Thursday, 29 September 2016
TINDAKAN DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR
Banjir menyapu dan mencampurkan segala yang ada di daratan. Sampah terbawa hanyut bercampur dengan air bersih. Ada beberapa tempat yang bisa menyebabkan tersebarnya penyakit menular, seperti: tempat pembuangan limbah dan tempat sampah yang terbuka, sistem pengairan yang tercemar dan sistem kebersihan yang tidak baik. Bakteri bisa tersebar melalui air yang digunakan masyarakat, baik air PAM maupun air sumur yang telah tercemar oleh air banjir. Air banjir membawa banyak bakteri, virus, parasit dan bibit penyakit lainnya, termasuk juga unsur-unsur kimia yang berbahaya.
Diare mempunyai masa pertumbuhan antara 1 - 7 hari. Ikuti petunjuk-petunjuk kebersihan di bawah ini untuk menghindari resiko terjangkit Diare. Orang yang terjangkit penyakit ini harus mendapatkan perawatan khusus karena apabila dibiarkan terlalu lama bisa membahayakan, khu-susnya pada orang tua dan anak-anak.
Penyakit yang disebarkan oleh nyamuk. Banjir bisa meningkatkan perkembangbiakan nyamuk secara luas. Bibit-bibit penyakit yang dibawa oleh serangga ini termasuk Demam Berdarah, Malaria dll. Untuk mencegah sebuah tempat menjadi sarang nyamuk, kosongkan air yang tergenang dan tutup tempat-tempat air yang terbuka.
Unsur-unsur kimia seperti pestisida, pupuk kimia dan unsur-unsur dengan bahan dasar minyak, bisa mencemari sumber air yang juga bisa membawa resiko. Mencegah tersebarnya penyakit di daerah banjir.
Air untuk minum dan memasak disaat dan sesudah terjadinya banjir, penting untuk memperhatikan kebersihan air yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jangan menggunakan air yang telah tercemar untuk mencuci piring, menggosok gigi, mencuci, membuat es, dsb.
2. Rebus atau proses air sebelum digunakan. Merebus air bisa membunuh bakteri dan parasit. Rebus dan biarkan air mendidih sekurang-kurangnya selama 7 menit.
3. Jangan minum air mentah.
4. Air juga bisa diolah dengan chlorine atau yodium, atau dengan mencampur 6 tetes chlorine pemutih pakaian tanpa pewangi (5.25% sodium hypochlorite) dalam 4 liter air. Campur dengan baik dan biarkan, kalau bisa dibawah sinar matahari, selama 30 menit. Cara ini cukup baik untuk mengolah air tapi tidak bisa membunuh semua kuman atau parasit.
Hal-hal Penting Tentang Sanitasi dan Kebersihan Air Banjir bisa mengandung kotoran dari limbah air kotor dan limbah industri. Walaupun kontak dengan kulit tidak membahayakan, namun mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar air banjir, bisa beresiko bagi kesehatan masyarakat. Pada saat bencana, sangat penting untuk menerapkan langkah-langkah dasar kebersihan ini. Selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih:
1. Sebelum memasak atau makan
2. Setelah buang air
3. Setelah melakukan pembersihan
4. Setelah menangani apa saja yang telah tercemar air banjir Perawatan Luka Yang Terbuka
5. Jaga kebersihan luka dengan mencucinya dengan air sabun dan berikan salep atau cairan antibiotik.
6. Apabila luka menjadi merah atau membengkak, harus segera dirawat oleh petugas kesehatan.Jangan biarkan anak-anak bermain di air banjir. Seringlah mencuci tangan mereka, terutama sebelum makan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment