Ada banyak perilaku-perilaku masyarakat yang menagalami perubahan seiring dengan masuknya globalisasi. Perilaku-perilaku ini ada yang bersifat negatif dan positif. Mengapa demikian? Karena seperti yang telah dijelaskan di atas, globalisasi tidak hanya membawa banyak pengaruh positif, tetapi juga banyak membawa pengaruh negatif. Berikut merupakan contoh-contoh perilaku positif yang hadir dalam masyarakat sebagai akibat dari dampak globalisasi, antara lain:
a) Perilaku bersikap kritis dalam menghadapi permasa-lahan,
b) Sikap kompetitif dalam mencapai tujuan hidup,
c) Perilaku kerja yang serba cepat atau serba instant dalam melaksanakan segala bentuk aktivitas.
Selain dari perilaku di atas, ada juga bentuk perilaku negatif yang timbul dari dampak globalisasi, di antaranya yaitu:
a) Perilaku Iindividualistis,
b) Perilaku saling menjatuhkan terhadap saingan atau sesama kawan,
c) Sikap egois,
d) Perilaku temperamental atau mudah emosi.
Semua sikap dan perilaku tersebut mempunyai kaitan erat dengan dampak globalisasi secara umum. Contohnya kenapa orang bersikap menjadi lebih kritis dalam mengambil setiap tindakan dan pemikiran? (Kritis di sini diartikan tajam dalam menganalisis) Jawabannya karena dalam globalisasi setiap sebab pasti akan ada akibatnya. Dengan kata lain, dalam era globalisasi ini, kita harus selalu berhati-hati dalam menerima tawaran, peluang, dan kesempatan. Untuk menghadapi itu, kita harus bersikap kritis.
Contoh lain lagi ialah mengapa orang menjadi cenderung lebih inividualis? Jawabannya karena persaingan dalam mencapai kebutuhan hidup sangat ketat dan keras, dan tidak jarang banyak orang yang gagal. Oleh sebab itu, banyak orang cenderung lebih memikirkan kepentingannya saja dibandingkan untuk memikirkan kepentingan orang lain. Nah dari situ, mungkin kalian dapat memahami perilaku-perilaku yang muncul dari hadirnya globalisasi ini.
Perilaku temperamental saat ini cukup banyak dialami oleh orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat kita. Hal ini karena banyaknya persaingan yang ketat sehingga kebutuhan hidup sehari-hari cukup sulit untuk didapat., Pasti kalian pernah mendengar banyak orang tua teman, atau bahkan orang tua kalian sendiri di-PHK karena tempat bekerjanya banyak yang gulung tikar.! Hal-hal tersebut menjadikan orang menjadi temperamental. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, tidak sedikit orang menjadi lebih cepat marah karena banyak permasalahan dan kebutuhan yang sulit didapat.
Seiring dengan hadirnya arus globalisasi ke Indonesia saat ini, banyak perilaku, trend, gaya hidup, mode pakaian, dan fenomena-fenomena sosial yang terjadi dan mengalami perubahan di masyarakat kita dewasa ini. Contohnya ialah sebagai berikut:
1) Makanan
Dalam hal ini, makanan juga dipengaruhi oleh masuknya budaya asing atau pengaruh globalisasi ke Indonesia. Dahulu, jarang kita temui makanan-makanan asing di restoran kelas menengah atau bahkan di kaki lima seperti makanan cepat saji yang berasal dari negara-negara barat misalnya hot dog, hamburger, fried chicken, pizza, dan masih banyak lagi. Makanan tersebut pada beberapa tahun yang silam masih jarang kita temui di sembarang tempat dan yang menjualnya pun masih restoran-restoran resmi liensi atau yang mempunyai izin dari luar negeri (negara asalnya). Harganya pun lumayan mahal, tetapi saat ini makanan tersebut bukan barang yang langka lagi. Kita bisa mendapatkannya di pinggir-pinggir jalan, atau pedagang kaki lima, yang menjajakan makanan tersebut dengan harga yang relatif lebih murah dan rasa yang tidak jauh berbeda.
Kenapa hal itu bisa terjadi? Masuknya budaya asing seperti produk makanan memacu persaingan dalam bidang usaha makanan. Bangsa kita, terutama masyarakat awam, cenderung lebih menyukai produk luar dari pada produk dalam negeri. Oleh sebab itu, sebagian orang hal ini dijadikan seba-gai suatu potensi pasar, dan salah satu upayanya ialah dengan membuat produk tiruan yang serupa dengan harga yang relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan yang aslinya. Hal itu adalah bentuk perubahan perilaku dalam hal makanan.
2) Migrasi
Pasti kalian pernah mendengar kata “migrasi”, ya kan? Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan mungkin di tempat kalian tinggal sekarang sudah banyak orang atau penduduknya padahal dulu pada waktu kalian masih kecil jumlah penduduk di daerah kalian tidak begitu banyak. Lalu kenapa migrasi terjadi dengan pesatnya dewasa ini?
Tekanan hidup, kebutuhan ekonomi, kurangnya pekerjaan yang menjanjikan, letak geografis tempat para imigran itu tinggal merupakan faktor pemicu terjadinya migrasi saat ini.
Indonesia saat ini banyak sekali ditimpa krisis, mulai dari krisis ekonomi sampai dengan KKN yang merajalela. Hal itu juga merupakan faktor pendorong yang sangat kuat terhadap terjadinya migrasi. Dalam era globalisasi saat ini, jarak dan waktu dirasa sudah bukan menjadi hal yang besar lagi. Banyaknya sarana transportasi dan komunikasi bisa didapat dengan mudah dan terjangkau. Hal itupun menjadi faktor pendorong terjadinya migrasi.
Rata-rata alasan orang untuk bermigrasi ialah untuk mencari penghidupan yang lebih baik, atau mencari kesem-patan kerja yang lebih baik dibandingkan di tempat asalnya berada. Mereka merasa di tempat asalnya kurang mendapat-kan kemajuan dalam memperoleh rezeki.
Ada dampak positif dan negatif yang bisa kita peroleh dalam masalah ini. Dampak positifnya ialah taraf kehidupan orang yang sebelumnya kurang, kemungkinan bisa menjadi lebih baik seiring dengan perputaran ekonomi yang cenderung meningkat di dalam suatu daerah dan juga, berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan. Sedangkan dampak negatifnya ialah pembangunan berjalan kurang merata karena kurangnya sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi untuk membangun daerah tersebut. Ledakan jumlah penduduk di tiap daerah berjalan tidak merata. Contohnya antara pulau Kalimantan dan Jawa perbandingan jumlah penduduknya sangat jauh berbeda. Pulau Jawa yang lebih kecil luasnya lebih banyak jumlah penduduknya dibandingkan dengan pulau Kalimantan yang luas daerahnya lebih besar. Tentu saja hal itu menimbulkan masalah baru, terutama dalam hal masalah tempat tinggal.
Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
No comments:
Post a Comment