Ciri-ciri Sosial dan Budaya di Setiap Kenampakan Alam
Ciri-ciri keadaan sosial dan budaya di setiap kenampakan alam yang terdapat di Indonesia berbeda-beda. Untuk mengetahuinya ikutilah penjelasan berikut ini!
1. Keadaan sosial
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kenampakan alam yang terdapat di Indonesia sangat beragam. Tentunya di setiap kenampakan alam itu terdapat masyarakat yang memilihnya sebagai tempat tinggal. Dengan demikian, tempat tinggal masyarakat Indonesia itu sangat beragam pula. Ada yang tinggal di daerah pegunungan, pantai, dataran rendah dan lain-lain. Kehidupan masyarakat sangat bergantung pada keadaan alam sekitarnya. Oleh sebab itu, keadaan geografis suatu tempat akan mempengaruhi pola hidup masyarakat yang menempatinya.
Tempat yang dihuni masyarakat dapat dibedakan menjadi pedesaan dan perkotaan. Oleh sebab itu, timbullah istilah masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Dilihat dari keadaan sosialnya kedua bentuk masyarakat tersebut terdapat perbedaan.
Hampir sebagian besar penduduk Indonesia bertempat tinggal di pedesaan. Matapencarian utamanya adalah di bidang pertanian. Untuk itu Indonesia disebut sebagai negara agraris. Kehidupan masyarakat di daerah pedesaan masih mengandalkan keadaan alam sekitarnya. Bertani, berladang, berkebun, dan menjadi nelayan merupakan matapencarian utama masyarakat desa. Sumber daya alam yang tersedia dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Biasanya penduduk yang mendiami suatu desa sangat kecil dan homogen. Nilai-nilai kekerabatan dan budaya gotong royong masih sangat erat dan terjaga dengan baik. Masyarakat pedesaan masih memegang teguh adat istiadat. Berbagai kegiatan adat istiadat sering dilakukan pada masyarakat pedesaan.
Berbeda halnya dengan segi kehidupan masyarakat perkotaan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka sudah tidak mengandalkan sumber daya alam. Kita jarang menemukan pada masyarakat perkotaan yang bermatapencarian di bidang pertanian atau perkebunan. Sebaliknya, matapencarian di luar bidang pertanian atau perkebunan sering kita temui pada masyarakat perkotaan. Bidang perdagangan dan jasa merupakan matapencarian utama masyarakat di daerah perkotaan.
Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat yang heterogen. Masyarakatnya terdiri dari berbagai daerah yang berlainan sehingga budayanya pun berbeda-beda. Tidak seperti masyarakat pedesaan, masyarakat yang tinggal di perkotaan sudah tidak begitu ketat menjalankan adat istiadatnya. Untuk itu kita jarang melihat kegiatan adat istiadat di perkotaan.
2. Keadaan budaya
Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keragaman budayanya. Setiap daerah memiliki budaya daerahnya masing-masing. Kebudayaan suatu daerah merupakan ciri khas yang membedakan antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Budaya tiap-tiap daerah di Indonesia dapat dikenali melalui kenampakan budayanya. Bentuk budaya sangat dipengaruhi oleh keadaan alam setempat sehingga terbentuklah budaya yang beragam.
a. Rumah tradisional
Keadaan alam suatu daerah mempengaruhi bentuk rumah yang dibuat oleh masyarakatnya. Keadaan seperti itu dapat kita lihat dari beragamnya bentuk rumah adat yang terdapat di Indonesia.
Kita mengenal rumah panggung. Rumah panggung adalah rumah tinggal yang tepat bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawa. Selain untuk melindungi dari banjir, pada zaman dahulu rumah panggung dibuat untuk melindungi diri dari serangan binatang buas.
Di samping itu, bahan baku untuk pembuatan rumah pun sangat bergantung pada keadaan alam sekitarnya. Ada rumah yang atapnya menggunakan genteng. Penggunaan genteng sebagai atap dimungkinkan bagi masyarakat yang mudah memperoleh bahan bakunya yaitu tanah liat. Atau ada pula yang masih menggunakan daun lontar atau rumbia sebagai atapnya.
b. Tarian daerah
Salah satu bentuk kreasi seni masyarakat adalah dalam bentuk tari-tarian. Tari-tarian mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Ada yang untuk menyambut tamu, menghormati tamu, sebagai persembahan, atau hanya sebagai hiburan untuk mengisi waktu luang.
c. Pakaian tradisional
Pakaian tradisional yang kita miliki sangat beragam. Itulah bentuk kekayaan bangsa yang tidak ternilai. Bentuk dan bahan yang digunakan pun sangat beragam. Semua itu sangat bergantung pada keadaan alam sekitarnya. Ada yang masih sederhana, namun banyak juga pakaian tradisional yang sudah kompleks.
Friday, 14 October 2016
Kenampakan Alam Wilayah Perairan dan Pemanfaatannya
Kenampakan Alam Wilayah perairan
1. Sungai
Sungai merupakan daerah aliran air yang bersumber dari gunung atau pegunungan sebagai hulunya dan bermuara di laut. Sungai-sungai yang ada di Indonesia di antaranya, Sungai Citarum di Jawa Barat, Sungai Musi di Sumatera Selatan, dan Sungai Barito yang mengalir panjang di Kalimantan Tengah.
Sungai-sungai di Pulau Kalimantan pada umumnya dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. Di Kalimantan perahu merupakan sarana transportasi yang penting. Di beberapa daerah tertentu di Indonesia sungai memiliki nama yang bermacam-macam.
Banyak perkampungan penduduk yang menempati pinggiran sungai. Sejak berabad-abad, banyak pemukiman penduduk di berbagai wilayah tumbuh di sepanjang pesisir sungai dan pantai.
Kehidupan masyarakat pesisir sungai sangat bergantung dari sungai itu. Mereka memanfaatkan air sungai mulai dari mencuci, mandi, bahkan air minum. Hingga kini, sungai pun merupakan jalur transportasi utama bagi masyarakat pesisir.
2. Danau
Danau adalah daerah perairan yang menggenang mirip kolam berukuran besar. Danau terbagi atas dua jenis, yaitu danau buatan dan danau alam. Beberapa danau di Indonesia di antaranya, Danau Toba di Sumatra Utara, Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Tempe di Sulawesi Selatan, Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Batur di Bali, Danau Patenggang di Jawa Barat, Danau Maninjau di Sumatra Barat.
Di beberapa daerah tertentu di Indonesia danau dimanfaatkan untuk tempat rekreasi. Seperti halnya sungai, danau ada yang besar dan ada pula yang kecil.
3. Selat
Selat adalah laut sempit di antara dua pulau, seperti Selat Sunda yang terletak di antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa, Selat Makassar antara Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan, Selat Bali antara Pulau Bali dan Pulau Jawa, Selat Sumba antara Pulau Sumba dan Pulau Flores, Selat Karimata antara Pulau Kalimantan dan Pulau Bangka, Pulau Belitung.
Selat-selat menghubungkan pulau yang satu dengan yang lainnya di kepulauan Indonesia. Oleh sebab itu, banyak yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi.
1. Sungai
Sungai merupakan daerah aliran air yang bersumber dari gunung atau pegunungan sebagai hulunya dan bermuara di laut. Sungai-sungai yang ada di Indonesia di antaranya, Sungai Citarum di Jawa Barat, Sungai Musi di Sumatera Selatan, dan Sungai Barito yang mengalir panjang di Kalimantan Tengah.
Sungai-sungai di Pulau Kalimantan pada umumnya dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. Di Kalimantan perahu merupakan sarana transportasi yang penting. Di beberapa daerah tertentu di Indonesia sungai memiliki nama yang bermacam-macam.
Banyak perkampungan penduduk yang menempati pinggiran sungai. Sejak berabad-abad, banyak pemukiman penduduk di berbagai wilayah tumbuh di sepanjang pesisir sungai dan pantai.
Kehidupan masyarakat pesisir sungai sangat bergantung dari sungai itu. Mereka memanfaatkan air sungai mulai dari mencuci, mandi, bahkan air minum. Hingga kini, sungai pun merupakan jalur transportasi utama bagi masyarakat pesisir.
2. Danau
Danau adalah daerah perairan yang menggenang mirip kolam berukuran besar. Danau terbagi atas dua jenis, yaitu danau buatan dan danau alam. Beberapa danau di Indonesia di antaranya, Danau Toba di Sumatra Utara, Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Tempe di Sulawesi Selatan, Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Batur di Bali, Danau Patenggang di Jawa Barat, Danau Maninjau di Sumatra Barat.
Di beberapa daerah tertentu di Indonesia danau dimanfaatkan untuk tempat rekreasi. Seperti halnya sungai, danau ada yang besar dan ada pula yang kecil.
3. Selat
Selat adalah laut sempit di antara dua pulau, seperti Selat Sunda yang terletak di antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa, Selat Makassar antara Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan, Selat Bali antara Pulau Bali dan Pulau Jawa, Selat Sumba antara Pulau Sumba dan Pulau Flores, Selat Karimata antara Pulau Kalimantan dan Pulau Bangka, Pulau Belitung.
Selat-selat menghubungkan pulau yang satu dengan yang lainnya di kepulauan Indonesia. Oleh sebab itu, banyak yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi.
Kenampakan Alam Wilayah Daratan dan Pemanfaatannya
Kenampakan Alam Wilayah Daratan
1. Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah suatu kenampakan alam di daratan yang didominasi daerah datar dengan ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia terdapat beberapa daerah yang memiliki dataran tinggi. Misalnya, Dataran Tinggi Tengger di Jawa Timur, Dataran Tinggi Bone di Sulawesi Selatan, Dataran Tinggi Bingkoku di Sulawesi Tenggara, Dataran Tinggi Muler di daerah Kalimantan Barat, Dataran Tinggi Charles Louis di Irian jaya, Dataran Tinggi Minahasa di daerah Sulawesi Utara, Dataran Tinggi Penreng di daerah Sulawesi Tengah, Dataran Tinggi Alas di daerah Nangroe Aceh Darussalam, Dataran Tinggi Karo di daerah Sumatera Utara, Dataran Tinggi Kerinci di daerah Sumatera Barat, Dataran Tinggi Cianjur di daerah Jawa Barat, Dataran Tinggi Dieng.
Kenampakan alam seperti ini sangat mempengaruhi kondisi sosial dan budaya masyarakatnya. Di daerah dataran tinggi, memiliki tanah yang subur dan berudara sejuk, sehingga lingkungan itu cocok dimanfaatkan sebagai tempat untuk usaha pertanian seperti tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan. Di sekitar pedesaan daerah dataran tinggi terlihat hamparan lahan pertanian yang ditanami dengan berbagai tanaman seperti kol, sawi, kentang, tomat, wortel, dan bermacam-macam buah-buahan. Selain itu, banyak juga yang dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan untuk tanaman yang sesuai dengan kondisi daerah pegunungan, misalnya perkebunan teh di Puncak (Bogor), perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo (Aceh Tengah), perkebunan jeruk di Dataran Tinggi Karo (Sumatera Utara). Sebagian kecil dari lahan di daerah dataran tinggi ada juga yang dimanfaatkan untuk pertanian tanaman padi di daerah kering (padi gogo).
Selain dimanfaatkan sebagai daerah pertanian dan perkebunan, karena udaranya yang sejuk, daerah dataran tinggi banyak pula yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi atau wisata.
2. Dataran rendah
Dataran rendah adalah suatu kenampakan alam di daratan yang didominasi daerah datar dengan ketinggian antara 0 - 200 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah pada umumnya terdapat di sekitar pesisir pantai.
Di daerah dataran rendah pemanfaatan lahan didominasi untuk persawahan, baik sawah tadah hujan maupun sawah irigasi, sehingga daerah ini merupakan lumbung padi. Lahan-lahan di dataran rendah yang letaknya di pinggir desa banyak dimanfaatkan untuk usaha perkebunan yang ditanami dengan tanaman kelapa dan bermacam-macam jenis buah-buahan.
Di samping itu, dataran rendah pada umumnya banyak pula yang dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan lain, seperti: peternakan, perumahan, dan industri.
3. Gunung dan pegunungan
Gunung dan pegunungan adalah bagian permukaan bumi yang menyembul ke luar dan merupakan dataran tinggi. Gunung adalah dataran tinggi yang tunggal atau satu. Adapun pegunungan adalah dataran tinggi yang memanjang membentuk gugusan gunung-gunung yang bersambungan. Beberapa gunung yang terkenal di Indonesia di antaranya, Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Tangkubanparahu di Jawa Barat. Adapun pegunungan di antaranya, Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra, Pegunungan Tengger di Jawa Timur, Pegunungan Iban memisahkan Kalimantan dan Serawak Malaysia, Pegunungan Verbeek menjadi batas antara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, Pegunungan Sudirman, dan Pegunungan Jayawijaya di Irian Jaya.
Gunung-gunung dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu gunung berapi dan gunung tidak berapi. Gunung berapi maupun gunung tidak berapi dapat dimanfaatkan oleh manusia. Gunung dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk keperluan perkebunan, rekreasi maupun kegiatan olahraga pendakian.
Daerah pegunungan banyak dimanfaatkan manusia untuk tempat rekreasi atau peristirahatan karena cukup sejuk dan nyaman serta dapat menghilangkan kepenatan. Disamping untuk tempat peristirahatan, daerah pegunungan sangat baik untuk kegiatan pertanian jenis hortikultura. Tanaman jenis hortikultura adalah tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.
4. Pesisir Pantai
Pesisir pantai adalah bagian kenampakan alam daratan yang berbatasan langsung dengan laut. Negara kita yang terdiri atas pulau besar dan kecil, tentu keadaan pantainya ada yang terjal dan ada pula yang landai. Pantai-pantai yang landai pada umumnya dimanfaatkan untuk daerah tujuan wisata.
Wisatawan yang datang ke tempat tujuan wisata pantai bisa berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Wisatawan yang berasal dari dalam negeri disebut wisatawan domestik, sedangkan wisatawan dari luar negeri disebut wisatawan mancanegara.
Beberapa daerah di Indonesia memiliki pantai yang sudah terkenal sebagai daerah wisata, misalnya Pantai Panimbangan di Kalimantan Barat, Pantai Taksung di Kalimantan Selatan, Pantai Nirwana di Sulawesi Tenggara, Pantai Tanjung Bira dan Losari di Sulawesi Selatan, Pantai Sanur dan Kuta di Bali, Pantai Senggigi di Nusa Tenggara Barat, Pantai Losiana Pantai di Nusa Tenggara Timur, Pantai Korem dan Jendi di Papua, Pantai Kasih di Nangroe Aceh Darussalam, Pantai Cermin di Sumatra Utara, Pantai Air Manis di Sumatra Barat, Pantai Nongsa di Riau, Pantai Nala dan Panjang di Bengkulu, Pantai Matras di Sumatra Selatan, Pantai Ancol di DKI Jakarta, Pantai Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, Pantai Carita di Banten, Pantai Ayah di Jawa Tengah, dan Pantai Parangtritis di D.I. Yogyakarta. Selain yang disebutkan di atas, dapatkah kalian menyebutkan pantai terkenal lain yang ada di Indonesia?
1. Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah suatu kenampakan alam di daratan yang didominasi daerah datar dengan ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia terdapat beberapa daerah yang memiliki dataran tinggi. Misalnya, Dataran Tinggi Tengger di Jawa Timur, Dataran Tinggi Bone di Sulawesi Selatan, Dataran Tinggi Bingkoku di Sulawesi Tenggara, Dataran Tinggi Muler di daerah Kalimantan Barat, Dataran Tinggi Charles Louis di Irian jaya, Dataran Tinggi Minahasa di daerah Sulawesi Utara, Dataran Tinggi Penreng di daerah Sulawesi Tengah, Dataran Tinggi Alas di daerah Nangroe Aceh Darussalam, Dataran Tinggi Karo di daerah Sumatera Utara, Dataran Tinggi Kerinci di daerah Sumatera Barat, Dataran Tinggi Cianjur di daerah Jawa Barat, Dataran Tinggi Dieng.
Kenampakan alam seperti ini sangat mempengaruhi kondisi sosial dan budaya masyarakatnya. Di daerah dataran tinggi, memiliki tanah yang subur dan berudara sejuk, sehingga lingkungan itu cocok dimanfaatkan sebagai tempat untuk usaha pertanian seperti tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan. Di sekitar pedesaan daerah dataran tinggi terlihat hamparan lahan pertanian yang ditanami dengan berbagai tanaman seperti kol, sawi, kentang, tomat, wortel, dan bermacam-macam buah-buahan. Selain itu, banyak juga yang dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan untuk tanaman yang sesuai dengan kondisi daerah pegunungan, misalnya perkebunan teh di Puncak (Bogor), perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo (Aceh Tengah), perkebunan jeruk di Dataran Tinggi Karo (Sumatera Utara). Sebagian kecil dari lahan di daerah dataran tinggi ada juga yang dimanfaatkan untuk pertanian tanaman padi di daerah kering (padi gogo).
Selain dimanfaatkan sebagai daerah pertanian dan perkebunan, karena udaranya yang sejuk, daerah dataran tinggi banyak pula yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi atau wisata.
2. Dataran rendah
Dataran rendah adalah suatu kenampakan alam di daratan yang didominasi daerah datar dengan ketinggian antara 0 - 200 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah pada umumnya terdapat di sekitar pesisir pantai.
Di daerah dataran rendah pemanfaatan lahan didominasi untuk persawahan, baik sawah tadah hujan maupun sawah irigasi, sehingga daerah ini merupakan lumbung padi. Lahan-lahan di dataran rendah yang letaknya di pinggir desa banyak dimanfaatkan untuk usaha perkebunan yang ditanami dengan tanaman kelapa dan bermacam-macam jenis buah-buahan.
Di samping itu, dataran rendah pada umumnya banyak pula yang dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan lain, seperti: peternakan, perumahan, dan industri.
3. Gunung dan pegunungan
Gunung dan pegunungan adalah bagian permukaan bumi yang menyembul ke luar dan merupakan dataran tinggi. Gunung adalah dataran tinggi yang tunggal atau satu. Adapun pegunungan adalah dataran tinggi yang memanjang membentuk gugusan gunung-gunung yang bersambungan. Beberapa gunung yang terkenal di Indonesia di antaranya, Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Tangkubanparahu di Jawa Barat. Adapun pegunungan di antaranya, Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra, Pegunungan Tengger di Jawa Timur, Pegunungan Iban memisahkan Kalimantan dan Serawak Malaysia, Pegunungan Verbeek menjadi batas antara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, Pegunungan Sudirman, dan Pegunungan Jayawijaya di Irian Jaya.
Gunung-gunung dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu gunung berapi dan gunung tidak berapi. Gunung berapi maupun gunung tidak berapi dapat dimanfaatkan oleh manusia. Gunung dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk keperluan perkebunan, rekreasi maupun kegiatan olahraga pendakian.
Daerah pegunungan banyak dimanfaatkan manusia untuk tempat rekreasi atau peristirahatan karena cukup sejuk dan nyaman serta dapat menghilangkan kepenatan. Disamping untuk tempat peristirahatan, daerah pegunungan sangat baik untuk kegiatan pertanian jenis hortikultura. Tanaman jenis hortikultura adalah tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.
4. Pesisir Pantai
Pesisir pantai adalah bagian kenampakan alam daratan yang berbatasan langsung dengan laut. Negara kita yang terdiri atas pulau besar dan kecil, tentu keadaan pantainya ada yang terjal dan ada pula yang landai. Pantai-pantai yang landai pada umumnya dimanfaatkan untuk daerah tujuan wisata.
Wisatawan yang datang ke tempat tujuan wisata pantai bisa berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Wisatawan yang berasal dari dalam negeri disebut wisatawan domestik, sedangkan wisatawan dari luar negeri disebut wisatawan mancanegara.
Beberapa daerah di Indonesia memiliki pantai yang sudah terkenal sebagai daerah wisata, misalnya Pantai Panimbangan di Kalimantan Barat, Pantai Taksung di Kalimantan Selatan, Pantai Nirwana di Sulawesi Tenggara, Pantai Tanjung Bira dan Losari di Sulawesi Selatan, Pantai Sanur dan Kuta di Bali, Pantai Senggigi di Nusa Tenggara Barat, Pantai Losiana Pantai di Nusa Tenggara Timur, Pantai Korem dan Jendi di Papua, Pantai Kasih di Nangroe Aceh Darussalam, Pantai Cermin di Sumatra Utara, Pantai Air Manis di Sumatra Barat, Pantai Nongsa di Riau, Pantai Nala dan Panjang di Bengkulu, Pantai Matras di Sumatra Selatan, Pantai Ancol di DKI Jakarta, Pantai Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, Pantai Carita di Banten, Pantai Ayah di Jawa Tengah, dan Pantai Parangtritis di D.I. Yogyakarta. Selain yang disebutkan di atas, dapatkah kalian menyebutkan pantai terkenal lain yang ada di Indonesia?
CARA MENGGUNAKAN SKALA PETA
Cara Menggunakan Skala Peta
Skala sangat penting untuk pembuatan sebuah peta, karena dengan memahami skala, kalian dapat menghitung jarak tempat, menggambar, serta memperbesar dan memperkecil peta dengan benar dan tepat. Sebelum kalian diajak untuk mengetahui bagaimana cara menghitung jarak dengan skala dan cara memperbesar serta memperkecil peta dengan skala, ada baiknya kalian mengetahui beberapa jenis skala yang terdapat pada sebuah peta. Pada umumnya, skala peta terdiri dari peta skala besar dan peta skala kecil.
Peta-peta yang dibuat dengan menggunakan skala besar umumnya hanya meliputi sebuah wilayah atau daerah yang sempit. Peta yang dibuat dengan skala besar dapat memperlihatkan jalan raya atau bahkan rumah-rumah dan bangunan lainnya.
Adapun peta-peta benua atau negara, umumnya dibuat dengan skala kecil. Hal ini dilakukan agar dapat menampilkan gambar suatu negara besar, misalnya Indonesia dalam satu halaman kertas yang harus diperkecil.
1. Menghitung Jarak Tempat dengan Menggunakan Skala
Dengan mengetahui skala peta, kamu dapat menghitung berapa jarak sebenarnya dari dua tempat pada peta. Bagaimana cara menentukan jarak sebenarnya dua tempat pada peta dengan skala?
Mengukur jarak dua tempat pada peta dapat dilakukan dengan cara berikut.
a. Menggunakan penggaris apabila kedua tempat tersebut berada pada posisi lurus atau tidak berliku-liku.
b. Menggunakan benang, terutama untuk mengetahui panjang jalan raya, sungai atau panjang pantai yang berliku-liku. Benang diletakkan berdasarkan lekukan tempat pada peta. Benang tersebut lalu diukur dengan penggaris. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui jarak/panjang suatu tempat.
Untuk mempraktekkan bagaimana caranya mengukur jarak suatu tempat dengan skala peta. Coba kalian perhatikan kembali peta Provinsi Bali. Skala angka seperti tertulis pada peta Provinsi Bali itu adalah SKALA 1 : 636.000. Artinya, setiap 1 cm dikalikan dengan angka 636.000. Misalnya, kamu ingin mengetahui jarak sesungguhnya antara Denpasar-Tabanan. Ukurlah jaraknya pada peta dengan menggunakan mistar.
Apabila setelah diukur memperoleh hasil 2,5 cm, maka 2,5 x 636.000 = 1,590.000 cm. Jika dijadikan kilometer menjadi 15,9 km. Jadi, jarak sesungguhnya antara Denpasar-Tabanan sekitar 15,9 km.
Seperti telah kalian ketahui pada penjelasan dimuka, skala peta itu ada yang dinamakan skala tongkat. Peta yang mencantumkan skala tongkat memudahkan untuk dihitung. Satuan cm yang dihitung dari pengukuran dengan mistar, tinggal melihat pada skala garis tersebut. Misalnya, jarak dari kota A ke kota B mencapai 1 cm. Lihatlah angka 1 di bawah garis. Lalu, lihat pula angka di atasnya. Angka 25 menunjukan angka yang sesungguhnya yaitu 25 km. Demikian pula bila pengukuran dengan mistar mencapai 2 cm, jarak sesungguhnya 50 km. Bila 3 cm, jarak sesungguhnya adalah 75 km. Bila 4 cm, jarak sesungguhnya adalah 100 km dan seterusnya.
2. Memperbesar dan Memperkecil Peta dengan Skala Peta
Adapun memperbesar peta dapat dilakukan dengan cara memperluas bidang petak skala sesuai ukuran kelipatan yang diinginkan. Cara memperkecil peta dilakukan dengan cara mempersempit bidang petak skala sesuai ukuran yang diharapkan pada kertas gambar atau karton tempat peta tersebut akan digambarkan.
Skala sangat penting untuk pembuatan sebuah peta, karena dengan memahami skala, kalian dapat menghitung jarak tempat, menggambar, serta memperbesar dan memperkecil peta dengan benar dan tepat. Sebelum kalian diajak untuk mengetahui bagaimana cara menghitung jarak dengan skala dan cara memperbesar serta memperkecil peta dengan skala, ada baiknya kalian mengetahui beberapa jenis skala yang terdapat pada sebuah peta. Pada umumnya, skala peta terdiri dari peta skala besar dan peta skala kecil.
Peta-peta yang dibuat dengan menggunakan skala besar umumnya hanya meliputi sebuah wilayah atau daerah yang sempit. Peta yang dibuat dengan skala besar dapat memperlihatkan jalan raya atau bahkan rumah-rumah dan bangunan lainnya.
Adapun peta-peta benua atau negara, umumnya dibuat dengan skala kecil. Hal ini dilakukan agar dapat menampilkan gambar suatu negara besar, misalnya Indonesia dalam satu halaman kertas yang harus diperkecil.
1. Menghitung Jarak Tempat dengan Menggunakan Skala
Dengan mengetahui skala peta, kamu dapat menghitung berapa jarak sebenarnya dari dua tempat pada peta. Bagaimana cara menentukan jarak sebenarnya dua tempat pada peta dengan skala?
Mengukur jarak dua tempat pada peta dapat dilakukan dengan cara berikut.
a. Menggunakan penggaris apabila kedua tempat tersebut berada pada posisi lurus atau tidak berliku-liku.
b. Menggunakan benang, terutama untuk mengetahui panjang jalan raya, sungai atau panjang pantai yang berliku-liku. Benang diletakkan berdasarkan lekukan tempat pada peta. Benang tersebut lalu diukur dengan penggaris. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui jarak/panjang suatu tempat.
Untuk mempraktekkan bagaimana caranya mengukur jarak suatu tempat dengan skala peta. Coba kalian perhatikan kembali peta Provinsi Bali. Skala angka seperti tertulis pada peta Provinsi Bali itu adalah SKALA 1 : 636.000. Artinya, setiap 1 cm dikalikan dengan angka 636.000. Misalnya, kamu ingin mengetahui jarak sesungguhnya antara Denpasar-Tabanan. Ukurlah jaraknya pada peta dengan menggunakan mistar.
Apabila setelah diukur memperoleh hasil 2,5 cm, maka 2,5 x 636.000 = 1,590.000 cm. Jika dijadikan kilometer menjadi 15,9 km. Jadi, jarak sesungguhnya antara Denpasar-Tabanan sekitar 15,9 km.
Seperti telah kalian ketahui pada penjelasan dimuka, skala peta itu ada yang dinamakan skala tongkat. Peta yang mencantumkan skala tongkat memudahkan untuk dihitung. Satuan cm yang dihitung dari pengukuran dengan mistar, tinggal melihat pada skala garis tersebut. Misalnya, jarak dari kota A ke kota B mencapai 1 cm. Lihatlah angka 1 di bawah garis. Lalu, lihat pula angka di atasnya. Angka 25 menunjukan angka yang sesungguhnya yaitu 25 km. Demikian pula bila pengukuran dengan mistar mencapai 2 cm, jarak sesungguhnya 50 km. Bila 3 cm, jarak sesungguhnya adalah 75 km. Bila 4 cm, jarak sesungguhnya adalah 100 km dan seterusnya.
2. Memperbesar dan Memperkecil Peta dengan Skala Peta
Adapun memperbesar peta dapat dilakukan dengan cara memperluas bidang petak skala sesuai ukuran kelipatan yang diinginkan. Cara memperkecil peta dilakukan dengan cara mempersempit bidang petak skala sesuai ukuran yang diharapkan pada kertas gambar atau karton tempat peta tersebut akan digambarkan.
Mengenal Bagian-Bagian Peta dan Atlas
Mengenal Bagian-Bagian Peta dan Atlas
Sebelum mengenal lebih jauh mengenai peta provinsi dan cara pembuatannya, terlebih dahulu perlu kalian ketahui apa yang dimaksud dengan peta serta bagian-bagian (komponen) yang dimuat pada peta atau atlas. Untuk itu, marilah kita segera membahasnya berikut ini.
1. Mengenal Bagian-bagian sebuah Peta
Apakah yang dimaksud dengan peta?
Coba kalian perhatikan pada dinding kelas! Di sana, mungkin terpampang gambar pulau. Apakah itu merupakan pulau-pulau keseluruhan yang ada di Indonesia, salah satu pulau yang ada di Indonesia, atau hanya satu provinsi yang ada di Indonesia. Gambar itulah yang disebut peta. Dalam peta digambarkan pulau dan lautnya.
Ingatlah bahwa pulau adalah permukaan bumi yang berbentuk daratan, sedangkan laut merupakan permukaan bumi dalam bentuk air. Bila peta yang kamu lihat merupakan gambar pulau dan laut, arti peta itu adalah gambar permukaan bumi yang berbentuk daratan ditambah perairan di sekitarnya.
Sekali lagi, kamu perhatikan pada peta! Apa saja yang tertulis di sekitar peta itu?
Ada bagian-bagian tertentu pada peta yang harus kamu pahami, yaitu judul, skala, mata angin, dan legenda.
Untuk memahami arti dari bagian-bagian tersebut, perhatikan terlebih dahulu sebuah peta provinsi berikut ini!
a. Judul
Pada bagian atas peta selalu dicantumkan judul, sebagai tanda pengenal atau permukaan daratan yang digambar pada peta tersebut. Judul peta bisa berupa nama provinsi, nama negara, nama kawasan yang menghimpun beberapa negara, nama benua, atau permukaan bumi secara keseluruhan yang disebut dunia.
b. Skala
Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala berguna untuk mengetahui ukuran luas dan jarak sesungguhnya peta tersebut.
Ada dua jenis skala yang digunakan pada peta, yaitu skala angka dan skala garis atau skala tongkat.
Adapun skala tongkat ditulis seperti di bawah ini.
c. Mata Angin
Kamu perhatikan pada peta! Ada garis yang mendatar dan ada garis yang ditarik dari atas ke bawah. Garis yang mendatar disebut garis lintang. Garis yang ditarik dari atas ke bawah disebut garis bujur. Garis lintang yang bertanda 0 adalah Garis Khatulistiwa. Garis yang membentang di atas garis khatulistiwa disebut garis Lintang Utara (LU). Garis yang membentang di bawah garis khatulistiwa disebut garis Lintang Selatan (LS). Demikian juga pada garis bujur, ada yang disebut garis Bujur Timur (BT) dan ada yang disebut Bujur Barat (BB). Simbol utara (U) pada peta umumnya tidak dicantumkan.
d. Legenda
Legenda adalah simbol yang menyatakan keadaan tempat, misalnya gunung digambar segi tiga. Bila warnanya merah, gunung itu masih berapi. Bila dengan warna hitam berarti gunung sudah mati. Apabila di suatu pulau kecil ada segitiga merah, berarti dipulau tersebut ada gunung berapi. Seperti di Pulau Krakatau, ada Gunung Krakatau yang masih berapi. Pada peta, Pulau Krakatau tersebut ada segi tiga merah. Legenda lainnya adalah kota, sungai, jalan, danau, batas wilayah, dan sebagainya.
2. Mengenal Bagian-bagian Atlas
Kamu telah mengenal peta provinsi masing-masing. Bila peta-peta itu disusun dan digabungkan dalam satu buku, itulah yang disebut atlas. Selain memuat susunan provinsi, peta negara, atau ditambah dengan peta dunia, atlas juga dilengkapi dengan gambar flora dan fauna, aneka ragam kebudayaan daerah, adat istiadat, tempat-tempat penting, dan bendera-bendera dari berbagai negara.
Bagian-bagian pada atlas sama dengan bagian-bagian yang ada pada peta. Ada judul, skala, mata angin, dan legenda. Pada atlas, legenda terletak di halaman-halaman awal. Di akhir halaman, ada yang disebut indeks. Indeks adalah susunan kata-kata penting yang suatu saat diperlukan untuk dicari pada halaman tertentu.
Perhatikan contoh indeks di bawah ini!
Indramayu 29 C5 Kapuas 37 D4
Artinya Indramayu adalah salah satu kota yang diawali dengan abjad I dan terdapat pada halaman 29 atlas tersebut. C5 adalah petak tempat kota Indramayu berada. C adalah jajaran petak dari atas ke bawah, sedangkan 5 adalah petak mendatar.
Perhatikan contoh berikut ini!
Kapuas 37 D4 Kapuas adalah nama sungai yang diawali abjad K.
Provinsi Kalimantan Barat
Gambar 1.2 Mencari nama sungai dengan indeks
Jika kamu telah menemukan Indramayu pada halaman 29 dan petak C5, kamu dapat menyimpulkan bahwa Indramayu adalah ibukota kabupaten yang terletak pada peta Provinsi Jawa Barat. Kapuas adalah salah satu sungai yang berada pada peta Provinsi Kalimantan Barat. Sungai Kapuas di Kalimantan ada dua, yaitu Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, dan Sungai Kapuas di Kalimantan Tengah.
Atlas adalah gabungan peta yang tersusun dalam bentuk buku.
1. Ambillah peta provinsimu! Ukurlah dua buah kota yang kamu inginkan dengan mistar! Berapa sentimeter yang diperoleh? Kalikanlah dengan skala yang tercantum pada peta itu! Jadikanlah kilometer! Berapa kilometer jarak dari kota yang satu ke kota yang kamu ukur tersebut?
2. Bukalah halaman akhir sebuah atlas yang ada indeksnya! Carilah kata-kata Ciremai, Kudus, Barito, dan Tondano! Nama apakah itu? Di manakah letaknya?
Sebelum mengenal lebih jauh mengenai peta provinsi dan cara pembuatannya, terlebih dahulu perlu kalian ketahui apa yang dimaksud dengan peta serta bagian-bagian (komponen) yang dimuat pada peta atau atlas. Untuk itu, marilah kita segera membahasnya berikut ini.
1. Mengenal Bagian-bagian sebuah Peta
Apakah yang dimaksud dengan peta?
Coba kalian perhatikan pada dinding kelas! Di sana, mungkin terpampang gambar pulau. Apakah itu merupakan pulau-pulau keseluruhan yang ada di Indonesia, salah satu pulau yang ada di Indonesia, atau hanya satu provinsi yang ada di Indonesia. Gambar itulah yang disebut peta. Dalam peta digambarkan pulau dan lautnya.
Ingatlah bahwa pulau adalah permukaan bumi yang berbentuk daratan, sedangkan laut merupakan permukaan bumi dalam bentuk air. Bila peta yang kamu lihat merupakan gambar pulau dan laut, arti peta itu adalah gambar permukaan bumi yang berbentuk daratan ditambah perairan di sekitarnya.
Sekali lagi, kamu perhatikan pada peta! Apa saja yang tertulis di sekitar peta itu?
Ada bagian-bagian tertentu pada peta yang harus kamu pahami, yaitu judul, skala, mata angin, dan legenda.
Untuk memahami arti dari bagian-bagian tersebut, perhatikan terlebih dahulu sebuah peta provinsi berikut ini!
a. Judul
Pada bagian atas peta selalu dicantumkan judul, sebagai tanda pengenal atau permukaan daratan yang digambar pada peta tersebut. Judul peta bisa berupa nama provinsi, nama negara, nama kawasan yang menghimpun beberapa negara, nama benua, atau permukaan bumi secara keseluruhan yang disebut dunia.
b. Skala
Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala berguna untuk mengetahui ukuran luas dan jarak sesungguhnya peta tersebut.
Ada dua jenis skala yang digunakan pada peta, yaitu skala angka dan skala garis atau skala tongkat.
Adapun skala tongkat ditulis seperti di bawah ini.
c. Mata Angin
Kamu perhatikan pada peta! Ada garis yang mendatar dan ada garis yang ditarik dari atas ke bawah. Garis yang mendatar disebut garis lintang. Garis yang ditarik dari atas ke bawah disebut garis bujur. Garis lintang yang bertanda 0 adalah Garis Khatulistiwa. Garis yang membentang di atas garis khatulistiwa disebut garis Lintang Utara (LU). Garis yang membentang di bawah garis khatulistiwa disebut garis Lintang Selatan (LS). Demikian juga pada garis bujur, ada yang disebut garis Bujur Timur (BT) dan ada yang disebut Bujur Barat (BB). Simbol utara (U) pada peta umumnya tidak dicantumkan.
d. Legenda
Legenda adalah simbol yang menyatakan keadaan tempat, misalnya gunung digambar segi tiga. Bila warnanya merah, gunung itu masih berapi. Bila dengan warna hitam berarti gunung sudah mati. Apabila di suatu pulau kecil ada segitiga merah, berarti dipulau tersebut ada gunung berapi. Seperti di Pulau Krakatau, ada Gunung Krakatau yang masih berapi. Pada peta, Pulau Krakatau tersebut ada segi tiga merah. Legenda lainnya adalah kota, sungai, jalan, danau, batas wilayah, dan sebagainya.
2. Mengenal Bagian-bagian Atlas
Kamu telah mengenal peta provinsi masing-masing. Bila peta-peta itu disusun dan digabungkan dalam satu buku, itulah yang disebut atlas. Selain memuat susunan provinsi, peta negara, atau ditambah dengan peta dunia, atlas juga dilengkapi dengan gambar flora dan fauna, aneka ragam kebudayaan daerah, adat istiadat, tempat-tempat penting, dan bendera-bendera dari berbagai negara.
Bagian-bagian pada atlas sama dengan bagian-bagian yang ada pada peta. Ada judul, skala, mata angin, dan legenda. Pada atlas, legenda terletak di halaman-halaman awal. Di akhir halaman, ada yang disebut indeks. Indeks adalah susunan kata-kata penting yang suatu saat diperlukan untuk dicari pada halaman tertentu.
Perhatikan contoh indeks di bawah ini!
Indramayu 29 C5 Kapuas 37 D4
Artinya Indramayu adalah salah satu kota yang diawali dengan abjad I dan terdapat pada halaman 29 atlas tersebut. C5 adalah petak tempat kota Indramayu berada. C adalah jajaran petak dari atas ke bawah, sedangkan 5 adalah petak mendatar.
Perhatikan contoh berikut ini!
Kapuas 37 D4 Kapuas adalah nama sungai yang diawali abjad K.
Provinsi Kalimantan Barat
Gambar 1.2 Mencari nama sungai dengan indeks
Jika kamu telah menemukan Indramayu pada halaman 29 dan petak C5, kamu dapat menyimpulkan bahwa Indramayu adalah ibukota kabupaten yang terletak pada peta Provinsi Jawa Barat. Kapuas adalah salah satu sungai yang berada pada peta Provinsi Kalimantan Barat. Sungai Kapuas di Kalimantan ada dua, yaitu Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, dan Sungai Kapuas di Kalimantan Tengah.
Atlas adalah gabungan peta yang tersusun dalam bentuk buku.
1. Ambillah peta provinsimu! Ukurlah dua buah kota yang kamu inginkan dengan mistar! Berapa sentimeter yang diperoleh? Kalikanlah dengan skala yang tercantum pada peta itu! Jadikanlah kilometer! Berapa kilometer jarak dari kota yang satu ke kota yang kamu ukur tersebut?
2. Bukalah halaman akhir sebuah atlas yang ada indeksnya! Carilah kata-kata Ciremai, Kudus, Barito, dan Tondano! Nama apakah itu? Di manakah letaknya?
Thursday, 29 September 2016
TANAH LONGSOR
tanah longsor
Telah dijelaskan bahwa Indonesia dan negara-negara tetangga rawan terhadap bencana letusan gunung api dan gempa bumi. Jenis tanah pelapukan yang sering dijumpai di Indonesia merupakan hasil letusan gunung api. Tanah ini memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/pegunungan dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensi mengakibatkan tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi. Jika perbukitan tersebut tidak ada tanaman keras berakar kuat dan dalam, kawasan tersebut rawan bencana tanah longsor.
Sering kali kita mendengar berita terjadinya peristiwa tanah longsor. Tahukah kamu apakah bencana alam tanah longsor itu? Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
Bencana alam tanah longsor terjadi tidak semata-mata karena peristiwa yang terjadi karena faktor alam. Manusia pun turut menimbulkan terjadinya bencana tanah longsor.
Tahukah kamu bagaimana proses tanah longsor terjadi? Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut:
1. Hujan deras terjadi di lereng-lereng pegunungan yang lahannya gundul karena pohon-pohon ditebangi.
2. Air hujan meresap ke dalam tanah. Resapan air ke dalam tanah akan menambah bobot tanah yang berada di tebing-tebing atau dataran tinggi.
3. Air tersebut menembus sampai tanah kedap air. Pada akhirnya air berperan sebagai bidang gelincir. Akibatnya, tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
4. Terjadilah tanah longsor. Tanah longsor menimbun segala yang ada di bawahnya. Tempat tinggal, manusia, hewan peliharaan, dan lain-lain, semuanya tertimbun. Korban pun berjatuhan.
Telah dijelaskan bahwa Indonesia dan negara-negara tetangga rawan terhadap bencana letusan gunung api dan gempa bumi. Jenis tanah pelapukan yang sering dijumpai di Indonesia merupakan hasil letusan gunung api. Tanah ini memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/pegunungan dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensi mengakibatkan tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi. Jika perbukitan tersebut tidak ada tanaman keras berakar kuat dan dalam, kawasan tersebut rawan bencana tanah longsor.
Sering kali kita mendengar berita terjadinya peristiwa tanah longsor. Tahukah kamu apakah bencana alam tanah longsor itu? Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
Bencana alam tanah longsor terjadi tidak semata-mata karena peristiwa yang terjadi karena faktor alam. Manusia pun turut menimbulkan terjadinya bencana tanah longsor.
Tahukah kamu bagaimana proses tanah longsor terjadi? Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut:
1. Hujan deras terjadi di lereng-lereng pegunungan yang lahannya gundul karena pohon-pohon ditebangi.
2. Air hujan meresap ke dalam tanah. Resapan air ke dalam tanah akan menambah bobot tanah yang berada di tebing-tebing atau dataran tinggi.
3. Air tersebut menembus sampai tanah kedap air. Pada akhirnya air berperan sebagai bidang gelincir. Akibatnya, tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
4. Terjadilah tanah longsor. Tanah longsor menimbun segala yang ada di bawahnya. Tempat tinggal, manusia, hewan peliharaan, dan lain-lain, semuanya tertimbun. Korban pun berjatuhan.
Letusan gunung berapi
Gunung berapi adalah gunung yang dapat mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam perut bumi. Cairan panas yang terkandung di dalam perut bumi itu disebut magma. Pada waktu gunung meletus, magma disemburkan ke luar. Cairan panas yang ke luar dalam perut bumi pada waktu gunung api meletus disebut lahar. Selama letusan gunung api berlang-sung, banyak sekali bahan (material) yang dimuntahkan oleh gunung api tersebut. Bahan material tersebut antara lain batu padat yang besar-besar yang terbentuk dari lava yang mengeras (membeku), batu kecil (kerikil) yang disebut Lapilli. Muntahan gunung api yang paling kecil adalah abu halus. Abu halus ini biasa melayang-layang di udara membentuk awan. Pada awalnya debu ini mematikan tanaman dan menyebab-kan penyakit pernapasan. Namun, setelah turun hujan, abu dari letusan gunung berapi menjadi sangat bermanfaat, karena mengandung berbagai mineral yang dapat menyuburkan tanah.
Letusan gunung berapi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain, Gunung Merapi dan Gunung Bromo di Jawa Tengah, Gunung Soputan di Sulawesi Utara, Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Puetsago di Nanggroe Aceh Darussalam, Gunung Sorikmarap di Sumatra Utara, Gunung Kerinci di Sumatra Barat, Gunung Dempo di Sumatra Selatan, Gunung Galunggung di Jawa Barat.
Saat ini di akhir tahun 2007 beberapa gunung api aktif kembali. Gunung yang aktif kembali itu adalah Gunung Merapi, Gunung Kelud, dan Anak Gunung Krakatau.
PENGERTIAN, PROSES TERJADI, DAN DAERAH YANG SERING TERJADI GEMPA BUMI
1. Pengertian Gempa Bumi
Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antarlempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunung api atau runtuhan batuan. Kekuatan gempa bumi akibat aktivitas gunung api dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempa bumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.
Gempa bumi dapat terjadi setiap hari di bumi. Namun, kebanyakannya adalah kecil dan tidak menyebabkan kerusakan. Gempa bumi kecil juga akan mengiringi gempa bumi besar, dan bisa terjadi sebelum atau sesudah gempa bumi besar tersebut. Gempa itu disebut gempa susulan.
Ahli seismologi mengkaji tentang gempa bumi seperti geseran lempeng pada garisan memanjang yang mengakibatkan gempa bumi, apa yang berlaku pada permukaan bumi, bagaimana tenaga bergerak dari dalam bumi ke permukaan bumi dan bagaimana tenaga ini menyebabkan kemusnahan.
Dengan mengkaji bagian dan proses pembentukan gempa bumi, ahli seismologi mengetahui kesan dan bagaimana meramal kemunculan agar kemusnahannya tidak begitu kentara dan dapat dicegah.
2. Proses Gempa Bumi
Kerak bumi selalu bergerak. Pada saat lempengan kerak saling bertemu, terjadilah gaya yang amat besar yang menyebabkan timbulnya tegangan dan energi. Sisi-sisi lempeng bertubrukan, saling menunjam dan kadang-kadang menyebabkan salah satu lempeng terbenam di bawah lempeng yang lain. Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah.
Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.
Energi yang timbul dari gempa bumi menyebabkan terjadinya goncangan yang sangat dahsyat, disebut gelombang seismik, yang menggerakkan batuan. Dari hiposentrum, yaitu pusat atau titik asal gempa dengan kedalaman kurang dari 700 km di bawah permukaan, gempa bumi melepaskan gelombang ke segala arah. Titik pada permukaan bumi yang tepat di atas pusat gempa bumi disebut episentrum. Kerusakan yang paling parah akibat gempa bumi biasanya terjadi di daerah ini. Sejumlah gelombang seismik merambat jauh ke bawah permukaan bumi. Sebagian lagi merambat ke zona yang berdekatan dengan permukaan bumi.
3. Daerah Rawan Bencana Gempa di Indonesia
Berikut ini adalah 25 wilayah rawan gempa bumi Indonesia, yaitu: Aceh, Sumatera Utara (Simeulue), Sumatera Barat - Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten Pandeglang, Jawa Barat, Bantar Kawung, Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku Utara, Maluku Selatan, Kepala Burung-Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wamena, dan Kalimantan Timur.
Padatahun 2004, di daerah Aceh dan Sumatra Utara terjadi gempa dahsyat di dasar laut yang mengakibat gelombang pasang tsunami. Bencana gempa tsunami yang melanda Aceh dan beberapa negara tersebut merupakan yang paling banyak memakan korban jiwa dibandingkan dengan tsunami-tsunami sebelumnya yang terjadi di berbagai belahan dunia lain.
SOAL-SOAL LATIHAN BENCANA ALAM
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Langkah tepat yang dilakukan saat terjadi bencana tsunami adalah ....
a. menangkap ikan yang terdampar.
b. berlari menuju laut
c. berlari ke daerah yang tinggi
d. menyelamatkan harta benda.
2. Ketika berada di luar ruangan, yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi adalah.....
a. berlindung di bawah pohon
b. berlari ke daerah lapang
c. berlindung di bawah bangunan
d. berlari ke dalam rumah
3. Untuk mencegah terjadinya tanah longsor sebaiknya kita ....
a. mendirikan rumah di bawah tebing
b. menebang pohon di daerah tebing
c. membuang sampah ke sungai
d. tidak menebangi pohon di daerah tebing
4. Saat berada di dalam gedung, ketika terjadi gempa bumi, yang kita lakukan adalah....
a. keluar menggunakan tangga
b. keluar menggunakan lift
c. mendekati jendela kaca
d. ke luar gedung dengan panik
5. Bila di daerah kita sering terjadi gempa bumi yang perlu dipersiapkan keadaan di dalam rumah adalah ....
a. memperkuat posisi benda yang berdiri maupun menggantung di dalam rumah
b. membangun rumah yang kokoh
c. mengamankan barang yang mudah pecah
d. semua benar
6. Bahaya banjir tidak hanya saat terjadi bencana, pasca bencana pun perlu kita perhatikan karena....
a. kurangnya air bersih
b. lingkungan menjadi kotor
c. kekurangan bahan makanan
d. semua benar
7. Pelatihan P3K perlu dilakukan guna....
a. menolong korban bencana
b. menyelamatkan diri sendiri
c. mengurangi korban bencana
d. semua benar
8. Setelah terjadinya gempa bumi kita harus...
a. memasuki rumah
b. memeriksa bagian yang rusak apakah bangunan masih layak ditempati
c. istirahat di dalam rumah
d. membersihkan rumah
9. Tindakan yang tepat saat terjadi bencana tsunami adalah....
a. menaiki gedung yang tinggi
b. berlari ke tanah lapang
c. menutup diri di dalam rumah
d. berlindung di bawah meja
10. Gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas lempeng tektonik disebut ....
a. gempa vulkanik
b. gempa tektonik
c. gempa dasar laut
d. seismograf
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan cara menghadapi bencana alam tsunami!
2. Apa yang perlu kita lakukan saat banjir melanda?
3. Persiapan apa yang perlu kita lakukan guna mengantisipasi bencana gempa bumi?
4. Mengapa kita tidak boleh menggunakan lift saat keluar dari gedung ketika terjadi gempa bumi?
5. Jelaskan cara menghindari terjadinya bencana tanah longsor!
1. Langkah tepat yang dilakukan saat terjadi bencana tsunami adalah ....
a. menangkap ikan yang terdampar.
b. berlari menuju laut
c. berlari ke daerah yang tinggi
d. menyelamatkan harta benda.
2. Ketika berada di luar ruangan, yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi adalah.....
a. berlindung di bawah pohon
b. berlari ke daerah lapang
c. berlindung di bawah bangunan
d. berlari ke dalam rumah
3. Untuk mencegah terjadinya tanah longsor sebaiknya kita ....
a. mendirikan rumah di bawah tebing
b. menebang pohon di daerah tebing
c. membuang sampah ke sungai
d. tidak menebangi pohon di daerah tebing
4. Saat berada di dalam gedung, ketika terjadi gempa bumi, yang kita lakukan adalah....
a. keluar menggunakan tangga
b. keluar menggunakan lift
c. mendekati jendela kaca
d. ke luar gedung dengan panik
5. Bila di daerah kita sering terjadi gempa bumi yang perlu dipersiapkan keadaan di dalam rumah adalah ....
a. memperkuat posisi benda yang berdiri maupun menggantung di dalam rumah
b. membangun rumah yang kokoh
c. mengamankan barang yang mudah pecah
d. semua benar
6. Bahaya banjir tidak hanya saat terjadi bencana, pasca bencana pun perlu kita perhatikan karena....
a. kurangnya air bersih
b. lingkungan menjadi kotor
c. kekurangan bahan makanan
d. semua benar
7. Pelatihan P3K perlu dilakukan guna....
a. menolong korban bencana
b. menyelamatkan diri sendiri
c. mengurangi korban bencana
d. semua benar
8. Setelah terjadinya gempa bumi kita harus...
a. memasuki rumah
b. memeriksa bagian yang rusak apakah bangunan masih layak ditempati
c. istirahat di dalam rumah
d. membersihkan rumah
9. Tindakan yang tepat saat terjadi bencana tsunami adalah....
a. menaiki gedung yang tinggi
b. berlari ke tanah lapang
c. menutup diri di dalam rumah
d. berlindung di bawah meja
10. Gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas lempeng tektonik disebut ....
a. gempa vulkanik
b. gempa tektonik
c. gempa dasar laut
d. seismograf
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan cara menghadapi bencana alam tsunami!
2. Apa yang perlu kita lakukan saat banjir melanda?
3. Persiapan apa yang perlu kita lakukan guna mengantisipasi bencana gempa bumi?
4. Mengapa kita tidak boleh menggunakan lift saat keluar dari gedung ketika terjadi gempa bumi?
5. Jelaskan cara menghindari terjadinya bencana tanah longsor!
MENCEGAH BENCANA ALAM TANAH LONGSOR
Bagaimana cara mencegah terjadinya bencana tanah longsor? Sebenarnya, dengan memahami lingkungan, kita dapat mencegah terjadinya bencana tanah longsor.
1. Tidak Mencetak Sawah dan Membuat Kolam Pada Lereng Bagian Atas di Dekat Pemukiman
Dengan mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng di atas pemukiman akan menimbulkan resapan air kolam dan sawah. Hal itu akan membuat tanah pada lereng menjadi berair. Akibatnya, tanah akan menjadi lembek. Kemudian tanah berair akan menjadi berat yang me-mungkinkan terjadinya tanah longsor.
2. Buatlah Terasering (Sengkedan)
Masyarakat Indonesia sebagian besar mata pencariannya adalah bertani. Salah satu kegiatan pertanian adalah bertanam padi. Berbagai kondisi lahan dimanfaatkan untuk kegiatan ini. Salah satunya adalah lahan pebukitan yang curam.
Terasering atau sengkedan dibuat agar kondisi tanah bertingkat-tingkat dan tidak curam. Hal ini terutama ditekankan pada lahan curam yang digunakan untuk lahan pertanian.
3. Menutup Retakan Tanah
Ketika musim kemarau tiba, tanah permukaan menjadi kering. Akibatnya tanah tersebut memadat dan terjadi retakan. Apabila retakan tersebut terdapat pada daerah tebing, tentunya tanah tersebut tidak terikat. Akhirnya terjadilah longsor.
Untuk menghindari terjadinya tanah longsor, kita harus menutup retakan pada tanah tersebut. Hal tersebut guna menstabilkan tanah agar tidak terjadi longsor. Tanah kembali terikat.
4. Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal
Beberapa masyarakat sering melakukan penggalian di lereng-lereng yang terjal. Salah satu contohnya adalah ketika mereka melakukan penggalian pasir, tanah untuk urugan, batu, dan bahan tambang lainnya.
Kondisi seperti ini membuat tebing tidak stabil dan memungkinkan terjadinya longsor. Dengan demikian, hindarilah melakukan penggalian dan penambangan di bawah lereng yang terjal. Bencana longsor akibat penggalian di tebing ini telah banyak terjadi dan memakan korban jiwa baik penambangnya sendiri maupun masyarakat yang tinggal di sekitar tebing itu.
5. Jangan Menebang Pohon di Lereng
Lereng yang curam dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor. Apalagi lereng curam itu tidak terdapat pepohonan. Pepohonan di lereng yang curam dapat menahan tanah agar tidak longsor. Akar-akarnya menahan tanah di tebing agar tidak longsor. Apabila masyarakat menebang pohon yang tumbuh di lereng-lereng bukit bencana tanah longsor kemungkinan akan terjadi.
6. Jangan Mendirikan Permukiman di Tepi Lereng yang Terjal
Tidak sedikit masyarakat yang mendirikan rumah di tepi lereng yang terjal. Permukaan tanah di atas tebing, sedikit, demi sedikit akan mengalami longsor. Rumah yang semula agak jauh dari lereng yang terjal lama kelamaan akan menjadi dekat dengan tepi lereng. Pada suatu saat rumah itu akan terbawa longsor oleh tanah.
Apabila kita bertujuan untuk mendirikan rumah di atas lereng, hendaknya tidak mendirikan di atas lereng yang terjal. Ubahlah tebing menjadi landai. Kemudian usahakan ditanam tanaman di bagian lerengnya agar tanah tidak longsor. Perhatikan pembangunan rumah yang benar di lereng bukit.
7. Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak
Pada daerah yang berbukit-bukit, sering kali dalam pembangunanan jalan dilakukan dengan membelah bukit. Akhirnya, di sebelah kiri dan kanan jalan terdapat tebing yang cukup terjal. Hal ini harus dihindari. Tidak sedikit berita tanah longsor yang mengakibatkan terputusnya lalulintas akibat tebing yang longsor menutupi jalan.
Bila bukit perlu dibelah, usahakan agar tebing-tebing yang terbentuk tidak terjal. Bila tidak dilaksanakan penghijauan, sebaiknya tebing ditahan dengan pondasi tembok.
8. Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi
Kurangnya pemahaman akan lingkungan, banyak masyarakat kita yang mendirikan bangunan di pinggiran kali. Hal ini sering terjadi pada masyarakat yang tinggal baik di desa maupun di kota.
Pinggiran sungai terutama tanah akan mudah terkikis oleh air sungai. Pengikisan tersebut akan mengakibatkan tanah di tepi kali menjadi longsor.
TINDAKAN DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR
Banjir menyapu dan mencampurkan segala yang ada di daratan. Sampah terbawa hanyut bercampur dengan air bersih. Ada beberapa tempat yang bisa menyebabkan tersebarnya penyakit menular, seperti: tempat pembuangan limbah dan tempat sampah yang terbuka, sistem pengairan yang tercemar dan sistem kebersihan yang tidak baik. Bakteri bisa tersebar melalui air yang digunakan masyarakat, baik air PAM maupun air sumur yang telah tercemar oleh air banjir. Air banjir membawa banyak bakteri, virus, parasit dan bibit penyakit lainnya, termasuk juga unsur-unsur kimia yang berbahaya.
Diare mempunyai masa pertumbuhan antara 1 - 7 hari. Ikuti petunjuk-petunjuk kebersihan di bawah ini untuk menghindari resiko terjangkit Diare. Orang yang terjangkit penyakit ini harus mendapatkan perawatan khusus karena apabila dibiarkan terlalu lama bisa membahayakan, khu-susnya pada orang tua dan anak-anak.
Penyakit yang disebarkan oleh nyamuk. Banjir bisa meningkatkan perkembangbiakan nyamuk secara luas. Bibit-bibit penyakit yang dibawa oleh serangga ini termasuk Demam Berdarah, Malaria dll. Untuk mencegah sebuah tempat menjadi sarang nyamuk, kosongkan air yang tergenang dan tutup tempat-tempat air yang terbuka.
Unsur-unsur kimia seperti pestisida, pupuk kimia dan unsur-unsur dengan bahan dasar minyak, bisa mencemari sumber air yang juga bisa membawa resiko. Mencegah tersebarnya penyakit di daerah banjir.
Air untuk minum dan memasak disaat dan sesudah terjadinya banjir, penting untuk memperhatikan kebersihan air yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jangan menggunakan air yang telah tercemar untuk mencuci piring, menggosok gigi, mencuci, membuat es, dsb.
2. Rebus atau proses air sebelum digunakan. Merebus air bisa membunuh bakteri dan parasit. Rebus dan biarkan air mendidih sekurang-kurangnya selama 7 menit.
3. Jangan minum air mentah.
4. Air juga bisa diolah dengan chlorine atau yodium, atau dengan mencampur 6 tetes chlorine pemutih pakaian tanpa pewangi (5.25% sodium hypochlorite) dalam 4 liter air. Campur dengan baik dan biarkan, kalau bisa dibawah sinar matahari, selama 30 menit. Cara ini cukup baik untuk mengolah air tapi tidak bisa membunuh semua kuman atau parasit.
Hal-hal Penting Tentang Sanitasi dan Kebersihan Air Banjir bisa mengandung kotoran dari limbah air kotor dan limbah industri. Walaupun kontak dengan kulit tidak membahayakan, namun mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar air banjir, bisa beresiko bagi kesehatan masyarakat. Pada saat bencana, sangat penting untuk menerapkan langkah-langkah dasar kebersihan ini. Selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih:
1. Sebelum memasak atau makan
2. Setelah buang air
3. Setelah melakukan pembersihan
4. Setelah menangani apa saja yang telah tercemar air banjir Perawatan Luka Yang Terbuka
5. Jaga kebersihan luka dengan mencucinya dengan air sabun dan berikan salep atau cairan antibiotik.
6. Apabila luka menjadi merah atau membengkak, harus segera dirawat oleh petugas kesehatan.Jangan biarkan anak-anak bermain di air banjir. Seringlah mencuci tangan mereka, terutama sebelum makan.
MENGHADAPI BENCANA ALAM GUNUNG API
Bencana alam gunung api adalah bencana alam yang terjadi tidak secara tiba-tiba layaknya bencana alam tanah longsor ataupun gempa bumi. Bencana alam ini dapat diperkirakan dan ditanggulangi karena kemunculannya melalui beberapa proses dan tanda-tanda.
Dalam penanggulangan bencana letusan gunung api dibagi menjadi tiga bagian, yaitu persiapan sebelum terjadi letusan, saat terjadi letusan dan sesudah terjadi letusan. Penanggulangan bencana gunung api dilakukan oleh semua pihak, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
1. Persiapan Menjelang Bencana Gunung Api
Adapun persiapan yang perlu dilakukan oleh masya-rakat dalam menghadapi letusan gunung berapi adalah sebagai berikut:
a. Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi
Hal ini penting dilakukan guna mempersiapkan diri saat terjadi bencana. Dengan demikian, saat terjadi bencana gunung api, masyarakat tidak panik dan dapat mengungsi ke tempat aman yang telah ditentukan.
b. Membuat perencanaan penanganan bencana
Kepala desa berkumpul beserta masyarakat membuat perencanaan penanganan bencana.
c. Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan
Dalam mempersiapkan pengungsian, kepala desa me-laksanakan simulasi penyelamatan diri saat terjadi ben-cana alam. Simulasi ini dipandang penting agar saat terjadi bencana masyarakat memahami apa yang perlu dilakukan saat bencana yang sebenarnya terjadi.
d. Mempersiapkan kebutuhan dasar
Kebutuhan dasar yang perlu dipersiapkan adalah obat-obatan, peralatan penyelamatan, bahan makanan dan sebagainya.
2. Penanggulangan saat terjadi letusan gunung api
Yang sebaiknya dilakukan saat terjadi letusan gunung api adalah sebagai berikut:
a. Hal pertama yang dilakukan ketika terjadi gunung meletus adalah gunakan alat komunikasi seperti ken-tongan untuk memperingatkan warga lain yang belum mengetahuinya.
b. Berlarilah ke arah daerah yang aman dan jauh dari lokasi gunung meletus. Hindari daerah yang rawan bencana, seperti lereng gunung, lembah, dan daerah aliran lahar.
c. Di tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas.
d. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.
e. Usahakan menggunakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.
f. Gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau lainnya.
g. Jangan memakai lensa kontak.
h. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.
i. Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.
TINDAKAN SAAT MENGHADAPI BENCANA ALAM TSUNAMI
Menyelamatkan diri saat terjadi bencana alam tsunami adalah tindakan yang harus segela dilakukan bila tanda-tanda tsunami muncul. Adapun cara menyelamatkan diri saat terjadi tsunami adalah sebagai berikut.
1. Berlari Menuju Tempat yang Tinggi
Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil mengajak teman-teman yang lain yang berada di sekitar kita.
Saat itu tidak akan ada lagi waktu untuk mempersiapkan diri atau menyelamatkan harta benda. Gelombang tsunami yang menjulang tinggi dengan kecepatan yang tinggi menuntut kita untuk lari sekencang-kencangnya.
2. Waspada Datangnya Gelombang Susulan
Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang.
3. Lakukan Pertolongan Pertama Pada Korban
Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.
TINDAKAN YANG PERLU DILAKUKAN SAAT TERJADI GEMPA BUMI
Jika gempa bumi mengguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun kita berada.
a. Di dalam rumah
Tanda-tanda gempa saat kita berada di dalam rumah dapat kita lihat apabila lampu mulai bergoyang. Bahkan bila kita memelihara ikan di dalam akuarium akan tampak air bergoyang. Itulah tanda-tanda gempa bumi di mulai. Getaran yang lambat mungkin tidak terasa. Namun dengan melihat tanda-tanda itu kita dapat meyakini bahwa peristiwa gempa bumi dimulai.
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, kita harus mengupayakan keselamatan diri kita dan keluarga. Bila kita masih sempat untuk ke luar rumah segeralah lakukan. Namun, apabila gempa terjadi secara cepat dan mendadak, masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh dari jatuhan benda-benda. Jika Anda tidak memiliki meja, lindungi kepala Anda dengan bantal. Jika Anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran. Kemudian, hindari kaca jendela. Mungkin saja gempa akan memecahkan kaca. Dengan demikian kita terhindar dari pecahan kaca.
b. Berada di areal terbuka
Berada di areal terbuka, belum berarti kita aman dari bencana alam gempa bumi. Masih banyak hal yang harus kita waspadai. Beberapa hal di antaranya sebagai berikut.
1) Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar kita (seperti: gedung, tiang listrik, pohon, dll). Gempa bumi dapat meruntuhkan apa saja yang ada di sekitar kita. Jangan sampai kita tertimpa olehnya.
2) Perhatikan tempat Anda berpijak! Hindari apabila terjadi rekahan tanah. Retakan tanah dapat terjadi karena gempa bumi. Jangan sampai kita terperosok ke dalamnya.
c. Di dalam gedung
Gedung yang menjulang tinggi merupakan tempat yang cukup sulit untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi. Gedung tinggi juga merupakan tempat yang rawan terjadi runtuh saat gempa. Namun, jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
a. Keluar dari bangunan tesebut dengan tertib.
b. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.
c. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.
d. Telepon/minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada diri Anda atau orang disekitar Anda.
d. Di dalam Lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika Anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika Anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
e. Hindari memasuki bangunan setelah terjadi gempa
Setelah gempa terjadi, pastikan tidak terjadi lagi gempa susulan. Kemudian, pastikan juga bahwa bangunan yang ditinggalkan benar-benar kokoh. Jangan masuk ke dalam bangunan yang sudah terjadi gempa, karena kemungkian akan terjadi reruntuhan.
TINDAKAN MEWASPADAI TERJADINYA BENCANA ALAM GEMPA BUMI
Bencana alam gempa bumi tidak dapat dihindari. Namun, kita dapat mencegah terjadinya korban jiwa dengan melakukan tindakan sebelum terjadinya gempa bumi. Umumnya, korban gempa bumi adalah tertimpa segala sesuatu yang runtuh karena getaran. Berikut ini ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan sebelum terjadinya gempa bumi.
a. Mengenali apa yang disebut gempa bumi
Mengenali gempa bumi sangat penting sebagai tindakan yang perlu dilakukan sebelum bencana itu datang. Dengan mengenali gempa bumi kita memahami bahwa gempa dapat terjadi dengan kekuatan yang lemah maupun keras. Gempa yang berkekuatan keras dapat meruntuhkan berbagai bangunan. Korban sebagian besar akibat kejatuhan benda-benda yang runtuh akibat gempa. Kemudian gempa terkadang tidak terjadi satu kali. Dengan mengetahui dan memahami gempa kita dapat menghindari jatuhnya korban.
b. Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan agar terhindar bahaya gempa bumi
Pastikan bahwa struktur dan letak rumah kamu dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan gempa bumi. Bila perlu renovasi ulang struktur bangunan kamu. Perhatikan mulai dari pondasi bangunan, kekuatan tembok, dan atap. Sering kali bencana alam gempa bumi memakan korban karena masyarakat membangun rumah dengan tidak memperhatikan kekuatannya.
c. Kenali lingkungan sekolah dan tempat tinggal
Mengenali lingkungan sekolah sangat penting dilakukan. Dengan mengenali lingkungan sekolah, kita dapat mengetahui:
1) Letak pintu, lift serta tangga darurat .
Gempa bumi terjadi secara cepat dan mendadak. Mungkin saja gempa itu terjadi saat kita berada di sebuah gedung yang tinggi dengan ribuan orang di dalamnya. Memahami letak pintu, lift, dan tangga darurat sangat penting. Hal ini guna memudahkan kita untuk segera keluar dari gedung saat terjadi gempa.
2) Tempat paling aman untuk berlindung.
Ketika terjadi gempa bumi saat kita berada dalam gedung yang tinggi, kita mungkin saja tidak akan sempat keluar dari gedung. Segera kita putuskan bahwa mungkin saja kita akan tertimpa saat hendak keluar dari gedung. Langkah penyelamatan diri yang perlu dilakukan adalah berlindung di tempat yang paling aman.
d. Belajar melakukan P3K
Belajar melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah teknik penyelamatan dini bila terjadi korban bencana. Kita harus memahami hal-hal yang perlu dilakukan bila menghadapi korban bencana sebelum datangnya tim penyelamat.
Misalnya bagaimana kita menghadapi korban yang mengalami patah tulang. Tanpa memahami P3K tindakan kita mungkin akan memperparah kondisi korban. Namun, dengan memahaminya kita mungkin dapat mengurangi penderitaan yang dialami korban.
Gambar 5.3 Belajar melakukan P3K
e. Belajar menggunakan pemadam kebakaran.
Setiap gedung diwajibkan memiliki alat pemadam kebakaran. Gempa bumi dapat menimbulkan kebakaran di dalam gedung. Mungkin saja hal itu terjadi karena aliran listrik, kebocoran gas dan lain-lain.
Memahami penggunaan alat pemadam kebakaran sangat penting guna menghindari meluasnya kebakaran. Alat pemadam kebakaran biasanya tersimpan di tembok.
f. Mencatat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
Nomor telepon penting digunakan untuk menghubungi beberapa instansi, seperti: Dinas Kebakaran, SAR, dan Dinas Kesehatan.
LATIHAN SOAL GLOBALISASI
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat!
1. Proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum disebut ...
a. Sosialisasi b. Globalisasi
c. Urbanisasi d. Polarisasi
2. Yang mempengaruhi proses terjadinya globalisasi, antara lain, kecuali ….
a. Kebutuhan manusia yang sema-kin banyak
b. Perkembangan kemampuan ber-pikir manusia dalam berbagai bi-dang.
c. Tuntutan manusia yang ingin men-dapatkan kemudahan dalam men-capai tujuan terutama dalam me-menuhi kebutuhannya.
d. Perbedaan tanggal lahir tiap-tiap manusia
3. …. adalah akibat atau pengaruh yang terjadi akibat dari adanya proses glo-balisasi tersebut.
a. Era globgalisasi
b. Mode globalisasi
c. Dampak globalisasi
d. Dunia global
4. Salah satu akibat yang muncul dari hadirnya globalisasi ialah ….
a. Perbedaan agama
b. Keadaan alam
c. Perbedaan aliran agama yang ada saat ini
d Semuanya salah
5. Bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat merupakan efek atau pengaruh dari hadirnya globa-lisasi ke dalam negara kita, yaitu ….
a. Hadirnya pluralisme ke dalam negara kita
b. Hadirnya globalisasi ke dalam negara kita
c. Hadirnya polarisasi ke dalam ne-gara kita
d. Hadirnya migrasi ke dalam nega-ra kita
6. Berikut merupakan contoh perilaku positif yang hadir dalam masyarakat sebagai akibat dari dampak glo-balisasi antara lain, kecuali ….
a. Perilaku bersikap kritis dalam meng-hadapi permasalahan
b. Sikap kompetitif dalam mencapai tujuan hidup
c. Perilaku kerja yang serba cepat atau serba instan dalam melak-sanakan segala bentuk aktivitas
d. Perilaku individualistis
7. Bentuk perilaku negatif yang timbul dari dampak globalisasi di antara-nya yaitu, kecuali ….
a. Perilaku individualistis
b. Perilaku saling menjatuhkan terhadap saingan atau sesama kawan
c. Sikap egois
d. Perilaku bersikap kritis
8. Berikut ini merupakan contoh maka-nan asing yang merupakan hasil dari adanya dampak globalisasi, kecuali ….
a. Salad b. Pizza
c. Hamburger d. Sayur Aasem
9. Indonesia akhir-akhir ini telah meng-galang usaha untuk membujuk para investor asing supaya menanamkan modalnya ke dalam negeri, salah satunya dengan mendirikan usaha-nya di negeri ini, sebab Indonesia ….
a. Ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang subur
b. Sedang dilanda krisis ekonomi yang berkepanjangan
c. Sedang kebanjiran proyek luar negeri
d. Ingin menghilangkan citra jelek di mata dunia
10. Berikut ini merupakan beberapa ala-san mengapa perusahaan asing mau mendirikan usahanya di negeri kita, kecuali …
a. Besarnya konsumen
b. Murahnya tenaga kerja
c. Adanya lahan yang memadai
d. Keamanan yang kurang
menunjang
11. Berikut ini merupakan daerah-dae-rah industri terkemuka di Indonesia antara lain, kecuali ….
a. Pulau Batam
b. Kawasan Pulo Gadung di Jakar-ta Timur
c. Bekasi
d. Puncak
12. Keuntungan dari hadirnya perusa-haan asing di Indonesia, kecuali .…
a. Berkurangnya jumlah pengang-guran
b. Meningkatnya kemampuan eko-nomi rakyat
c. Meningkatnya pendapatan nega-ra
d. Berkurangnya lahan pertanian
13. Berikut ini merupakan beberapa ke-rugian dari hadirnya perusahaan asing di Indonesia, antara lain kecu-ali ….
a. Perubahan struktur usaha rakyat dari agraris (pertanian dan pe-ternakan) ke industri
b. Meningkatnya ekspor dan impor
c. Berkurangnya lahan pertanian karena sebagian lahan dijadikan untuk lokasi perusahaan/pabrik
d. Permasalahan lalu lintas meni-ngkat
14. Masuknya perusahaan asing ke In-donesia juga dipengaruhi oleh ….
a. Sosialisasi b. Globalisasi
c. Urbanisasi d. Polarisasi
15. Berikut ini merupakan negara-negara tetangga di benua Asia yang mendirikan perusahaannya di negara kita, kecuali ….
a. Thailand b. Malaysia
d. Amerika Serikat c. Jepang
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan globalisasi!
2. Jelaskan yang dimaksud dengan damapak globalisasi
3. Sebutkan contoh dampak globalisasi dalam periklanan, pakaian, dan gaya hidup!
4. Apa yang dimaksud dengan iklan? Jelaskan!
5. Sebutkan bentuk perilaku positif apa saja yang lahir dari adanya globalisasi?
6. Sebutkan bentuk perilaku negatif apa saja yang hadir dari dampak globalisasi?
7. Sebutkan jenis usaha yang ada di perusahaan-perusahaan asing di Indonesia, minimal 10!
9. Sebutkan produk-produk hasil teknologi dalam bidang telekomunikasi minimal tiga!
10. Bagaimana cara kita menyaring dampak dari globalisasi yang masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari?
11. Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi pengaruh globalisasi?
12. Adakah pengaruh buruk dari dampak globalisasi? Jika ada sebutkan!
13. Bagaimanakah pendapatmu tentang era globalisasi dan dampaknya yang masuk ke Indonesia!
14. Sebutkan dan jelaskan mengapa perusahaan asing mau mendirikan perusahaannya di negara kita?
15. Adakah manfaat yang dapat diambil dari hadirnya perusahaan-perusahaan asing yang berdiri di negara kita?
1. Proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum disebut ...
a. Sosialisasi b. Globalisasi
c. Urbanisasi d. Polarisasi
2. Yang mempengaruhi proses terjadinya globalisasi, antara lain, kecuali ….
a. Kebutuhan manusia yang sema-kin banyak
b. Perkembangan kemampuan ber-pikir manusia dalam berbagai bi-dang.
c. Tuntutan manusia yang ingin men-dapatkan kemudahan dalam men-capai tujuan terutama dalam me-menuhi kebutuhannya.
d. Perbedaan tanggal lahir tiap-tiap manusia
3. …. adalah akibat atau pengaruh yang terjadi akibat dari adanya proses glo-balisasi tersebut.
a. Era globgalisasi
b. Mode globalisasi
c. Dampak globalisasi
d. Dunia global
4. Salah satu akibat yang muncul dari hadirnya globalisasi ialah ….
a. Perbedaan agama
b. Keadaan alam
c. Perbedaan aliran agama yang ada saat ini
d Semuanya salah
5. Bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat merupakan efek atau pengaruh dari hadirnya globa-lisasi ke dalam negara kita, yaitu ….
a. Hadirnya pluralisme ke dalam negara kita
b. Hadirnya globalisasi ke dalam negara kita
c. Hadirnya polarisasi ke dalam ne-gara kita
d. Hadirnya migrasi ke dalam nega-ra kita
6. Berikut merupakan contoh perilaku positif yang hadir dalam masyarakat sebagai akibat dari dampak glo-balisasi antara lain, kecuali ….
a. Perilaku bersikap kritis dalam meng-hadapi permasalahan
b. Sikap kompetitif dalam mencapai tujuan hidup
c. Perilaku kerja yang serba cepat atau serba instan dalam melak-sanakan segala bentuk aktivitas
d. Perilaku individualistis
7. Bentuk perilaku negatif yang timbul dari dampak globalisasi di antara-nya yaitu, kecuali ….
a. Perilaku individualistis
b. Perilaku saling menjatuhkan terhadap saingan atau sesama kawan
c. Sikap egois
d. Perilaku bersikap kritis
8. Berikut ini merupakan contoh maka-nan asing yang merupakan hasil dari adanya dampak globalisasi, kecuali ….
a. Salad b. Pizza
c. Hamburger d. Sayur Aasem
9. Indonesia akhir-akhir ini telah meng-galang usaha untuk membujuk para investor asing supaya menanamkan modalnya ke dalam negeri, salah satunya dengan mendirikan usaha-nya di negeri ini, sebab Indonesia ….
a. Ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang subur
b. Sedang dilanda krisis ekonomi yang berkepanjangan
c. Sedang kebanjiran proyek luar negeri
d. Ingin menghilangkan citra jelek di mata dunia
10. Berikut ini merupakan beberapa ala-san mengapa perusahaan asing mau mendirikan usahanya di negeri kita, kecuali …
a. Besarnya konsumen
b. Murahnya tenaga kerja
c. Adanya lahan yang memadai
d. Keamanan yang kurang
menunjang
11. Berikut ini merupakan daerah-dae-rah industri terkemuka di Indonesia antara lain, kecuali ….
a. Pulau Batam
b. Kawasan Pulo Gadung di Jakar-ta Timur
c. Bekasi
d. Puncak
12. Keuntungan dari hadirnya perusa-haan asing di Indonesia, kecuali .…
a. Berkurangnya jumlah pengang-guran
b. Meningkatnya kemampuan eko-nomi rakyat
c. Meningkatnya pendapatan nega-ra
d. Berkurangnya lahan pertanian
13. Berikut ini merupakan beberapa ke-rugian dari hadirnya perusahaan asing di Indonesia, antara lain kecu-ali ….
a. Perubahan struktur usaha rakyat dari agraris (pertanian dan pe-ternakan) ke industri
b. Meningkatnya ekspor dan impor
c. Berkurangnya lahan pertanian karena sebagian lahan dijadikan untuk lokasi perusahaan/pabrik
d. Permasalahan lalu lintas meni-ngkat
14. Masuknya perusahaan asing ke In-donesia juga dipengaruhi oleh ….
a. Sosialisasi b. Globalisasi
c. Urbanisasi d. Polarisasi
15. Berikut ini merupakan negara-negara tetangga di benua Asia yang mendirikan perusahaannya di negara kita, kecuali ….
a. Thailand b. Malaysia
d. Amerika Serikat c. Jepang
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan globalisasi!
2. Jelaskan yang dimaksud dengan damapak globalisasi
3. Sebutkan contoh dampak globalisasi dalam periklanan, pakaian, dan gaya hidup!
4. Apa yang dimaksud dengan iklan? Jelaskan!
5. Sebutkan bentuk perilaku positif apa saja yang lahir dari adanya globalisasi?
6. Sebutkan bentuk perilaku negatif apa saja yang hadir dari dampak globalisasi?
7. Sebutkan jenis usaha yang ada di perusahaan-perusahaan asing di Indonesia, minimal 10!
9. Sebutkan produk-produk hasil teknologi dalam bidang telekomunikasi minimal tiga!
10. Bagaimana cara kita menyaring dampak dari globalisasi yang masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari?
11. Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi pengaruh globalisasi?
12. Adakah pengaruh buruk dari dampak globalisasi? Jika ada sebutkan!
13. Bagaimanakah pendapatmu tentang era globalisasi dan dampaknya yang masuk ke Indonesia!
14. Sebutkan dan jelaskan mengapa perusahaan asing mau mendirikan perusahaannya di negara kita?
15. Adakah manfaat yang dapat diambil dari hadirnya perusahaan-perusahaan asing yang berdiri di negara kita?
SIKAP YANG PERLU DILAKUKAN DALAM MENGHADAPI PENGARUH GLOBALISASI
Banyak hal yang terjadi dan berubah selama proses masuknya globalisasi. Ada yang baik dan ada pula yang buruk. Lalu apa sajakah pengaruh yang baik dan buruk dalam globalisasi itu dan bagaimanakah sikap kita dalam mengha-dapi hal tersebut? Mari kita bahas lebih dalam mengenai hal tersebut!
Globalisasi, seperti kita telah ketahui, merupakan proses masuknya hal-hal yang luas mulai dari budaya, teknologi, makanan dan lain-lain ke dalam kehidupan kita. Dari sekian banyak hal-hal yang masuk, ada hal-hal yang baik dan buruk atau positif dan negatif masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Lalu bagaimanakah cara kita membedakannya? Mudah saja, yaitu dengan membedakan mana hal-hal yang merupakan dampak globalisasi yang menguntungkan kita dan sesuai dengan budaya bangsa serta agama, dan mana dampak yang merusak bagi diri kita baik itu dalam bentuk yang merusak fisik atau moral dan kepribadian kita sebagai bangsa Timur yang sopan dan beradab. Contohnya ada manfaat baik dari hadirnya kemajuan dalam bidang telekomunikasi, contohnya internet. Jika kalian mengunjungi warnet atau membuka situs-situs terkemuka, maka akan kita dapati berbagai sajian informasi dan menu untuk berkomunikasi, di antaranya ada pula yang sengaja menawar-kan gambar-gambar porno dengan cuma-cuma. Bagi orang dewasa yang sudah menikah, hal itu sah-sah saja karena memang sudah cukup waktu dan umurnya. Akan tetapi, bagi kalian yang belum cukup umur belum saatnya untuk melihat hal tersebut karena selain bertentangan dengan agama dan undang-undang, ada dampak-dampak lain yang dapat merusak. Kalian tentu sering lihat acara berita kiriminal seperti perkosaan di televisi. Nah, itulah salah satu contoh kongkrit dampak negatif dari adanya globalisasi. Contoh lain adalah dikenalnya narkoba di kalangan pelajar. Tidak jarang anak-anak usia sekolah dasar, seusia kalian, sudah mengenal barang terlarang dan haram tersebut., Kalian bisa mengetahui dari iklan penyuluhan-penyuluhan yang ada di lingkungan kita sehari-hari seperti televisi radio dan media cetak lainnya bahwa hal tersebut dapat merusak kesehatan bahkan juga secara perlahan-lahan dapat mengakibatkan kematian. Hal tersebut merupakan hal negatif dampak yang timbul dari adanya globalisasi.
Lalu, bagaimanakah cara kita membedakannya? Mudah saja, yaitu dengan membedakan mana hal-hal yang merupakan dampak globalisasi yang dapat menguntungkan kita dan sesuai dengan budaya bangsa serta agama, dan mana dampak yang merusak bagi diri kita baik itu dalam bentuk yang merusak fisik atau moral dan kepribadian.
Lalu, bagaimanakah kita menyikapi dan mewaspadai budaya dan dampak globalisasi yang sekiranya berdampak negatif dan merusak moral serta fisik kalian? Kalian bisa melakukannya dengan selalu berkomunikasi dengan guru dan orang tua kalian, atau orang dewasa yang kalian anggap dapat dipercaya. Lalu, menanyakan bagaimana dampaknya bagi kalian untuk setiap budaya dan hal-hal yang berkaitan dengan globalisasi yang masuk ke dalam kehidupan kalian.
Perlu kalian ingat, begitu banyak budaya dan hal-hal baru yang berkaitan dalam globalisasi yang mungkin kalian belum memahaminya apakah itu baik atau buruk, positif atau negatif. Oleh sebab itu, kalian harus selalu hati-hati dan waspada terhadap hal tersebut dan mencermatinya dengan baik dan benar. Selalu berkonsultasi dan menanyakan kepada orang-orang yang lebih dewasa yang kalian anggap percaya dapat memberikan penjelasan yang baik tentang hal tersebut juga bisa kalian lakukan, contohnya seperti guru, orang tua, kakak atau mungkin guru agama kalian.
Selalu taat kepada ajaran agama yang kalian anut dan menjadikannya sebagai alat pengendali diri kalian jika sewaktu-waktu kalian menemukan hal-hal yang sejenis seperti yang telah dijelaskan di atas juga merupakan salah satu cara membentengi diri kita dari dampak negatif globalisasi.
BUKTI-BUKTI GLOBALISASI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
Banyak hasil dan bukti yang diberikan oleh globalisasi secara nyata ke hadapan kita. Bukti-bukti itu muncul berbagai aspek dalam kehidupan kita saat ini. Contohnya dalam hal komunikasi, hiburan , kesenian, budaya, pengetahuan, mode pakaian, teknologi, dan informasi. Bukti-bukti itu dapat kita lihat dalam bentuk barang-barang yang kita pakai sehari-hari.
Selanjutnya akan kita bahas tentang mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bukti-bukti globalisasi dapat kita lihat dalam kehidupan kita sehari baik, yang berbentuk fisik ataupun nonfisik. Bukti-bukti fisik muncul dalam bentuk barang-barang yang sering kita lihat dan kita gunakan, sedangkan bukti nonfisik dapat kita lihat dari adanya sikap dan gaya hidup yang kita alami dan kita rasakan. Berikut akan kita identifikasi bersama bukti-bukti globalisasi yang ada dalam masyarakat secara lebih spesifik.
1) Periklanan
Kalian pasti sering melihat iklan di televisi, koran, dan majalah juga mendengarkan iklan di radio-radio, dan media lainnya. Terkadang kita sering bertanya-tanya mengapa begitu banyak iklan di televisi, dan media lainnya. Hal itu juga meru-pakan hasil dari dampak globalisasi dalam bidang teknologi terutama dalam bidang usaha jasa periklanan. Iklan merupa-kan salah satu bentuk usaha memasarkan barang dalam bentuk promosi di media elektronik dan cetak. Perusahaan besar dan kecil dewasa ini banyak memasarkan barangnya atau produk nya melalui iklan. Iklan merupakan media yang paling efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lansung karena diedarkan melalui media tersebut tadi. Dalam bahasa Indonesia dijelaskan bahwa iklan merupakan pemeberitahuan tentang suatu produk kepada masyarakat yang dimuat di media cetak maupun elektronika. Sebagai contoh kongkrit, kita bisa melihat contoh iklan sabun atau pasta gigi, atau iklan layanan masyarakat di televisi, dan radio. Dan bagaimana bentuk-bentuk produk dipamerkan dengan dibubuhi kalimat-kalimat yang bersifat ajakan untuk mengajak membeli produk tersebut kepada masyarakat.
Dalam bahasa Indonesia dijelaskan bahwa iklan merupakan pemberitahuan tentang suatu produk kepada masyarakat yang dimuat di media cetak maupun elektronika
2) Pariwisata
Seiring dengan meningkatnya perkembangan zaman dan teknologi dewasa ini pariwisata menjadi salah satu bukti hadirnya globalisasi. Seperti kita ketahui bersama, Indonesia mermpunyai banyak lokasi wisata yang tersebar di seluruh penjuru bumi Pertiwi. Seperti pulau Bali, pantai Pangandaran, danau Toba, Brastagi, pantai Bunaken, candi Boro-budur, candi Prambanan dan masih banyak lagi. Indonesia mempunyai satu dari tujuh keajaiban dunia yaitu candi Borobudur. Peninggalan budaya nasional yang kini juga menjadi salah satu warisan budaya dunia merupakan potensi yang bermanfaat sebagai sumber pendapatan atau devisa bagi negara, contohnya dalam menarik turis-turis asing.
Tempat-tempat pariwisata tersebut bagi masyarakat di dunia sudah bukan menjadi tempat yang sulit untuk di capai oleh mereka karena banyak sarana transportasi yang dapat mengantar ke tempat tujuan dengan mudah. Infor-masi yang ingin didapat tentang lokasi-lokasi tersebut sudah bukan hal yang sulit untuk diperoleh karena adanya kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan telekomunikasi, contohnya internet dan telepon, serta jasa satelit.
Bagi warga Indonesia pun yang ingin berkunjung ke tempat wisata di luar negeri, contohnya Singapura, Filipina, Malaysia, sudah bukan merupakan hal yang sulit lagi karena bisa dijangkau oleh transportasi, baik itu trasnportasi laut dan udara. Informasi yang ingin didapat tentang lokasi-lokasi wisata tersebut juga sudah bukan merupakan hal yang sulit untuk didapat. Sama halnya dengan orang asing ketika ingin mencari informasi tentang tempat wisata di negara kita. Kita dapat mencarinya melalui internet, buku-buku ensikopedi dunia, atau kita dapat berkunjung ke kedutaan negara tersebut yang ada di negara kita, atau kita juga bisa mendapatkan informasi tersebut melalui iklan dan brosur-brosur yang sering disebarkan di daerah-daerah kita maupun melalui media cetak dan elektronik. Tidak lupa juga kita bisa mendapatkan kemu-dahan-kemudahan layanan tersebut melalui biro atau agen perjalanan dalam dan luar negeri.
3) Telekomunikasi
Telekomunikasi saat ini merupakan hal yang sangat vital dan dibutuhkan oleh banyak kalangan, dari lapisan masyarakat paling bawah hingga lapisan masyarakat kelas atas. Sekarang, jika kita bertanya kepada diri sendiri siapakah orang yang tidak membutuhkan komunikasi. Jawabannya pasti semua orang membutuhkan komunikasi terutama komunikasi jarak jauh sering kali kita sangat membutuhkannya baik itu untuk berkomunikasi dengan keluarga sampai dengan kolega atau rekan bisnis dan teman serta kerabat.
Pada zaman dahulu alat telekomunikasi merupakan alat yang cukup langka dan belum semua orang dapat menggu-nakannya dengan sesuka hati., Selain alat telekomunikasi itu cukup sulit untuk didapat, juga harganya yang lumayan cukup tinggi untuk dapat dijangkau oleh masyarakat biasa.
Dalam era globalisasi saat ini, kemajuan tekhnologi dan perkembangan zaman telah memudahkan kita untuk menda-patkan sarana telekomunikasi., Contohnya banyak wartel atau warung telekomunikasi yang dapat kita jumpai dari kota besar sampai ke desa-desa terpencil. Orang sudah banyak meng-gunakan telepon genggam mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Saat ini, telekomunikasi sudah menjadi salah satu kebu-tuhan yang boleh dikatakan salah satu prioritas yang utama, terutama bagi mereka para pengusaha, pekerja, atau orang-orang yang bertempat tinggal cukup jauh dari lokasi perkotaan. Telekomunikasi pun dapat digunakan untuk mendapatkan informasi, seperti dalam bidang jasa perjalanan, pendidikan, keuangan, dan ekonomi. Contohnya, saat ini sudah ada sekolah-sekolah yang menggunakan media telekomunikasi SMS untuk melayani pemberian informasi seputar nilai-nilai mata pelajaran, jadwal belajar, dan informasi tenaga pengajar. Akan tetapi, fasilitas seperti itu belum semua sekolah meng-gunakannya karena banyak permasalahan teknis, seperti sekolah-sekolah yang berada di desa terpencil karena perma-salahan dana yang kurang mencukupi untuk melengkapi fasilitas tersebut.
Contoh tentang adanya kemajuan tekhnologi dalam bidang telekomunikasi ialah adanya satelit yang memudah-kan kita untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi jarak jauh terutama ke seluruh penjuru dunia, adanya telepon seluler, yang bisa dibawa ke mana-mana secara praktis untuk berkomunikasi, adanya teleconference yang memudahkan kita untuk mengadakan rapat kerja dan sejenisnya dalam jarak jauh terutama antar negara dan propvinsi, adanya fasilitas internet yang memudahkan kita untuk mendapatkan informasi dengan mudah dan bisa melakukan chating ria, serta melaku-kan fasilitas sms dan lainnya. Hal-hal tersebut merupakan beberapa kemajuan dalam bidang telekomunikasi.
Sebenarnya masih banyak lagi fasilitas lain yang berman-faat dan cukup penting dalam dunia telekomunikasi. Untuk lebih jelasnya, kalian dapat mencarinya sendiri ke warnet-warnet atau wartel terdekat atau kalian bisa mencari informasi mengenai dunia cyberlink (dunia maya) kepada kakak-kakak kalian yang sudah duduk di bangku kuliah atau orang tua kalian.
PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT SEBAGAI DAMPAK GLOBALISASI
Ada banyak perilaku-perilaku masyarakat yang menagalami perubahan seiring dengan masuknya globalisasi. Perilaku-perilaku ini ada yang bersifat negatif dan positif. Mengapa demikian? Karena seperti yang telah dijelaskan di atas, globalisasi tidak hanya membawa banyak pengaruh positif, tetapi juga banyak membawa pengaruh negatif. Berikut merupakan contoh-contoh perilaku positif yang hadir dalam masyarakat sebagai akibat dari dampak globalisasi, antara lain:
a) Perilaku bersikap kritis dalam menghadapi permasa-lahan,
b) Sikap kompetitif dalam mencapai tujuan hidup,
c) Perilaku kerja yang serba cepat atau serba instant dalam melaksanakan segala bentuk aktivitas.
Selain dari perilaku di atas, ada juga bentuk perilaku negatif yang timbul dari dampak globalisasi, di antaranya yaitu:
a) Perilaku Iindividualistis,
b) Perilaku saling menjatuhkan terhadap saingan atau sesama kawan,
c) Sikap egois,
d) Perilaku temperamental atau mudah emosi.
Semua sikap dan perilaku tersebut mempunyai kaitan erat dengan dampak globalisasi secara umum. Contohnya kenapa orang bersikap menjadi lebih kritis dalam mengambil setiap tindakan dan pemikiran? (Kritis di sini diartikan tajam dalam menganalisis) Jawabannya karena dalam globalisasi setiap sebab pasti akan ada akibatnya. Dengan kata lain, dalam era globalisasi ini, kita harus selalu berhati-hati dalam menerima tawaran, peluang, dan kesempatan. Untuk menghadapi itu, kita harus bersikap kritis.
Contoh lain lagi ialah mengapa orang menjadi cenderung lebih inividualis? Jawabannya karena persaingan dalam mencapai kebutuhan hidup sangat ketat dan keras, dan tidak jarang banyak orang yang gagal. Oleh sebab itu, banyak orang cenderung lebih memikirkan kepentingannya saja dibandingkan untuk memikirkan kepentingan orang lain. Nah dari situ, mungkin kalian dapat memahami perilaku-perilaku yang muncul dari hadirnya globalisasi ini.
Perilaku temperamental saat ini cukup banyak dialami oleh orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat kita. Hal ini karena banyaknya persaingan yang ketat sehingga kebutuhan hidup sehari-hari cukup sulit untuk didapat., Pasti kalian pernah mendengar banyak orang tua teman, atau bahkan orang tua kalian sendiri di-PHK karena tempat bekerjanya banyak yang gulung tikar.! Hal-hal tersebut menjadikan orang menjadi temperamental. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, tidak sedikit orang menjadi lebih cepat marah karena banyak permasalahan dan kebutuhan yang sulit didapat.
Seiring dengan hadirnya arus globalisasi ke Indonesia saat ini, banyak perilaku, trend, gaya hidup, mode pakaian, dan fenomena-fenomena sosial yang terjadi dan mengalami perubahan di masyarakat kita dewasa ini. Contohnya ialah sebagai berikut:
1) Makanan
Dalam hal ini, makanan juga dipengaruhi oleh masuknya budaya asing atau pengaruh globalisasi ke Indonesia. Dahulu, jarang kita temui makanan-makanan asing di restoran kelas menengah atau bahkan di kaki lima seperti makanan cepat saji yang berasal dari negara-negara barat misalnya hot dog, hamburger, fried chicken, pizza, dan masih banyak lagi. Makanan tersebut pada beberapa tahun yang silam masih jarang kita temui di sembarang tempat dan yang menjualnya pun masih restoran-restoran resmi liensi atau yang mempunyai izin dari luar negeri (negara asalnya). Harganya pun lumayan mahal, tetapi saat ini makanan tersebut bukan barang yang langka lagi. Kita bisa mendapatkannya di pinggir-pinggir jalan, atau pedagang kaki lima, yang menjajakan makanan tersebut dengan harga yang relatif lebih murah dan rasa yang tidak jauh berbeda.
Kenapa hal itu bisa terjadi? Masuknya budaya asing seperti produk makanan memacu persaingan dalam bidang usaha makanan. Bangsa kita, terutama masyarakat awam, cenderung lebih menyukai produk luar dari pada produk dalam negeri. Oleh sebab itu, sebagian orang hal ini dijadikan seba-gai suatu potensi pasar, dan salah satu upayanya ialah dengan membuat produk tiruan yang serupa dengan harga yang relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan yang aslinya. Hal itu adalah bentuk perubahan perilaku dalam hal makanan.
2) Migrasi
Pasti kalian pernah mendengar kata “migrasi”, ya kan? Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan mungkin di tempat kalian tinggal sekarang sudah banyak orang atau penduduknya padahal dulu pada waktu kalian masih kecil jumlah penduduk di daerah kalian tidak begitu banyak. Lalu kenapa migrasi terjadi dengan pesatnya dewasa ini?
Tekanan hidup, kebutuhan ekonomi, kurangnya pekerjaan yang menjanjikan, letak geografis tempat para imigran itu tinggal merupakan faktor pemicu terjadinya migrasi saat ini.
Indonesia saat ini banyak sekali ditimpa krisis, mulai dari krisis ekonomi sampai dengan KKN yang merajalela. Hal itu juga merupakan faktor pendorong yang sangat kuat terhadap terjadinya migrasi. Dalam era globalisasi saat ini, jarak dan waktu dirasa sudah bukan menjadi hal yang besar lagi. Banyaknya sarana transportasi dan komunikasi bisa didapat dengan mudah dan terjangkau. Hal itupun menjadi faktor pendorong terjadinya migrasi.
Rata-rata alasan orang untuk bermigrasi ialah untuk mencari penghidupan yang lebih baik, atau mencari kesem-patan kerja yang lebih baik dibandingkan di tempat asalnya berada. Mereka merasa di tempat asalnya kurang mendapat-kan kemajuan dalam memperoleh rezeki.
Ada dampak positif dan negatif yang bisa kita peroleh dalam masalah ini. Dampak positifnya ialah taraf kehidupan orang yang sebelumnya kurang, kemungkinan bisa menjadi lebih baik seiring dengan perputaran ekonomi yang cenderung meningkat di dalam suatu daerah dan juga, berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan. Sedangkan dampak negatifnya ialah pembangunan berjalan kurang merata karena kurangnya sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi untuk membangun daerah tersebut. Ledakan jumlah penduduk di tiap daerah berjalan tidak merata. Contohnya antara pulau Kalimantan dan Jawa perbandingan jumlah penduduknya sangat jauh berbeda. Pulau Jawa yang lebih kecil luasnya lebih banyak jumlah penduduknya dibandingkan dengan pulau Kalimantan yang luas daerahnya lebih besar. Tentu saja hal itu menimbulkan masalah baru, terutama dalam hal masalah tempat tinggal.
Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
a) Perilaku bersikap kritis dalam menghadapi permasa-lahan,
b) Sikap kompetitif dalam mencapai tujuan hidup,
c) Perilaku kerja yang serba cepat atau serba instant dalam melaksanakan segala bentuk aktivitas.
Selain dari perilaku di atas, ada juga bentuk perilaku negatif yang timbul dari dampak globalisasi, di antaranya yaitu:
a) Perilaku Iindividualistis,
b) Perilaku saling menjatuhkan terhadap saingan atau sesama kawan,
c) Sikap egois,
d) Perilaku temperamental atau mudah emosi.
Semua sikap dan perilaku tersebut mempunyai kaitan erat dengan dampak globalisasi secara umum. Contohnya kenapa orang bersikap menjadi lebih kritis dalam mengambil setiap tindakan dan pemikiran? (Kritis di sini diartikan tajam dalam menganalisis) Jawabannya karena dalam globalisasi setiap sebab pasti akan ada akibatnya. Dengan kata lain, dalam era globalisasi ini, kita harus selalu berhati-hati dalam menerima tawaran, peluang, dan kesempatan. Untuk menghadapi itu, kita harus bersikap kritis.
Contoh lain lagi ialah mengapa orang menjadi cenderung lebih inividualis? Jawabannya karena persaingan dalam mencapai kebutuhan hidup sangat ketat dan keras, dan tidak jarang banyak orang yang gagal. Oleh sebab itu, banyak orang cenderung lebih memikirkan kepentingannya saja dibandingkan untuk memikirkan kepentingan orang lain. Nah dari situ, mungkin kalian dapat memahami perilaku-perilaku yang muncul dari hadirnya globalisasi ini.
Perilaku temperamental saat ini cukup banyak dialami oleh orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat kita. Hal ini karena banyaknya persaingan yang ketat sehingga kebutuhan hidup sehari-hari cukup sulit untuk didapat., Pasti kalian pernah mendengar banyak orang tua teman, atau bahkan orang tua kalian sendiri di-PHK karena tempat bekerjanya banyak yang gulung tikar.! Hal-hal tersebut menjadikan orang menjadi temperamental. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, tidak sedikit orang menjadi lebih cepat marah karena banyak permasalahan dan kebutuhan yang sulit didapat.
Seiring dengan hadirnya arus globalisasi ke Indonesia saat ini, banyak perilaku, trend, gaya hidup, mode pakaian, dan fenomena-fenomena sosial yang terjadi dan mengalami perubahan di masyarakat kita dewasa ini. Contohnya ialah sebagai berikut:
1) Makanan
Dalam hal ini, makanan juga dipengaruhi oleh masuknya budaya asing atau pengaruh globalisasi ke Indonesia. Dahulu, jarang kita temui makanan-makanan asing di restoran kelas menengah atau bahkan di kaki lima seperti makanan cepat saji yang berasal dari negara-negara barat misalnya hot dog, hamburger, fried chicken, pizza, dan masih banyak lagi. Makanan tersebut pada beberapa tahun yang silam masih jarang kita temui di sembarang tempat dan yang menjualnya pun masih restoran-restoran resmi liensi atau yang mempunyai izin dari luar negeri (negara asalnya). Harganya pun lumayan mahal, tetapi saat ini makanan tersebut bukan barang yang langka lagi. Kita bisa mendapatkannya di pinggir-pinggir jalan, atau pedagang kaki lima, yang menjajakan makanan tersebut dengan harga yang relatif lebih murah dan rasa yang tidak jauh berbeda.
Kenapa hal itu bisa terjadi? Masuknya budaya asing seperti produk makanan memacu persaingan dalam bidang usaha makanan. Bangsa kita, terutama masyarakat awam, cenderung lebih menyukai produk luar dari pada produk dalam negeri. Oleh sebab itu, sebagian orang hal ini dijadikan seba-gai suatu potensi pasar, dan salah satu upayanya ialah dengan membuat produk tiruan yang serupa dengan harga yang relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan yang aslinya. Hal itu adalah bentuk perubahan perilaku dalam hal makanan.
2) Migrasi
Pasti kalian pernah mendengar kata “migrasi”, ya kan? Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan mungkin di tempat kalian tinggal sekarang sudah banyak orang atau penduduknya padahal dulu pada waktu kalian masih kecil jumlah penduduk di daerah kalian tidak begitu banyak. Lalu kenapa migrasi terjadi dengan pesatnya dewasa ini?
Tekanan hidup, kebutuhan ekonomi, kurangnya pekerjaan yang menjanjikan, letak geografis tempat para imigran itu tinggal merupakan faktor pemicu terjadinya migrasi saat ini.
Indonesia saat ini banyak sekali ditimpa krisis, mulai dari krisis ekonomi sampai dengan KKN yang merajalela. Hal itu juga merupakan faktor pendorong yang sangat kuat terhadap terjadinya migrasi. Dalam era globalisasi saat ini, jarak dan waktu dirasa sudah bukan menjadi hal yang besar lagi. Banyaknya sarana transportasi dan komunikasi bisa didapat dengan mudah dan terjangkau. Hal itupun menjadi faktor pendorong terjadinya migrasi.
Rata-rata alasan orang untuk bermigrasi ialah untuk mencari penghidupan yang lebih baik, atau mencari kesem-patan kerja yang lebih baik dibandingkan di tempat asalnya berada. Mereka merasa di tempat asalnya kurang mendapat-kan kemajuan dalam memperoleh rezeki.
Ada dampak positif dan negatif yang bisa kita peroleh dalam masalah ini. Dampak positifnya ialah taraf kehidupan orang yang sebelumnya kurang, kemungkinan bisa menjadi lebih baik seiring dengan perputaran ekonomi yang cenderung meningkat di dalam suatu daerah dan juga, berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan. Sedangkan dampak negatifnya ialah pembangunan berjalan kurang merata karena kurangnya sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi untuk membangun daerah tersebut. Ledakan jumlah penduduk di tiap daerah berjalan tidak merata. Contohnya antara pulau Kalimantan dan Jawa perbandingan jumlah penduduknya sangat jauh berbeda. Pulau Jawa yang lebih kecil luasnya lebih banyak jumlah penduduknya dibandingkan dengan pulau Kalimantan yang luas daerahnya lebih besar. Tentu saja hal itu menimbulkan masalah baru, terutama dalam hal masalah tempat tinggal.
Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
bentuk perilaku masyarakat akibat globalisasi
Banyak efek atau dampak yang dihasilkan dari masuknya arus globalisasi ke negara-negara yang ada di dunia ini, termasuk negara kita Indonesia. Salah satu akibat yang muncul dari hadirnya globalisasi ialah bentuk-bentuk perilaku yang ada dalam masyarakat kita saat ini pada umumnya. Bentuk-bentuk perilaku ini di antaranya gaya hidup, budaya baru, mode, bentuk-bentuk sikap baru yang muncul dalam masa masuknya arus globalisasi, dan lain-lain.
Bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat merupakan efek atau pengaruh dari hadirnya globalisasi ke dalam negara kita. Bentuk-bentuk perilaku ini hadir berupa sikap-sikap baru yang hadir di masyarakat. Contohnya sikap individualistis, temperamental, sikap-sikap kritis yang tumbuh dalam pikiran anak-anak Indonesia pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan perilaku kompetitif. Perilaku ini timbul karena adanya desakan atas kebutuhan hidup yang semakin sulit, kekerasan dan penuh dengan persaingan. Perilaku-perilaku di atas hadir karena adanya berbagai faktor negatif dan positif dari hadirnya globalisasi. Kenapa dikatakan negatif dan positif? Karena globalisasi tidak selalu membawa pengaruh yang positif saja, banyak juga pengaruh negatif yang dibawa oleh globalisasi ke dalam kehi-dupan bermasyarakat kita. Oleh sebab itu, perilaku-perilaku yang muncul pun tidak hanya yang positif saja, tetapiada pula yang negatif.
Negara kita adalah negara kepulauan yang penduduknya terpisah-pisah oleh letak geografis. Hal tersebut mempe-ngaruhi pula terhadap bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat.
Bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat merupakan efek atau pengaruh dari hadirnya globalisasi ke dalam negara kita. Bentuk-bentuk perilaku ini hadir berupa sikap-sikap baru yang hadir di masyarakat. Contohnya sikap individualistis, temperamental, sikap-sikap kritis yang tumbuh dalam pikiran anak-anak Indonesia pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan perilaku kompetitif. Perilaku ini timbul karena adanya desakan atas kebutuhan hidup yang semakin sulit, kekerasan dan penuh dengan persaingan. Perilaku-perilaku di atas hadir karena adanya berbagai faktor negatif dan positif dari hadirnya globalisasi. Kenapa dikatakan negatif dan positif? Karena globalisasi tidak selalu membawa pengaruh yang positif saja, banyak juga pengaruh negatif yang dibawa oleh globalisasi ke dalam kehi-dupan bermasyarakat kita. Oleh sebab itu, perilaku-perilaku yang muncul pun tidak hanya yang positif saja, tetapiada pula yang negatif.
Negara kita adalah negara kepulauan yang penduduknya terpisah-pisah oleh letak geografis. Hal tersebut mempe-ngaruhi pula terhadap bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat.
Pengertian, Faktor yang menimbulkannya, serta dampak globalisasi
Dalam kehidupan kita saat ini, zaman sudah semakin maju perkembangan teknologi sudah sedemikian pesatnya. Banyak hal-hal yang mengalami perubahan dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi dan kebudayaan, dunia serasa semakin mengerut atau terasa semakin kecil ukurannya karena jarak dan waktu sudah bukan menjadi suatu penghalang yang utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Hal ini merupakan dampak-dampak yang timbul sebagai suatu akibat dari hadirnya globalisasi. Lalu apakah globalisasi itu? Globalisasi yang diambil dari kata intinya yaitu “global” dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti menyeluruh atau secara umum. Globalisasi juga diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Berarti dapat dikatakan bahwa gobalisasi merupakan proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum.
Dapat dikatakan bahwa globalisasi merupakan proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum
Globaliasi yang terjadi saat ini terjadi disebabkan oleh perkembangan kemampuan manusia dari waktu ke waktu dalam menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menciptakan kebudayaan-kebudayaan baru. Perkembangan kemampuan tersebut dipengaruhi oleh semakin rumitnya kebutuhan manusia dari waktu ke waktu dan banyak kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan tersebut seringkali manusia mengalami kesulitan dalam mendapatkannya. Terdorong dari hal tersebut, manusia ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mencapai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka, dari situlah salah satu faktor yang mendorong globalisasi terjadi di dunia kita saat ini. Proses globalisasi telah menjalar ke seluruh penjuru dunia termasuk di negara kita dari kota hingga ke desa-desa yang cukup terpencil.
Dari hal di atas, maka di dapat faktor-faktor yang mem-pengaruhi proses terjadinya globalisasi, antara lain:
1. Kebutuhan manusia yang semakin banyak,
2. Tuntutan manusia yang ingin mendapatkan kemudahan dalam mencapai tujuan terutama dalam memenuhi kebutuhannya,
3. Peledakan jumlah penduduk di negara-negara khususnya dan di dunia pada umumnya,
4. Perkembangan kemampuan berpikir manusia dalam berbagai bidang.
Sedangkan yang dimaksud dengan dampak globalisasi adalah akibat atau pengaruh yang terjadi akibat dari adanya proses globalisasi tersebut. Dampak globalisasi yang terjadi dapat kita lihat dalam lingkungan kita sehari -hari. Banyak dampak yang didapat dari proses terjadinya globalisasi ada dampak positif dan ada pula yang negatif. Lalu, bagaima-nakah dampak postif dan negatif yang timbul sebagai akibat dari hadirnya globalisasi tersebut? Hal ini akan dijelaskan pada pembahasan berkutnya.
Terkadang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, seringkali manusia mengalami kesulitan dalam mendapatkannya. Terdorong dari hal tersebut, manusia ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mencapai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situlah salah satu faktor yang mendorong globalisasi terjadi di dunia.
Hal ini merupakan dampak-dampak yang timbul sebagai suatu akibat dari hadirnya globalisasi. Lalu apakah globalisasi itu? Globalisasi yang diambil dari kata intinya yaitu “global” dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti menyeluruh atau secara umum. Globalisasi juga diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Berarti dapat dikatakan bahwa gobalisasi merupakan proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum.
Dapat dikatakan bahwa globalisasi merupakan proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum
Globaliasi yang terjadi saat ini terjadi disebabkan oleh perkembangan kemampuan manusia dari waktu ke waktu dalam menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menciptakan kebudayaan-kebudayaan baru. Perkembangan kemampuan tersebut dipengaruhi oleh semakin rumitnya kebutuhan manusia dari waktu ke waktu dan banyak kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan tersebut seringkali manusia mengalami kesulitan dalam mendapatkannya. Terdorong dari hal tersebut, manusia ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mencapai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka, dari situlah salah satu faktor yang mendorong globalisasi terjadi di dunia kita saat ini. Proses globalisasi telah menjalar ke seluruh penjuru dunia termasuk di negara kita dari kota hingga ke desa-desa yang cukup terpencil.
Dari hal di atas, maka di dapat faktor-faktor yang mem-pengaruhi proses terjadinya globalisasi, antara lain:
1. Kebutuhan manusia yang semakin banyak,
2. Tuntutan manusia yang ingin mendapatkan kemudahan dalam mencapai tujuan terutama dalam memenuhi kebutuhannya,
3. Peledakan jumlah penduduk di negara-negara khususnya dan di dunia pada umumnya,
4. Perkembangan kemampuan berpikir manusia dalam berbagai bidang.
Sedangkan yang dimaksud dengan dampak globalisasi adalah akibat atau pengaruh yang terjadi akibat dari adanya proses globalisasi tersebut. Dampak globalisasi yang terjadi dapat kita lihat dalam lingkungan kita sehari -hari. Banyak dampak yang didapat dari proses terjadinya globalisasi ada dampak positif dan ada pula yang negatif. Lalu, bagaima-nakah dampak postif dan negatif yang timbul sebagai akibat dari hadirnya globalisasi tersebut? Hal ini akan dijelaskan pada pembahasan berkutnya.
Terkadang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, seringkali manusia mengalami kesulitan dalam mendapatkannya. Terdorong dari hal tersebut, manusia ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mencapai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situlah salah satu faktor yang mendorong globalisasi terjadi di dunia.
Saturday, 27 August 2016
PERSIAPAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN
PERSIAPAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Proklamasi adalah pernyataan resmi kepada orang banyak. Proklamasi kemerdekaan Indonesia berarti menyatakan dengan resmi kepada masyarakat Indonesia khususnya dan umum kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia telah merdeka.
Pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan menggunakan bom atom. Hal ini menandakan bahwa Jepang tidak berkuasa lagi termasuk di Indonesia.
Berita kekalahan Jepang segera terdengar oleh Bangsa Indonesia. Hal ini dimanfaatkan oleh para pemuda Indonesia untuk segera memerdekakan Bangsa Indonesia tanpa campur tangan pemerintah Jepang. Pada tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda (seperti pemuda Soekarni, Sutan Syahrir, Chaerul Soleh, dll) segera mendatangai dan mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta (gol Tua) agar segera memerdekakan Indonesia.
Namun, karena keinginan para pemuda tidak dikabulkan, akhirnya terjadilah peristiwa Rengas Dengklok, yaitu peristiwa diamankannya tokoh tua seperti Soekarno - Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 ke daerah Rengasdengklok karawang Jawa Barat oleh golongan muda dengan tujuan mendesak agar segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Berkat jasa Mr. Ahmad Soebardjo yang meyakinkan golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dilaksanakan keesokan harinya, akhirnya malam hari itu juga Ir. Soekrno dan rombongan kembali ke Jakarta dan langsung menuju rumah kediaman Laksamana muda Maeda dan langsung merumuskan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, didampingi oleh Drs. Moh. Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo. Setelah selesai segera dimusyawarhkan dengan rombongan lainnya. Setelah disetujui, tek tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Keesokan harinya, Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 bertempat di tempat kediaman Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta (sekarang Jl. Proklamasi), akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta.
Sebelum Proklamasi Indonesia dikumandangkan, pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelenggara Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI ) Ir Soekarno mengajukan 5 rancangan dasar negara Indonesia yang disebut dengan Pancasila. Lima rancangan tersebut adalah:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Maha Esa.
Sedangkan UUD 1945 disahkan menjadi Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, dan pada tanggal itu juga Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta diangkat menjadi Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia pertama.
Peristiwa menjelang kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilukiskan dalam garis waktu atau uraian peristiwa sebagai berikut.
PENANAMAN NILAI
Karena kemerdekaan Republik Indonesia di raih berkat Rahmat Allah dan kesungguh-sungguhan Pejuang kemerdekaan, maka seharusnya kita:
1. Selalu bersyukur terhadap Allah.
2. Mempertahan kemerdekaan.
3. Mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat.
4. Menghormati jasa Para Pahlawan kemerdekaan.
DISKUSI
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Kapan Indonesia Merdeka?
2. Apa Yang dimakasud Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
3. Mengapa golongan muda mengamankan Soekarno?
4. Apa yang menyebabkan Jepang kalah dalam Perang dunia II?
5. Baagaimana menurut pendapat Anda apakah kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari Jepang?
B. TOKOH-TOKOH PENTING YANG BERPERAN DALAM PERISTIWA PROKLAMASI
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa lepas dari jasa-jasa para tokoh perjuangan Nasional. Beberapa tokoh perjuangan Nasional di antaranya adalah:
1. Ir. Soekarno
Ir. Soekarno dilahirkan di Blitar pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan R. Soekani dan Ida Ayu Rai, setelah dewasa beliau kuliah di Sekolah Teknik Tinggi Bandung (ITB) sehingga menyandang gelar Insinyur (Ir). Di antara karya beliau adalah Gedung Hotel Preanger Bandung.
Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno terlibat langsung dalam perjuangan melawan kaum penjajah walaupun lebih sering menempuh jalur diplomasi.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Tek Proklamasi, sehingga bersama Drs. Moh. Hatta beliau dijuluki Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta secara aklamasi diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama dalam sidang PPKI. Setelah menjadi Presiden pun beliau beliau tetap berjuang demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 20 Juni 1970, beliau meninggal Dunia.
2. Drs. Mohammad Hatta
Beliau dilahirkan di Bukit Tinggi Sumatera pada tanggal 12 Agustus 1902. Kakek beliau adalah seorang ulama terkenal, sehingga Beliau menerima pendidikan Agama Islam yang sangat kuat. Perjuangan beliau untuk mengantarkan Indonesia Ke depan pintu gerbang kemerdekaan, yang dilaksanakannya dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga. Beliau selalu bersama Ir. Soekarno dalam mengatur pemerintahan. Sebagai wakil Presiden beliau sangat serasi berpasangan dengan Ir. Soekarno, sehingga kedua tokoh Proklamator ini menjadi sosok yang penuh kharismatik.
3. Ahmad Soebardjo
Ahmad Soebardjo adalah sosok tua yang dapat meyakinkan golongan muda bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan segera dikumandangkan di Jakarta, sehingga Ir. Soekarno dan rombongan bisa dibawa kembali ke Jakarta. Atas jasa beliau juga, Laksamana Maeda memberi ijin rumahnya dijadikan tempat perumusan teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bersama Moh. Hatta beliau mendampingi Ir. Soekarno dalam merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
4. Fatmawati
Fatmawati adalah Istri dari Presiden Soekarno. Beliau adalah yang menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pada saat upacara pembacaan Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Beliau juga ikut mendampingi Ir. Soekarno ketika membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan.
Itulah beberapa tokoh penting proklamasi kemerdekaan Indonesia dari sekian banyak tokoh-tokoh lainnya. Karena jasa-jasa mereka sangat besar, sudah sepantasnya kita menghargai jasa-jasa dan pengorbanan mereka dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Beberapa bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan adalah mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, penuh semangat dan perjuangan demi terciptanya kehidupan bangsa Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
PENANAMAN NILAI
Proklamasi adalah pernyataan resmi kepada orang banyak. Proklamasi kemerdekaan Indonesia berarti menyatakan dengan resmi kepada masyarakat Indonesia khususnya dan umum kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia telah merdeka.
Pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan menggunakan bom atom. Hal ini menandakan bahwa Jepang tidak berkuasa lagi termasuk di Indonesia.
Berita kekalahan Jepang segera terdengar oleh Bangsa Indonesia. Hal ini dimanfaatkan oleh para pemuda Indonesia untuk segera memerdekakan Bangsa Indonesia tanpa campur tangan pemerintah Jepang. Pada tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda (seperti pemuda Soekarni, Sutan Syahrir, Chaerul Soleh, dll) segera mendatangai dan mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta (gol Tua) agar segera memerdekakan Indonesia.
Namun, karena keinginan para pemuda tidak dikabulkan, akhirnya terjadilah peristiwa Rengas Dengklok, yaitu peristiwa diamankannya tokoh tua seperti Soekarno - Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 ke daerah Rengasdengklok karawang Jawa Barat oleh golongan muda dengan tujuan mendesak agar segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Berkat jasa Mr. Ahmad Soebardjo yang meyakinkan golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dilaksanakan keesokan harinya, akhirnya malam hari itu juga Ir. Soekrno dan rombongan kembali ke Jakarta dan langsung menuju rumah kediaman Laksamana muda Maeda dan langsung merumuskan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, didampingi oleh Drs. Moh. Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo. Setelah selesai segera dimusyawarhkan dengan rombongan lainnya. Setelah disetujui, tek tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Keesokan harinya, Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 bertempat di tempat kediaman Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta (sekarang Jl. Proklamasi), akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta.
Sebelum Proklamasi Indonesia dikumandangkan, pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelenggara Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI ) Ir Soekarno mengajukan 5 rancangan dasar negara Indonesia yang disebut dengan Pancasila. Lima rancangan tersebut adalah:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Maha Esa.
Sedangkan UUD 1945 disahkan menjadi Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, dan pada tanggal itu juga Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta diangkat menjadi Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia pertama.
Peristiwa menjelang kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilukiskan dalam garis waktu atau uraian peristiwa sebagai berikut.
PENANAMAN NILAI
Karena kemerdekaan Republik Indonesia di raih berkat Rahmat Allah dan kesungguh-sungguhan Pejuang kemerdekaan, maka seharusnya kita:
1. Selalu bersyukur terhadap Allah.
2. Mempertahan kemerdekaan.
3. Mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat.
4. Menghormati jasa Para Pahlawan kemerdekaan.
DISKUSI
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Kapan Indonesia Merdeka?
2. Apa Yang dimakasud Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
3. Mengapa golongan muda mengamankan Soekarno?
4. Apa yang menyebabkan Jepang kalah dalam Perang dunia II?
5. Baagaimana menurut pendapat Anda apakah kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari Jepang?
B. TOKOH-TOKOH PENTING YANG BERPERAN DALAM PERISTIWA PROKLAMASI
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa lepas dari jasa-jasa para tokoh perjuangan Nasional. Beberapa tokoh perjuangan Nasional di antaranya adalah:
1. Ir. Soekarno
Ir. Soekarno dilahirkan di Blitar pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan R. Soekani dan Ida Ayu Rai, setelah dewasa beliau kuliah di Sekolah Teknik Tinggi Bandung (ITB) sehingga menyandang gelar Insinyur (Ir). Di antara karya beliau adalah Gedung Hotel Preanger Bandung.
Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno terlibat langsung dalam perjuangan melawan kaum penjajah walaupun lebih sering menempuh jalur diplomasi.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Tek Proklamasi, sehingga bersama Drs. Moh. Hatta beliau dijuluki Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta secara aklamasi diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama dalam sidang PPKI. Setelah menjadi Presiden pun beliau beliau tetap berjuang demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 20 Juni 1970, beliau meninggal Dunia.
2. Drs. Mohammad Hatta
Beliau dilahirkan di Bukit Tinggi Sumatera pada tanggal 12 Agustus 1902. Kakek beliau adalah seorang ulama terkenal, sehingga Beliau menerima pendidikan Agama Islam yang sangat kuat. Perjuangan beliau untuk mengantarkan Indonesia Ke depan pintu gerbang kemerdekaan, yang dilaksanakannya dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga. Beliau selalu bersama Ir. Soekarno dalam mengatur pemerintahan. Sebagai wakil Presiden beliau sangat serasi berpasangan dengan Ir. Soekarno, sehingga kedua tokoh Proklamator ini menjadi sosok yang penuh kharismatik.
3. Ahmad Soebardjo
Ahmad Soebardjo adalah sosok tua yang dapat meyakinkan golongan muda bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan segera dikumandangkan di Jakarta, sehingga Ir. Soekarno dan rombongan bisa dibawa kembali ke Jakarta. Atas jasa beliau juga, Laksamana Maeda memberi ijin rumahnya dijadikan tempat perumusan teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bersama Moh. Hatta beliau mendampingi Ir. Soekarno dalam merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
4. Fatmawati
Fatmawati adalah Istri dari Presiden Soekarno. Beliau adalah yang menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pada saat upacara pembacaan Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Beliau juga ikut mendampingi Ir. Soekarno ketika membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan.
Itulah beberapa tokoh penting proklamasi kemerdekaan Indonesia dari sekian banyak tokoh-tokoh lainnya. Karena jasa-jasa mereka sangat besar, sudah sepantasnya kita menghargai jasa-jasa dan pengorbanan mereka dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Beberapa bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan adalah mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, penuh semangat dan perjuangan demi terciptanya kehidupan bangsa Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
PENANAMAN NILAI
INFORMASI KERUANGAN MELALUI PETA
1. Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia
Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, antara Benua Asia dan Benua Australia.
Dilihat dari lintangnya, Indonesia terletak di antara 6º LU (Lintang Utara) dan 11º LS (Lintang Selatan). Letak lintang yang sedemikian itu merupakan petunjuk bahwa: Bagian utara wilayah Indonesia ialah 6º LU dan paling selatan ialah 11º LS. (Tempat paling utara ialah Pulau We dan tempat yang paling selatan ialah Pulau Roti). Jarak lintangnya ialah 17º. Sebahagian besar wilayah Indonesia terletak di belahan bumi selatan. Wilayah Indonesia dilalui oleh garis ekuator (khatulistiwa).
Dilihat dari letak garis bujurnya, wilayah Indonesia terletak di antara 95º BT dan 141º BT. Ini berarti batas paling barat wilayah Indonesia ialah 95º BT dan paling timur ialah 141º BT. Jarak bujurnya ialah 46º (sekitar 5000 km, atau hampir 1/8 keliling bumi). Perbedaan garis bujur sedemikian itu menyebabkan adanya perbedaan waktu. Semua wilayah Indonesia terletak di belahan bumi timur (dihitung dari meridian 0º).
Sejak tanggal 1 Januari 1988 di Indonesia diberlakukan pembagian daerah waktu menjadi 3 bagian.
Gambar 8. 1 Peta pembagian waktu di Indonesia
a. Waktu Indonesia Barat
Waktu Indonesia Barat atau WIB adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WITA dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WIB, Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, mempunyai selisih waktu 7 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
b. Waktu Indonesia Tengah
Waktu Indonesia Tengah atau WITA, salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WITA adalah Sulawesi, Bali, Lombok, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, mempunyai selisih waktu 8 jam lebih awal daripada Greenwich).
c. Waktu Indonesia Timur
Waktu Indonesia Timur atau WIT adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WITA.
Kawasan yang menggunakan sistem WIT, Maluku dan Papua mempunyai selisih waktu 9 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
2. Kenampakan Alam Utama di Berbagai Wilayah di Indonesia Pada Peta
Indonesia memiliki 18.000 lebih pulau (sekitar 6.000 tidak berpenghuni) menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
Pada pelajaran yang lalu, kita telah mempelajari tentang kenampakan alam wilayah Indonesia. Pada bagian ini kita akan membahas kenampakan alam utama apa saja yang ada di berbagai wilayah Indonesia, seperti pegunungan, gunung, hutan, dan lain-lain. Sebelumnya kita akan membagi wilayah Indonesia ke beberapa bagian. Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama, yakni:
·a. Kepulauan Sunda Besar
Terdiri atas pulau-pulau utama: Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi dan dengan ribuan pulau-pulau sedang dan kecil berpenduduk maupun tak berpenghuni. Wilayah ini merupakan konsentrasi penduduk Indonesia dan tempat sebagian besar kegiatan ekonomi Indonesia berlangsung.
1) Pulau Sumatra
Pulau Sumatera, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Pulau ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatera belahan bumi utara dan Sumatera belahan bumi selatan.
Pegunungan Bukit Barisan dengan beberapa puncaknya yang melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan gunung berapi aktif, berjalan sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai yang terjal dan dalam ke arah Samudera Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat Bangka dan Laut China Selatan.
Di bagian utara pulau Sumatera berbatasan dengan Laut Andaman dan di bagian selatan dengan Selat Sunda. Pulau Sumatera ditutupi oleh hutan tropik primer dan hutan tropik sekunder yang lebat dengan tanah yang subur. Gunung berapi yang tertinggi di Sumatera adalah Gunung Kerinci di Jambi, dan dengan gunung berapi lainnya yang cukup terkenal, yaitu Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam dan Gunung Dempo di perbatasan Sumatera Selatan dengan Bengkulu.
Pulau Sumatera merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di sepanjang Bukit Barisan, yang disebut Patahan Sumatera; dan patahan kerak bumi di dasar Samudera India di sepanjang lepas pantai sisi barat Sumatera. Danau terbesar di Indonesia, Danau Toba terdapat di pulau Sumatra.
Kepadatan penduduk pulau Sumatra urutan kedua setelah pulau Jawa. Saat ini pulau Sumatera secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu: Daerah Istimewa - Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatera, yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung.
2) Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, setelah Irian dan Greenland. Bagian utara pulau Kalimantan, Sarawak dan Sabah, merupakan wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan wilayah Indonesia dan wilayah Brunei Darussalam; di bagian selatan dibatasi oleh Laut Jawa. Bagian barat pulau Kalimantan dibatasi oleh Laut Cina Selatan dan Selat Karimata; di bagian timur dipisahkan dengan pulau Sulawesi oleh Selat Makassar.
Di bagian tengah pulau merupakan wilayah bergunung-gunung dan berbukit; pegunungan di Kalimantan wilayah Indonesia tidak aktif dan tingginya di bawah 2.000 meter di atas permukaan laut; sedangkan wilayah pantai merupakan dataran rendah, berpaya-paya dan tertutup lapisan tanah gambut yang tebal.
Pulau Kalimantan dilintasi oleh garis katulistiwa sehingga membagi pulau Kalimantan atas Kalimantan belahan bumi utara dan Kalimantan belahan bumi selatan. Kesuburan tanah di pulau Kalimantan kurang bila dibanding kesuburan tanah di pulau Jawa dan pulau Sumatera, demikian pula kepadatan penduduknya tergolong jarang. Pulau Kalimantan sama halnya pulau Sumatera, diliputi oleh hutan tropik yang lebat.
Secara geologik pulau Kalimantan stabil, relatif aman dari gempa bumi (tektonik dan vulkanik) karena tidak dilintasi oleh patahan kerak bumi dan tidak mempunyai rangkaian gunung berapi aktif seperti halnya pulau Sumatera, pulau Jawa dan pulau Sulawesi. Sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas, 1.125 kilometer, berada di pulau Kalimantan.
Saat ini pulau Kalimantan secara administratif pemerintahan terbagi atas 4 provinsi yaitu: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
3) Pulau Jawa
Pulau Jawa, merupakan pulau yang terpadat penduduknya per kilometer persegi di Indonesia. Pulau melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan.
Barisan pegunungan berapi aktif dengan tinggi diatas 3.000 meter di atas permukaan laut berada di pulau ini, salah satunya Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Bromo di Jawa Timur yang terkenal sangat aktif. Bagian selatan pulau berbatasan dengan Samudera Hindia, pantai terjal dan dalam, bagian utara pulau berpantai landai dan dangkal berbatasan dengan Laut Jawa dan dipisahkan dengan pulau Madura oleh Selat Madura. Di bagian barat pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Sumatera oleh Selat Sunda dan di bagian timur pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Bali oleh Selat Bali.
Hutan di pulau Jawa tidak selebat hutan tropik di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan dan areal hutan dipulau Jawa semakin sempit oleh karena desakan jumlah populasi di pulau Jawa yang semakin padat dan umumnya merupakan hutan tersier dan sedikit hutan sekunder.
Kota-kota besar dan kota industri di Indonesia sebagian besar berada di pulau ini dan ibukota Republik Indonesia, Jakarta, terletak di pulau Jawa. Secara geologik, pulau Jawa merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi lanjutan patahan kerak bumi dari pulau Sumatera, yang berada dilepas pantai selatan pulau Jawa.
Saat ini pulau Jawa secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Banten, Daerah Khusus Ibukota - Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa - Yogyakarta dan Jawa Timur.
4) Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi, merupakan pulau yang terpisah dari Kepulauan Sunda Besar bila ditilik dari kehidupan flora dan fauna oleh karena garis Wallace berada di sepanjang Selat Makassar, yang memisahkan pulau Sulawesi dari kelompok Kepulauan Sunda Besar di zaman es.
Pulau Sulawesi merupakan gabungan dari 4 jazirah yang memanjang, dengan barisan pegunungan berapi aktif memenuhi lengan jazirah, yang beberapa di antaranya mencapai ketinggian diatas 3.000 meter di atas permukaan laut; tanah subur, ditutupi oleh hutan tropik lebat (primer dan sekunder).
Sulawesi dilintasi garis katulistiwa di bagian seperempat utara pulau sehingga sebagian besar wilayah pulau Sulawesi berada di belahan bumi selatan. Di bagian utara, Sulawesi dipisahkan dengan pulau Mindanao - Filipina oleh Laut Sulawesi dan di bagian selatan pulau dibatasi oleh Laut Flores. Di bagian barat pulau Sulawesi dipisahkan dengan pulau Kalimantan oleh Selat Makassar, suatu selat dengan kedalaman laut yang sangat dalam dan arus bawah laut yang kuat. Di bagian timur, pulau Sulawesi dipisahkan dengan wilayah geografis Kepulauan Maluku dan Irian oleh Laut Banda.
Pulau Sulawesi merupakan habitat banyak satwa langka dan satwa khas Sulawesi; di antaranya Anoa, Babi Rusa, Kera Tarsius. Secara geologik pulau Sulawesi sangat labil secara karena dilintasi patahan kerak bumi lempeng Pasifik dan merupakan titik tumbukan antara Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik.
Saat ini pulau Sulawesi secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Utara.
b. Kepulauan Sunda Kecil
Kepulauan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau-pulau lebih kecil membujur di selatan katulistiwa dari pulau Bali di bagian batas ujung barat Kepulauan Sunda Kecil, berturut-turut ke timur adalah, pulau Lombok, pulau Sumbawa, pulau Flores, pulau Solor, pulau Alor; dan sedikit ke arah selatan yaitu pulau Sumba, pulau Timor dan pulau Sawu yang merupakan titik terselatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil.
Kepulauan Sunda Kecil merupakan barisan gunung berapi aktif dengan tinggi sekitar 2.000 sampai 3.700 meter di atas permukaan laut. Di antaranya yang terkenal adalah Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Tambora di Sumbawa dan Gunung Lewotobi di Flores.
Kesuburan tanah di Kepulauan Sunda Kecil sangat bervariasi dari sangat subur di Pulau Bali hingga kering tandus di Pulau Timor. Di bagian utara gugus kepulauan dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda dan di selatan gugus kepulauan ini dibatasi oleh Samudera Hindia. Di bagian barat Kepulauan Sunda Kecil dipisahkan dengan pulau Jawa oleh Selat Bali dan di bagian timur, berbatasan dengan Kepulauan Maluku dan Irian (dipisahkan oleh Laut Banda) dan dengan Timor Timur berbatasan darat di pulau Timor.
Berdasarkan kehidupan flora dan fauna maka sebenarnya pulau Bali masih termasuk Kepulauan Sunda Besar karena garis Wallace dari Selat Makassar di utara melintasi Selat Lombok ke selatan, memisahkan pulau Bali dengan gugusan Kepulauan Sunda Kecil lainnya di zaman es.
Hutan di Kepulauan Sunda Kecil sangat sedikit, bahkan semakin ke timur gugus pulau maka hutan telah berganti dengan sabana; demikian juga kepadatan populasi di Kepulauan Sunda kecil sangat bervariasi, dari sangat padat di pulau Bali dan semakin ke timur gugus pulau maka kepadatan penduduk semakin jarang.
Secara geologik, kawasan Sunda Kecil juga termasuk labil karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di selatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil yang merupakan lanjutan patahan kerak bumi diselatan pulau Jawa. Komodo, reptilia terbesar di dunia terdapat di pulau Komodo, salah satu pulau di kepulauan Sunda kecil. Danau Tiga Warna, merupakan kawasan yang sangat unik juga terdapat di Kepulauan Sunda Kecil, yaitu di Pulau Flores.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Sunda kecil dibagi atas 3 provinsi, yaitu: Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
c. Kepulauan Maluku dan Irian
Kepulauan Maluku dan Irian, terdiri dari 1 pulau basar, yaitu pulau Irian dan beberapa pulau sedang seperti pulau Halmahera, pulau Seram, pulau Buru dan Kepulauan Kei dan Tanimbar serta ribuan pulau-pulau kecil lainnya baik berpenghuni maupun tidak. Garis Weber memisahkan kawasan ini atas dua bagian, yaitu Irian dan Australia dengan kepulauan Maluku sehingga di kepulauan Maluku, flora dan fauna peralihan sedangkan di Irian, flora dan fauna Australia.
Sebagian besar kawasan ini tertutup hutan tropik primer dan sekunder yang lebat, kecuali di kepulauan Tanimbar dan Aru merupakan semak dan sabana. Gunung berapi yang tertinggi di kepulauan Maluku adalah Gunung Binaiya, setinggi 3.039 meter; sedangkan di pulau Irian pegunungan berapi aktif memlintang dari barat ke timur pulau, gunung yang tertinggi adalah Puncak Jaya setinggi 5.030 meter di atas permukaan laut.
Pulau Irian juga merupakan pulau dengan kepadatan penduduk yang paling jarang di Indonesia, yaitu sekitar 2 orang per kilometer persegi. Secara geologik, kawasan Maluku dan Irian juga termasuk sangat labil karena merupakan titik pertemuan tumbukan ketiga lempeng kerak bumi, Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik. Palung laut terdalam di Indonesia terdapat di kawasan ini, yaitu Palung Laut Banda, kedalaman sekitar 6.500 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Maluku dan Irian dibagi atas: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua Timur
Termasuk ke daerah bagian waktu Indonesia mana daerah tempat tinggalmu? Kenampakan alam apa saja yang ada di daerahmu?
Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, antara Benua Asia dan Benua Australia.
Dilihat dari lintangnya, Indonesia terletak di antara 6º LU (Lintang Utara) dan 11º LS (Lintang Selatan). Letak lintang yang sedemikian itu merupakan petunjuk bahwa: Bagian utara wilayah Indonesia ialah 6º LU dan paling selatan ialah 11º LS. (Tempat paling utara ialah Pulau We dan tempat yang paling selatan ialah Pulau Roti). Jarak lintangnya ialah 17º. Sebahagian besar wilayah Indonesia terletak di belahan bumi selatan. Wilayah Indonesia dilalui oleh garis ekuator (khatulistiwa).
Dilihat dari letak garis bujurnya, wilayah Indonesia terletak di antara 95º BT dan 141º BT. Ini berarti batas paling barat wilayah Indonesia ialah 95º BT dan paling timur ialah 141º BT. Jarak bujurnya ialah 46º (sekitar 5000 km, atau hampir 1/8 keliling bumi). Perbedaan garis bujur sedemikian itu menyebabkan adanya perbedaan waktu. Semua wilayah Indonesia terletak di belahan bumi timur (dihitung dari meridian 0º).
Sejak tanggal 1 Januari 1988 di Indonesia diberlakukan pembagian daerah waktu menjadi 3 bagian.
Gambar 8. 1 Peta pembagian waktu di Indonesia
a. Waktu Indonesia Barat
Waktu Indonesia Barat atau WIB adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WITA dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WIB, Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, mempunyai selisih waktu 7 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
b. Waktu Indonesia Tengah
Waktu Indonesia Tengah atau WITA, salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WITA adalah Sulawesi, Bali, Lombok, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, mempunyai selisih waktu 8 jam lebih awal daripada Greenwich).
c. Waktu Indonesia Timur
Waktu Indonesia Timur atau WIT adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WITA.
Kawasan yang menggunakan sistem WIT, Maluku dan Papua mempunyai selisih waktu 9 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
2. Kenampakan Alam Utama di Berbagai Wilayah di Indonesia Pada Peta
Indonesia memiliki 18.000 lebih pulau (sekitar 6.000 tidak berpenghuni) menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
Pada pelajaran yang lalu, kita telah mempelajari tentang kenampakan alam wilayah Indonesia. Pada bagian ini kita akan membahas kenampakan alam utama apa saja yang ada di berbagai wilayah Indonesia, seperti pegunungan, gunung, hutan, dan lain-lain. Sebelumnya kita akan membagi wilayah Indonesia ke beberapa bagian. Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama, yakni:
·a. Kepulauan Sunda Besar
Terdiri atas pulau-pulau utama: Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi dan dengan ribuan pulau-pulau sedang dan kecil berpenduduk maupun tak berpenghuni. Wilayah ini merupakan konsentrasi penduduk Indonesia dan tempat sebagian besar kegiatan ekonomi Indonesia berlangsung.
1) Pulau Sumatra
Pulau Sumatera, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Pulau ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatera belahan bumi utara dan Sumatera belahan bumi selatan.
Pegunungan Bukit Barisan dengan beberapa puncaknya yang melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan gunung berapi aktif, berjalan sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai yang terjal dan dalam ke arah Samudera Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat Bangka dan Laut China Selatan.
Di bagian utara pulau Sumatera berbatasan dengan Laut Andaman dan di bagian selatan dengan Selat Sunda. Pulau Sumatera ditutupi oleh hutan tropik primer dan hutan tropik sekunder yang lebat dengan tanah yang subur. Gunung berapi yang tertinggi di Sumatera adalah Gunung Kerinci di Jambi, dan dengan gunung berapi lainnya yang cukup terkenal, yaitu Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam dan Gunung Dempo di perbatasan Sumatera Selatan dengan Bengkulu.
Pulau Sumatera merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di sepanjang Bukit Barisan, yang disebut Patahan Sumatera; dan patahan kerak bumi di dasar Samudera India di sepanjang lepas pantai sisi barat Sumatera. Danau terbesar di Indonesia, Danau Toba terdapat di pulau Sumatra.
Kepadatan penduduk pulau Sumatra urutan kedua setelah pulau Jawa. Saat ini pulau Sumatera secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu: Daerah Istimewa - Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatera, yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung.
2) Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, setelah Irian dan Greenland. Bagian utara pulau Kalimantan, Sarawak dan Sabah, merupakan wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan wilayah Indonesia dan wilayah Brunei Darussalam; di bagian selatan dibatasi oleh Laut Jawa. Bagian barat pulau Kalimantan dibatasi oleh Laut Cina Selatan dan Selat Karimata; di bagian timur dipisahkan dengan pulau Sulawesi oleh Selat Makassar.
Di bagian tengah pulau merupakan wilayah bergunung-gunung dan berbukit; pegunungan di Kalimantan wilayah Indonesia tidak aktif dan tingginya di bawah 2.000 meter di atas permukaan laut; sedangkan wilayah pantai merupakan dataran rendah, berpaya-paya dan tertutup lapisan tanah gambut yang tebal.
Pulau Kalimantan dilintasi oleh garis katulistiwa sehingga membagi pulau Kalimantan atas Kalimantan belahan bumi utara dan Kalimantan belahan bumi selatan. Kesuburan tanah di pulau Kalimantan kurang bila dibanding kesuburan tanah di pulau Jawa dan pulau Sumatera, demikian pula kepadatan penduduknya tergolong jarang. Pulau Kalimantan sama halnya pulau Sumatera, diliputi oleh hutan tropik yang lebat.
Secara geologik pulau Kalimantan stabil, relatif aman dari gempa bumi (tektonik dan vulkanik) karena tidak dilintasi oleh patahan kerak bumi dan tidak mempunyai rangkaian gunung berapi aktif seperti halnya pulau Sumatera, pulau Jawa dan pulau Sulawesi. Sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas, 1.125 kilometer, berada di pulau Kalimantan.
Saat ini pulau Kalimantan secara administratif pemerintahan terbagi atas 4 provinsi yaitu: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
3) Pulau Jawa
Pulau Jawa, merupakan pulau yang terpadat penduduknya per kilometer persegi di Indonesia. Pulau melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan.
Barisan pegunungan berapi aktif dengan tinggi diatas 3.000 meter di atas permukaan laut berada di pulau ini, salah satunya Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Bromo di Jawa Timur yang terkenal sangat aktif. Bagian selatan pulau berbatasan dengan Samudera Hindia, pantai terjal dan dalam, bagian utara pulau berpantai landai dan dangkal berbatasan dengan Laut Jawa dan dipisahkan dengan pulau Madura oleh Selat Madura. Di bagian barat pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Sumatera oleh Selat Sunda dan di bagian timur pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Bali oleh Selat Bali.
Hutan di pulau Jawa tidak selebat hutan tropik di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan dan areal hutan dipulau Jawa semakin sempit oleh karena desakan jumlah populasi di pulau Jawa yang semakin padat dan umumnya merupakan hutan tersier dan sedikit hutan sekunder.
Kota-kota besar dan kota industri di Indonesia sebagian besar berada di pulau ini dan ibukota Republik Indonesia, Jakarta, terletak di pulau Jawa. Secara geologik, pulau Jawa merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi lanjutan patahan kerak bumi dari pulau Sumatera, yang berada dilepas pantai selatan pulau Jawa.
Saat ini pulau Jawa secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Banten, Daerah Khusus Ibukota - Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa - Yogyakarta dan Jawa Timur.
4) Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi, merupakan pulau yang terpisah dari Kepulauan Sunda Besar bila ditilik dari kehidupan flora dan fauna oleh karena garis Wallace berada di sepanjang Selat Makassar, yang memisahkan pulau Sulawesi dari kelompok Kepulauan Sunda Besar di zaman es.
Pulau Sulawesi merupakan gabungan dari 4 jazirah yang memanjang, dengan barisan pegunungan berapi aktif memenuhi lengan jazirah, yang beberapa di antaranya mencapai ketinggian diatas 3.000 meter di atas permukaan laut; tanah subur, ditutupi oleh hutan tropik lebat (primer dan sekunder).
Sulawesi dilintasi garis katulistiwa di bagian seperempat utara pulau sehingga sebagian besar wilayah pulau Sulawesi berada di belahan bumi selatan. Di bagian utara, Sulawesi dipisahkan dengan pulau Mindanao - Filipina oleh Laut Sulawesi dan di bagian selatan pulau dibatasi oleh Laut Flores. Di bagian barat pulau Sulawesi dipisahkan dengan pulau Kalimantan oleh Selat Makassar, suatu selat dengan kedalaman laut yang sangat dalam dan arus bawah laut yang kuat. Di bagian timur, pulau Sulawesi dipisahkan dengan wilayah geografis Kepulauan Maluku dan Irian oleh Laut Banda.
Pulau Sulawesi merupakan habitat banyak satwa langka dan satwa khas Sulawesi; di antaranya Anoa, Babi Rusa, Kera Tarsius. Secara geologik pulau Sulawesi sangat labil secara karena dilintasi patahan kerak bumi lempeng Pasifik dan merupakan titik tumbukan antara Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik.
Saat ini pulau Sulawesi secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Utara.
b. Kepulauan Sunda Kecil
Kepulauan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau-pulau lebih kecil membujur di selatan katulistiwa dari pulau Bali di bagian batas ujung barat Kepulauan Sunda Kecil, berturut-turut ke timur adalah, pulau Lombok, pulau Sumbawa, pulau Flores, pulau Solor, pulau Alor; dan sedikit ke arah selatan yaitu pulau Sumba, pulau Timor dan pulau Sawu yang merupakan titik terselatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil.
Kepulauan Sunda Kecil merupakan barisan gunung berapi aktif dengan tinggi sekitar 2.000 sampai 3.700 meter di atas permukaan laut. Di antaranya yang terkenal adalah Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Tambora di Sumbawa dan Gunung Lewotobi di Flores.
Kesuburan tanah di Kepulauan Sunda Kecil sangat bervariasi dari sangat subur di Pulau Bali hingga kering tandus di Pulau Timor. Di bagian utara gugus kepulauan dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda dan di selatan gugus kepulauan ini dibatasi oleh Samudera Hindia. Di bagian barat Kepulauan Sunda Kecil dipisahkan dengan pulau Jawa oleh Selat Bali dan di bagian timur, berbatasan dengan Kepulauan Maluku dan Irian (dipisahkan oleh Laut Banda) dan dengan Timor Timur berbatasan darat di pulau Timor.
Berdasarkan kehidupan flora dan fauna maka sebenarnya pulau Bali masih termasuk Kepulauan Sunda Besar karena garis Wallace dari Selat Makassar di utara melintasi Selat Lombok ke selatan, memisahkan pulau Bali dengan gugusan Kepulauan Sunda Kecil lainnya di zaman es.
Hutan di Kepulauan Sunda Kecil sangat sedikit, bahkan semakin ke timur gugus pulau maka hutan telah berganti dengan sabana; demikian juga kepadatan populasi di Kepulauan Sunda kecil sangat bervariasi, dari sangat padat di pulau Bali dan semakin ke timur gugus pulau maka kepadatan penduduk semakin jarang.
Secara geologik, kawasan Sunda Kecil juga termasuk labil karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di selatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil yang merupakan lanjutan patahan kerak bumi diselatan pulau Jawa. Komodo, reptilia terbesar di dunia terdapat di pulau Komodo, salah satu pulau di kepulauan Sunda kecil. Danau Tiga Warna, merupakan kawasan yang sangat unik juga terdapat di Kepulauan Sunda Kecil, yaitu di Pulau Flores.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Sunda kecil dibagi atas 3 provinsi, yaitu: Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
c. Kepulauan Maluku dan Irian
Kepulauan Maluku dan Irian, terdiri dari 1 pulau basar, yaitu pulau Irian dan beberapa pulau sedang seperti pulau Halmahera, pulau Seram, pulau Buru dan Kepulauan Kei dan Tanimbar serta ribuan pulau-pulau kecil lainnya baik berpenghuni maupun tidak. Garis Weber memisahkan kawasan ini atas dua bagian, yaitu Irian dan Australia dengan kepulauan Maluku sehingga di kepulauan Maluku, flora dan fauna peralihan sedangkan di Irian, flora dan fauna Australia.
Sebagian besar kawasan ini tertutup hutan tropik primer dan sekunder yang lebat, kecuali di kepulauan Tanimbar dan Aru merupakan semak dan sabana. Gunung berapi yang tertinggi di kepulauan Maluku adalah Gunung Binaiya, setinggi 3.039 meter; sedangkan di pulau Irian pegunungan berapi aktif memlintang dari barat ke timur pulau, gunung yang tertinggi adalah Puncak Jaya setinggi 5.030 meter di atas permukaan laut.
Pulau Irian juga merupakan pulau dengan kepadatan penduduk yang paling jarang di Indonesia, yaitu sekitar 2 orang per kilometer persegi. Secara geologik, kawasan Maluku dan Irian juga termasuk sangat labil karena merupakan titik pertemuan tumbukan ketiga lempeng kerak bumi, Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik. Palung laut terdalam di Indonesia terdapat di kawasan ini, yaitu Palung Laut Banda, kedalaman sekitar 6.500 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Maluku dan Irian dibagi atas: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua Timur
Termasuk ke daerah bagian waktu Indonesia mana daerah tempat tinggalmu? Kenampakan alam apa saja yang ada di daerahmu?
Subscribe to:
Comments (Atom)