alam yang dimilikinya, kualitas sumber daya manusia, modal, dan teknologi yang dimilikinya. Potensi ekonomi setiap daerah di Indonesia berbeda-beda.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat di Indonesia pada umunya tergantung dengan keadaan alam yang ada di sekitarnya. Kegiatan ekonomi di pedesaan dan perkotaan pada umumnya berbeda.
Gambar 3.1 Kegiatan perekonomian di pedesaan
Secara garis besar kegiatan ekonomi dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Kegiatan ekonomi di pedesaan
Kondisi alam pedesaan di Indonesia memiliki perbedaan-perbedaan satu sama lainnya, sesuai dengan letak desa itu berada. Ada desa yang berada di dataran rendah, dataran tinggi, di pesisir pantai.
Masyarakat desa yang tinggal di dataran rendah, memiliki tanah yang luas. Hal tersebut menyebabkan penduduk yang tinggal didaerah tersebut kebanyakan bekerja sebagai petani (bercocok tanam).
Desa yang berada di dataran tinggi tidak jauh berbeda, tetapi penduduk yang tinggal di pedesaan tersebut bekerja tidak hanya sebagai petani saja, melainkan juga beternak.
Sedangkan penduduk desa yang tinggal di pesisir pantai kebanyakan bekerja sebagai nelayan.
b. Kegiatan ekonomi di perkotaan
Kondisi alam di perkotaan berbeda dengan kondisi alam di pedesaan pada umumnya. Banyaknya sarana umum yang dibangun membuat masyarakat kota lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik, pegawai kantor, pedagang dan di bidang pelayanan jasa.
Pada umumnya, aktifitas kegiatan ekonomi penduduk Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi fisik lingkungannya, seperti bentuk (relief) permukaan bumi, kesuburan tanah, dan keadaan tata air. Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda aktifitasnya dengan penduduk yang tinggal di dataran rendah dekat pantai.
a. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah pegunungan
Keadalam alam di daerah pegunungan sangat mendukung untuk pengembangan hortikultura, seperti sayur-sayuran, bunga-bungaan, dan beberapa jenis pertanian lainnya. Hal ini karena daerah pegunungan memilik faktor fisik yang menguntungkan, seperti tanah yang relatif subur, dan udara yang sejuk. Kegiatan perekonomian yang banyak dilakukan di daerah pengunungan, antara lain: perkebunan teh, perkebunan kina, peternakan, dan pertanian hortikultura.
b. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah dataran rendah
Kegiatan prekonomian penduduk di dataran rendah umumnya berupa pertanian sawah dan ladang, perikanan, dan sektor industri. Unsur fisik daerah dataran rendah yang mendukung usaha pertanian antara lain tingkat kesuburan tanah, tata air dan suhu udara, serta kelembaban udara yang medukung usaha yang dilakukan penduduk di dataran rendah. Selain itu juga didukung oleh sarana transportasi di daerah dataran rendah sangat mendukung kelancaran arus keluar masuk barang.
c. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah pantai
Kegiatan perkonomian penduduk di daerah pantai pada umumnya di bidang perikanan, baik perikanan tambak maupun perikanan laut. Hanya ada sebagian kecil saja penduduk yang bercocok tanam di daerah pantai. Unsur fisik daerah pantai yang mendukung usaha perekonomian penduduk di dataran pantai, antara lain: keadaan pantai yang landai, keadaan ombak yang kecil, dan aliran air yang lancar.
Barang-barang yang ada di alam ada yang dapat langsung digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Tempat untuk membuat barang tersebut disebut perusahaan.
Wujud perusahaan tidak harus berupa pabrik, tetapi dapat pula berbentuk toko, gudang, kantor, pertanian, perikanan, peternakan, dsb. Wujud perusahaan tersebut sesuai dengan bidang usahanya. Perusahaan itu pun ada yang dikelola pemerintah atau swasta.
Berdasarkan lapangan usaha, jenis usaha perekonomian masyarakat yang terdapat di Indonesia dibedakan menjadi:
a. Agraris (pertanian)
Usaha di bidang agraris adalah kegiatan dengan cara mengolah lahan tanah dan menanaminya dengan tanaman yang berguna bagi manusia. Misalnya, kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan,
Usaha di bidang agraris dapat menghasilkan bahan pangan yang dapat langsung dikonsumsi, misalnya: padi, jagung, sayu-mayur, buah-buahan, daging, dan susu.
Usaha di bidang agraris juga dapat menghasilkan bahan baku industri. Misalnya, tebu untuk produksi gula, kelapa sawit untuk membuat minyak sawit, kopi, teh, kapas, karet, dan kulit hewan. Maksudnya adalah hasil dari kegiatan agraris tersebut tidak bias langsung dikonsumsi oleh manusia melainkan harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi oleh manusia.
b. Indutri
Usaha di bidang industri merupakan kegiatan yang mengolah bahan baku ataupun setengah jadi menjadi barang jadi.
Bahan baku adalah barang yang akan diolah. Sedangkan barang hasil olahaan disebut barang jadi. Misalnya, kulit hewan untuk industi kulit. Barang jadi dari industri kulit tersebut adalah sepatu, tas, ikat pinggang, dll.
c. Ekstraktif (pertambangan)
Usaha ekstraktif adalah jenis usaha yang memungut benda-benda yang tersedia di alam. Jenis usaha ini meliputi pertambangan.
Sepatu, tas kulit merupakan barang Indonesia merupakan negara yang memiliki hasil tambang yang paling banyak memiliki jenisnya. Barang tambang diperoleh dari perut bumi, dengan cara menambang atau menggali perut bumi.
Hasil tambang Indonesia yang utama adalah minyak bumi dan gas bumi. Minyak bumi dan gas merupakan salah satu sumber pemasukan devisa negara kita. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber minyak bumi dan gas yang besar.
Selain minyak bumi negara kita memiliki hasil tambang lain, seperti batu bara, tembaga, timah, besi, emas, perak, tembaga, dan masih banyak lagi hasil tambang yang berda di wilayah negara kita.
d. Perdagangan
Perdagangan adalah kegiatan jual beli barang. Kegiatan perdagangan pada umumnya menggunakan alat tukar berupa uang.
Kita biasa berbelanja untuk memenuhi kebutuhan di toko, warung, pedagang kaki lima, pedagang asongan, pedagang keliling atau pasar.
e. Jasa
Jasa adalah jenis usaha yang tidak menghasilkan benda melainkan memberikan pelayanan kepada masyarakat lain sesuai kebutuhan. kegiatan polisi mengatur lalulintas, guru mengajar di kelas, dokter memeriksa kesehatan pasien, merupakan contoh kegiatan di bidang jasa.
Orang-orang tersebut menjual jasanya untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Apa yang dirasakan tersebut tidak kelihatan karena bukan berupa wujud barang.
Buatlah daftar kegiatan-kegiatan ekonomi apa saja yang terdapat di daerah tempat kalian tinggal!
2. Contoh Usaha yang Dikelola Sendiri dan Kelompok
Setelah kalian mengetahui tentang jenis-jenis usaha perekonomian yang ada dimasyarakat, sekarang kita akan membahas bagaimana usaha perekonomian tersebut dikelola.
Proses pengelolaan usaha perekonomian dapat dilakukan secara perorangan maupun secara kelompok.
a. Usaha yang dikelola perorangan
Perusahaan perorangan adalah suatu usaha yang modalnya dimiliki oleh satu orang atau milik sendiri. Kegiatan usaha perorangan dijalankan sendiri oleh pemiliknya. Bentuk usaha perseorangan misalnya usaha pertanian seperti petani mengelola sendiri lahan pertaniannya, warung, pedagang asongan, tukang cukur, supir, dan banyak lagi usaha yang dikelola oleh perorangan.
Usaha yang dikelola oleh perorangan memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihannya adalah sebagai berikut.
1) Pemilik bebas mengatur usahanya sendiri sesuai dengan keinginnannya.
2) Semua keuntungan dinikamti sendiri.
3) Pemilik bisa mengambil keputusan dengan cepat.
Sedangkan kelemahannya, yaitu:
1) Keterbatasan tenaga dan modal.
2) Perkembangan usaha tidak terjamin.
3) Tanggung jawab dipikul oleh sendiri.
b. Usaha yang dikelola kelompok
Usaha yang dikelola kelompok adalah usaha yang didirikan oleh beberapa orang dan dikelola oleh banyak orang. Usaha yang dikelola oleh banyak orang bergerak di hamper segala jenis usaha yang ada di masyarakat. Misalnya pertanian yang dikelola oleh bersama, usaha perdagangan seperti took yang dikelola banyak orang, dsb.
Bentuk usaha yang dikelola oleh kelompok, antara lain:
1) Firma / perusahaan persekutuan
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh paling sedikit dua orang. Pada umumnya, pendiri firma adalah orang-orang yang sudah saling mengenal satu sama lain dan saling percaya. Biasanya firma didirikan oleh anggotya keluarga atau orang yang berteman akrab.
Maju mundurnya firma dipikul bersama. Setiap anggota firma bisa bertindak atas nama firma, dan tindakan seorang anggota firma ditanggung bersama oleh seluruh anggota.
2) Perseroan terbatas (PT)
Perseroan Terbatas adalah suatu usaha yang modalnya dihimpun dari beberapa orang dengan cara membeli saham. Saham adalah surat berharga tanda turut serta menjadi pemilik perusahaan. Saham memiliki nilai nominal yang ditulis dalam saham. Pemilik saham merupakan pemilik perusahaan.
3) Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan komanditer (CV) didirikan berawal dari perusahaan perseorangan yang berkembang, kemudian perusahaan tersebut mendapat bantuan tambahan modal usaha yang berasal dari orang lain atau pihak luar.
4) Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang didirikan atas dasar usaha bersama dan berasakan kekeluargaan. Modal koperasi berasal dari anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan pokok dibayarkan pada awal menjadi anggota koperasi, sedangkan simpanan wajib dibayarkan setiap bulan.
Tujuan utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat, selain itu juga bertujuan ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.
5) Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara adalah perusahaan yang dibentuk dengan seluruh modalnya berasal dan dimiliki oleh negara. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi kepentingan umum. Badan Usaha Milik Negara terdiri dari berbagai jenis, yaitu:
· Perusahaan jawatan (perjan) adalah perusahaan negara yang didirikan bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan semata-mata mencari keuntungan.
· Perusahaan umum (perum) adalah perusahaan negara yang seluruh modalnya diperoleh dari kekayaan negara. Perusahaan umum selain untuk melayani masyarakat, juga untuk mencari keuntungan. Misalnya Perum Damri.
· Perusahaan perseroan (persero), seiring perkembangan zaman perusahaan jawatan dan perusahaan umum milik negara diubah menjadi perusahaan persero berbentuk perseroan terbatas (PT). Jadi perusahaan perseroan milik negara modalnya belum tentu seluruhnya milik negara, tetapi juga bisa dimiliki oleh masyarakat umum atau swasta. Misalnya PT Telkom, PT PLN, PT Indosat, dll.
Buatlah daftar contoh usaha yang dikelola sendiri dan kelompok yang kalian temui di kotamu, dengan cara meebgisi tabel di bawah ini!
Usaha Kelompok
Firma PT CV Koperasi BUMN
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
....………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
3. Cara Menghargai Kegiatan Setiap Orang dalam Berusaha
Betapa banyak kegiatan ekonomi yang dilakukan di negara Indonesia. Kegiatan yang menghasilkan kebutuhan sehari-hari kita tidak hanya dilakukan oleh indutri besar, tetapi dilakukan pula oleh industri kecil.
Dari banyaknya usaha yang dilakukan oleh masyarakat tersebut, kita sebagai bagian dari masyarakat tersebut sudah selayaknya untuk menghargai kegiatan usaha setiap orang tersebut.
Hal tersebut bisa kita lakukan dengan cara membayar dengan uang dan mengucapkan terima kasih setelah kita menggunakan atau hendak menggunakan barang atau jasa seseorang, misal kita membayar untuk mendapatkan beras di pasar, atau membayar ketika kita telah beres dicukur, dsb.
Kegiatan masyarakat di bidang ekonomi sangat banyak dan beragam. Ada yang bekerja di sawah, di kantor, di pabrik, sopir, pedagang, dsb. Semua kegiatan tersebut saling terkait satu sama lainnya.
Kegiatan ekonomi tersebut bisa digolongkan menjadi:
1. Contoh Kegiatan Distribusi
Distribusi merupakan kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen melalui proses jual beli. Barang yang dihasilkan produsen biasa sampai ke konsumen karena adanya kegiatan distribusi. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Kegiatan distribusi dapat berlangsung antar wilayah, antar propinsi, bahkanj dapat berlangsung secara antarnegara. Kegiatan distribusi antarwilayah, misalnya: petani merupakan penghasil makanan pokok umumnya berada di pedesaan, sedangkan pemakainya tidak hanya di desa tetapi juga di kota. Sebaliknya, pabrik tekstil penghasil pakaian pada umumnya berada di daerah perkotaan, sedangkan pemakainya berada di pedesaan juga. Karena adanya saling membutuhkan tersebut, maka barang-barang tersebut perlu disalurkan dan didistribusikan kepada pemakainya masing-masing.
Kegiatan distribusi antarnegara, misalnya negara kita menghasilkan banyak minyak bumi, memerlukan barang elektronik dari negara luar. Sedangkan Jepang banyak menghasilkan barang-barang elektronik tetapi membutuhkan minyak bumi. Karena hal tersebut maka dilakukan kegitan distribusi antarnegara. Atau dengan istilah umum ekspor impor.
Ekspor merupakan kegiatan distribusi dengan mengirimkan barang kita ke luar negeri. Misalnya, ekspor minyak bumi ke Jepang. Sedangkan impor merupakan kegiatan distribusi dengan mendatangkan barang dari luar negeri sesuai dengan yang kita butuhkan. Misalnya impor barang elektronik dari Negara Jepang.
2. Contoh Kegiatan Konsumsi di Indonesia
Kegiatan konsumsi adalah kegiatan memakai atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, orang melakukan kegiatan konsumsi. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.
Contoh kegiatan konsumsi adalah orang perlu makan untuk bisa bertahan hidup, orang perlu pakaian, kita melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan jasa bus, orang sakit perlu dokter untuk mengobatinya, orang butuh televise untuk hiburan dan imformasi, kita perlu bensin untuk menjalankan kendaraan, dsb
Meskipun konsumsi berperan penting dalam kegiatan hidup sehari-hari, bukan berarti kita bersikap boros. Kita perlu malakukan konsumsi dengan cara wajar. Artinya kita menggunakan barang tersebut tidak dengan cara berlebihan, sebab barang yang kita gunakan lama-kelamaan akan habis atau rusak.
Misalnya kita lebih dahulu mementingkan kebutuhan pokok terlebih dahulu seperti membeli makanan, minuman, buku dan pakaian daripada harus mendahulukan barang yang tidak perlu seperti komik, kaset, mainan dll. Atau juga kita menghemat barang-barang menggunakan bahan yang mungkin keberadaanya akan habis bila sering kita pakai, seperti minyak bumi.
No comments:
Post a Comment