Indonesia mulai berkembang pada zaman kerajaan Sriwijaya berkat hubungan dagang dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh, seperti India, China dan wilayah Timur Tengah.
Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I-Tsing mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu
1. Peninggalan Sejarah yang Bercorak Budha di Indonesia
a. Borubudur
Gambar 4.7 Foto candi borobudur
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
Borobudur berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu banyak beberapa arti lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi “borobudur”. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata “bara” konon berasal dari kata vihara, penjelasan lain, “bara” berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara. dan “beduhur” artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti di atas. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasati karang tengah dan kahulunan, diperkirakan pendiri Borobudur adalah Raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.
Stupa-stupa di Candi Borobudur berbentuk punden berundak yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan filsafat mazhab Mahayana. Filsafat itu mengajarkan bahwa setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Buddha harus melalui sepuluh tingkatan Bodhisatva. Apabila telah melampaui semua tingkat itu, manusia akan mencapai kesempurnaan.
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau nafsu rendah. Lantai dasar candi ini hanya menonjol sedikit ke tanah.
Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk lingkaran. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Intinya, dunia bagi orang-orang yang masuk alam antara yakni alam bawah dan alam atas. Pada bagian Ruphadati ini, patung Buddha digambarkan secara terbuka. Patung ditempatkan di lubang dinding seperti di jendela terbuka.
Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief yang disebut Arupadhatu. Lantainya berbentuk lingkaran. Aruphadatu, alam atas atau nirwana, adalah tempat Buddha bersemayam. Kebebasan mutlak telah tercapai yakni bebas dari keinginan dan ikatan bentuk dan rupa. Karena itu, bagian Aruphadatu digambarkan polos, tidak berelief. Patung-patung Budha ditempatkan di dalam Stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar masih tampak patung-patung itu samar-samar.
Sementara pada strata Arupa berarti tidak berupa atau tidak berwujud. Ini dilambangkan pada puncak candi berupa stupa terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam Stupa tertinggi diduga di dalamnya terdapat patung Adibuddha yang diduga berupa sebuah patung yang terlihat rusak dan usang.
Tidak jelas kabar patung ini kemudian, ada yang meletakkan di luar candi karena dikatakan benda gagal, diletakkan di museum yang tidak jelas museumnya, ada pula yang mengatakan dibawa ke luar negeri (Belanda) karena beberapa (lima) patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.
Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Struktur Candi Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala.
Tahapan pembangunan Borobudur :
1) Tahap pertama, Kemungkinan dimulai sekitar tahun 780 M. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
2) Tahap kedua, Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
3) Tahap ketiga, Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar ditengahnya.
4) Tahap keempat, Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.
Waktu penemuan dan pemugaran Borobudur :
1) Tahun 1814, Sir Thomas Stamford Raffles, Guberur jendral Inggris di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
2) Tahun 1873, monografi pertama tentang Candi Borobudur diterbitkan.
3) Tahun 1900, pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.
4) Tahun 1907, Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.
5) Tahun 1926, Candi Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.
6) Tahun 1956, Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Candi Borobudur.
7) Tahun 1963, Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Candi Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.
8) Tahun 1968, pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan candi Borobudur, UNESCO menyatakan Borobudur termasuk Keajaiban Dunia.
9) Tahun 1971, pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Candi Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.
10) Tahun 1972, International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.
11) 10 Agustus 1973, Presiden Soeharto meresmikan pemugaran Candi Borobudur, pemugaran selesai pada tahun 1984.
12) Pada 21 Januari 1985, terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali.
b. Mendut
Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur.
Candi Mendut didirikan oleh dinasti Syailendra. Bangunan ini berlatar belakang agama Buddha. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama venuvana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.
Bahan bangunan candi sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Jumlah stupa-stupa kecil yang terpasang sekarang adalah 48 buah. Tinggi bangunan adalah 26,4 meter.
Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa bidadara dan bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda. Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita Pancatantra dan jataka.
Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Buddha Zakyamuni dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudra. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca PadmapFi dan sebelah kanan arca WajrapFi. Sekarang di depan arca Buddha diletakkan hio-hio dan keranjang untuk menyumbang. Para pengunjung bisa menyulut sebuah hio dan berdoa di sini.
c. Candi Pawon
Candi Pawon adalah nama sebuah candi. Candi Pawon dipugar tahun 1903. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Awu yang berarti abu, mendapat awalan pa dan akhiran an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti dapur, akan tetapi casparis mengartikan perabuan. Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata Sansekerta Vajra = halilintar dan anala = api.
Di dalam bilik candi ini sudah tidak ditemukan lagi arca sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah ragam hiasnya. Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit pundi-pundi dan kinara-kinari (mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung). Letak Candi Pawon ini berada di antara candi Mendut dan candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari candi Borobudur dan 1150 m dari Candi Mendut.
2. Kerajaan Sriwijaya Sebagai Kerajaan Maritim dan Pusat Penyebaran Agama Buddha
Kerajaan Sriwijaya berpusat di daerah yang sekarang dikenali sebagai Palembang di Sumatra. Pengaruhnya amat besar di Indonesia, Semenanjung Malaysia dan Filipina.
Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India, pertama oleh budaya agama Hindu dan kemudiannya diikuti pula oleh agama Buddha. Agama Buddha diperkenalkan di Srivijaya pada tahun 425 Masehi. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu menerusi perdagangan dan penaklukan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9.
Agama Buddha disebarkan di pelosok kepulauan Melayu dan Palembang menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Pada tahun 1025, Sriwijaya telah diserbu kerajaan Cholas dari India. Pada masa itu juga, kekuasaan Sriwijaya atas lalulintas perdagangan Tiongkok-India menjadi hilang. Dengan itu, kemewahan Sriwijaya menurun. Kerajaan Singasari yang berada di bawah naungan Sriwijaya melepaskan diri. Pada tahun 1088, kerajaan Melayu Jambi, yang dulunya berada di bawah naungan Sriwijaya menjadikan Sriwijaya taklukannya. Kekuatan kerajaan Melayu Jambi berangsur hingga 2 abad.
Kerajaan Sriwijaya juga membantu menyebarkan kebudayaan Melayu ke seluruh Sumatra, Semenanjung Melayu, dan Borneo Barat. Kekuasaan Sriwijaya menurun pada abad ke-11. Kerajaan Sriwijaya mulai ditakluk berbagai kerajaan Jawa, pertama oleh kerajaan Singosari (Singasari) dan akhirnya oleh kerajaan Majapahit.
Sriwijaya tumbuh dan berkembang menjadi besar dan pusat perdagangan yang dikunjungi pedagang Arab, Parsi, China. Yang diperdagangkan antara lain tekstil, kapur barus, mutiara, rempah-rempah, emas, perak. Sebagian dari Semenanjung Malaya, Selat Malaka, Sumatera Utara, Sunda, Jambi termasuk kekuasaaan Sriwijaya. Pada masa ini perkembangan kerajaan Sriwijaya berkaitan dengan masa ekspansi Islam di Indonesia dalam periode permulaan. Sriwijaya dikenal juga sebagai kerajaan maritim.
Pada masa yang sama, agama Islam memasuki Sumatra menerusi Aceh yang telah disebarkan menerusi perhubungan dengan pedagang Arab dan India. Pada tahun 1414 pangeran terakhir Majapahit, Paramisora, memeluk agama Islam dan berhijrah ke Tanah Melayu di mana dia telah mendirikan kesultanan Melaka.
Saturday, 27 August 2016
PENINGGALAN KERAJAAN HINDU DI INDONESIA
Abad ke-14 menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu.
1. Daftar Peninggalan-Peninggalan Sejarah yang Bercorak Hindu di Indonesia
a. Kerajaan Kutai
Ditinjau dari sejarah Indonesia kuno, Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti yang ditulis di atas yupa (tugu batu) yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf Pallawa. Berdasarkan paleografinya, tulisan tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-5 Masehi.
Dari prasasti tersebut dapat diketahui adanya sebuah kerajaan di bawah kepemimpinan Sang Raja Mulawarman, putera dari Raja Aswawarman, cucu dari Maharaja Kudungga. Kerajaan yang diperintah oleh Mulawarman ini bernama Kerajaan Kutai Martadipura, dan berlokasi di seberang kota Muara Kaman.
Kerajaan Kutai atau Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga. Diduga ia belum menganut agama Hindu. Namun putranya, yang kelak menjadi penggantinya, Mulawarman, telah menganut Hindu.
Dalam prasasti Yupa disebutkan bahwa Kudungga lah pendiri kerajaan ini, sehingga ia disebut wamsakarta. Ia memiliki 3 orang putra, salah satunya bernama Mulawarman. Mulawarman inilah raja termasyur yang pernah menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Untuk memperingati hal itu, para brahmana mencatatnya dalam prasasti Yupa.
Pada abad ke-16, kerajaan Hindu tertua di nusantara ini takluk dari Kerajaan Kutai Kartanegara. Dalam peperangan tersebut, Raja Kutai Martadipura terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.
Nama-Nama Raja Kutai
1. Maharaja Mulawarman Nala Dewa
2. Maharaja Sri Aswawarman
3. Maharaja Marawijaya Warman
4. Maharaja Gajayana Warman
5. Maharaja Tungga Warman
6. Maharaja Jayanaga Warman
7. Maharaja Nalasinga Warman
8. Maharaja Nala Parana Tungga
9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
10. Maharaja Indra Warman Dewa
11. Maharaja Sangga Warman Dewa
12. Maharaja Singa Wargala Warman Dewa
13. Maharaja Candrawarman
14. Maharaja Prabu Mula Tungga Dewa
15. Maharaja Nala Indra Dewa
16. Maharaja Indra Mulya Warman Dewa
17. Maharaja Sri Langka Dewa
18. Maharaja Guna Parana Dewa
19. Maharaja Wijaya Warman
20. Maharaja Indra Mulya
21. Maharaja Sri Aji Dewa
22. Maharaja Mulia Putra
23. Maharaja Nala Pandita
24. Maharaja Indra Paruta
25. Maharaja Dharma Seti
b. Kerajaan Tarumanegara
Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M, yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang diketahui. Dalam catatan, kerajaan Tarumanagara adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.
Tarumanegara didirikan oleh Rajadiraja Guru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga.
Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Dinamainya kota itu Sundapura—pertama kalinya nama “Sunda” digunakan. Pada tahun 417, ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 - 561 M) Raja Tarumanagara ke-7. Pustaka Jawadwipa, parwa I, sarga 1 memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.
Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda?
Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 - 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam.
Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara, yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota Perak), yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII).
Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara, maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.
Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M.
Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.
Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.
Raja-raja Tarumanagara
1. Jayasingawarman 358-382
2. Dharmayawarman 382-395
3. Purnawarman 395-434
4. Wisnuwarman 434-455
5. Indrawarman 455-515
6. Candrawarman 515-535
7. Suryawarman 535-561
8. Kertawarman 561-628
9. Sudhawarman 628-639
10. Hariwangsawarman 639-640
11. Nagajayawarman 640-666
12. Linggawarman 666-669
c. Kerajaan mataram
Kerajaan Mataram Hindu didirikan pada tahun 732 Masehi oleh Sanna. Setelah ia meninggal digantikan keponakannya Sanjaya. Setelah Sanjaya meninggal digantikan oleh putranya Rakai Panangkaran. Sepeninggal Rakai Panangkaran kerajaan ini terpecah jadi dua, yakni wangsa Sanjaya dan wangsa Syailendra, dan disatukan kembali dengan pernikahan Rakai Pikatan dari wangsa Sanjaya dengan Pramodhawardhani dari wangsa Syailendra. Di zamannya Rakai Pikatan membangun candi Borobudur dan candi Prambanan. Kerajaan ini runtuh pada tahun 929 M karena dipindahkan Mpu Sendok ke delta sungai Brantas di Jawa Timur.
Mataram Kuno merupakan sebutan untuk dua dinasti, yakni Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra, yang berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan. Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu didirikan oleh Sanjaya pada tahun 732. Beberapa saat kemudian, Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha Mahayana didirikan oleh Bhanu pada tahun 752. Kedua dinasti ini berkuasa berdampingan secara damai. Nama Mataram sendiri pertama kali disebut pada prasasti yang ditulis di masa raja Balitung.
Dinasti Syailendra diduga berasal dari daratan Indocina (sekarang Thailand dan Kamboja). Dinasti ini bercorak Budha Mahayana, didirikan oleh Bhanu pada tahun 752. Pada awal era Mataram Kuno, Dinasti Syailendra cukup dominan dibanding Dinasti Sanjaya.
Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812), Syailendra mengadakan ekspedisi perdagangan ke Sriwijaya. Ia juga melakukan perkawinan politik: puteranya, Samaratungga, dinikahkan dengan Dewi Tara, puteri raja Sriwijaya. Pada tahun 790, Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja), kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahuan. Peninggalan terbesar Dinasti Syailendra adalah Candi Borobudur yang selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833).
Tak banyak yang diketahui sejarah Dinasti Sanjaya sejak sepeninggal Raja Sanna. Rakai Pikatan, yang waktu itu menjadi pangeran Dinasti Sanjaya, menikah dengan Pramodhawardhani (833-856), puteri raja Dinasti Syailendara Samaratungga. Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram, menggantikan Agama Buddha. Rakai Pikatan bahkan mendepak Raja Balaputradewa (putera Samarotungga dan Dewi Tara). Tahun 850, sejarah Dinasti Syailendra berakhir, dimana Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya.
Pada tahun 910, Raja Tulodong mendirikan Candi Prambanan. Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Pada masa ini, ditulis karya sastra Ramayana dalam Bahasa Kawi. Tahun 928, Raja Mpu Sindok memindahkan istana Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur (Medang). Perpindahan ini diduga akibat letusan Gunung Merapi, atau mendapat serangan dari Sriwijaya.
Raja-raja Mataram Hindu :
1. Sanna (732 M).
2. Sanjaya
3. Rakai Panangkaran
4. Rakai Pikatan
5. Rakai Kayuwangi (855-885 M)
6. Dyah Tagwas (885 M)
7. Rakai Panumwangan Dyah Dewendra (885-887 M)
8. Rakai Gurunwangi Dyah Badra (887 M)
9. Rakai Watuhumalang (894-898 M)
10. Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910 M)
11. Daksa (913-919 M)
12. Tulodong (919-924 M)
13. Wawa (924-929 M)
d. Kerajaan Kahuripan
Kahuripan, adalah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Airlangga pada tahun 1019. Kerajaan ini dibangun dari sisa-sisa istana Kerajaan Medang yag telah dihancurkan oleh Sriwijaya pada tahun 1019.
Airlangga adalah putera pasangan Mahendradatta (puteri dari Dinasti Isyana, Medang) dan Udayana (raja Dinasti Warmadewa, Bali). Pada tahun 1006, ketika Airlangga berusia 16 tahun, Sriwijaya mengadakan pembalasan atas Medang. Wurawari (sekutu Sriwijaya) membakar Istana Watugaluh, Dharmawangsa beserta bangsawan tewas dalam serangan itu. Airlangga berhasil melarikan diri ke hutan.
Setelah beberapa tahun berada di hutan, akhirnya pada tahun 1019, Airlangga berhasil mempersatukan wilayah kerajaan Medang yang telah pecah, membangun kembali kerajaan, dan berdamai dengan Sriwijaya. Kerajaan baru ini dikenal dengan Kerajaan Kahuripan, yang wilayahnya membentang dari Pasuruan di timur hingga Madiun di barat. Airlangga memperluas wilayah kerajaan hingga ke Jawa Tengah dan Bali. Pada tahun 1025, Airlangga memperluas kekuasaan dan pengaruh Kahuripan seiring dengan melemahnya Sriwijaya. Pantai utara Jawa, terutama Surabaya dan Tuban, menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya.
Di bawah pemerintahan Airlangga, seni sastra berkembang. Tahun 1035, Mpu Kanwa menggubah kitab Arjuna Wiwaha, yang diadaptasi dari epik Mahabharata. Kitab tersebut menceritakan Arjuna, inkarnasi Wisnu yang tak lain adalah kiasan Airlangga sendiri. Kisah Airlangga digambarkan dalam Candi Belahan di lereng Gunung Penanggungan.
Pada akhir hayatnya, Airlangga berhadapan dengan masalah suksesi. Pewarisnya, Sanggramawijaya, memilih menjadi pertapa ketimbang menjadi suksesor Airlangga. Pada tahun 1045, Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk dua puteranya: Janggala dan Kadiri. Airlangga sendiri menjadi pertapa, dan meninggal tahun 1049.
e. Kerajaan kediri
Kadiri, adalah salah satu dari dua kerajaan pecahan Kahuripan pada tahun 1049 (satu lainnya adalah Janggala), yang dipecah oleh Airlangga untuk dua puteranya. Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk menghindari perselisihan dua puteranya, dan ia sendiri turun tahta menjadi pertapa. Wilayah Kerajaan Kadiri adalah bagian selatan Kerajaan Kahuripan.
Tak banyak yang diketahui peristiwa di masa-masa awal Kerajaan Kadiri. Raja Kameswara (1116-1136) menikah dengan Dewi Kirana, puteri Kerajaan Janggala. Dengan demikian, berakhirlah Janggala kembali dipersatukan dengan Kadiri. Kadiri menjadi kerajaan yang cukup kuat di Jawa. Pada masa ini, ditulis kitab Kakawin Smaradahana, yang dikenal dalam kesusastraan Jawa dengan cerita Panji.
Raja terkenal Kadiri adalah Jayabaya (1135-1159). Jayabaya di kemudian hari dikenal sebagai “peramal” Indonesia masa depan. Pada masa kekuasaannya, Kadiri memperluas wilayahnya hingga ke pantai Kalimantan. Pada masa ini pula, Ternate menjadi kerajaan subordinat di bawah Kadiri. Waktu itu Kadiri memiliki armada laut yang cukup tangguh. Beliau juga terkenal karena telah memerintahan penggubahan Kakawin Bharatayuddha.
Raja terakhir Kadiri adalah Kertajaya, (1185-1222). Kertajaya dikenal sebagai raja yang kejam, bahkan meminta rakyat untuk menyembahnya. Ini ditentang oleh para Brahmana. Sementara itu, di Tumapel (wilayah bawahan Kadiri di daerah Malang) terjadi gejolak politik: Ken Arok membunuh penguasa Tumapel Tunggul Ametung dan mendirikan Kerajaan Singasari. Ken Arok kemudian memanfaatkan situasi politik di Kadiri, ia beraliansi dengan Brahmana, dan lalu menghancurkan Kadiri. Dengan meninggalnya Kertajaya, Kadiri menjadi wilayah Kerajaan Singasari.
f. Kerajaan Singasari
Singasari, adalah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Pusat kerajaan ini berada di daerah Tumapel (sekarang di wilayah Malang).
Tumapel merupakan daerah di bawah wilayah Kerajaan Kadiri. Penguasa Tumapel waktu itu Tunggul Ametung, yang memiliki istri bernama Ken Dedes. Ken Arok, seorang rakyat jelata yang kemudian menjadi prajurit Tunggul Ametung, berikeinginan untuk menguasai Tumapel.
Ken Arok kemudian membunuh Tunggul Ametung dengan keris yang dipesan dari Mpu Gandring. Ken Arok kemudian menjadi pengganti suksesor Tunggul Ametung dengan dukungan rakyat Tumapel. Ken Dedes pun menjadi istri Ken Arok. Ia dimahkotai dengan gelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabumi. Tak lama kemudian, Ken Dedes melahirkan puteranya hasil perkawinannya dengan Tunggul Ametung, yang diberi nama Anusapati. Dari selir bernama Ken Umang, Ken Arok memiliki anak bernama Tohjaya.
Langkah selanjutnya adalah penyerbuan ke pusat Kerajaan Kadiri. Ken Arok memanfaatkan situasi politik Kadiri yang kurang kondusif waktu itu, dan beraliansi dengan para brahmana. Raja Kadiri Kertajaya akhirnya dapat dikalahkan pada tahun 1222, dan sejak Kadiri menjadi bagian dari wilayah Singasari.
Kitab Pararaton mengisahkan pertempuran berdarah yang terjadi pada keturunan Ken Arok. Anusapati yang kemudian mengetahui bahwa pembunuh ayahnya (Tunggul Ametung) adalah Ken Arok, pada tahun 1227 ia membunuh Ken Arok, dan kemudian menjadi suksesor Kerajaan Singasari.
Anusapati memerintah Singasari selama 20 tahun. Tohjaya, putera Ken Arok dari selir bernama Ken Umang kemudian menuntut balas kematian ayahnya. Tohjaya kemudian membunuh Anusapati pada tahun 1248, dan menjadi raja Singasari.
Tohjaya mendapat banyak tentangan, karena ia hanyalah anak seorang selir yang tidak berhak menduduki singgasana Singasari. Tohjaya hanya memerintah kurang dari setahun, karena tewas dalam sebuah pemberontakan (yang menentang dirinya menjadi raja). Sebagai penggantinya adalah Wisnuwardhana (Ranggawuni), putera Anusapati.
Pada masa kekuasaan Wisnuwardhana, perseteruan antarkeluarga dalam Dinasti Rajasa berakhir dengan rekonsiliasi. Wisnuwardhana memerintah bersama sepupunya, Mahesa Cempaka. (Mahisa Cempaka adalah cucu Ken Arok). Wisnuwardhana memiliki menantu bernama Jayakatwang. Pada tahun 1254, Wisnuwardhana turun tahta dan digantikan oleh puteranya, Kertanagara. Wisnuwardhana meninggal pada tahun 1268.
Kertanagara adalah raja terakhir Singasari (1268-1292). Pada tahun 1275, Kertanagara mengirim utusan ke Melayu, dan patungnya sebagai Amoghapasha didirikan di Jambi (1286). Pada tahun 1284, Kertanagara mengadakan ekspedisi ke Bali, dan sejak itu Bali menjadi wilayah Kerajaan Singasari. Pada tahun 1289, Kubilai Khan (Kekaisaran Mongol) mengirim utusan ke Singasari untuk meminta upeti, namun ditolak dan dipermalukan oleh Kertanagara.
Kekuatan Singasari yang terfokus pada persiapan pasukan untuk mengantisipasi balasan Mongol, membuat lengah pertahanan dalam negeri. Akibatnya kesempatan ini digunakan oleh Jayakatwang memberontak terhadap Singasari. Jayakatwang adalah menantu Wisnuwardhana, yang kurang suka dengan peralihan kekuasaan Singasari ke tangan Kertanagara. Kertanagara akhirnya meninggal ketika mempertahankan istananya (1292). Pertempuran ini digambarkan jelas dalam Prasasti Kudadu yang ditemukan di lereng Gunung Butak, Mojokerto.
Raden Wijaya, menantu Kertanagara, berhasil melarikan diri beserta Aria Wiraraja ke Sumenep (Madura) dan di sana ia merencanakan strategi untuk mendirikan kerajaan baru.
2. Peninggalan Sejarah yang Bercorak Hindu
a. Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.
Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.
Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.
Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan.
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.
b. Prasasti
Prasasti adalah peninggalan sejarah dalam bentuk batu tertulis. Isinya menceritakan tentan raja atau penguasa pada masa pemerintahannya. Prasasti peninggalan kerajaan hindu di Indonesia, antara lain:
1) Prasasti yupa. Yupa adalah nama tiang batu pengikat hewan korban yang dipersembahkan kepada dewa. Prasasti tersebut menggunakan bahasa sansekerta dan huruf pallawa. Prasasti ini ditemukan di kutai.
2) Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor
3) Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batu-tumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadira-jaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintah-annya.
4) Prasasti Munjul atau Prasasti Cidanghiang, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.
5) Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor, berisi gambar telapak kaki raja purnawarman.
6) Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor
7) Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor
3. Kerajaan Majapahit dan Peranan Gajahmada dalam Upaya Menyatukan Nusantara
Majapahit adalah suatu kerajaan yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M dan berpusat di pulau Jawa bagian timur. Kerajaan ini pernah menguasai sebagian besar pulau Jawa, Madura, Bali, dan banyak wilayah lain di Nusantara.
Didirikan tahun 1294 oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari.
Pendiri Majapahit, Kertarajasa yang dikenal dengan nama lain raden wijaya, anak menantu penguasa Singasari. Sesudah Singasari mengusir Srivijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, kekuasaan Singasari yang naik menjadi perhatian Kubilai Khan di China dan dia mengirim duta yang menuntut upeti.
Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan ketika dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Majapahit menaklukkan hampir seluruh Nusantara dan melebarkan sayapnya hingga ke seluruh Asia Tenggara. Pada masa ini daerah Malang tidak lagi menjadi pusat kekuasaan karena diduga telah pindah ke daerah Nganjuk. Menurut para ahli di Malang ditempatkan seorang penguasa yang disebut Raja pula.
Beberapa tahun sesudah kematian Gajah Mada, angkatan laut Majapahit menduduki Palembang, menaklukkan daerah terakhir kerajaan Sriwijaya. Walaupun penguasa Majapahit melebarkan kekuasaan mereka di tanah seberang di seluruh Nusantara dan membinasakan kerajaan-kerajaan tetangga, fokus mereka kelihatannya hanya untuk menguasai dan memonopoli perdagangan komersial antar pulau.
Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama mulai memasuki Nusantara. Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, tenaga Majapahit berangsur-angsur melemah dan perang suksesi yang mulai dari tahun 1401 dan berlangsung selama empat tahun melemahkan Majapahit. Setelah ini Majapahit ternyata tak dapat menguasai Nusantara lagi. Sebuah kerajaan baru yang berdasarkan agama Islam, yaitu Kesultanan Malaka mulai muncul dan menghancurkan hegemoni Majapahit di Nusantara.
Kehancuran Majapahit diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 1500-an meskipun di Jawa ada sebuah khronogram atau candrasengkala yang berbunyi seperti ini: sirna hilang kretaning bumi. Arti daripada sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi (Majapahit)”.
Penyebab kemunduran majapahit antara lain:
a. Majapahit kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada
b. meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan
c. daerah bawahan mulai melepaskan diri
d. berkembangnya Islam di daerah pesisir
e. serangan pasukan Kediri tahun 1478
Raja-raja Majapahit
a. Kertarajasa Jayawardhana 1294 - 1309
b. Jayanagara 1309 - 1328
c. Tribhuwana Wijayattungga Dewi 1328 - 1350
d. Rajasanagara (Hayam Wuruk) 1350 - 1389
e. Wikramawardhana 1389 - 1429
f. Suhita 1429 - 1447
g. Wijayaparakramawardhana 1447 - 1451
h. Rajasawardhana 1451 - 1453
i. Girindawardhana 1456 - 1466
j. Singhawikramawardhana 1466 - 1478
Gajah Mada ialah salah satu Patih, kemudian Mahapatih, Majapahit yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Gajah Mada, seorang patih dan bupati Majapahit dari 1331 ke 1364, memperluas kekuasaan kekaisaran ke pulau sekitarnya.
Asal usulnya misterius. Tak diketahui kapan dan di mana ia lahir. Ia memulai karirnya di Majapahit sebagai bekel. Karena berhasil menyelamatkan Prabu Jayanegara (1309-1328) dan mengatasi Pemberontakan Ra Kuti, ia diangkat sebagai Patih Kahuripan pada 1319. Dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih Kediri.
Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui. Ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Sadeng. Sadengpun akhirnya takluk. Patih Gajah Mada diangkat sebagai patih di Majapahit (1334).
Pada waktu pengangkatannya ia mengucapkan Sumpah Palapa, yakni ia baru akan menikmati palapa atau rempah-rempah yang diartikan kenikmatan duniawi jika telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat di Pararaton berikut:
“Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada : Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa “
“Gajah Mada sang Maha Patih tak akan menikmati palapa, berkata Gajah Mada “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tajungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa.”
Walaupun ada sejumlah atau bahkan banyak orang yang meragukan sumpahnya, Patih Gajah Mada memang hampir berhasil menaklukkan dan mempersatukan Nusantara. Bedahulu (Bali) dan Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Sriwijaya), Tamiang, Samudra Pasai, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra) telah ditaklukkan. Lalu Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kandangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.
Di zaman Prabu Hayam Wuruk (1350-1389), Patih Gajah Mada mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.
Karir politiknya mulai merosot akibat Perang Bubat (1357). Dalam Kidung Sunda diceritakan bahwa hal ini bermula pada saat Prabu Hayam Wuruk hendak mengangkat Dyah Pitaloka putri Sunda sebagai permaisuri, sedangkan Patih Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak kerajaan Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat. Dyah Pitaloka sendiri bunuh diri setelah ayahanda beserta seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran.
Akibat peristiwa itu, Patih Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya dan ia diberi pesanggrahan “Madakaripura” di Tongas, Probolinggo. Namun pada 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih, hanya saja ia memerintah dari Madakaripura.
Pada 1364, Gajah Mada menghilang secara misterius dan tidak pernah muncul lagi.
1. Daftar Peninggalan-Peninggalan Sejarah yang Bercorak Hindu di Indonesia
a. Kerajaan Kutai
Ditinjau dari sejarah Indonesia kuno, Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti yang ditulis di atas yupa (tugu batu) yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf Pallawa. Berdasarkan paleografinya, tulisan tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-5 Masehi.
Dari prasasti tersebut dapat diketahui adanya sebuah kerajaan di bawah kepemimpinan Sang Raja Mulawarman, putera dari Raja Aswawarman, cucu dari Maharaja Kudungga. Kerajaan yang diperintah oleh Mulawarman ini bernama Kerajaan Kutai Martadipura, dan berlokasi di seberang kota Muara Kaman.
Kerajaan Kutai atau Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga. Diduga ia belum menganut agama Hindu. Namun putranya, yang kelak menjadi penggantinya, Mulawarman, telah menganut Hindu.
Dalam prasasti Yupa disebutkan bahwa Kudungga lah pendiri kerajaan ini, sehingga ia disebut wamsakarta. Ia memiliki 3 orang putra, salah satunya bernama Mulawarman. Mulawarman inilah raja termasyur yang pernah menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Untuk memperingati hal itu, para brahmana mencatatnya dalam prasasti Yupa.
Pada abad ke-16, kerajaan Hindu tertua di nusantara ini takluk dari Kerajaan Kutai Kartanegara. Dalam peperangan tersebut, Raja Kutai Martadipura terakhir yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.
Nama-Nama Raja Kutai
1. Maharaja Mulawarman Nala Dewa
2. Maharaja Sri Aswawarman
3. Maharaja Marawijaya Warman
4. Maharaja Gajayana Warman
5. Maharaja Tungga Warman
6. Maharaja Jayanaga Warman
7. Maharaja Nalasinga Warman
8. Maharaja Nala Parana Tungga
9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
10. Maharaja Indra Warman Dewa
11. Maharaja Sangga Warman Dewa
12. Maharaja Singa Wargala Warman Dewa
13. Maharaja Candrawarman
14. Maharaja Prabu Mula Tungga Dewa
15. Maharaja Nala Indra Dewa
16. Maharaja Indra Mulya Warman Dewa
17. Maharaja Sri Langka Dewa
18. Maharaja Guna Parana Dewa
19. Maharaja Wijaya Warman
20. Maharaja Indra Mulya
21. Maharaja Sri Aji Dewa
22. Maharaja Mulia Putra
23. Maharaja Nala Pandita
24. Maharaja Indra Paruta
25. Maharaja Dharma Seti
b. Kerajaan Tarumanegara
Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M, yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang diketahui. Dalam catatan, kerajaan Tarumanagara adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.
Tarumanegara didirikan oleh Rajadiraja Guru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga.
Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Dinamainya kota itu Sundapura—pertama kalinya nama “Sunda” digunakan. Pada tahun 417, ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 - 561 M) Raja Tarumanagara ke-7. Pustaka Jawadwipa, parwa I, sarga 1 memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.
Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda?
Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 - 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam.
Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara, yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota Perak), yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII).
Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara, maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.
Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M.
Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.
Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.
Raja-raja Tarumanagara
1. Jayasingawarman 358-382
2. Dharmayawarman 382-395
3. Purnawarman 395-434
4. Wisnuwarman 434-455
5. Indrawarman 455-515
6. Candrawarman 515-535
7. Suryawarman 535-561
8. Kertawarman 561-628
9. Sudhawarman 628-639
10. Hariwangsawarman 639-640
11. Nagajayawarman 640-666
12. Linggawarman 666-669
c. Kerajaan mataram
Kerajaan Mataram Hindu didirikan pada tahun 732 Masehi oleh Sanna. Setelah ia meninggal digantikan keponakannya Sanjaya. Setelah Sanjaya meninggal digantikan oleh putranya Rakai Panangkaran. Sepeninggal Rakai Panangkaran kerajaan ini terpecah jadi dua, yakni wangsa Sanjaya dan wangsa Syailendra, dan disatukan kembali dengan pernikahan Rakai Pikatan dari wangsa Sanjaya dengan Pramodhawardhani dari wangsa Syailendra. Di zamannya Rakai Pikatan membangun candi Borobudur dan candi Prambanan. Kerajaan ini runtuh pada tahun 929 M karena dipindahkan Mpu Sendok ke delta sungai Brantas di Jawa Timur.
Mataram Kuno merupakan sebutan untuk dua dinasti, yakni Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra, yang berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan. Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu didirikan oleh Sanjaya pada tahun 732. Beberapa saat kemudian, Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha Mahayana didirikan oleh Bhanu pada tahun 752. Kedua dinasti ini berkuasa berdampingan secara damai. Nama Mataram sendiri pertama kali disebut pada prasasti yang ditulis di masa raja Balitung.
Dinasti Syailendra diduga berasal dari daratan Indocina (sekarang Thailand dan Kamboja). Dinasti ini bercorak Budha Mahayana, didirikan oleh Bhanu pada tahun 752. Pada awal era Mataram Kuno, Dinasti Syailendra cukup dominan dibanding Dinasti Sanjaya.
Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812), Syailendra mengadakan ekspedisi perdagangan ke Sriwijaya. Ia juga melakukan perkawinan politik: puteranya, Samaratungga, dinikahkan dengan Dewi Tara, puteri raja Sriwijaya. Pada tahun 790, Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja), kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahuan. Peninggalan terbesar Dinasti Syailendra adalah Candi Borobudur yang selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833).
Tak banyak yang diketahui sejarah Dinasti Sanjaya sejak sepeninggal Raja Sanna. Rakai Pikatan, yang waktu itu menjadi pangeran Dinasti Sanjaya, menikah dengan Pramodhawardhani (833-856), puteri raja Dinasti Syailendara Samaratungga. Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram, menggantikan Agama Buddha. Rakai Pikatan bahkan mendepak Raja Balaputradewa (putera Samarotungga dan Dewi Tara). Tahun 850, sejarah Dinasti Syailendra berakhir, dimana Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya.
Pada tahun 910, Raja Tulodong mendirikan Candi Prambanan. Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Pada masa ini, ditulis karya sastra Ramayana dalam Bahasa Kawi. Tahun 928, Raja Mpu Sindok memindahkan istana Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur (Medang). Perpindahan ini diduga akibat letusan Gunung Merapi, atau mendapat serangan dari Sriwijaya.
Raja-raja Mataram Hindu :
1. Sanna (732 M).
2. Sanjaya
3. Rakai Panangkaran
4. Rakai Pikatan
5. Rakai Kayuwangi (855-885 M)
6. Dyah Tagwas (885 M)
7. Rakai Panumwangan Dyah Dewendra (885-887 M)
8. Rakai Gurunwangi Dyah Badra (887 M)
9. Rakai Watuhumalang (894-898 M)
10. Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910 M)
11. Daksa (913-919 M)
12. Tulodong (919-924 M)
13. Wawa (924-929 M)
d. Kerajaan Kahuripan
Kahuripan, adalah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Airlangga pada tahun 1019. Kerajaan ini dibangun dari sisa-sisa istana Kerajaan Medang yag telah dihancurkan oleh Sriwijaya pada tahun 1019.
Airlangga adalah putera pasangan Mahendradatta (puteri dari Dinasti Isyana, Medang) dan Udayana (raja Dinasti Warmadewa, Bali). Pada tahun 1006, ketika Airlangga berusia 16 tahun, Sriwijaya mengadakan pembalasan atas Medang. Wurawari (sekutu Sriwijaya) membakar Istana Watugaluh, Dharmawangsa beserta bangsawan tewas dalam serangan itu. Airlangga berhasil melarikan diri ke hutan.
Setelah beberapa tahun berada di hutan, akhirnya pada tahun 1019, Airlangga berhasil mempersatukan wilayah kerajaan Medang yang telah pecah, membangun kembali kerajaan, dan berdamai dengan Sriwijaya. Kerajaan baru ini dikenal dengan Kerajaan Kahuripan, yang wilayahnya membentang dari Pasuruan di timur hingga Madiun di barat. Airlangga memperluas wilayah kerajaan hingga ke Jawa Tengah dan Bali. Pada tahun 1025, Airlangga memperluas kekuasaan dan pengaruh Kahuripan seiring dengan melemahnya Sriwijaya. Pantai utara Jawa, terutama Surabaya dan Tuban, menjadi pusat perdagangan yang penting untuk pertama kalinya.
Di bawah pemerintahan Airlangga, seni sastra berkembang. Tahun 1035, Mpu Kanwa menggubah kitab Arjuna Wiwaha, yang diadaptasi dari epik Mahabharata. Kitab tersebut menceritakan Arjuna, inkarnasi Wisnu yang tak lain adalah kiasan Airlangga sendiri. Kisah Airlangga digambarkan dalam Candi Belahan di lereng Gunung Penanggungan.
Pada akhir hayatnya, Airlangga berhadapan dengan masalah suksesi. Pewarisnya, Sanggramawijaya, memilih menjadi pertapa ketimbang menjadi suksesor Airlangga. Pada tahun 1045, Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk dua puteranya: Janggala dan Kadiri. Airlangga sendiri menjadi pertapa, dan meninggal tahun 1049.
e. Kerajaan kediri
Kadiri, adalah salah satu dari dua kerajaan pecahan Kahuripan pada tahun 1049 (satu lainnya adalah Janggala), yang dipecah oleh Airlangga untuk dua puteranya. Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan untuk menghindari perselisihan dua puteranya, dan ia sendiri turun tahta menjadi pertapa. Wilayah Kerajaan Kadiri adalah bagian selatan Kerajaan Kahuripan.
Tak banyak yang diketahui peristiwa di masa-masa awal Kerajaan Kadiri. Raja Kameswara (1116-1136) menikah dengan Dewi Kirana, puteri Kerajaan Janggala. Dengan demikian, berakhirlah Janggala kembali dipersatukan dengan Kadiri. Kadiri menjadi kerajaan yang cukup kuat di Jawa. Pada masa ini, ditulis kitab Kakawin Smaradahana, yang dikenal dalam kesusastraan Jawa dengan cerita Panji.
Raja terkenal Kadiri adalah Jayabaya (1135-1159). Jayabaya di kemudian hari dikenal sebagai “peramal” Indonesia masa depan. Pada masa kekuasaannya, Kadiri memperluas wilayahnya hingga ke pantai Kalimantan. Pada masa ini pula, Ternate menjadi kerajaan subordinat di bawah Kadiri. Waktu itu Kadiri memiliki armada laut yang cukup tangguh. Beliau juga terkenal karena telah memerintahan penggubahan Kakawin Bharatayuddha.
Raja terakhir Kadiri adalah Kertajaya, (1185-1222). Kertajaya dikenal sebagai raja yang kejam, bahkan meminta rakyat untuk menyembahnya. Ini ditentang oleh para Brahmana. Sementara itu, di Tumapel (wilayah bawahan Kadiri di daerah Malang) terjadi gejolak politik: Ken Arok membunuh penguasa Tumapel Tunggul Ametung dan mendirikan Kerajaan Singasari. Ken Arok kemudian memanfaatkan situasi politik di Kadiri, ia beraliansi dengan Brahmana, dan lalu menghancurkan Kadiri. Dengan meninggalnya Kertajaya, Kadiri menjadi wilayah Kerajaan Singasari.
f. Kerajaan Singasari
Singasari, adalah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Pusat kerajaan ini berada di daerah Tumapel (sekarang di wilayah Malang).
Tumapel merupakan daerah di bawah wilayah Kerajaan Kadiri. Penguasa Tumapel waktu itu Tunggul Ametung, yang memiliki istri bernama Ken Dedes. Ken Arok, seorang rakyat jelata yang kemudian menjadi prajurit Tunggul Ametung, berikeinginan untuk menguasai Tumapel.
Ken Arok kemudian membunuh Tunggul Ametung dengan keris yang dipesan dari Mpu Gandring. Ken Arok kemudian menjadi pengganti suksesor Tunggul Ametung dengan dukungan rakyat Tumapel. Ken Dedes pun menjadi istri Ken Arok. Ia dimahkotai dengan gelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabumi. Tak lama kemudian, Ken Dedes melahirkan puteranya hasil perkawinannya dengan Tunggul Ametung, yang diberi nama Anusapati. Dari selir bernama Ken Umang, Ken Arok memiliki anak bernama Tohjaya.
Langkah selanjutnya adalah penyerbuan ke pusat Kerajaan Kadiri. Ken Arok memanfaatkan situasi politik Kadiri yang kurang kondusif waktu itu, dan beraliansi dengan para brahmana. Raja Kadiri Kertajaya akhirnya dapat dikalahkan pada tahun 1222, dan sejak Kadiri menjadi bagian dari wilayah Singasari.
Kitab Pararaton mengisahkan pertempuran berdarah yang terjadi pada keturunan Ken Arok. Anusapati yang kemudian mengetahui bahwa pembunuh ayahnya (Tunggul Ametung) adalah Ken Arok, pada tahun 1227 ia membunuh Ken Arok, dan kemudian menjadi suksesor Kerajaan Singasari.
Anusapati memerintah Singasari selama 20 tahun. Tohjaya, putera Ken Arok dari selir bernama Ken Umang kemudian menuntut balas kematian ayahnya. Tohjaya kemudian membunuh Anusapati pada tahun 1248, dan menjadi raja Singasari.
Tohjaya mendapat banyak tentangan, karena ia hanyalah anak seorang selir yang tidak berhak menduduki singgasana Singasari. Tohjaya hanya memerintah kurang dari setahun, karena tewas dalam sebuah pemberontakan (yang menentang dirinya menjadi raja). Sebagai penggantinya adalah Wisnuwardhana (Ranggawuni), putera Anusapati.
Pada masa kekuasaan Wisnuwardhana, perseteruan antarkeluarga dalam Dinasti Rajasa berakhir dengan rekonsiliasi. Wisnuwardhana memerintah bersama sepupunya, Mahesa Cempaka. (Mahisa Cempaka adalah cucu Ken Arok). Wisnuwardhana memiliki menantu bernama Jayakatwang. Pada tahun 1254, Wisnuwardhana turun tahta dan digantikan oleh puteranya, Kertanagara. Wisnuwardhana meninggal pada tahun 1268.
Kertanagara adalah raja terakhir Singasari (1268-1292). Pada tahun 1275, Kertanagara mengirim utusan ke Melayu, dan patungnya sebagai Amoghapasha didirikan di Jambi (1286). Pada tahun 1284, Kertanagara mengadakan ekspedisi ke Bali, dan sejak itu Bali menjadi wilayah Kerajaan Singasari. Pada tahun 1289, Kubilai Khan (Kekaisaran Mongol) mengirim utusan ke Singasari untuk meminta upeti, namun ditolak dan dipermalukan oleh Kertanagara.
Kekuatan Singasari yang terfokus pada persiapan pasukan untuk mengantisipasi balasan Mongol, membuat lengah pertahanan dalam negeri. Akibatnya kesempatan ini digunakan oleh Jayakatwang memberontak terhadap Singasari. Jayakatwang adalah menantu Wisnuwardhana, yang kurang suka dengan peralihan kekuasaan Singasari ke tangan Kertanagara. Kertanagara akhirnya meninggal ketika mempertahankan istananya (1292). Pertempuran ini digambarkan jelas dalam Prasasti Kudadu yang ditemukan di lereng Gunung Butak, Mojokerto.
Raden Wijaya, menantu Kertanagara, berhasil melarikan diri beserta Aria Wiraraja ke Sumenep (Madura) dan di sana ia merencanakan strategi untuk mendirikan kerajaan baru.
2. Peninggalan Sejarah yang Bercorak Hindu
a. Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.
Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.
Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.
Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan.
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.
b. Prasasti
Prasasti adalah peninggalan sejarah dalam bentuk batu tertulis. Isinya menceritakan tentan raja atau penguasa pada masa pemerintahannya. Prasasti peninggalan kerajaan hindu di Indonesia, antara lain:
1) Prasasti yupa. Yupa adalah nama tiang batu pengikat hewan korban yang dipersembahkan kepada dewa. Prasasti tersebut menggunakan bahasa sansekerta dan huruf pallawa. Prasasti ini ditemukan di kutai.
2) Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor
3) Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batu-tumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadira-jaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintah-annya.
4) Prasasti Munjul atau Prasasti Cidanghiang, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.
5) Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor, berisi gambar telapak kaki raja purnawarman.
6) Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor
7) Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor
3. Kerajaan Majapahit dan Peranan Gajahmada dalam Upaya Menyatukan Nusantara
Majapahit adalah suatu kerajaan yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M dan berpusat di pulau Jawa bagian timur. Kerajaan ini pernah menguasai sebagian besar pulau Jawa, Madura, Bali, dan banyak wilayah lain di Nusantara.
Didirikan tahun 1294 oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari.
Pendiri Majapahit, Kertarajasa yang dikenal dengan nama lain raden wijaya, anak menantu penguasa Singasari. Sesudah Singasari mengusir Srivijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, kekuasaan Singasari yang naik menjadi perhatian Kubilai Khan di China dan dia mengirim duta yang menuntut upeti.
Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan ketika dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Majapahit menaklukkan hampir seluruh Nusantara dan melebarkan sayapnya hingga ke seluruh Asia Tenggara. Pada masa ini daerah Malang tidak lagi menjadi pusat kekuasaan karena diduga telah pindah ke daerah Nganjuk. Menurut para ahli di Malang ditempatkan seorang penguasa yang disebut Raja pula.
Beberapa tahun sesudah kematian Gajah Mada, angkatan laut Majapahit menduduki Palembang, menaklukkan daerah terakhir kerajaan Sriwijaya. Walaupun penguasa Majapahit melebarkan kekuasaan mereka di tanah seberang di seluruh Nusantara dan membinasakan kerajaan-kerajaan tetangga, fokus mereka kelihatannya hanya untuk menguasai dan memonopoli perdagangan komersial antar pulau.
Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama mulai memasuki Nusantara. Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, tenaga Majapahit berangsur-angsur melemah dan perang suksesi yang mulai dari tahun 1401 dan berlangsung selama empat tahun melemahkan Majapahit. Setelah ini Majapahit ternyata tak dapat menguasai Nusantara lagi. Sebuah kerajaan baru yang berdasarkan agama Islam, yaitu Kesultanan Malaka mulai muncul dan menghancurkan hegemoni Majapahit di Nusantara.
Kehancuran Majapahit diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 1500-an meskipun di Jawa ada sebuah khronogram atau candrasengkala yang berbunyi seperti ini: sirna hilang kretaning bumi. Arti daripada sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi (Majapahit)”.
Penyebab kemunduran majapahit antara lain:
a. Majapahit kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada
b. meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan
c. daerah bawahan mulai melepaskan diri
d. berkembangnya Islam di daerah pesisir
e. serangan pasukan Kediri tahun 1478
Raja-raja Majapahit
a. Kertarajasa Jayawardhana 1294 - 1309
b. Jayanagara 1309 - 1328
c. Tribhuwana Wijayattungga Dewi 1328 - 1350
d. Rajasanagara (Hayam Wuruk) 1350 - 1389
e. Wikramawardhana 1389 - 1429
f. Suhita 1429 - 1447
g. Wijayaparakramawardhana 1447 - 1451
h. Rajasawardhana 1451 - 1453
i. Girindawardhana 1456 - 1466
j. Singhawikramawardhana 1466 - 1478
Gajah Mada ialah salah satu Patih, kemudian Mahapatih, Majapahit yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Gajah Mada, seorang patih dan bupati Majapahit dari 1331 ke 1364, memperluas kekuasaan kekaisaran ke pulau sekitarnya.
Asal usulnya misterius. Tak diketahui kapan dan di mana ia lahir. Ia memulai karirnya di Majapahit sebagai bekel. Karena berhasil menyelamatkan Prabu Jayanegara (1309-1328) dan mengatasi Pemberontakan Ra Kuti, ia diangkat sebagai Patih Kahuripan pada 1319. Dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih Kediri.
Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui. Ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Sadeng. Sadengpun akhirnya takluk. Patih Gajah Mada diangkat sebagai patih di Majapahit (1334).
Pada waktu pengangkatannya ia mengucapkan Sumpah Palapa, yakni ia baru akan menikmati palapa atau rempah-rempah yang diartikan kenikmatan duniawi jika telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat di Pararaton berikut:
“Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada : Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa “
“Gajah Mada sang Maha Patih tak akan menikmati palapa, berkata Gajah Mada “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tajungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa.”
Walaupun ada sejumlah atau bahkan banyak orang yang meragukan sumpahnya, Patih Gajah Mada memang hampir berhasil menaklukkan dan mempersatukan Nusantara. Bedahulu (Bali) dan Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Sriwijaya), Tamiang, Samudra Pasai, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra) telah ditaklukkan. Lalu Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kandangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.
Di zaman Prabu Hayam Wuruk (1350-1389), Patih Gajah Mada mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.
Karir politiknya mulai merosot akibat Perang Bubat (1357). Dalam Kidung Sunda diceritakan bahwa hal ini bermula pada saat Prabu Hayam Wuruk hendak mengangkat Dyah Pitaloka putri Sunda sebagai permaisuri, sedangkan Patih Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak kerajaan Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat. Dyah Pitaloka sendiri bunuh diri setelah ayahanda beserta seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran.
Akibat peristiwa itu, Patih Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya dan ia diberi pesanggrahan “Madakaripura” di Tongas, Probolinggo. Namun pada 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih, hanya saja ia memerintah dari Madakaripura.
Pada 1364, Gajah Mada menghilang secara misterius dan tidak pernah muncul lagi.
JENIS-JENIS USAHA DALAM BIDANG EKONOMI
A. Jenis-Jenis Usaha Dalam Bidang Ekonomi
Manusia hidup di dunia memiliki banyak sekali kebutuhan. Kebutuhan tersebut berkembang seiring dengan perkembangan zaman, peradaban, dan teknologi. Kebutuhan manusia, antara lain: kebutuhan untuk makan dan minum, pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan dan rekreasi, dsb.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia melakukan usaha dan bekerja yang terdiri dari pemenuhan barang dan jasa.
1. Jenis Usaha Perekonomian dalam Masyarakat
Jenis usaha perekonomian masayarakat sangatlah beragam. Tahukah kalian beberapa di antaranya? Berikut di bawah ini akan kita pelajari beberapa keegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.
Setiap daerah memiliki potensi untuk berkembang. Akan tetapi, besar kecilnya potensi itu bergantung pula pada sumber daya alam yang dimilikinya, kualitas sumber daya manusia, modal, dan teknologi yang dimilikinya. Potensi ekonomi setiap daerah di Indonesia berbeda-beda.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat di Indonesia pada umunya tergantung dengan keadaan alam yang ada di sekitarnya. Kegiatan ekonomi di pedesaan dan perkotaan pada umumnya berbeda.
Gambar 3.1 Kegiatan perekonomian di pedesaan
Secara garis besar kegiatan ekonomi dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Kegiatan ekonomi di pedesaan
Kondisi alam pedesaan di Indonesia memiliki perbedaan-perbedaan satu sama lainnya, sesuai dengan letak desa itu berada. Ada desa yang berada di dataran rendah, dataran tinggi, di pesisir pantai.
Masyarakat desa yang tinggal di dataran rendah, memiliki tanah yang luas. Hal tersebut menyebabkan penduduk yang tinggal didaerah tersebut kebanyakan bekerja sebagai petani (bercocok tanam).
Desa yang berada di dataran tinggi tidak jauh berbeda, tetapi penduduk yang tinggal di pedesaan tersebut bekerja tidak hanya sebagai petani saja, melainkan juga beternak.
Sedangkan penduduk desa yang tinggal di pesisir pantai kebanyakan bekerja sebagai nelayan.
b. Kegiatan ekonomi di perkotaan
Kondisi alam di perkotaan berbeda dengan kondisi alam di pedesaan pada umumnya. Banyaknya sarana umum yang dibangun membuat masyarakat kota lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik, pegawai kantor, pedagang dan di bidang pelayanan jasa.
Pada umumnya, aktifitas kegiatan ekonomi penduduk Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi fisik lingkungannya, seperti bentuk (relief) permukaan bumi, kesuburan tanah, dan keadaan tata air. Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda aktifitasnya dengan penduduk yang tinggal di dataran rendah dekat pantai.
a. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah pegunungan
Keadalam alam di daerah pegunungan sangat mendukung untuk pengembangan hortikultura, seperti sayur-sayuran, bunga-bungaan, dan beberapa jenis pertanian lainnya. Hal ini karena daerah pegunungan memilik faktor fisik yang menguntungkan, seperti tanah yang relatif subur, dan udara yang sejuk. Kegiatan perekonomian yang banyak dilakukan di daerah pengunungan, antara lain: perkebunan teh, perkebunan kina, peternakan, dan pertanian hortikultura.
b. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah dataran rendah
Kegiatan prekonomian penduduk di dataran rendah umumnya berupa pertanian sawah dan ladang, perikanan, dan sektor industri. Unsur fisik daerah dataran rendah yang mendukung usaha pertanian antara lain tingkat kesuburan tanah, tata air dan suhu udara, serta kelembaban udara yang medukung usaha yang dilakukan penduduk di dataran rendah. Selain itu juga didukung oleh sarana transportasi di daerah dataran rendah sangat mendukung kelancaran arus keluar masuk barang.
c. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah pantai
Kegiatan perkonomian penduduk di daerah pantai pada umumnya di bidang perikanan, baik perikanan tambak maupun perikanan laut. Hanya ada sebagian kecil saja penduduk yang bercocok tanam di daerah pantai. Unsur fisik daerah pantai yang mendukung usaha perekonomian penduduk di dataran pantai, antara lain: keadaan pantai yang landai, keadaan ombak yang kecil, dan aliran air yang lancar.
Barang-barang yang ada di alam ada yang dapat langsung digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Tempat untuk membuat barang tersebut disebut perusahaan.
Wujud perusahaan tidak harus berupa pabrik, tetapi dapat pula berbentuk toko, gudang, kantor, pertanian, perikanan, peternakan, dsb. Wujud perusahaan tersebut sesuai dengan bidang usahanya. Perusahaan itu pun ada yang dikelola pemerintah atau swasta.
Berdasarkan lapangan usaha, jenis usaha perekonomian masyarakat yang terdapat di Indonesia dibedakan menjadi:
a. Agraris (pertanian)
Usaha di bidang agraris adalah kegiatan dengan cara mengolah lahan tanah dan menanaminya dengan tanaman yang berguna bagi manusia. Misalnya, kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan,
Usaha di bidang agraris dapat menghasilkan bahan pangan yang dapat langsung dikonsumsi, misalnya: padi, jagung, sayu-mayur, buah-buahan, daging, dan susu.
Usaha di bidang agraris juga dapat menghasilkan bahan baku industri. Misalnya, tebu untuk produksi gula, kelapa sawit untuk membuat minyak sawit, kopi, teh, kapas, karet, dan kulit hewan. Maksudnya adalah hasil dari kegiatan agraris tersebut tidak bias langsung dikonsumsi oleh manusia melainkan harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi oleh manusia.
b. Indutri
Usaha di bidang industri merupakan kegiatan yang mengolah bahan baku ataupun setengah jadi menjadi barang jadi.
Bahan baku adalah barang yang akan diolah. Sedangkan barang hasil olahaan disebut barang jadi. Misalnya, kulit hewan untuk industi kulit. Barang jadi dari industri kulit tersebut adalah sepatu, tas, ikat pinggang, dll.
c. Ekstraktif (pertambangan)
Usaha ekstraktif adalah jenis usaha yang memungut benda-benda yang tersedia di alam. Jenis usaha ini meliputi pertambangan.
Sepatu, tas kulit merupakan barang Indonesia merupakan negara yang memiliki hasil tambang yang paling banyak memiliki jenisnya. Barang tambang diperoleh dari perut bumi, dengan cara menambang atau menggali perut bumi.
Hasil tambang Indonesia yang utama adalah minyak bumi dan gas bumi. Minyak bumi dan gas merupakan salah satu sumber pemasukan devisa negara kita. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber minyak bumi dan gas yang besar.
Selain minyak bumi negara kita memiliki hasil tambang lain, seperti batu bara, tembaga, timah, besi, emas, perak, tembaga, dan masih banyak lagi hasil tambang yang berda di wilayah negara kita.
d. Perdagangan
Perdagangan adalah kegiatan jual beli barang. Kegiatan perdagangan pada umumnya menggunakan alat tukar berupa uang.
Kita biasa berbelanja untuk memenuhi kebutuhan di toko, warung, pedagang kaki lima, pedagang asongan, pedagang keliling atau pasar.
e. Jasa
Jasa adalah jenis usaha yang tidak menghasilkan benda melainkan memberikan pelayanan kepada masyarakat lain sesuai kebutuhan. kegiatan polisi mengatur lalulintas, guru mengajar di kelas, dokter memeriksa kesehatan pasien, merupakan contoh kegiatan di bidang jasa.
Orang-orang tersebut menjual jasanya untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Apa yang dirasakan tersebut tidak kelihatan karena bukan berupa wujud barang.
Buatlah daftar kegiatan-kegiatan ekonomi apa saja yang terdapat di daerah tempat kalian tinggal!
2. Contoh Usaha yang Dikelola Sendiri dan Kelompok
Setelah kalian mengetahui tentang jenis-jenis usaha perekonomian yang ada dimasyarakat, sekarang kita akan membahas bagaimana usaha perekonomian tersebut dikelola.
Proses pengelolaan usaha perekonomian dapat dilakukan secara perorangan maupun secara kelompok.
a. Usaha yang dikelola perorangan
Perusahaan perorangan adalah suatu usaha yang modalnya dimiliki oleh satu orang atau milik sendiri. Kegiatan usaha perorangan dijalankan sendiri oleh pemiliknya. Bentuk usaha perseorangan misalnya usaha pertanian seperti petani mengelola sendiri lahan pertaniannya, warung, pedagang asongan, tukang cukur, supir, dan banyak lagi usaha yang dikelola oleh perorangan.
Usaha yang dikelola oleh perorangan memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihannya adalah sebagai berikut.
1) Pemilik bebas mengatur usahanya sendiri sesuai dengan keinginnannya.
2) Semua keuntungan dinikamti sendiri.
3) Pemilik bisa mengambil keputusan dengan cepat.
Sedangkan kelemahannya, yaitu:
1) Keterbatasan tenaga dan modal.
2) Perkembangan usaha tidak terjamin.
3) Tanggung jawab dipikul oleh sendiri.
b. Usaha yang dikelola kelompok
Usaha yang dikelola kelompok adalah usaha yang didirikan oleh beberapa orang dan dikelola oleh banyak orang. Usaha yang dikelola oleh banyak orang bergerak di hamper segala jenis usaha yang ada di masyarakat. Misalnya pertanian yang dikelola oleh bersama, usaha perdagangan seperti took yang dikelola banyak orang, dsb.
Bentuk usaha yang dikelola oleh kelompok, antara lain:
1) Firma / perusahaan persekutuan
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh paling sedikit dua orang. Pada umumnya, pendiri firma adalah orang-orang yang sudah saling mengenal satu sama lain dan saling percaya. Biasanya firma didirikan oleh anggotya keluarga atau orang yang berteman akrab.
Maju mundurnya firma dipikul bersama. Setiap anggota firma bisa bertindak atas nama firma, dan tindakan seorang anggota firma ditanggung bersama oleh seluruh anggota.
2) Perseroan terbatas (PT)
Perseroan Terbatas adalah suatu usaha yang modalnya dihimpun dari beberapa orang dengan cara membeli saham. Saham adalah surat berharga tanda turut serta menjadi pemilik perusahaan. Saham memiliki nilai nominal yang ditulis dalam saham. Pemilik saham merupakan pemilik perusahaan.
3) Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan komanditer (CV) didirikan berawal dari perusahaan perseorangan yang berkembang, kemudian perusahaan tersebut mendapat bantuan tambahan modal usaha yang berasal dari orang lain atau pihak luar.
4) Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang didirikan atas dasar usaha bersama dan berasakan kekeluargaan. Modal koperasi berasal dari anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan pokok dibayarkan pada awal menjadi anggota koperasi, sedangkan simpanan wajib dibayarkan setiap bulan.
Tujuan utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat, selain itu juga bertujuan ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.
5) Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara adalah perusahaan yang dibentuk dengan seluruh modalnya berasal dan dimiliki oleh negara. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi kepentingan umum. Badan Usaha Milik Negara terdiri dari berbagai jenis, yaitu:
· Perusahaan jawatan (perjan) adalah perusahaan negara yang didirikan bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan semata-mata mencari keuntungan.
· Perusahaan umum (perum) adalah perusahaan negara yang seluruh modalnya diperoleh dari kekayaan negara. Perusahaan umum selain untuk melayani masyarakat, juga untuk mencari keuntungan. Misalnya Perum Damri.
· Perusahaan perseroan (persero), seiring perkembangan zaman perusahaan jawatan dan perusahaan umum milik negara diubah menjadi perusahaan persero berbentuk perseroan terbatas (PT). Jadi perusahaan perseroan milik negara modalnya belum tentu seluruhnya milik negara, tetapi juga bisa dimiliki oleh masyarakat umum atau swasta. Misalnya PT Telkom, PT PLN, PT Indosat, dll.
Buatlah daftar contoh usaha yang dikelola sendiri dan kelompok yang kalian temui di kotamu, dengan cara meebgisi tabel di bawah ini!
Usaha Kelompok
Firma PT CV Koperasi BUMN
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
....………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
3. Cara Menghargai Kegiatan Setiap Orang dalam Berusaha
Betapa banyak kegiatan ekonomi yang dilakukan di negara Indonesia. Kegiatan yang menghasilkan kebutuhan sehari-hari kita tidak hanya dilakukan oleh indutri besar, tetapi dilakukan pula oleh industri kecil.
Dari banyaknya usaha yang dilakukan oleh masyarakat tersebut, kita sebagai bagian dari masyarakat tersebut sudah selayaknya untuk menghargai kegiatan usaha setiap orang tersebut.
Hal tersebut bisa kita lakukan dengan cara membayar dengan uang dan mengucapkan terima kasih setelah kita menggunakan atau hendak menggunakan barang atau jasa seseorang, misal kita membayar untuk mendapatkan beras di pasar, atau membayar ketika kita telah beres dicukur, dsb.
Kegiatan masyarakat di bidang ekonomi sangat banyak dan beragam. Ada yang bekerja di sawah, di kantor, di pabrik, sopir, pedagang, dsb. Semua kegiatan tersebut saling terkait satu sama lainnya.
Kegiatan ekonomi tersebut bisa digolongkan menjadi:
1. Contoh Kegiatan Distribusi
Distribusi merupakan kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen melalui proses jual beli. Barang yang dihasilkan produsen biasa sampai ke konsumen karena adanya kegiatan distribusi. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Kegiatan distribusi dapat berlangsung antar wilayah, antar propinsi, bahkanj dapat berlangsung secara antarnegara. Kegiatan distribusi antarwilayah, misalnya: petani merupakan penghasil makanan pokok umumnya berada di pedesaan, sedangkan pemakainya tidak hanya di desa tetapi juga di kota. Sebaliknya, pabrik tekstil penghasil pakaian pada umumnya berada di daerah perkotaan, sedangkan pemakainya berada di pedesaan juga. Karena adanya saling membutuhkan tersebut, maka barang-barang tersebut perlu disalurkan dan didistribusikan kepada pemakainya masing-masing.
Kegiatan distribusi antarnegara, misalnya negara kita menghasilkan banyak minyak bumi, memerlukan barang elektronik dari negara luar. Sedangkan Jepang banyak menghasilkan barang-barang elektronik tetapi membutuhkan minyak bumi. Karena hal tersebut maka dilakukan kegitan distribusi antarnegara. Atau dengan istilah umum ekspor impor.
Ekspor merupakan kegiatan distribusi dengan mengirimkan barang kita ke luar negeri. Misalnya, ekspor minyak bumi ke Jepang. Sedangkan impor merupakan kegiatan distribusi dengan mendatangkan barang dari luar negeri sesuai dengan yang kita butuhkan. Misalnya impor barang elektronik dari Negara Jepang.
2. Contoh Kegiatan Konsumsi di Indonesia
Kegiatan konsumsi adalah kegiatan memakai atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, orang melakukan kegiatan konsumsi. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.
Contoh kegiatan konsumsi adalah orang perlu makan untuk bisa bertahan hidup, orang perlu pakaian, kita melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan jasa bus, orang sakit perlu dokter untuk mengobatinya, orang butuh televise untuk hiburan dan imformasi, kita perlu bensin untuk menjalankan kendaraan, dsb
Meskipun konsumsi berperan penting dalam kegiatan hidup sehari-hari, bukan berarti kita bersikap boros. Kita perlu malakukan konsumsi dengan cara wajar. Artinya kita menggunakan barang tersebut tidak dengan cara berlebihan, sebab barang yang kita gunakan lama-kelamaan akan habis atau rusak.
Misalnya kita lebih dahulu mementingkan kebutuhan pokok terlebih dahulu seperti membeli makanan, minuman, buku dan pakaian daripada harus mendahulukan barang yang tidak perlu seperti komik, kaset, mainan dll. Atau juga kita menghemat barang-barang menggunakan bahan yang mungkin keberadaanya akan habis bila sering kita pakai, seperti minyak bumi.
Manusia hidup di dunia memiliki banyak sekali kebutuhan. Kebutuhan tersebut berkembang seiring dengan perkembangan zaman, peradaban, dan teknologi. Kebutuhan manusia, antara lain: kebutuhan untuk makan dan minum, pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan dan rekreasi, dsb.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia melakukan usaha dan bekerja yang terdiri dari pemenuhan barang dan jasa.
1. Jenis Usaha Perekonomian dalam Masyarakat
Jenis usaha perekonomian masayarakat sangatlah beragam. Tahukah kalian beberapa di antaranya? Berikut di bawah ini akan kita pelajari beberapa keegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.
Setiap daerah memiliki potensi untuk berkembang. Akan tetapi, besar kecilnya potensi itu bergantung pula pada sumber daya alam yang dimilikinya, kualitas sumber daya manusia, modal, dan teknologi yang dimilikinya. Potensi ekonomi setiap daerah di Indonesia berbeda-beda.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat di Indonesia pada umunya tergantung dengan keadaan alam yang ada di sekitarnya. Kegiatan ekonomi di pedesaan dan perkotaan pada umumnya berbeda.
Gambar 3.1 Kegiatan perekonomian di pedesaan
Secara garis besar kegiatan ekonomi dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Kegiatan ekonomi di pedesaan
Kondisi alam pedesaan di Indonesia memiliki perbedaan-perbedaan satu sama lainnya, sesuai dengan letak desa itu berada. Ada desa yang berada di dataran rendah, dataran tinggi, di pesisir pantai.
Masyarakat desa yang tinggal di dataran rendah, memiliki tanah yang luas. Hal tersebut menyebabkan penduduk yang tinggal didaerah tersebut kebanyakan bekerja sebagai petani (bercocok tanam).
Desa yang berada di dataran tinggi tidak jauh berbeda, tetapi penduduk yang tinggal di pedesaan tersebut bekerja tidak hanya sebagai petani saja, melainkan juga beternak.
Sedangkan penduduk desa yang tinggal di pesisir pantai kebanyakan bekerja sebagai nelayan.
b. Kegiatan ekonomi di perkotaan
Kondisi alam di perkotaan berbeda dengan kondisi alam di pedesaan pada umumnya. Banyaknya sarana umum yang dibangun membuat masyarakat kota lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik, pegawai kantor, pedagang dan di bidang pelayanan jasa.
Pada umumnya, aktifitas kegiatan ekonomi penduduk Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi fisik lingkungannya, seperti bentuk (relief) permukaan bumi, kesuburan tanah, dan keadaan tata air. Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda aktifitasnya dengan penduduk yang tinggal di dataran rendah dekat pantai.
a. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah pegunungan
Keadalam alam di daerah pegunungan sangat mendukung untuk pengembangan hortikultura, seperti sayur-sayuran, bunga-bungaan, dan beberapa jenis pertanian lainnya. Hal ini karena daerah pegunungan memilik faktor fisik yang menguntungkan, seperti tanah yang relatif subur, dan udara yang sejuk. Kegiatan perekonomian yang banyak dilakukan di daerah pengunungan, antara lain: perkebunan teh, perkebunan kina, peternakan, dan pertanian hortikultura.
b. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah dataran rendah
Kegiatan prekonomian penduduk di dataran rendah umumnya berupa pertanian sawah dan ladang, perikanan, dan sektor industri. Unsur fisik daerah dataran rendah yang mendukung usaha pertanian antara lain tingkat kesuburan tanah, tata air dan suhu udara, serta kelembaban udara yang medukung usaha yang dilakukan penduduk di dataran rendah. Selain itu juga didukung oleh sarana transportasi di daerah dataran rendah sangat mendukung kelancaran arus keluar masuk barang.
c. Kegiatan ekonomi penduduk di daerah pantai
Kegiatan perkonomian penduduk di daerah pantai pada umumnya di bidang perikanan, baik perikanan tambak maupun perikanan laut. Hanya ada sebagian kecil saja penduduk yang bercocok tanam di daerah pantai. Unsur fisik daerah pantai yang mendukung usaha perekonomian penduduk di dataran pantai, antara lain: keadaan pantai yang landai, keadaan ombak yang kecil, dan aliran air yang lancar.
Barang-barang yang ada di alam ada yang dapat langsung digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Tempat untuk membuat barang tersebut disebut perusahaan.
Wujud perusahaan tidak harus berupa pabrik, tetapi dapat pula berbentuk toko, gudang, kantor, pertanian, perikanan, peternakan, dsb. Wujud perusahaan tersebut sesuai dengan bidang usahanya. Perusahaan itu pun ada yang dikelola pemerintah atau swasta.
Berdasarkan lapangan usaha, jenis usaha perekonomian masyarakat yang terdapat di Indonesia dibedakan menjadi:
a. Agraris (pertanian)
Usaha di bidang agraris adalah kegiatan dengan cara mengolah lahan tanah dan menanaminya dengan tanaman yang berguna bagi manusia. Misalnya, kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan,
Usaha di bidang agraris dapat menghasilkan bahan pangan yang dapat langsung dikonsumsi, misalnya: padi, jagung, sayu-mayur, buah-buahan, daging, dan susu.
Usaha di bidang agraris juga dapat menghasilkan bahan baku industri. Misalnya, tebu untuk produksi gula, kelapa sawit untuk membuat minyak sawit, kopi, teh, kapas, karet, dan kulit hewan. Maksudnya adalah hasil dari kegiatan agraris tersebut tidak bias langsung dikonsumsi oleh manusia melainkan harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi oleh manusia.
b. Indutri
Usaha di bidang industri merupakan kegiatan yang mengolah bahan baku ataupun setengah jadi menjadi barang jadi.
Bahan baku adalah barang yang akan diolah. Sedangkan barang hasil olahaan disebut barang jadi. Misalnya, kulit hewan untuk industi kulit. Barang jadi dari industri kulit tersebut adalah sepatu, tas, ikat pinggang, dll.
c. Ekstraktif (pertambangan)
Usaha ekstraktif adalah jenis usaha yang memungut benda-benda yang tersedia di alam. Jenis usaha ini meliputi pertambangan.
Sepatu, tas kulit merupakan barang Indonesia merupakan negara yang memiliki hasil tambang yang paling banyak memiliki jenisnya. Barang tambang diperoleh dari perut bumi, dengan cara menambang atau menggali perut bumi.
Hasil tambang Indonesia yang utama adalah minyak bumi dan gas bumi. Minyak bumi dan gas merupakan salah satu sumber pemasukan devisa negara kita. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber minyak bumi dan gas yang besar.
Selain minyak bumi negara kita memiliki hasil tambang lain, seperti batu bara, tembaga, timah, besi, emas, perak, tembaga, dan masih banyak lagi hasil tambang yang berda di wilayah negara kita.
d. Perdagangan
Perdagangan adalah kegiatan jual beli barang. Kegiatan perdagangan pada umumnya menggunakan alat tukar berupa uang.
Kita biasa berbelanja untuk memenuhi kebutuhan di toko, warung, pedagang kaki lima, pedagang asongan, pedagang keliling atau pasar.
e. Jasa
Jasa adalah jenis usaha yang tidak menghasilkan benda melainkan memberikan pelayanan kepada masyarakat lain sesuai kebutuhan. kegiatan polisi mengatur lalulintas, guru mengajar di kelas, dokter memeriksa kesehatan pasien, merupakan contoh kegiatan di bidang jasa.
Orang-orang tersebut menjual jasanya untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Apa yang dirasakan tersebut tidak kelihatan karena bukan berupa wujud barang.
Buatlah daftar kegiatan-kegiatan ekonomi apa saja yang terdapat di daerah tempat kalian tinggal!
2. Contoh Usaha yang Dikelola Sendiri dan Kelompok
Setelah kalian mengetahui tentang jenis-jenis usaha perekonomian yang ada dimasyarakat, sekarang kita akan membahas bagaimana usaha perekonomian tersebut dikelola.
Proses pengelolaan usaha perekonomian dapat dilakukan secara perorangan maupun secara kelompok.
a. Usaha yang dikelola perorangan
Perusahaan perorangan adalah suatu usaha yang modalnya dimiliki oleh satu orang atau milik sendiri. Kegiatan usaha perorangan dijalankan sendiri oleh pemiliknya. Bentuk usaha perseorangan misalnya usaha pertanian seperti petani mengelola sendiri lahan pertaniannya, warung, pedagang asongan, tukang cukur, supir, dan banyak lagi usaha yang dikelola oleh perorangan.
Usaha yang dikelola oleh perorangan memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihannya adalah sebagai berikut.
1) Pemilik bebas mengatur usahanya sendiri sesuai dengan keinginnannya.
2) Semua keuntungan dinikamti sendiri.
3) Pemilik bisa mengambil keputusan dengan cepat.
Sedangkan kelemahannya, yaitu:
1) Keterbatasan tenaga dan modal.
2) Perkembangan usaha tidak terjamin.
3) Tanggung jawab dipikul oleh sendiri.
b. Usaha yang dikelola kelompok
Usaha yang dikelola kelompok adalah usaha yang didirikan oleh beberapa orang dan dikelola oleh banyak orang. Usaha yang dikelola oleh banyak orang bergerak di hamper segala jenis usaha yang ada di masyarakat. Misalnya pertanian yang dikelola oleh bersama, usaha perdagangan seperti took yang dikelola banyak orang, dsb.
Bentuk usaha yang dikelola oleh kelompok, antara lain:
1) Firma / perusahaan persekutuan
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh paling sedikit dua orang. Pada umumnya, pendiri firma adalah orang-orang yang sudah saling mengenal satu sama lain dan saling percaya. Biasanya firma didirikan oleh anggotya keluarga atau orang yang berteman akrab.
Maju mundurnya firma dipikul bersama. Setiap anggota firma bisa bertindak atas nama firma, dan tindakan seorang anggota firma ditanggung bersama oleh seluruh anggota.
2) Perseroan terbatas (PT)
Perseroan Terbatas adalah suatu usaha yang modalnya dihimpun dari beberapa orang dengan cara membeli saham. Saham adalah surat berharga tanda turut serta menjadi pemilik perusahaan. Saham memiliki nilai nominal yang ditulis dalam saham. Pemilik saham merupakan pemilik perusahaan.
3) Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan komanditer (CV) didirikan berawal dari perusahaan perseorangan yang berkembang, kemudian perusahaan tersebut mendapat bantuan tambahan modal usaha yang berasal dari orang lain atau pihak luar.
4) Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang didirikan atas dasar usaha bersama dan berasakan kekeluargaan. Modal koperasi berasal dari anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan pokok dibayarkan pada awal menjadi anggota koperasi, sedangkan simpanan wajib dibayarkan setiap bulan.
Tujuan utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat, selain itu juga bertujuan ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.
5) Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara adalah perusahaan yang dibentuk dengan seluruh modalnya berasal dan dimiliki oleh negara. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi kepentingan umum. Badan Usaha Milik Negara terdiri dari berbagai jenis, yaitu:
· Perusahaan jawatan (perjan) adalah perusahaan negara yang didirikan bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan semata-mata mencari keuntungan.
· Perusahaan umum (perum) adalah perusahaan negara yang seluruh modalnya diperoleh dari kekayaan negara. Perusahaan umum selain untuk melayani masyarakat, juga untuk mencari keuntungan. Misalnya Perum Damri.
· Perusahaan perseroan (persero), seiring perkembangan zaman perusahaan jawatan dan perusahaan umum milik negara diubah menjadi perusahaan persero berbentuk perseroan terbatas (PT). Jadi perusahaan perseroan milik negara modalnya belum tentu seluruhnya milik negara, tetapi juga bisa dimiliki oleh masyarakat umum atau swasta. Misalnya PT Telkom, PT PLN, PT Indosat, dll.
Buatlah daftar contoh usaha yang dikelola sendiri dan kelompok yang kalian temui di kotamu, dengan cara meebgisi tabel di bawah ini!
Usaha Kelompok
Firma PT CV Koperasi BUMN
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
....………….... …….. …….. …….. …….. ……..
…………….... …….. …….. …….. …….. ……..
3. Cara Menghargai Kegiatan Setiap Orang dalam Berusaha
Betapa banyak kegiatan ekonomi yang dilakukan di negara Indonesia. Kegiatan yang menghasilkan kebutuhan sehari-hari kita tidak hanya dilakukan oleh indutri besar, tetapi dilakukan pula oleh industri kecil.
Dari banyaknya usaha yang dilakukan oleh masyarakat tersebut, kita sebagai bagian dari masyarakat tersebut sudah selayaknya untuk menghargai kegiatan usaha setiap orang tersebut.
Hal tersebut bisa kita lakukan dengan cara membayar dengan uang dan mengucapkan terima kasih setelah kita menggunakan atau hendak menggunakan barang atau jasa seseorang, misal kita membayar untuk mendapatkan beras di pasar, atau membayar ketika kita telah beres dicukur, dsb.
Kegiatan masyarakat di bidang ekonomi sangat banyak dan beragam. Ada yang bekerja di sawah, di kantor, di pabrik, sopir, pedagang, dsb. Semua kegiatan tersebut saling terkait satu sama lainnya.
Kegiatan ekonomi tersebut bisa digolongkan menjadi:
1. Contoh Kegiatan Distribusi
Distribusi merupakan kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen melalui proses jual beli. Barang yang dihasilkan produsen biasa sampai ke konsumen karena adanya kegiatan distribusi. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Kegiatan distribusi dapat berlangsung antar wilayah, antar propinsi, bahkanj dapat berlangsung secara antarnegara. Kegiatan distribusi antarwilayah, misalnya: petani merupakan penghasil makanan pokok umumnya berada di pedesaan, sedangkan pemakainya tidak hanya di desa tetapi juga di kota. Sebaliknya, pabrik tekstil penghasil pakaian pada umumnya berada di daerah perkotaan, sedangkan pemakainya berada di pedesaan juga. Karena adanya saling membutuhkan tersebut, maka barang-barang tersebut perlu disalurkan dan didistribusikan kepada pemakainya masing-masing.
Kegiatan distribusi antarnegara, misalnya negara kita menghasilkan banyak minyak bumi, memerlukan barang elektronik dari negara luar. Sedangkan Jepang banyak menghasilkan barang-barang elektronik tetapi membutuhkan minyak bumi. Karena hal tersebut maka dilakukan kegitan distribusi antarnegara. Atau dengan istilah umum ekspor impor.
Ekspor merupakan kegiatan distribusi dengan mengirimkan barang kita ke luar negeri. Misalnya, ekspor minyak bumi ke Jepang. Sedangkan impor merupakan kegiatan distribusi dengan mendatangkan barang dari luar negeri sesuai dengan yang kita butuhkan. Misalnya impor barang elektronik dari Negara Jepang.
2. Contoh Kegiatan Konsumsi di Indonesia
Kegiatan konsumsi adalah kegiatan memakai atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, orang melakukan kegiatan konsumsi. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.
Contoh kegiatan konsumsi adalah orang perlu makan untuk bisa bertahan hidup, orang perlu pakaian, kita melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan jasa bus, orang sakit perlu dokter untuk mengobatinya, orang butuh televise untuk hiburan dan imformasi, kita perlu bensin untuk menjalankan kendaraan, dsb
Meskipun konsumsi berperan penting dalam kegiatan hidup sehari-hari, bukan berarti kita bersikap boros. Kita perlu malakukan konsumsi dengan cara wajar. Artinya kita menggunakan barang tersebut tidak dengan cara berlebihan, sebab barang yang kita gunakan lama-kelamaan akan habis atau rusak.
Misalnya kita lebih dahulu mementingkan kebutuhan pokok terlebih dahulu seperti membeli makanan, minuman, buku dan pakaian daripada harus mendahulukan barang yang tidak perlu seperti komik, kaset, mainan dll. Atau juga kita menghemat barang-barang menggunakan bahan yang mungkin keberadaanya akan habis bila sering kita pakai, seperti minyak bumi.
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH
Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat tentunya mempunyai pemerintahan. Bagaimana pemerintahan yang dilaksanakan di Indonesia? Siapa pemegang kekuasaan pemerintahan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan materi sistem pemerintahan berikut ini.
Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik. Hal itu berarti bahwa bentuk negara Indonesia adalah republik. Di dalam perbincangan setiap hari, kita juga sering mendengar kata pemerintah. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan pemerintah itu?
1. Pengertian Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat
Pemerintah yang dimaksud sebenarnya adalah presiden dibantu wakil presiden dan para menteri. Hal itu sesuai dengan Pasal 4 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa
Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.
Selain itu, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pemerintah adalah semua alat negara termasuk DPR. Jadi, dapat dikatakan bahwa pemerintah Indonesia adalah semua aparat negara termasuk lembaga tinggi negara, seperti MPR, DPR, DPA, BPK, dan MA, Alasannya, semua lembaga tinggi dan ter-tinggi negara itu membantu jalannya pemerintahan di Indonesia.
Di Indonesia, presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan tertinggi. Dalam menjalankan pemerintahanya presiden dibantu oleh seorang wakil presiden dan beberapa orang menteri. Menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden, sehingga dalam menjalankan tugasnya menteri bertanggung jawab kepada presiden.
Presiden bersama para pembantunya termasuk lembaga tinggi dan tertinggi negara berada di ibu kota negara. Oleh karena itu, mereka disebut juga pemerintah pusat. Pemerintah pusat, adalah Perangkat Negara Kesatuan RI yang terdiri dari Presiden dibantu oleh Wakil Presiden dan para menteri bersama-sama dengan lembaga-lambaga penyelenggara pemerintahan negara yang merupakan aparatur pemerintah.
Kewenangan pemerintah pusat mencakup kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan dan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan lainnya, seperti: kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro, pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi strategis, konservasi dan standardisasi nasional.
Di sisi lain, negara Indonesia ini sangat luas, sehingga tidak mungkin semua urusan ditangani pemerintah pusat. Oleh karena itu, di Indonesia dikenal adanya pemerintahan pusat dan pemerintah daerah. Berdasarkan Pasal 18 UUD 1945 disebutkan adanya pembagian pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah sebagai berikut.
a.. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota. Tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang. Peraturan perundang-undangan yang mengaturnya antara lain sebagai berikut.
- Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
- Undang-Undang No.34 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
b. Pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas desentralisasi (otonomi daerah), dekonsentrasl (pelimpahan wewenang dari pejabat pusat kepada pejabat daerah), dan tugas perbantuan. Untuk membentuk daerah otonomi di dalam lingkungan negara Republik Indonesia harus memenuhi persyaratan, seperti:
- kemampuan ekonomi;
- jumlah penduduk;
- luas daerah;
- pertahanan dan keamanan;
- mampu melaksanakan pembangunan;
- mampu menciptakan stabilitas politik dan kesatuan bangsa.
Pelaksanaan otonomi daerah dititikberatkan pada daerah kabupaten dan kota. Alasannya, kedua daerah tersebut paling dekat dan berhubungan langsung dengan masyarakat.
Pemerintahan Daerah, adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. Pemerintahan Daerah dapat berupa:
Pemerintah Daerah Provinsi terdiri atas Gubernur dan Perangkat Daerah, yang meliputi Sekretariat Daerah, Dinas Daerah, dan Lembaga Teknis Daerah.
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota terdiri atas Bupati/Walikota dan Perangkat Daerah, yang meliputi Sekretariat Daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan, dan Kelurahan.
2. Sistem Pemerintahan Demokrasi
Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Menurut Pasal 1 Ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa kedaulalan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang- Undang Dasar. Hal ini berarti bahwa rakyat Indonesia adalah pemegang kekuasaan tertinggi di negara Indonesia. Kekuasaan tertinggi di tangan rakyat atau disebut juga kekuasaan dengan istilah demokrasi.
Berdasarkan UUD 1945, negara Indonesia adalah negara demokrasi. Dalam negara demokrasi, rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi (kedaulatan). Karena jumlah warga negara (rakyat) sekarang ini sangat banyak, kekuasaan itu disalurkan melalui perantaraan wakil-wakil rakyat dalam suatu lembaga pcrwakilan. Lembaga tempat penyaluran suara rakyat itu disebut parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum.
Sistem pemerintahan demokrasi di Indonesia dilaksanakan sesuai dengan kepribadian bangsa, yaitu Pancasila. Demokrasi Pancasila adalah suatu sistem pemerintahan yang dilandasi dan dijiwai oleh sila-sila Pancasila berikut ini:
1. Ketuhanan Yang maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalampermusyawaratan dan perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di dalam demokrasi Pancasila, segala keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Namun, apabila hal itu tidak mungkin dilaksanakan, keputusan diambil bcrdasarkan suara terbanyak.
Sebagai pelaksanaan demokrasi maka pada tahun 2004 diadakan pemilihan umum. Pemilihan umum pada tahun tersebut merupakan pemilihan umum yang cukup penting bagi bangsa Indonesia karena selain memilih wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah, bangsa Indonesia juga memilih presiden dan wakil presiden secara langsung untuk pertama kali. Dalam keadaan normal, Pemilu diadakan setiap lima tahun.
Buatlah kesimpulan apa yang dimaksud dengan demokrasi, kemudian diskusikan bersama tutormu!
3. Tugas dan Tanggung Jawab Pemerintah Terhadap Masyarakat
UUD 1945 yang dijadikan landasan bernegara bangsa Indonesia memuat berbagai hak dan kewajiban, baik yang harus dilaksanakan pemerintah Indonesia maupun oleh rakyat Indonesia.
Sesuai Pembukaan UUD 1945, pemerintah negara Indonesia bertugas melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia yang bertujuan untuk :
1. memajukan kesejahteraan umum;
2. mencerdaskan kehidupan bangsa;
3. mclaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dengan diembannya tugas negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan umum berarti pemerintah harus memberi pclayanan sebaik-baiknya pada rakyatnya. Pelayanan kesejahteraan pada rakyat ini juga ada kaitannya dengan perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM).
Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir. Hak asasi manusia itu merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada hamba-Nya tanpa kecuali. Hak asasi manusia di Indonesia selain dijamin oleh UUD 1945 juga dilindungi oleh :
1. Ketetapan MPR No. XVII Tahun 1998;
2. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999.
Wujud perlindungan HAM berdasarkan Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Pasal 75-99 adalah dibentuknya Komite National Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang. Mereka dipilih oleh DPR dan disahkan oleh presiden.
Berdasarkan UUD 1945, bentuk pelayanan yang dapat diberikan pemerintah kepada rakyatnya, antara lain sebagai berikut.
1. Kewajiban melindungi kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945).
2. Kewajiban menyediakan pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945).
3. Kewajiban melindungi kemerdekaan berserikat dan berkumpul (Pasal 28 UUD 1945).
4. Kewajiban melindungi kemerdekaan memeluk agama (Pasal 29 UUD 1945).
5. Kewajiban memberi kesempatan bela negara (Pasal 30 Ayat 1 UUD 1945).
6. Kewajiban memberi pelayanan pengajaran (Pasal 31 UUD 1945).
7. Kewajiban mengembangkan kebudayaan nasional (Pasal 32 UUD 1945).
8. Kewajiban memberi pelayanan kesejahteraan sosial (Pasal 33 UUD 1945).
Contoh bentuk nyata tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam bidang pendidikan (Pasal 31 UUD 1945) dapat diwujudkan, antara lain:
a. melaksanakan program wajib belajar sembilan tahun;
b. membangun gedung-gedung sekolah;
c. membebaskan biaya pendidikan (SPP);
d. membangun perpustakaan sekolah;
e. menyediakan buku-buku pelajaran
Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat tentunya mempunyai pemerintahan. Bagaimana pemerintahan yang dilaksanakan di Indonesia? Siapa pemegang kekuasaan pemerintahan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan materi sistem pemerintahan berikut ini.
Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik. Hal itu berarti bahwa bentuk negara Indonesia adalah republik. Di dalam perbincangan setiap hari, kita juga sering mendengar kata pemerintah. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan pemerintah itu?
1. Pengertian Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat
Pemerintah yang dimaksud sebenarnya adalah presiden dibantu wakil presiden dan para menteri. Hal itu sesuai dengan Pasal 4 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa
Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.
Selain itu, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pemerintah adalah semua alat negara termasuk DPR. Jadi, dapat dikatakan bahwa pemerintah Indonesia adalah semua aparat negara termasuk lembaga tinggi negara, seperti MPR, DPR, DPA, BPK, dan MA, Alasannya, semua lembaga tinggi dan ter-tinggi negara itu membantu jalannya pemerintahan di Indonesia.
Di Indonesia, presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan tertinggi. Dalam menjalankan pemerintahanya presiden dibantu oleh seorang wakil presiden dan beberapa orang menteri. Menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden, sehingga dalam menjalankan tugasnya menteri bertanggung jawab kepada presiden.
Presiden bersama para pembantunya termasuk lembaga tinggi dan tertinggi negara berada di ibu kota negara. Oleh karena itu, mereka disebut juga pemerintah pusat. Pemerintah pusat, adalah Perangkat Negara Kesatuan RI yang terdiri dari Presiden dibantu oleh Wakil Presiden dan para menteri bersama-sama dengan lembaga-lambaga penyelenggara pemerintahan negara yang merupakan aparatur pemerintah.
Kewenangan pemerintah pusat mencakup kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan dan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan lainnya, seperti: kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro, pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi strategis, konservasi dan standardisasi nasional.
Di sisi lain, negara Indonesia ini sangat luas, sehingga tidak mungkin semua urusan ditangani pemerintah pusat. Oleh karena itu, di Indonesia dikenal adanya pemerintahan pusat dan pemerintah daerah. Berdasarkan Pasal 18 UUD 1945 disebutkan adanya pembagian pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah sebagai berikut.
a.. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota. Tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang. Peraturan perundang-undangan yang mengaturnya antara lain sebagai berikut.
- Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
- Undang-Undang No.34 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
b. Pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas desentralisasi (otonomi daerah), dekonsentrasl (pelimpahan wewenang dari pejabat pusat kepada pejabat daerah), dan tugas perbantuan. Untuk membentuk daerah otonomi di dalam lingkungan negara Republik Indonesia harus memenuhi persyaratan, seperti:
- kemampuan ekonomi;
- jumlah penduduk;
- luas daerah;
- pertahanan dan keamanan;
- mampu melaksanakan pembangunan;
- mampu menciptakan stabilitas politik dan kesatuan bangsa.
Pelaksanaan otonomi daerah dititikberatkan pada daerah kabupaten dan kota. Alasannya, kedua daerah tersebut paling dekat dan berhubungan langsung dengan masyarakat.
Pemerintahan Daerah, adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. Pemerintahan Daerah dapat berupa:
Pemerintah Daerah Provinsi terdiri atas Gubernur dan Perangkat Daerah, yang meliputi Sekretariat Daerah, Dinas Daerah, dan Lembaga Teknis Daerah.
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota terdiri atas Bupati/Walikota dan Perangkat Daerah, yang meliputi Sekretariat Daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan, dan Kelurahan.
2. Sistem Pemerintahan Demokrasi
Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Menurut Pasal 1 Ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa kedaulalan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang- Undang Dasar. Hal ini berarti bahwa rakyat Indonesia adalah pemegang kekuasaan tertinggi di negara Indonesia. Kekuasaan tertinggi di tangan rakyat atau disebut juga kekuasaan dengan istilah demokrasi.
Berdasarkan UUD 1945, negara Indonesia adalah negara demokrasi. Dalam negara demokrasi, rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi (kedaulatan). Karena jumlah warga negara (rakyat) sekarang ini sangat banyak, kekuasaan itu disalurkan melalui perantaraan wakil-wakil rakyat dalam suatu lembaga pcrwakilan. Lembaga tempat penyaluran suara rakyat itu disebut parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum.
Sistem pemerintahan demokrasi di Indonesia dilaksanakan sesuai dengan kepribadian bangsa, yaitu Pancasila. Demokrasi Pancasila adalah suatu sistem pemerintahan yang dilandasi dan dijiwai oleh sila-sila Pancasila berikut ini:
1. Ketuhanan Yang maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalampermusyawaratan dan perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di dalam demokrasi Pancasila, segala keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Namun, apabila hal itu tidak mungkin dilaksanakan, keputusan diambil bcrdasarkan suara terbanyak.
Sebagai pelaksanaan demokrasi maka pada tahun 2004 diadakan pemilihan umum. Pemilihan umum pada tahun tersebut merupakan pemilihan umum yang cukup penting bagi bangsa Indonesia karena selain memilih wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah, bangsa Indonesia juga memilih presiden dan wakil presiden secara langsung untuk pertama kali. Dalam keadaan normal, Pemilu diadakan setiap lima tahun.
Buatlah kesimpulan apa yang dimaksud dengan demokrasi, kemudian diskusikan bersama tutormu!
3. Tugas dan Tanggung Jawab Pemerintah Terhadap Masyarakat
UUD 1945 yang dijadikan landasan bernegara bangsa Indonesia memuat berbagai hak dan kewajiban, baik yang harus dilaksanakan pemerintah Indonesia maupun oleh rakyat Indonesia.
Sesuai Pembukaan UUD 1945, pemerintah negara Indonesia bertugas melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia yang bertujuan untuk :
1. memajukan kesejahteraan umum;
2. mencerdaskan kehidupan bangsa;
3. mclaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dengan diembannya tugas negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan umum berarti pemerintah harus memberi pclayanan sebaik-baiknya pada rakyatnya. Pelayanan kesejahteraan pada rakyat ini juga ada kaitannya dengan perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM).
Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir. Hak asasi manusia itu merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada hamba-Nya tanpa kecuali. Hak asasi manusia di Indonesia selain dijamin oleh UUD 1945 juga dilindungi oleh :
1. Ketetapan MPR No. XVII Tahun 1998;
2. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999.
Wujud perlindungan HAM berdasarkan Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Pasal 75-99 adalah dibentuknya Komite National Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang. Mereka dipilih oleh DPR dan disahkan oleh presiden.
Berdasarkan UUD 1945, bentuk pelayanan yang dapat diberikan pemerintah kepada rakyatnya, antara lain sebagai berikut.
1. Kewajiban melindungi kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945).
2. Kewajiban menyediakan pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945).
3. Kewajiban melindungi kemerdekaan berserikat dan berkumpul (Pasal 28 UUD 1945).
4. Kewajiban melindungi kemerdekaan memeluk agama (Pasal 29 UUD 1945).
5. Kewajiban memberi kesempatan bela negara (Pasal 30 Ayat 1 UUD 1945).
6. Kewajiban memberi pelayanan pengajaran (Pasal 31 UUD 1945).
7. Kewajiban mengembangkan kebudayaan nasional (Pasal 32 UUD 1945).
8. Kewajiban memberi pelayanan kesejahteraan sosial (Pasal 33 UUD 1945).
Contoh bentuk nyata tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam bidang pendidikan (Pasal 31 UUD 1945) dapat diwujudkan, antara lain:
a. melaksanakan program wajib belajar sembilan tahun;
b. membangun gedung-gedung sekolah;
c. membebaskan biaya pendidikan (SPP);
d. membangun perpustakaan sekolah;
e. menyediakan buku-buku pelajaran
SEBAB DAN AKIBAT PERPINDAHAN PENDUDUK/MIGRASI DI INDONESIA
Sebab dan Akibat Perpindahan Penduduk di Indonesia
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain baik di dalam negeri maupun dari suatu negara ke negara lain untuk menentap baik perorangan, maupun kelompok.
Penyebab terjadinya migrasi adalah:
a. Alasan ekonomi, alasan seseorang untuk pindah tempat ke tempat lain yang utama adalah alasan ekonomi. Seseorang akan pindah tempat karena kesukaran hidup mereka di suatu tempat, yang menyebabkan mreeka ingin pindah ke tempat lain dengan harapan hidup yang lebih baik.
b. Alasan politis, berpindahnya seseorang demi keselamatan dan keamanan hidupnya karena adanya pergolakan politik dalam suatu negara, yang menyebabkan seseorang untuk pindah tempat ke wilayah atau negara lain demi keamanan yang lebih aman.
c. Alasan agama, seseorang pindah karena kurang terjaminnya atau terkekangnya seseorang untuk menjalankan agamanya, sehingga mereka pindah ke tempat lain yang sesuai dengan kehidupan agamanya.
d. Alasan lain, seseorang pindah ke tempat lain karena alasan peperangan, bencana alam, kekeringan yang panjang, menuntut ilmu di tempat lain, dan wabah penyakit.
Migrasi terdiri dari berbagai macam, yaitu migrasi yang terjadi di dalam negeri (nasional) dan migrasi yang terjadi antarnegara (internasional). Jenis migrasi dapat digolongkan sebagai berikut.
a. Migrasi dalam negeri
Migrasi dalam negeri adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain yang terjadi di wilayah dalam negeri. Misalnya perpindahan seseorang dari satu provinsi ke provinsi lain.
Migrasi dalam negeri terdiri dari:
1) Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu pulau yang padat ke pulau lain yang jarang penduduknya, atau dari suatu provinsi yang padat ke provinsi lain yang berpenduduk lebih sedikit didalam negara sendiri.
Transmigrasi terdiri dari:
a) Transmigrasi umum
Transmigrasi umum, yaitu: transmigrasi di mana semua biaya di tangggung pemerintah, baik biaya perjalanan maupun biaya hidup selama satu tahun di daerah transmigrasi. Tiap keluarga diberikan fasilitas rumah, lahan pertanian, bibit, dan tanah seluas 2 hektar.
b) Transmigrasi swakarsa
Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang pembiayaannya sebagian ditanggung sendiri dan sebagian ditanggung pemerintah. Pemerintah memberi tanah 2 hektar dan membiayai perjalanannya.
c) Transmigrasi spontan
Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang biaya seluruhnya ditanggung oleh calon transmigran tersebut. Pemerintah tidak memberi bantuan apa-apa.
d) Transmigrasi bedol desa
Transmigrasi ini adalah transmigrasi yang dilakukan oleh penduduk seluruh desa beserta seluruh pejabat pemerintah desa. Transmigrasi ini dilakukan karena bencana alam, atau wilayah desa tempat tinggal mereka digunakan untuk kepentingan umum, seperti pembuatan waduk.
Transmigrasi di Indonesia dilakukan dengan beberapa tujuan, yaitu:
a) Pemerataan penyebaran penduduk dan pembangunan.
b) Peningkatan kesejahteraan dan standar hidup masyarakat Indonesia.
c) Pemanfaatan sumber daya alam di daerah tujuan transmigrasi.
d) Memperkokoh persatuan dan kesatauan, serta memperkokoh pertahanan dan keamanan Indonesia.
2) Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi terjadi karena beberapa faktor, yaitu:
a) faktor daya tarik kota, yaitu:
(1) lapangan kerja di perkotaan lebih banyak
(2) Fasilitas sosial lebih banyak berada di perkotaan
(3) Upah lebih tinggi
(4) Sarana hiburan dan rekreasi lebih banyak terdapat di perkotaan
(5) Sarana penidikan yang lebih memadai daripada di desa
b) Faktor pendorong dari desa, yaitu:
(1) lahan pertanian di pedesaan semakin sempit,
(2) terbatasnya kesempatan kerja,
(3) upah kerja lebih rendah,
(4) fasilitas hiburan masih kurang, dan
(5) sarana pendidikan dan sosial sangat terbatas.
Tingginya urbanisasi akan membawa dampak negatif bagi kota dan desa yang ditinggalkannya. Dampak tersebut di antaranya:
a) Dampak negatif bagi kota, yaitu:
(1) padatnya jumlah penduduk di perkotaan,
(2) meningkatnya tingkat penganguran di perkotaan akibat banyaknya rendahnya keterampilan penduduk desa yang datang ke kota,
(3) meningkatnya tingkat kriminalitas di perkotaan, akibat banyaknya penggangguran di perkotaaan.
(4) banyaknya terdapat perkampungan kumuh di daerah perkotaan,
b) Dampak negatif bagi desa, yaitu:
a) kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian di pedesaan,
b) terhambatnya pembangunan desa, karena banyaknya sumber daya manusianya yang pindah ke perkotaan,
c) menurunnya produktifitas desa.
Semakin tingginya tingkat urbanisasi di wilayah indonesia menyebabkan pemerintah harus melakukan upaya pemerataan pembangunan sampai ke daerah pedesaaan, serta meyediakan fasilitas-fasilitas umum yang di perlukan oleh masyarakat pedesaaan yang tidak ada di desa. Misalnya : membangun fasilitas pendidikan yang memadai, fasilitas kesehatan, fasilitas hiburan, dan penerangan.
b. Migrasi antarnegara
Migrasi antarnegara adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Adapun bentuk-bentuk migrasi antarnegara, yaitu:
1) Imigrasi
Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari negara lain ke satu negara. Misalnya : penduduk cina yang pindah ke negara kita dan menjadi warga negara Indonesia. Mereka disebut sebagai imigran.
2) Emigrasi
Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Misalnya : penduduk Indonesia yang pindah ke Amerika serikat mereka disebut sebagai emigran.
3) Remigrasi
Remigrasi adalah kembalinya para penduduk ke negara asal setelah pindah ke negara lain. Misalnya: penduduk Indonesia yang pindah ke Singapura kembali ke Indonesia.
Migrasi penduduk mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap jumlah penduduk dan kualitas penduduk, baik bagi daerah yang dituju maupun daerah yang ditinggalkannya. Migrasi memiliki dampak, di antaranya adalah:
1) Dampak positif
a) Kebutuhan tenaga kerja di daerah yang dituju akan terpenuhi.
b) Pemerataan penduduk lambat laun akan tercapai, khususnya melalui program transmigrasi.
c) Meningkatnya kualitas penduduk yang dapat mengembangkan produktifitasnya,
d) Semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat.
2) Dampak negatif
a) Meningkatnya tingkat pengganguran di daerah yang dituju.
b) Terjadinya penurunan kualitas lingkungan di daerah yang dituju, seperti banyaknya perkampungan kumuh.
c) Terjadinya kekurangan tenaga kerja di daerah yang ditinggalkan.
d) Meningkatnya tingkat kriminalitas akibat semakin banyaknya pengganguran.
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain baik di dalam negeri maupun dari suatu negara ke negara lain untuk menentap baik perorangan, maupun kelompok.
Penyebab terjadinya migrasi adalah:
a. Alasan ekonomi, alasan seseorang untuk pindah tempat ke tempat lain yang utama adalah alasan ekonomi. Seseorang akan pindah tempat karena kesukaran hidup mereka di suatu tempat, yang menyebabkan mreeka ingin pindah ke tempat lain dengan harapan hidup yang lebih baik.
b. Alasan politis, berpindahnya seseorang demi keselamatan dan keamanan hidupnya karena adanya pergolakan politik dalam suatu negara, yang menyebabkan seseorang untuk pindah tempat ke wilayah atau negara lain demi keamanan yang lebih aman.
c. Alasan agama, seseorang pindah karena kurang terjaminnya atau terkekangnya seseorang untuk menjalankan agamanya, sehingga mereka pindah ke tempat lain yang sesuai dengan kehidupan agamanya.
d. Alasan lain, seseorang pindah ke tempat lain karena alasan peperangan, bencana alam, kekeringan yang panjang, menuntut ilmu di tempat lain, dan wabah penyakit.
Migrasi terdiri dari berbagai macam, yaitu migrasi yang terjadi di dalam negeri (nasional) dan migrasi yang terjadi antarnegara (internasional). Jenis migrasi dapat digolongkan sebagai berikut.
a. Migrasi dalam negeri
Migrasi dalam negeri adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain yang terjadi di wilayah dalam negeri. Misalnya perpindahan seseorang dari satu provinsi ke provinsi lain.
Migrasi dalam negeri terdiri dari:
1) Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu pulau yang padat ke pulau lain yang jarang penduduknya, atau dari suatu provinsi yang padat ke provinsi lain yang berpenduduk lebih sedikit didalam negara sendiri.
Transmigrasi terdiri dari:
a) Transmigrasi umum
Transmigrasi umum, yaitu: transmigrasi di mana semua biaya di tangggung pemerintah, baik biaya perjalanan maupun biaya hidup selama satu tahun di daerah transmigrasi. Tiap keluarga diberikan fasilitas rumah, lahan pertanian, bibit, dan tanah seluas 2 hektar.
b) Transmigrasi swakarsa
Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang pembiayaannya sebagian ditanggung sendiri dan sebagian ditanggung pemerintah. Pemerintah memberi tanah 2 hektar dan membiayai perjalanannya.
c) Transmigrasi spontan
Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang biaya seluruhnya ditanggung oleh calon transmigran tersebut. Pemerintah tidak memberi bantuan apa-apa.
d) Transmigrasi bedol desa
Transmigrasi ini adalah transmigrasi yang dilakukan oleh penduduk seluruh desa beserta seluruh pejabat pemerintah desa. Transmigrasi ini dilakukan karena bencana alam, atau wilayah desa tempat tinggal mereka digunakan untuk kepentingan umum, seperti pembuatan waduk.
Transmigrasi di Indonesia dilakukan dengan beberapa tujuan, yaitu:
a) Pemerataan penyebaran penduduk dan pembangunan.
b) Peningkatan kesejahteraan dan standar hidup masyarakat Indonesia.
c) Pemanfaatan sumber daya alam di daerah tujuan transmigrasi.
d) Memperkokoh persatuan dan kesatauan, serta memperkokoh pertahanan dan keamanan Indonesia.
2) Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi terjadi karena beberapa faktor, yaitu:
a) faktor daya tarik kota, yaitu:
(1) lapangan kerja di perkotaan lebih banyak
(2) Fasilitas sosial lebih banyak berada di perkotaan
(3) Upah lebih tinggi
(4) Sarana hiburan dan rekreasi lebih banyak terdapat di perkotaan
(5) Sarana penidikan yang lebih memadai daripada di desa
b) Faktor pendorong dari desa, yaitu:
(1) lahan pertanian di pedesaan semakin sempit,
(2) terbatasnya kesempatan kerja,
(3) upah kerja lebih rendah,
(4) fasilitas hiburan masih kurang, dan
(5) sarana pendidikan dan sosial sangat terbatas.
Tingginya urbanisasi akan membawa dampak negatif bagi kota dan desa yang ditinggalkannya. Dampak tersebut di antaranya:
a) Dampak negatif bagi kota, yaitu:
(1) padatnya jumlah penduduk di perkotaan,
(2) meningkatnya tingkat penganguran di perkotaan akibat banyaknya rendahnya keterampilan penduduk desa yang datang ke kota,
(3) meningkatnya tingkat kriminalitas di perkotaan, akibat banyaknya penggangguran di perkotaaan.
(4) banyaknya terdapat perkampungan kumuh di daerah perkotaan,
b) Dampak negatif bagi desa, yaitu:
a) kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian di pedesaan,
b) terhambatnya pembangunan desa, karena banyaknya sumber daya manusianya yang pindah ke perkotaan,
c) menurunnya produktifitas desa.
Semakin tingginya tingkat urbanisasi di wilayah indonesia menyebabkan pemerintah harus melakukan upaya pemerataan pembangunan sampai ke daerah pedesaaan, serta meyediakan fasilitas-fasilitas umum yang di perlukan oleh masyarakat pedesaaan yang tidak ada di desa. Misalnya : membangun fasilitas pendidikan yang memadai, fasilitas kesehatan, fasilitas hiburan, dan penerangan.
b. Migrasi antarnegara
Migrasi antarnegara adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Adapun bentuk-bentuk migrasi antarnegara, yaitu:
1) Imigrasi
Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari negara lain ke satu negara. Misalnya : penduduk cina yang pindah ke negara kita dan menjadi warga negara Indonesia. Mereka disebut sebagai imigran.
2) Emigrasi
Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Misalnya : penduduk Indonesia yang pindah ke Amerika serikat mereka disebut sebagai emigran.
3) Remigrasi
Remigrasi adalah kembalinya para penduduk ke negara asal setelah pindah ke negara lain. Misalnya: penduduk Indonesia yang pindah ke Singapura kembali ke Indonesia.
Migrasi penduduk mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap jumlah penduduk dan kualitas penduduk, baik bagi daerah yang dituju maupun daerah yang ditinggalkannya. Migrasi memiliki dampak, di antaranya adalah:
1) Dampak positif
a) Kebutuhan tenaga kerja di daerah yang dituju akan terpenuhi.
b) Pemerataan penduduk lambat laun akan tercapai, khususnya melalui program transmigrasi.
c) Meningkatnya kualitas penduduk yang dapat mengembangkan produktifitasnya,
d) Semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat.
2) Dampak negatif
a) Meningkatnya tingkat pengganguran di daerah yang dituju.
b) Terjadinya penurunan kualitas lingkungan di daerah yang dituju, seperti banyaknya perkampungan kumuh.
c) Terjadinya kekurangan tenaga kerja di daerah yang ditinggalkan.
d) Meningkatnya tingkat kriminalitas akibat semakin banyaknya pengganguran.
PERMASALAHAN PENDUDUK DI INDONESIA
Permasalahan Penduduk di Indonesia
Jumlah penduduk Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan penduduk terpadat di dunia memiliki permasalahan-permasalahan penduduk, seperti:
- Jumlah penduduk yang tergolong padat, yaitu nomor ke empat di dunia.
- Pertumbuhan penduduk yang cepat yang disebabkan tingginya angka kelahiran.
- Persebaran penduduk yang tidak merata, 68 % penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa.
- Adanya arus urbanisasi tinggi.
- Rendahnya kualitas penduduk dan tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah.
Masalah kualitas penduduk Indonesia, antara lain:
- Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang rendah.
- Tingkat kesehatan masyarakat Indonesia yang masih rendah, kurangnya fasilitas kesehatan di daerah pedesaaan.
- Tingginya tingkat penggangguran, hal ini dikarenakan kurangnya keahlian masyarakat Indonesia.
Beberapa usaha untuk mengatasi permasalahan kependudukan dan lingkungan tersebut, antara lain:
1. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan kelahiran.
2. Meratakan penyebaran penduduk dengan cara mengadakan transmigrasi dan melaksanakan pembangunan yang merata di semua kawasan negara Indonesia baik desa maupun kawasan yang berada di luar pulau Jawa.
3. Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, transportasi, komunikasi dan perumahan.
4. Meningkatkat produk pangan dan hasil produksi pertanian.
5. Untuk mengatasi masalah di bidang kesehatan, adalah pembangunan fasilitas kesehatan di seluruh pelosok tanah air, serta memperbanyak tenaga ahli di bidang kesehatan.
Gambar 2.5 Sekolah, sarana meningkatkan kualitas penduduk Indonesia
6. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, pemerintah mengupayakan pengurangan murid yang putus sekolah. Pemerintah mengeluarkan program wajib belajar 9 tahun bagi masyarakat Indonesia, program orang tua asuh, serta pemberian beasiswa kepada murid yang kurang mampu dan pembangunan fasilitas sekolah di seluruh pelosok indonesia.
7. Untuk meningkatkan peningkatan pendapatan penduduk Indonesia, pemerintah mengadakan program pengentasan kemiskinan dengan memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada msayarakat.
Jumlah penduduk Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan penduduk terpadat di dunia memiliki permasalahan-permasalahan penduduk, seperti:
- Jumlah penduduk yang tergolong padat, yaitu nomor ke empat di dunia.
- Pertumbuhan penduduk yang cepat yang disebabkan tingginya angka kelahiran.
- Persebaran penduduk yang tidak merata, 68 % penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa.
- Adanya arus urbanisasi tinggi.
- Rendahnya kualitas penduduk dan tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah.
Masalah kualitas penduduk Indonesia, antara lain:
- Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang rendah.
- Tingkat kesehatan masyarakat Indonesia yang masih rendah, kurangnya fasilitas kesehatan di daerah pedesaaan.
- Tingginya tingkat penggangguran, hal ini dikarenakan kurangnya keahlian masyarakat Indonesia.
Beberapa usaha untuk mengatasi permasalahan kependudukan dan lingkungan tersebut, antara lain:
1. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan kelahiran.
2. Meratakan penyebaran penduduk dengan cara mengadakan transmigrasi dan melaksanakan pembangunan yang merata di semua kawasan negara Indonesia baik desa maupun kawasan yang berada di luar pulau Jawa.
3. Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, transportasi, komunikasi dan perumahan.
4. Meningkatkat produk pangan dan hasil produksi pertanian.
5. Untuk mengatasi masalah di bidang kesehatan, adalah pembangunan fasilitas kesehatan di seluruh pelosok tanah air, serta memperbanyak tenaga ahli di bidang kesehatan.
Gambar 2.5 Sekolah, sarana meningkatkan kualitas penduduk Indonesia
6. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, pemerintah mengupayakan pengurangan murid yang putus sekolah. Pemerintah mengeluarkan program wajib belajar 9 tahun bagi masyarakat Indonesia, program orang tua asuh, serta pemberian beasiswa kepada murid yang kurang mampu dan pembangunan fasilitas sekolah di seluruh pelosok indonesia.
7. Untuk meningkatkan peningkatan pendapatan penduduk Indonesia, pemerintah mengadakan program pengentasan kemiskinan dengan memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada msayarakat.
PENINGGALAN SEJARAH INDONESIA
Sejarah adalah cerita tentang kehidupan masa lalu. Dengan belajar sejarah kita dapat mengetahui kehidupan manusia masa lampau. Kita bisa mengenali kehidupan manusia melalui peninggalan-peninggalan sejarah yang ditemukan.
Ada beberapa sumber sejarah yakni:
a. Sumber lisan merupakan cerita lisan dari pelaku atau saksi peristiwa sejarah.
b. Sumber tulisan merupakan keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa sejarah.
c. Sumber benda merupakan benda-benda peninggalan masa lalu.
1. Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat
Peninggalan sejarah yang berhasil ditemukan sangat beragam. Ada yang berbentuk fosil, bangunan, peralatan, naskah, dan sebagainya. Peninggalan-peninggalan tersebut menjadi sumber utama untuk mengungkapkan kehidupan masa lalu.
2. Asal Usul Nama Tempat
Negara kita terkenal karena memiliki banyak legenda. Legenda tersebut ada yang berhubungan dengan terjadinya sesuatu, baik tempat maupun kota. Adakah legenda di daerah tempat tinggalmu?
a. Asal Usul Terjadinya Kota Jakarta
Pada abad ke-13 di Jawa Barat terdapat sebuah kerajaan Hindu. Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Pakuan Padjadjaran. Kerajaan itu biasa disebut Kerajaan Sunda. Pusat kerajaannya terletak di daerah Bogor.
Kerajaan Padjadjaran mempunyai enam buah pelabuhan yakni Banten, Cigede, Cimanuk, Tanara, dan Kelapa. Pelabuhan Kelapa terletak di tepi Teluk Jakarta dan sering pula disebut Sunda Kelapa. Pelabuhan Sunda Kelapa lama kelamaan menjadi pelabuhan penting dan sangat strategis.
b. Asal-Usul Nama Yogyakarta
Di pulau Jawa bagian tengah terdapat kesultanan Yogyakarta dan Surakarta. Kedua wilayah itu menjadi satu disebut Mataram dengan ibukota Kertasura. Kertasura terletak kira-kira 10 km sebelah barat Surakarta (Solo). Raja yang memerintah pada saat itu ialah Susuhunan Pakubuwono II. Pada tahun 1742, Kerajaan Mataram jatuh akibat pemberontakan. Raja dan seluruh pasukan melarikan diri ke arah timur yaitu suatu tempat yang dinamakan Surakarta.
Pada tahun 1750 di bawah pimpinan Raden Mas Said yang juga dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa pasukan pemberontak menyerbu Surakarta. Raja Mataram meminta bantuan kolonial Belanda untuk memadamkan pemberontakan Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi. Pemberontakan itu pun berhasil digagalkan.
Pada tahun 1752, pemberontakan terhadap Mataram terulang kembali. Pangeran Mangkubumi berhasil membujuk rakyat dari Madura sampai Banten untuk menolak semua permintaan Belanda.
Pada 15 Februari 1755 terjadi sebuah perjanjian yang disebut perjanjian Gianti. Isinya kerajaan Mataram dibagi dua bagian. Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai raja, dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I. Untuk sementara sultan berkedudukan di Ambar Ketawang.
Para punggawa kerajaan berusaha mencari tempat baru sebagai pusat pemerintahan. Akhirnya tempat baru itu ditemukan yaitu hutan Garjitawati tidak jauh dari Desa Beringin .
Pengeran Mangkubumi dipandang sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam wujud Sri Rama. Dalam wayang, sebelum Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna, ia terlebih dahulu menjelma menjadi Sri Rama yang kerajaannya disebut Ayodya. Oleh karena itu, pantaslah jika kerajaannya disebut Ayodya atau disingkat menjadi Yodya. Setiap penamaan mengandung harapan tertentu.Harapan para pengikutnya adalah agar kerajaan Yodya aman, tenteram, damai, dan sejahtera. Itulah sebabnya nama Yodya ditambah dengan kata karta yang artinya serba baik. Demikianlah, kerajaan itu disebut Yodyakarta. Dalam perkembangannya, orang lebih mudah menyebutnya dengan Yogyakarta.
c. Asal Usul Nama Bandung
Kota Bandung berasal dari kata bendung yaitu terbendungnya sungai Citarum oleh lava gunung tangkuban perahu sehingga terbentuklah telaga Bandung.
Dari cerita orang tua di Bandung, nama Bandung pertama kali dipakai bupati Wiranata Kusuma. Nama bandung diambil dari perahu bandung, sejenis kendaraan air yang terdiri dari dua buah perahu yang diikat berdampingan. Perahu itu digunakan oleh bupati Wiranata Kusuma II melayari sungai citarum ketika mencari tempat sebagai ibukota baru pengganti ibukota lama Dayeuhkolot.
1. Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat
a. Candi
Istilah candi berasal dari salah satu nama Durga (Dewa Maut) yaitu Candika.
Candi itu sebenarnya berfungsi untuk memuliakan orang yang telah meninggal dunia khususnya para raja dan orang-orang terkemuka. Setelah raja mangkat didirikanlah sebuah candi. Azimatnya ditaruh dalam sebuah peti diletakkan dalam dasar candi.
Beberapa candi peninggalan budaya Hindu dan Budha di Indonesia antara lain:
1) Candi Portibi
Brahmana-brahmana Indonesia berlayar ke Sumatera Utara untuk menyebarkan agama Hindu. Salah satu peninggalannya ialah candi Portibi yang terletak di daerah padang Balok gunung Tua di provinsi Sumatera Utara. Candi ini dibangun tahun 1039 pada jaman kerajaan Panai.
2) Candi Muara Takus
Candi Muara Takus terdapat di kabupaten Kampar Provinsi Riau. Candi ini merupakan tempat pemujaan penganut agama Budha Mahayana. Candi ini dibangun pada masa kerajaan Sriwijaya sekitar abad 10 Masehi.
3) Candi Borobudur
Candi Borobudur terdapat di Muntilan kabupaten Magelang. Dibangun di atas bukit dan dikelilingi oleh bukit Menoreh yang membentang dari arah timur ke barat. Gunung Merapi dan gunung Merbabu terletak di sebelah timur, gunung Sumbing dan gunung Sindoro di sebelah barat. Candi Borobudur didirikan tahun 284 Masehi. Seluruh bangunan candi Borobudur memuat banyak relief.
Relief pahatan yang menampilkan perbedaan bentuk dan gambar dari permukaan rata di sekitarnya. Beberapa relief yang terdapat pada dinding candi Borobudur adalah Karmawibhangga terdapat pada bagian kaki, Lalitavistara, Awadhana, dan Jataka.
4) Candi Prambanan
Candi Prambanan dikenal pula sebagai candi Lorojonggrang. Letaknya di kecamatan Prambanan kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Candi Prambanan merupakan bangunan suci bagi pemeluk agama Hindu Siwa. Candi ini didirikan pada abad ke-8 pada masa kerajaan Hindu Mataram.
b. Prasasti
Prasasti sering disebut batu bertulis. Fungsinya adalah mengabadikan peristiwa penting yang dialami raja atau kerajaan.
1) Prasasti Adityawarman
Prasasti ini merupakan peninggalan agama Hindu di Sumatera Barat yang terdapat di daerah Batusangkar.
2) Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun terdapat di tepi sungai Cisadane kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat. Prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara. Pada Prasasti ini terdapat bekas telapak kaki Raja Purnawarman. Peninggalan kerajaan Tarumanegara banyak berupa prasasti antara lain prasasti Jambu, Kebon Kopi, Muara Cianten, dan prasasti Tugu.
3) Prasasti Mulawarman
Prasasti Mulawarman merupakan peninggalan kerajaan Hindu Kutai Kalimantan Timur. Prasasti ini menggunakan huruf palawa dan bahasa sansekerta.
c. Benteng
Benteng-benteng yang ada di Indonesia merupakan peninggalan jaman kolonial yang dibangun sebagai daerah pertahanan.
1) Benteng Marlborough
Benteng ini merupakan peninggalan Inggris yang terletak di provinsi Bengkulu. Benteng disebut juga benteng Raffles karena didirikan pada masa Gubernur Jendral Inggris bernama Raffles pada tahun 1714. Pada masa penjajahan Belanda, Ir. Soekarno pernah ditahan di benteng ini.
2) Benteng Vortdekock
Benteng Vortdekock terdapat di Bukit Tinggi Sumatera Barat. Benteng ini dibangun pada tahun 1825 oleh Kapten Beur, bangsa Belanda. Tujuan dibangunnya benteng ini sebagai pertahanan Belanda dalam perang Padri.
3) Benteng Otanah
Benteng Otanah terdapat di Gorontalo. Benteng ini merupakan tempat perlindungan raja-raja ketika melawan Belanda. Dengan adanya benteng ini menunjukkan bahwa masyarakat Gorontalo khususnya dan Sulawesi Utara pada umumnya gigih menentang penjajahan Belanda.
4) Benteng Vort Rottherdam
Benteng Vort Rottherdam terdapat di Makassar. Benteng ini digunakan sebagai pertahanan Belanda dalam menghadapi perlawanan rakyat Sulawesi Selatan. Sekarang bangunan ini digunakan sebagai museum tempat penyimpanan koleksi peninggalan sejarah Sulawesi Selatan
d. Masjid
Adanya masjid membuktikan bahwa pengaruh Islam sudah ada sejak dahulu. Bangunan masjid merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan Islam. Masjid-masjid ini masih digunakan unutk keperluan ibadah hingga sekarang.
1) Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman terdapat di Banda Aceh. Masjid ini merupakan peninggalan kerajaan Islam Aceh pada masa lalu. Ketika terjadi perang Aceh, masjid raya Baiturrahman dijadikan pusat pertahanan rakyat Aceh.
2) Masjid Raya Medan
Masjid Raya Medan terdapat di kota Medan Sumatera Utara. Masjid ini dibangun oleh Sultan Deli Makmun Al Rassyid Perkasa Alam pada tahun 1906.
3) Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten didirikan pada tahun 1566 oleh Sultan Maulana Yusuf. Beliau adalah putra sulung dari Sultan Maulana Hasanuddin.
4) Masjid Demak
Masjid Demak terletak di kota Demak provinsi Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Walisongo pada masa pemerintahan Raden Fatah sekitar abad ke-16. Di sebelah utara masjid Demak terdapat makam Raden Fatah dan Sultan Trenggono.
5) Masjid Sultan Suriansyah
Agama Islam berkembang pesat pada masa kekuasaan Pangeran Suriansyah yaitu sekitar abad ke-16 di kerajaan Banjar. Beliau mendirikan masjid pertama di Kalimantan sebagai pusat kegiatan agama Islam.
2. Ciri-Ciri Peninggalan Sejarah
Perkembangan sejarah suatu bangsa dapat digolongkan berdasarkan periode atau masa. Begitu juga dengan perkembangan sejarah Indonesia dibagi menjadi beberapa periode. Secara sederhana terdiri dari:
a. Jaman Batu
Pada jaman ini kehidupan manusia masih sangat sederhana. Peralatan yang digunakan kebanyakan dari batu. Misalnya kapak dan peralatan lainnya. Dengan demikian jaman tersebut dinamakan jaman batu.
b. Jaman Logam
Kehidupan manusia mengalami perkembangan. Mereka telah mengenal logam. Logam-logam seperti perunggu, besi, emas, perak berhasil mereka gunakan untuk dijadikan peralatan.
c. Jaman Hindu Budha
Pada masa ini pengaruh Hindu Budha mulai dikenal masyarakat. Pada jaman ini, masyarakat telah mengenal bentuk-bentuk kerajaan dan sistem pemerintahan. Sisa-sisa peninggalan Hindu Budha masih dapat disaksikan hingga sekarang. Misalnya, candi dan prasasti.
d. Jaman Islam
Pada masa ini pengaruh Islam dapat dirasakan di seluruh kalangan masyarakat. Kehidupan masyarakat mulai menggunakan cara-cara Islam. Ciri khas peninggalan masa pengaruh Islam antara lain bangunan masjid.
e. Jaman Kolonial
Kedatangan bangsa kolonial Eropa dan Jepang telah meninggalkan pengaruh pada masyarakat Indonesia . Misalnya bahasa, pakaian, dan pendidikan banyak meniru budaya kolonial. Bangunan benteng pun merupakan ciri khas peninggalan jaman kolonial.
f. Jaman Indonesia Modern
Periode ini dimulai sejak diproklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia sampai dengan sekarang.
Peninggalan sejarah wajib kita pelihara agar tetap lestari. Kita tidak boleh merusaknya. Mengapa demikian? Karena peninggalan sejarah merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Namun demikian, bagaimana cara melestarikan sejarah? Berbagai peninggalan yang berupa bangunan harus dijaga dan dirawat. Kebersihannya harus kita jaga. Benda-benda peninggalan sejarah kita simpan di museum untuk keperluan pendidikan dan hiburan. Fosil, prasasti, dokumen yang tersimpan di museum merupakan salah satu usaha menjaga kelestarian sejarah.
Menjaga kelestarian peninggalan sejarah merupakan perbuatan yang terpuji. Dengan memelihara dan menjaganya, maka generasi yang akan datang dapat mempelajari peninggalan sejarah tersebut. Kita bisa membayangkan bagaimana jika peninggalan sejarah rusak sehingga tidak bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Selain itu memelihara kelestarian peninggalan sejarah dapat dijadikan objek penelitian sehingga kita bisa mengetahui alur sejarah atau merangkai sejarah masa lalu dengan lebih akurat. Peninggalan sejarah yang terawat dapat dijadikan sebagai objek wisata.
Ada beberapa sumber sejarah yakni:
a. Sumber lisan merupakan cerita lisan dari pelaku atau saksi peristiwa sejarah.
b. Sumber tulisan merupakan keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa sejarah.
c. Sumber benda merupakan benda-benda peninggalan masa lalu.
1. Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat
Peninggalan sejarah yang berhasil ditemukan sangat beragam. Ada yang berbentuk fosil, bangunan, peralatan, naskah, dan sebagainya. Peninggalan-peninggalan tersebut menjadi sumber utama untuk mengungkapkan kehidupan masa lalu.
2. Asal Usul Nama Tempat
Negara kita terkenal karena memiliki banyak legenda. Legenda tersebut ada yang berhubungan dengan terjadinya sesuatu, baik tempat maupun kota. Adakah legenda di daerah tempat tinggalmu?
a. Asal Usul Terjadinya Kota Jakarta
Pada abad ke-13 di Jawa Barat terdapat sebuah kerajaan Hindu. Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Pakuan Padjadjaran. Kerajaan itu biasa disebut Kerajaan Sunda. Pusat kerajaannya terletak di daerah Bogor.
Kerajaan Padjadjaran mempunyai enam buah pelabuhan yakni Banten, Cigede, Cimanuk, Tanara, dan Kelapa. Pelabuhan Kelapa terletak di tepi Teluk Jakarta dan sering pula disebut Sunda Kelapa. Pelabuhan Sunda Kelapa lama kelamaan menjadi pelabuhan penting dan sangat strategis.
b. Asal-Usul Nama Yogyakarta
Di pulau Jawa bagian tengah terdapat kesultanan Yogyakarta dan Surakarta. Kedua wilayah itu menjadi satu disebut Mataram dengan ibukota Kertasura. Kertasura terletak kira-kira 10 km sebelah barat Surakarta (Solo). Raja yang memerintah pada saat itu ialah Susuhunan Pakubuwono II. Pada tahun 1742, Kerajaan Mataram jatuh akibat pemberontakan. Raja dan seluruh pasukan melarikan diri ke arah timur yaitu suatu tempat yang dinamakan Surakarta.
Pada tahun 1750 di bawah pimpinan Raden Mas Said yang juga dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa pasukan pemberontak menyerbu Surakarta. Raja Mataram meminta bantuan kolonial Belanda untuk memadamkan pemberontakan Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi. Pemberontakan itu pun berhasil digagalkan.
Pada tahun 1752, pemberontakan terhadap Mataram terulang kembali. Pangeran Mangkubumi berhasil membujuk rakyat dari Madura sampai Banten untuk menolak semua permintaan Belanda.
Pada 15 Februari 1755 terjadi sebuah perjanjian yang disebut perjanjian Gianti. Isinya kerajaan Mataram dibagi dua bagian. Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai raja, dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I. Untuk sementara sultan berkedudukan di Ambar Ketawang.
Para punggawa kerajaan berusaha mencari tempat baru sebagai pusat pemerintahan. Akhirnya tempat baru itu ditemukan yaitu hutan Garjitawati tidak jauh dari Desa Beringin .
Pengeran Mangkubumi dipandang sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam wujud Sri Rama. Dalam wayang, sebelum Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna, ia terlebih dahulu menjelma menjadi Sri Rama yang kerajaannya disebut Ayodya. Oleh karena itu, pantaslah jika kerajaannya disebut Ayodya atau disingkat menjadi Yodya. Setiap penamaan mengandung harapan tertentu.Harapan para pengikutnya adalah agar kerajaan Yodya aman, tenteram, damai, dan sejahtera. Itulah sebabnya nama Yodya ditambah dengan kata karta yang artinya serba baik. Demikianlah, kerajaan itu disebut Yodyakarta. Dalam perkembangannya, orang lebih mudah menyebutnya dengan Yogyakarta.
c. Asal Usul Nama Bandung
Kota Bandung berasal dari kata bendung yaitu terbendungnya sungai Citarum oleh lava gunung tangkuban perahu sehingga terbentuklah telaga Bandung.
Dari cerita orang tua di Bandung, nama Bandung pertama kali dipakai bupati Wiranata Kusuma. Nama bandung diambil dari perahu bandung, sejenis kendaraan air yang terdiri dari dua buah perahu yang diikat berdampingan. Perahu itu digunakan oleh bupati Wiranata Kusuma II melayari sungai citarum ketika mencari tempat sebagai ibukota baru pengganti ibukota lama Dayeuhkolot.
1. Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat
a. Candi
Istilah candi berasal dari salah satu nama Durga (Dewa Maut) yaitu Candika.
Candi itu sebenarnya berfungsi untuk memuliakan orang yang telah meninggal dunia khususnya para raja dan orang-orang terkemuka. Setelah raja mangkat didirikanlah sebuah candi. Azimatnya ditaruh dalam sebuah peti diletakkan dalam dasar candi.
Beberapa candi peninggalan budaya Hindu dan Budha di Indonesia antara lain:
1) Candi Portibi
Brahmana-brahmana Indonesia berlayar ke Sumatera Utara untuk menyebarkan agama Hindu. Salah satu peninggalannya ialah candi Portibi yang terletak di daerah padang Balok gunung Tua di provinsi Sumatera Utara. Candi ini dibangun tahun 1039 pada jaman kerajaan Panai.
2) Candi Muara Takus
Candi Muara Takus terdapat di kabupaten Kampar Provinsi Riau. Candi ini merupakan tempat pemujaan penganut agama Budha Mahayana. Candi ini dibangun pada masa kerajaan Sriwijaya sekitar abad 10 Masehi.
3) Candi Borobudur
Candi Borobudur terdapat di Muntilan kabupaten Magelang. Dibangun di atas bukit dan dikelilingi oleh bukit Menoreh yang membentang dari arah timur ke barat. Gunung Merapi dan gunung Merbabu terletak di sebelah timur, gunung Sumbing dan gunung Sindoro di sebelah barat. Candi Borobudur didirikan tahun 284 Masehi. Seluruh bangunan candi Borobudur memuat banyak relief.
Relief pahatan yang menampilkan perbedaan bentuk dan gambar dari permukaan rata di sekitarnya. Beberapa relief yang terdapat pada dinding candi Borobudur adalah Karmawibhangga terdapat pada bagian kaki, Lalitavistara, Awadhana, dan Jataka.
4) Candi Prambanan
Candi Prambanan dikenal pula sebagai candi Lorojonggrang. Letaknya di kecamatan Prambanan kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Candi Prambanan merupakan bangunan suci bagi pemeluk agama Hindu Siwa. Candi ini didirikan pada abad ke-8 pada masa kerajaan Hindu Mataram.
b. Prasasti
Prasasti sering disebut batu bertulis. Fungsinya adalah mengabadikan peristiwa penting yang dialami raja atau kerajaan.
1) Prasasti Adityawarman
Prasasti ini merupakan peninggalan agama Hindu di Sumatera Barat yang terdapat di daerah Batusangkar.
2) Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun terdapat di tepi sungai Cisadane kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat. Prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara. Pada Prasasti ini terdapat bekas telapak kaki Raja Purnawarman. Peninggalan kerajaan Tarumanegara banyak berupa prasasti antara lain prasasti Jambu, Kebon Kopi, Muara Cianten, dan prasasti Tugu.
3) Prasasti Mulawarman
Prasasti Mulawarman merupakan peninggalan kerajaan Hindu Kutai Kalimantan Timur. Prasasti ini menggunakan huruf palawa dan bahasa sansekerta.
c. Benteng
Benteng-benteng yang ada di Indonesia merupakan peninggalan jaman kolonial yang dibangun sebagai daerah pertahanan.
1) Benteng Marlborough
Benteng ini merupakan peninggalan Inggris yang terletak di provinsi Bengkulu. Benteng disebut juga benteng Raffles karena didirikan pada masa Gubernur Jendral Inggris bernama Raffles pada tahun 1714. Pada masa penjajahan Belanda, Ir. Soekarno pernah ditahan di benteng ini.
2) Benteng Vortdekock
Benteng Vortdekock terdapat di Bukit Tinggi Sumatera Barat. Benteng ini dibangun pada tahun 1825 oleh Kapten Beur, bangsa Belanda. Tujuan dibangunnya benteng ini sebagai pertahanan Belanda dalam perang Padri.
3) Benteng Otanah
Benteng Otanah terdapat di Gorontalo. Benteng ini merupakan tempat perlindungan raja-raja ketika melawan Belanda. Dengan adanya benteng ini menunjukkan bahwa masyarakat Gorontalo khususnya dan Sulawesi Utara pada umumnya gigih menentang penjajahan Belanda.
4) Benteng Vort Rottherdam
Benteng Vort Rottherdam terdapat di Makassar. Benteng ini digunakan sebagai pertahanan Belanda dalam menghadapi perlawanan rakyat Sulawesi Selatan. Sekarang bangunan ini digunakan sebagai museum tempat penyimpanan koleksi peninggalan sejarah Sulawesi Selatan
d. Masjid
Adanya masjid membuktikan bahwa pengaruh Islam sudah ada sejak dahulu. Bangunan masjid merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan Islam. Masjid-masjid ini masih digunakan unutk keperluan ibadah hingga sekarang.
1) Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman terdapat di Banda Aceh. Masjid ini merupakan peninggalan kerajaan Islam Aceh pada masa lalu. Ketika terjadi perang Aceh, masjid raya Baiturrahman dijadikan pusat pertahanan rakyat Aceh.
2) Masjid Raya Medan
Masjid Raya Medan terdapat di kota Medan Sumatera Utara. Masjid ini dibangun oleh Sultan Deli Makmun Al Rassyid Perkasa Alam pada tahun 1906.
3) Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten didirikan pada tahun 1566 oleh Sultan Maulana Yusuf. Beliau adalah putra sulung dari Sultan Maulana Hasanuddin.
4) Masjid Demak
Masjid Demak terletak di kota Demak provinsi Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Walisongo pada masa pemerintahan Raden Fatah sekitar abad ke-16. Di sebelah utara masjid Demak terdapat makam Raden Fatah dan Sultan Trenggono.
5) Masjid Sultan Suriansyah
Agama Islam berkembang pesat pada masa kekuasaan Pangeran Suriansyah yaitu sekitar abad ke-16 di kerajaan Banjar. Beliau mendirikan masjid pertama di Kalimantan sebagai pusat kegiatan agama Islam.
2. Ciri-Ciri Peninggalan Sejarah
Perkembangan sejarah suatu bangsa dapat digolongkan berdasarkan periode atau masa. Begitu juga dengan perkembangan sejarah Indonesia dibagi menjadi beberapa periode. Secara sederhana terdiri dari:
a. Jaman Batu
Pada jaman ini kehidupan manusia masih sangat sederhana. Peralatan yang digunakan kebanyakan dari batu. Misalnya kapak dan peralatan lainnya. Dengan demikian jaman tersebut dinamakan jaman batu.
b. Jaman Logam
Kehidupan manusia mengalami perkembangan. Mereka telah mengenal logam. Logam-logam seperti perunggu, besi, emas, perak berhasil mereka gunakan untuk dijadikan peralatan.
c. Jaman Hindu Budha
Pada masa ini pengaruh Hindu Budha mulai dikenal masyarakat. Pada jaman ini, masyarakat telah mengenal bentuk-bentuk kerajaan dan sistem pemerintahan. Sisa-sisa peninggalan Hindu Budha masih dapat disaksikan hingga sekarang. Misalnya, candi dan prasasti.
d. Jaman Islam
Pada masa ini pengaruh Islam dapat dirasakan di seluruh kalangan masyarakat. Kehidupan masyarakat mulai menggunakan cara-cara Islam. Ciri khas peninggalan masa pengaruh Islam antara lain bangunan masjid.
e. Jaman Kolonial
Kedatangan bangsa kolonial Eropa dan Jepang telah meninggalkan pengaruh pada masyarakat Indonesia . Misalnya bahasa, pakaian, dan pendidikan banyak meniru budaya kolonial. Bangunan benteng pun merupakan ciri khas peninggalan jaman kolonial.
f. Jaman Indonesia Modern
Periode ini dimulai sejak diproklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia sampai dengan sekarang.
Peninggalan sejarah wajib kita pelihara agar tetap lestari. Kita tidak boleh merusaknya. Mengapa demikian? Karena peninggalan sejarah merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Namun demikian, bagaimana cara melestarikan sejarah? Berbagai peninggalan yang berupa bangunan harus dijaga dan dirawat. Kebersihannya harus kita jaga. Benda-benda peninggalan sejarah kita simpan di museum untuk keperluan pendidikan dan hiburan. Fosil, prasasti, dokumen yang tersimpan di museum merupakan salah satu usaha menjaga kelestarian sejarah.
Menjaga kelestarian peninggalan sejarah merupakan perbuatan yang terpuji. Dengan memelihara dan menjaganya, maka generasi yang akan datang dapat mempelajari peninggalan sejarah tersebut. Kita bisa membayangkan bagaimana jika peninggalan sejarah rusak sehingga tidak bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Selain itu memelihara kelestarian peninggalan sejarah dapat dijadikan objek penelitian sehingga kita bisa mengetahui alur sejarah atau merangkai sejarah masa lalu dengan lebih akurat. Peninggalan sejarah yang terawat dapat dijadikan sebagai objek wisata.
Subscribe to:
Posts (Atom)