Thursday, 29 September 2016

PENGERTIAN, PROSES TERJADI, DAN DAERAH YANG SERING TERJADI GEMPA BUMI


1.    Pengertian Gempa Bumi
Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antarlempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunung api atau runtuhan batuan. Kekuatan gempa bumi akibat aktivitas gunung api dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempa bumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif. 
Gempa  bumi dapat terjadi setiap hari di bumi. Namun, kebanyakannya adalah kecil dan tidak menyebabkan  kerusakan. Gempa bumi kecil juga akan mengiringi gempa bumi besar, dan bisa terjadi sebelum atau sesudah gempa bumi besar tersebut. Gempa itu disebut  gempa susulan.
Ahli seismologi mengkaji  tentang  gempa bumi seperti geseran lempeng pada garisan memanjang yang mengakibatkan gempa bumi, apa yang berlaku pada permukaan bumi, bagaimana tenaga bergerak dari dalam bumi ke permukaan bumi dan bagaimana tenaga ini menyebabkan kemusnahan.
Dengan mengkaji bagian dan proses pembentukan gempa bumi, ahli seismologi mengetahui kesan dan bagaimana meramal kemunculan agar kemusnahannya tidak begitu kentara dan dapat dicegah.
2.     Proses Gempa Bumi
Kerak bumi selalu bergerak. Pada saat lempengan kerak saling bertemu, terjadilah gaya yang amat besar yang menyebabkan timbulnya tegangan dan energi. Sisi-sisi lempeng bertubrukan, saling menunjam dan kadang-kadang menyebabkan salah satu lempeng terbenam di bawah lempeng yang lain. Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah.
Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.









Energi yang timbul dari gempa bumi menyebabkan terjadinya goncangan yang sangat dahsyat, disebut gelombang seismik, yang menggerakkan batuan. Dari hiposentrum, yaitu pusat atau titik asal gempa dengan kedalaman kurang  dari 700 km di bawah permukaan, gempa bumi melepaskan gelombang ke segala arah. Titik pada permukaan bumi yang tepat di atas pusat gempa  bumi disebut episentrum. Kerusakan yang paling parah akibat gempa bumi biasanya terjadi di daerah ini. Sejumlah gelombang seismik merambat jauh ke bawah permukaan bumi. Sebagian lagi merambat ke zona yang berdekatan dengan permukaan bumi.
3.    Daerah Rawan Bencana Gempa di Indonesia
Berikut ini adalah 25  wilayah rawan gempa bumi Indonesia, yaitu: Aceh, Sumatera Utara (Simeulue), Sumatera Barat - Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten Pandeglang, Jawa Barat, Bantar Kawung, Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku Utara, Maluku Selatan, Kepala Burung-Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wamena, dan Kalimantan Timur. 
Padatahun 2004, di daerah Aceh dan Sumatra Utara terjadi gempa dahsyat di dasar laut yang mengakibat gelombang pasang tsunami. Bencana gempa tsunami yang melanda Aceh dan beberapa negara tersebut merupakan yang paling banyak memakan korban jiwa dibandingkan dengan tsunami-tsunami sebelumnya yang terjadi di berbagai belahan dunia lain.

SOAL-SOAL LATIHAN BENCANA ALAM

A.    Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1.    Langkah tepat yang dilakukan saat terjadi bencana tsunami adalah ....
    a.    menangkap ikan yang             terdampar.
    b.    berlari menuju laut
    c.    berlari ke daerah yang tinggi
    d.    menyelamatkan harta benda.
2.    Ketika berada di luar ruangan, yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi adalah.....
    a.    berlindung di bawah pohon
    b.    berlari ke daerah lapang
    c.    berlindung di bawah bangunan
    d.    berlari ke dalam rumah
3.    Untuk mencegah terjadinya tanah longsor sebaiknya kita ....
    a.    mendirikan rumah di bawah tebing
    b.    menebang pohon di daerah tebing
    c.    membuang sampah ke sungai
    d.    tidak menebangi pohon di daerah         tebing
4.    Saat berada di dalam gedung, ketika terjadi gempa bumi, yang kita lakukan adalah....
    a.    keluar menggunakan tangga
    b.    keluar menggunakan lift
    c.    mendekati jendela kaca
    d.    ke luar gedung dengan panik
5.    Bila di daerah kita sering terjadi gempa bumi yang perlu dipersiapkan  keadaan di dalam rumah adalah ....
    a.    memperkuat posisi benda yang         berdiri maupun menggantung di         dalam rumah
    b.    membangun rumah yang kokoh
    c.    mengamankan barang yang mudah         pecah
    d.    semua benar

6.    Bahaya banjir tidak hanya saat terjadi bencana, pasca bencana pun perlu kita perhatikan karena....
    a.    kurangnya air bersih
    b.    lingkungan menjadi kotor
    c.    kekurangan bahan makanan
    d.    semua benar
7.    Pelatihan P3K perlu dilakukan guna....
    a.    menolong korban bencana
    b.    menyelamatkan diri sendiri
    c.    mengurangi korban bencana
    d.    semua benar
8.    Setelah terjadinya gempa bumi kita harus...
    a.    memasuki rumah
    b.    memeriksa bagian yang rusak             apakah bangunan masih layak         ditempati
    c.    istirahat di dalam rumah
    d.    membersihkan rumah
9.    Tindakan yang tepat saat terjadi bencana tsunami adalah....
    a.    menaiki gedung yang tinggi
    b.    berlari ke tanah lapang
    c.    menutup diri di dalam rumah
    d.    berlindung di bawah meja
10.    Gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas lempeng tektonik disebut ....
    a.    gempa vulkanik
    b.    gempa tektonik
    c.    gempa dasar laut
    d.    seismograf

B.    Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.    Jelaskan cara menghadapi bencana alam tsunami!
2.    Apa yang perlu kita lakukan saat banjir melanda?
3.    Persiapan apa yang perlu kita lakukan guna mengantisipasi bencana gempa bumi?
4.    Mengapa kita tidak boleh menggunakan lift saat keluar dari gedung ketika terjadi gempa bumi?
5.    Jelaskan cara menghindari terjadinya bencana tanah longsor!

MENCEGAH BENCANA ALAM TANAH LONGSOR



Bagaimana cara mencegah terjadinya bencana tanah longsor? Sebenarnya, dengan memahami lingkungan, kita dapat mencegah terjadinya bencana tanah longsor.
1.    Tidak Mencetak Sawah dan Membuat Kolam Pada Lereng Bagian Atas di Dekat Pemukiman
Dengan mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng di atas pemukiman akan menimbulkan resapan air kolam dan sawah. Hal itu akan membuat tanah pada lereng menjadi berair. Akibatnya, tanah akan menjadi lembek. Kemudian tanah berair akan menjadi berat yang me-mungkinkan terjadinya tanah longsor.
2.    Buatlah Terasering (Sengkedan)
Masyarakat Indonesia sebagian besar mata pencariannya adalah bertani. Salah satu kegiatan pertanian adalah bertanam padi. Berbagai kondisi lahan dimanfaatkan untuk kegiatan ini. Salah satunya adalah lahan pebukitan yang curam.
Terasering atau sengkedan dibuat agar kondisi tanah bertingkat-tingkat dan tidak curam. Hal ini terutama ditekankan pada lahan curam yang digunakan untuk lahan pertanian.
3.    Menutup Retakan Tanah
Ketika musim kemarau tiba, tanah permukaan menjadi kering. Akibatnya tanah tersebut memadat dan terjadi retakan.  Apabila retakan tersebut  terdapat pada daerah tebing, tentunya tanah tersebut tidak terikat. Akhirnya terjadilah longsor.
Untuk menghindari terjadinya tanah longsor,  kita harus menutup retakan pada tanah tersebut. Hal tersebut guna menstabilkan tanah agar tidak terjadi longsor. Tanah kembali terikat.
4.    Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal
Beberapa masyarakat sering melakukan penggalian di lereng-lereng yang terjal. Salah satu contohnya adalah ketika mereka melakukan penggalian pasir, tanah untuk urugan, batu, dan bahan tambang lainnya.  
Kondisi seperti ini membuat tebing tidak stabil dan memungkinkan terjadinya longsor. Dengan demikian, hindarilah melakukan penggalian dan penambangan di bawah lereng yang terjal. Bencana longsor akibat penggalian di tebing ini telah banyak terjadi dan memakan korban jiwa baik penambangnya sendiri maupun masyarakat yang tinggal di sekitar tebing itu.
5.    Jangan Menebang Pohon di Lereng
Lereng yang curam dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor. Apalagi lereng curam itu tidak terdapat pepohonan. Pepohonan di lereng yang curam dapat menahan tanah agar tidak longsor.  Akar-akarnya menahan tanah di tebing agar tidak longsor. Apabila masyarakat menebang pohon yang tumbuh di lereng-lereng bukit bencana tanah longsor kemungkinan akan terjadi.
6.    Jangan Mendirikan Permukiman di Tepi Lereng yang Terjal
Tidak sedikit masyarakat yang mendirikan rumah di tepi lereng yang terjal. Permukaan tanah di atas tebing, sedikit, demi sedikit akan mengalami longsor.  Rumah yang semula agak jauh dari lereng yang terjal lama kelamaan akan menjadi dekat dengan tepi lereng. Pada suatu saat rumah itu akan terbawa longsor oleh tanah.
Apabila kita bertujuan untuk mendirikan rumah di atas lereng, hendaknya tidak mendirikan di atas lereng yang terjal. Ubahlah tebing menjadi landai. Kemudian usahakan ditanam tanaman di bagian lerengnya agar tanah tidak longsor. Perhatikan pembangunan rumah yang benar di lereng bukit.  
7.    Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak
Pada daerah yang berbukit-bukit, sering kali dalam pembangunanan jalan dilakukan dengan membelah bukit. Akhirnya, di sebelah kiri dan kanan jalan terdapat tebing yang cukup terjal. Hal ini harus dihindari. Tidak sedikit berita tanah longsor yang mengakibatkan terputusnya lalulintas akibat tebing yang longsor menutupi jalan.  
Bila bukit perlu dibelah, usahakan agar tebing-tebing yang terbentuk tidak terjal. Bila tidak dilaksanakan penghijauan, sebaiknya tebing ditahan dengan pondasi tembok.
8.    Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi
Kurangnya pemahaman akan lingkungan, banyak masyarakat kita yang mendirikan bangunan di pinggiran kali. Hal ini sering terjadi pada masyarakat yang tinggal baik di desa maupun di kota.
Pinggiran sungai terutama tanah akan mudah terkikis oleh air sungai. Pengikisan tersebut akan mengakibatkan tanah di tepi kali menjadi longsor.

TINDAKAN DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR


Banjir menyapu dan mencampurkan segala yang ada di daratan. Sampah terbawa hanyut bercampur dengan air bersih. Ada beberapa tempat yang bisa menyebabkan tersebarnya penyakit menular, seperti: tempat pembuangan limbah dan tempat sampah yang terbuka, sistem pengairan yang tercemar dan sistem kebersihan yang tidak baik. Bakteri bisa tersebar melalui air yang digunakan masyarakat, baik air PAM maupun air sumur yang telah tercemar oleh air banjir. Air banjir membawa banyak bakteri, virus, parasit dan bibit penyakit lainnya, termasuk juga unsur-unsur kimia yang berbahaya.
Diare mempunyai masa pertumbuhan antara 1 - 7 hari. Ikuti petunjuk-petunjuk kebersihan di bawah ini untuk menghindari resiko terjangkit Diare. Orang yang terjangkit penyakit ini harus mendapatkan perawatan khusus karena apabila dibiarkan terlalu lama bisa membahayakan, khu-susnya pada orang tua dan anak-anak.
Penyakit yang disebarkan oleh nyamuk. Banjir bisa meningkatkan perkembangbiakan nyamuk secara luas. Bibit-bibit penyakit yang dibawa oleh serangga ini termasuk Demam Berdarah, Malaria dll. Untuk mencegah sebuah tempat menjadi sarang nyamuk, kosongkan air yang tergenang dan tutup tempat-tempat air yang terbuka.
Unsur-unsur kimia seperti pestisida, pupuk kimia dan unsur-unsur dengan bahan dasar minyak, bisa mencemari sumber air yang juga bisa membawa resiko. Mencegah tersebarnya penyakit di daerah banjir.
Air untuk minum dan memasak disaat dan sesudah terjadinya banjir, penting untuk memperhatikan kebersihan air yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
1.     Jangan menggunakan air yang telah tercemar untuk mencuci piring, menggosok gigi, mencuci, membuat es, dsb.
2.     Rebus atau proses air sebelum digunakan. Merebus air bisa membunuh bakteri dan parasit. Rebus dan biarkan air mendidih sekurang-kurangnya selama 7 menit.
3.     Jangan minum air mentah.
4.     Air juga bisa diolah dengan chlorine atau yodium, atau dengan mencampur 6 tetes chlorine pemutih pakaian tanpa pewangi (5.25% sodium hypochlorite) dalam 4 liter air. Campur dengan baik dan biarkan, kalau bisa dibawah sinar matahari, selama 30 menit. Cara ini cukup baik untuk mengolah air tapi tidak bisa membunuh semua kuman atau parasit.

Hal-hal Penting Tentang Sanitasi dan Kebersihan Air Banjir bisa mengandung kotoran dari limbah air kotor dan limbah industri. Walaupun kontak dengan kulit tidak membahayakan, namun mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar air banjir, bisa beresiko bagi kesehatan masyarakat. Pada saat bencana, sangat penting untuk menerapkan langkah-langkah dasar kebersihan ini. Selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih:
1.     Sebelum memasak atau makan
2.     Setelah buang air
3.     Setelah melakukan pembersihan
4.     Setelah menangani apa saja yang telah tercemar air banjir Perawatan Luka Yang Terbuka
5.     Jaga kebersihan luka dengan mencucinya dengan air sabun dan berikan salep atau cairan antibiotik.
6.     Apabila luka menjadi merah atau membengkak, harus segera dirawat oleh petugas kesehatan.Jangan biarkan anak-anak bermain di air banjir. Seringlah mencuci tangan mereka, terutama sebelum makan.

MENGHADAPI BENCANA ALAM GUNUNG API


Bencana alam gunung api adalah bencana alam yang terjadi tidak secara tiba-tiba layaknya bencana alam tanah longsor ataupun gempa bumi. Bencana alam ini dapat diperkirakan dan ditanggulangi karena kemunculannya melalui beberapa proses dan tanda-tanda.
Dalam penanggulangan bencana letusan gunung api dibagi menjadi tiga bagian, yaitu persiapan sebelum terjadi letusan, saat terjadi letusan dan sesudah terjadi letusan. Penanggulangan bencana gunung  api dilakukan oleh semua pihak, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
1.    Persiapan Menjelang Bencana Gunung Api
Adapun persiapan yang perlu dilakukan oleh masya-rakat dalam menghadapi letusan gunung berapi adalah sebagai berikut:
a.     Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi
Hal ini penting dilakukan guna mempersiapkan diri saat terjadi bencana. Dengan demikian, saat terjadi bencana gunung api, masyarakat tidak panik dan dapat mengungsi ke tempat aman yang telah ditentukan.
b.     Membuat perencanaan penanganan bencana
Kepala desa berkumpul beserta masyarakat membuat perencanaan penanganan bencana.
c.     Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan
Dalam mempersiapkan pengungsian, kepala desa me-laksanakan simulasi penyelamatan diri saat terjadi ben-cana alam. Simulasi ini dipandang penting agar saat terjadi bencana masyarakat memahami apa yang perlu dilakukan saat bencana yang sebenarnya terjadi.
d.     Mempersiapkan kebutuhan dasar
Kebutuhan dasar yang perlu dipersiapkan adalah obat-obatan, peralatan penyelamatan, bahan makanan dan sebagainya.
2.     Penanggulangan saat terjadi letusan gunung api
Yang sebaiknya dilakukan saat terjadi letusan gunung api adalah sebagai berikut:
a.    Hal pertama yang dilakukan ketika terjadi gunung meletus adalah gunakan alat komunikasi seperti ken-tongan untuk memperingatkan warga lain yang belum mengetahuinya.
b.     Berlarilah ke arah daerah yang aman dan jauh dari lokasi gunung meletus. Hindari daerah yang rawan bencana, seperti lereng gunung, lembah, dan daerah aliran lahar.
c.     Di tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas.
d.     Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.
e.     Usahakan menggunakan  pakaian yang  bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.
f.     Gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau lainnya.
g.     Jangan memakai lensa kontak.
h.     Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.
i.     Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

TINDAKAN SAAT MENGHADAPI BENCANA ALAM TSUNAMI


Menyelamatkan diri saat terjadi bencana alam tsunami adalah tindakan yang harus segela dilakukan bila tanda-tanda tsunami muncul. Adapun cara menyelamatkan diri saat terjadi tsunami adalah sebagai berikut.
1.    Berlari Menuju Tempat yang Tinggi
Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil mengajak teman-teman yang lain yang berada di sekitar kita.
Saat itu tidak akan ada lagi waktu untuk mempersiapkan diri atau menyelamatkan harta benda. Gelombang tsunami yang menjulang tinggi dengan kecepatan yang tinggi menuntut kita untuk lari sekencang-kencangnya.
2.    Waspada Datangnya Gelombang Susulan
Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang.
3.    Lakukan Pertolongan Pertama Pada Korban
Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

TINDAKAN YANG PERLU DILAKUKAN SAAT TERJADI GEMPA BUMI


Jika gempa bumi mengguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun kita berada. 
a.    Di dalam rumah 
Tanda-tanda gempa saat kita berada di dalam rumah dapat kita lihat apabila lampu mulai bergoyang. Bahkan bila kita memelihara ikan di dalam akuarium akan tampak air bergoyang. Itulah tanda-tanda gempa bumi di mulai. Getaran yang lambat mungkin tidak terasa. Namun dengan melihat tanda-tanda itu kita dapat meyakini bahwa peristiwa gempa bumi dimulai.
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, kita harus mengupayakan keselamatan diri kita dan keluarga. Bila kita masih sempat untuk ke luar rumah segeralah lakukan. Namun, apabila gempa terjadi secara cepat dan mendadak, masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh dari jatuhan benda-benda. Jika Anda tidak memiliki meja, lindungi kepala Anda dengan bantal. Jika Anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran. Kemudian, hindari kaca jendela. Mungkin saja gempa akan memecahkan kaca. Dengan demikian kita terhindar dari pecahan kaca.
b.    Berada di areal terbuka
Berada di areal terbuka, belum berarti kita aman dari bencana alam gempa bumi. Masih banyak hal yang harus kita waspadai. Beberapa hal di antaranya sebagai berikut.
1)    Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar kita (seperti: gedung, tiang listrik, pohon, dll). Gempa bumi dapat meruntuhkan apa saja yang ada di sekitar kita. Jangan sampai kita tertimpa olehnya.
2)    Perhatikan tempat Anda berpijak! Hindari apabila terjadi rekahan tanah. Retakan tanah dapat terjadi karena gempa bumi. Jangan sampai kita terperosok ke dalamnya.
c.    Di dalam gedung
Gedung yang menjulang tinggi merupakan tempat yang cukup sulit untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi. Gedung tinggi juga merupakan tempat yang rawan terjadi runtuh saat gempa. Namun, jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
a.    Keluar dari bangunan tesebut dengan tertib.
b.    Jangan menggunakan tangga  berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.
c.    Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.
d.    Telepon/minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada diri Anda atau orang disekitar Anda.
d.    Di dalam Lift
 Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika Anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika Anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
e.     Hindari memasuki bangunan setelah terjadi gempa
Setelah gempa terjadi, pastikan tidak terjadi lagi gempa susulan. Kemudian, pastikan juga bahwa bangunan yang ditinggalkan benar-benar kokoh. Jangan masuk ke dalam bangunan yang sudah terjadi gempa, karena kemungkian   akan terjadi reruntuhan.