Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa pejuang. Kesadaran untuk berjuang membela negara dan bangsa sangat tinggi. Hal ini dibuktikan melalui sejarah kemerdekaan Indonesia setelah ratusan tahun berada dalam belenggu penjajahan bangsa asing.
Dengan semangat juang yang tinggi, seluruh lapisan masyarakat berjuang melawan musuh. Para pemuda yang telah cukup usia bergabung dalam laskar-laskar untuk mengangkat senjata sementara remaja putri bergabung dengan pasukan tempur sebagai perawat.
1. Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme
Apakah sikap kepahlawanan dan patriotisme terdapat pada diri Anda?
Untuk menjawab ini, Anda harus mengetahui arti kepahlawanan dan arti patriotisme.
Sikap kepahlawanan adalah keberanian membela kebenaran dan rela berkorban untuk tercapainya cita-cita suatu perjuangan.
Patriotisme adalah keadaan yang menunjukkan sifat cinta tanah air. Sikap kepahlawanan dan patriotisme telah dicontohkan oleh para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia. Mereka telah membuktikan keberanian dan kerelaan berkorban untuk tercapainya perjuangan yaitu Indonesia merdeka.
Sikap kepahlawanan dan patriotisme seharusnya tidak hanya dimiliki para pejuang di jaman penjajahan melainkan harus dimiliki oleh kita semua sebagai penerus cita-cita para pahlawan kemerdekaan.
Perjuangan bukan hanya mengusir penjajah dari tanah air Indonesia melainkan setiap kegiatan yang dilakukan untuk kepentingan orang banyak. Misalnya, upaya untuk mengurangi kemiskinan dan keterbelakangan. Jika Anda belajar dengan baik, berarti telah berusaha mengurangi keterbelakangan dalam pendidikan.
Sikap kepahlawanan dan patriotisme dapat dikembangkan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar. Misalnya rajin membantu pekerjaan di rumah, selalu berprestasi di sekolah, dan berperilaku baik di masyarakat.
2. Rela Berkorban dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu sikap kepahlawanan adalah rela berkorban. Setiap kegiatan yang Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari tentu saja ada tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, Anda belajar karena ingin menghasilkan sesuatu. Kesungguhan belajar dan bekerja untuk meraih hasil sesuai harapan merupakan perjuangan. Waktu bermain Anda kurangi untuk belajar dan bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa Anda rela berkorban untuk suatu tujuan.
Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara dapat Anda wujudkan pada kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dapatkah Anda membuat contoh pengembangan sikap rela berkorban?
Membantu membersihkan rumah dan lingkungan, menjaga adik, membantu kakak mencerminkan rela berkorban di dalam keluarga.
Suka ikut kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu orang yang kesusahan, dan selalu memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan merupakan perilaku yang mencerminkan sikap rela berkorban. Apakah Anda biasa melakukan kebiasaan seperti hal tersebut di atas?
Jika sudah, teruskan dan tingkatkan lebih baik lagi. Jika belum, mulailah dari sekarang.
3. Sikap Positif Terhadap Para Pahlawan
Bagaimana cara Anda menghargai jasa pahlawan bangsa?
Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menghargai jasa mereka. Selain mengenang jasa-jasa pahlawanAnda sebagai penerus pejuang, Anda juga harus mampersiapkan diri untuk mengisi kemerdekaan. Indonesia adalah negara besar yang telah didirikan oleh para pejuang kemerdekaan sebagai pendiri negara Republik Indonesia. Jika Anda menghargai jasa para pendiri negara ini, maka Anda harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai bukti kesadaran dan tanggung jawab Anda terhadap negara dan bangsa, Anda harus belajar dengan sungguh-sungguh.
Kesungguhan dalam belajar menunjukkan bahwa Anda ingin menjadi warga negara yang berguna bagi nusa dan bangsa. Pahlawan bukan hanya orang yang memanggul senjata untuk melawan penjajah. Pahlawan pada masa sekarang adalah orang yang berjuang membela kebenaran untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Anda belajar dengan sungguh-sungguh agar memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia. Dengan demikian, siapapun yang melakukan kegiatan untuk kepentingan orang banyak dapat disebut sebagai pahlawan.
1. Bagaimana Mengenang Jasa Para Pahlawan?
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Mengingat jasa para pahlawan bukan hanya sekadar memperingati kelahirannya atau hari wafatnya, melainkan mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan yang berjuang sesuai dengan bidangnya.
Ada yang berjuang di bidang politik seperti Ir. Soekarno dan DR. Moh. Hatta, di bidang pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara dan K.H. Ahmad Dahlan, dan ada pula yang berjuang di bidang militer, seperti Jendral Soedirman.
Para pejuang bangsa kita telah banyak mewariskan hasil perjuangannya. Perjuangan mereka perlu Anda teladani. Tahukah Anda bagaimana caranya? Hal itu dapat dilakukan dengan cara menjaga warisan para pejuang, yaitu negara Indonesia merdeka dan melanjutkan cita-cita para pejuang. Berbuatlah untuk kepentingan orang banyak tanpa pamrih seperti yang telah dilakukan oleh para pejuang kita.
2. Bagaimana Menerima Kekalahan Dengan Jiwa Besar?
Dalam suatu kelompok kegiatan terdapat beberapa anggota yang pasti memiliki pandangan dan pikiran yang berbeda-beda. Agar semua pihak dapat menerima adanya perbedaan diperlukan sikap berjiwa besar dari setiap anggota kelompok. Dengan demikian perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.
Pernahkah Anda bertanding sepak bola atau olahraga lainnya?
Dalam setiap pertandingan tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Kelompok yang menang tentu merasa gembira sebaliknya kelompok yang kalah tentu merasa kecewa. Dalam peristiwa seperti inilah diperlukan sikap berjiwa besar. Bagi kelompok yang menang boleh bergembira tetapi tidak sombong dan tidak menghina yang kalah. Bagi yang kalah, boleh merasa kecewa tetapi tidak berputus asa, menerima kekalahan dengan lapang dada dan mengucapkan selamat kepada kelompok yang menang.
Dengan demikian, akan tercipta kesadaran pada semua pihak bahwa kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa dalam setiap pertandingan.
3. Mengapa Harus Meminta Maaf dan Memberi Maaf?
Dalam kehidupan kita tidak ada yang manusia yang sempurna. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Kesalahan yang dilakukan mungkin karena lupa atau karena tidak tahu.
Pernahkah Anda mendapat teguran dari orang tua atau teman? Anda ditegur tentu saja karena melakukan kekeliruan. Apa yang harus Anda lakukan setelah ditegur?
Sikap yang benar adalah menyadari terhadap kesalahan yang telah Anda lakukan. Kemudian meminta maaf kepada orang yang telah dirugikan karena kesalahan Anda. Niatkan dalam hati Anda untuk tidak mengulangi kesalahan. Itulah makna dari permintaan maaf atas kesalahan.
Bagaimana jika ada orang yang berbuat kesalahan dan merugikan Anda?
Anda harus mengingatkannya dengan cara yang baik dan dapat dimengerti. Jika yang bersalah meminta maaf kepada Anda, seharusnya Anda segera memberikan maaf dan meminta untuk tidak mengulanginya lagi.
Jika hal seperti tersebut di atas dilakukan oleh setiap orang, tentu akan mudah tercipta kedamaian dan ketentraman. Tidak akan ada perasaan dendam, pertengkaran, dan permusuhan. Meminta maaf berarti menyadari atas kesalahan dan berniat untuk memperbaiki perbuatan yang keliru. Memberi maaf berarti memaklumi kekeliruan orang lain dan berusaha memberi penjelasan agar tidak mengulangi kesalahannya.
No comments:
Post a Comment