Saturday, 27 August 2016

PERSIAPAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN

PERSIAPAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Proklamasi adalah pernyataan resmi kepada orang banyak. Proklamasi kemerdekaan Indonesia berarti menyatakan dengan resmi kepada masyarakat Indonesia khususnya dan umum kepada masyarakat internasional  bahwa Indonesia telah merdeka.
Pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan menggunakan bom atom. Hal ini menandakan bahwa Jepang tidak berkuasa lagi termasuk di Indonesia.
Berita kekalahan Jepang segera terdengar oleh Bangsa Indonesia. Hal ini dimanfaatkan oleh para pemuda Indonesia untuk segera memerdekakan Bangsa Indonesia tanpa campur tangan pemerintah Jepang. Pada tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda (seperti pemuda Soekarni, Sutan Syahrir, Chaerul Soleh, dll) segera mendatangai dan mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta  (gol Tua) agar segera memerdekakan Indonesia.
    Namun, karena keinginan para pemuda tidak dikabulkan, akhirnya terjadilah peristiwa Rengas Dengklok, yaitu peristiwa diamankannya tokoh tua seperti Soekarno - Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 ke daerah Rengasdengklok karawang Jawa Barat oleh golongan muda dengan tujuan mendesak agar segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia.  Berkat jasa Mr. Ahmad Soebardjo yang meyakinkan golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dilaksanakan keesokan harinya, akhirnya malam hari itu juga Ir. Soekrno dan rombongan  kembali ke Jakarta dan langsung menuju rumah kediaman Laksamana muda Maeda dan langsung merumuskan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, didampingi oleh Drs. Moh. Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo. Setelah selesai segera dimusyawarhkan dengan rombongan lainnya. Setelah disetujui, tek tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Keesokan harinya, Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 bertempat di tempat kediaman Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta (sekarang Jl. Proklamasi), akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta.















   
Sebelum Proklamasi Indonesia dikumandangkan, pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelenggara Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI ) Ir Soekarno mengajukan 5 rancangan dasar negara Indonesia yang disebut dengan Pancasila. Lima rancangan tersebut adalah:
1.    Kebangsaan Indonesia
2.    Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3.    Mufakat atau demokrasi
4.    Kesejahteraan Sosial
5.    Ketuhanan yang Maha Esa.
Sedangkan UUD 1945 disahkan menjadi Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, dan pada tanggal itu juga Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta diangkat menjadi Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia pertama.
    Peristiwa menjelang kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilukiskan dalam garis waktu atau uraian peristiwa sebagai berikut.

   

   


   
   
PENANAMAN NILAI

Karena kemerdekaan Republik Indonesia di raih berkat Rahmat Allah dan kesungguh-sungguhan Pejuang kemerdekaan, maka seharusnya kita:
1.    Selalu bersyukur terhadap Allah.
2.    Mempertahan kemerdekaan.
3.    Mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat.
4.    Menghormati jasa Para Pahlawan kemerdekaan.



DISKUSI






Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1.    Kapan Indonesia Merdeka?
2.    Apa Yang dimakasud Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
3.     Mengapa golongan muda mengamankan Soekarno?
4.    Apa yang menyebabkan Jepang kalah dalam Perang dunia II?
5.    Baagaimana menurut pendapat Anda apakah kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari Jepang?



B.     TOKOH-TOKOH PENTING YANG BERPERAN DALAM PERISTIWA PROKLAMASI
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa lepas dari jasa-jasa para tokoh perjuangan Nasional. Beberapa tokoh perjuangan Nasional di antaranya adalah:
1.    Ir. Soekarno
Ir. Soekarno dilahirkan di Blitar pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan R. Soekani dan Ida Ayu Rai, setelah dewasa beliau kuliah di Sekolah Teknik Tinggi Bandung (ITB) sehingga menyandang gelar Insinyur (Ir).  Di antara karya beliau adalah Gedung Hotel Preanger Bandung.
Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno terlibat langsung dalam perjuangan melawan kaum penjajah walaupun lebih sering menempuh jalur diplomasi.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Tek Proklamasi, sehingga bersama Drs. Moh. Hatta beliau dijuluki Proklamator  kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta secara aklamasi diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama dalam sidang PPKI. Setelah menjadi Presiden pun beliau beliau tetap berjuang demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 20 Juni 1970, beliau meninggal Dunia.

2.    Drs. Mohammad Hatta
Beliau dilahirkan di Bukit Tinggi Sumatera pada tanggal 12 Agustus 1902. Kakek beliau adalah seorang ulama terkenal, sehingga Beliau menerima pendidikan Agama Islam yang sangat kuat. Perjuangan beliau untuk mengantarkan Indonesia Ke depan pintu gerbang kemerdekaan, yang dilaksanakannya dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga. Beliau selalu bersama Ir. Soekarno dalam mengatur pemerintahan. Sebagai wakil Presiden beliau sangat serasi berpasangan dengan Ir. Soekarno, sehingga kedua tokoh Proklamator ini menjadi sosok yang penuh kharismatik.

3.    Ahmad Soebardjo
Ahmad Soebardjo adalah sosok tua yang dapat meyakinkan golongan muda bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan segera dikumandangkan di Jakarta, sehingga Ir. Soekarno dan rombongan bisa dibawa kembali ke Jakarta. Atas jasa beliau juga, Laksamana Maeda memberi ijin rumahnya dijadikan tempat perumusan teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bersama Moh. Hatta beliau mendampingi Ir. Soekarno dalam merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

4.    Fatmawati
Fatmawati adalah Istri dari Presiden Soekarno. Beliau adalah yang menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pada saat upacara pembacaan Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Beliau juga ikut mendampingi Ir. Soekarno ketika membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan.
Itulah beberapa tokoh penting proklamasi kemerdekaan Indonesia dari sekian banyak tokoh-tokoh lainnya. Karena jasa-jasa mereka sangat besar, sudah sepantasnya kita menghargai jasa-jasa dan pengorbanan mereka dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Beberapa bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan  adalah  mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, penuh semangat dan perjuangan demi terciptanya kehidupan bangsa Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

PENANAMAN NILAI



















INFORMASI KERUANGAN MELALUI PETA

1.     Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia
Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, antara Benua Asia dan Benua Australia.
Dilihat dari lintangnya, Indonesia terletak di antara 6º LU (Lintang Utara) dan 11º LS (Lintang Selatan). Letak lintang yang sedemikian itu merupakan petunjuk bahwa: Bagian utara wilayah Indonesia ialah 6º LU dan paling selatan ialah 11º LS. (Tempat paling utara ialah Pulau We dan tempat yang paling selatan ialah Pulau Roti). Jarak lintangnya ialah 17º. Sebahagian besar wilayah Indonesia terletak di belahan bumi selatan. Wilayah Indonesia dilalui oleh garis ekuator (khatulistiwa).
Dilihat dari letak garis bujurnya, wilayah Indonesia terletak di antara 95º BT dan 141º BT. Ini berarti batas paling barat wilayah Indonesia ialah 95º BT dan paling timur ialah 141º BT. Jarak bujurnya ialah 46º (sekitar 5000 km, atau hampir 1/8 keliling bumi). Perbedaan garis bujur sedemikian itu menyebabkan adanya perbedaan waktu. Semua wilayah Indonesia terletak di belahan bumi timur (dihitung dari meridian 0º).
Sejak tanggal 1 Januari 1988 di Indonesia diberlakukan pembagian daerah waktu menjadi 3 bagian.














Gambar 8. 1 Peta pembagian waktu di Indonesia

a.    Waktu Indonesia Barat
Waktu Indonesia Barat atau WIB adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WITA dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WIB, Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, mempunyai selisih waktu 7 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.

b.     Waktu Indonesia Tengah
Waktu Indonesia Tengah atau WITA, salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WITA adalah Sulawesi, Bali, Lombok, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, mempunyai selisih waktu 8 jam lebih awal daripada Greenwich).

c.     Waktu Indonesia Timur
Waktu Indonesia Timur atau WIT adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WITA.
Kawasan yang menggunakan sistem WIT, Maluku dan Papua mempunyai selisih waktu 9 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.

2.     Kenampakan Alam Utama di Berbagai Wilayah di Indonesia Pada Peta
Indonesia memiliki 18.000 lebih pulau (sekitar 6.000 tidak berpenghuni) menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
Pada pelajaran yang lalu, kita telah mempelajari tentang kenampakan alam wilayah Indonesia. Pada bagian ini kita akan membahas kenampakan alam utama apa saja yang ada di berbagai wilayah Indonesia, seperti pegunungan, gunung, hutan, dan lain-lain. Sebelumnya kita akan membagi wilayah Indonesia ke beberapa bagian. Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama, yakni:
·a.    Kepulauan Sunda Besar
Terdiri atas pulau-pulau utama: Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi dan dengan ribuan pulau-pulau sedang dan kecil berpenduduk maupun tak berpenghuni. Wilayah ini merupakan konsentrasi penduduk Indonesia dan tempat sebagian besar kegiatan ekonomi Indonesia berlangsung.
1)    Pulau Sumatra
Pulau Sumatera, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Pulau ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatera belahan bumi utara dan Sumatera belahan bumi selatan.
Pegunungan Bukit Barisan dengan beberapa puncaknya yang melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan gunung berapi aktif, berjalan sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai yang terjal dan dalam ke arah Samudera Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat Bangka dan Laut China Selatan.
Di bagian utara pulau Sumatera berbatasan dengan Laut Andaman dan di bagian selatan dengan Selat Sunda. Pulau Sumatera ditutupi oleh hutan tropik primer dan hutan tropik sekunder yang lebat dengan tanah yang subur. Gunung berapi yang tertinggi di Sumatera adalah Gunung Kerinci di Jambi, dan dengan gunung berapi lainnya yang cukup terkenal, yaitu Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam dan Gunung Dempo di perbatasan Sumatera Selatan dengan Bengkulu.
Pulau Sumatera merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di sepanjang Bukit Barisan, yang disebut Patahan Sumatera; dan patahan kerak bumi di dasar Samudera India di sepanjang lepas pantai sisi barat Sumatera. Danau terbesar di Indonesia, Danau Toba terdapat di pulau Sumatra.
Kepadatan penduduk pulau Sumatra urutan kedua setelah pulau Jawa. Saat ini pulau Sumatera secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu: Daerah Istimewa - Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatera, yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung.

2)    Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, setelah Irian dan Greenland. Bagian utara pulau Kalimantan, Sarawak dan Sabah, merupakan wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan wilayah Indonesia dan wilayah Brunei Darussalam; di bagian selatan dibatasi oleh Laut Jawa. Bagian barat pulau Kalimantan dibatasi oleh Laut Cina Selatan dan Selat Karimata; di bagian timur dipisahkan dengan pulau Sulawesi oleh Selat Makassar.
Di bagian tengah pulau merupakan wilayah bergunung-gunung dan berbukit; pegunungan di Kalimantan wilayah Indonesia tidak aktif dan tingginya di bawah 2.000 meter di atas permukaan laut; sedangkan wilayah pantai merupakan dataran rendah, berpaya-paya dan tertutup lapisan tanah gambut yang tebal.
Pulau Kalimantan dilintasi oleh garis katulistiwa sehingga membagi pulau Kalimantan atas Kalimantan belahan bumi utara dan Kalimantan belahan bumi selatan. Kesuburan tanah di pulau Kalimantan kurang bila dibanding kesuburan tanah di pulau Jawa dan pulau Sumatera, demikian pula kepadatan penduduknya tergolong jarang. Pulau Kalimantan sama halnya pulau Sumatera, diliputi oleh hutan tropik yang lebat.
Secara geologik pulau Kalimantan stabil, relatif aman dari gempa bumi (tektonik dan vulkanik) karena tidak dilintasi oleh patahan kerak bumi dan tidak mempunyai rangkaian gunung berapi aktif seperti halnya pulau Sumatera, pulau Jawa dan pulau Sulawesi. Sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas, 1.125 kilometer, berada di pulau Kalimantan.
Saat ini pulau Kalimantan secara administratif pemerintahan terbagi atas 4 provinsi yaitu: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
3)    Pulau Jawa
Pulau Jawa, merupakan pulau yang terpadat penduduknya per kilometer persegi di Indonesia. Pulau melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan.
Barisan pegunungan berapi aktif dengan tinggi diatas 3.000 meter di atas permukaan laut berada di pulau ini, salah satunya Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Bromo di Jawa Timur yang terkenal sangat aktif. Bagian selatan pulau berbatasan dengan Samudera Hindia, pantai terjal dan dalam, bagian utara pulau berpantai landai dan dangkal berbatasan dengan Laut Jawa dan dipisahkan dengan pulau Madura oleh Selat Madura. Di bagian barat pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Sumatera oleh Selat Sunda dan di bagian timur pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Bali oleh Selat Bali.
Hutan di pulau Jawa tidak selebat hutan tropik di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan dan areal hutan dipulau Jawa semakin sempit oleh karena desakan jumlah populasi di pulau Jawa yang semakin padat dan umumnya merupakan hutan tersier dan sedikit hutan sekunder.
Kota-kota besar dan kota industri di Indonesia sebagian besar berada di pulau ini dan ibukota Republik Indonesia, Jakarta, terletak di pulau Jawa. Secara geologik, pulau Jawa merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi lanjutan patahan kerak bumi dari pulau Sumatera, yang berada dilepas pantai selatan pulau Jawa.
Saat ini pulau Jawa secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Banten, Daerah Khusus Ibukota - Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa - Yogyakarta dan Jawa Timur.
4)    Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi, merupakan pulau yang terpisah dari Kepulauan Sunda Besar bila ditilik dari kehidupan flora dan fauna oleh karena garis Wallace berada di sepanjang Selat Makassar, yang memisahkan pulau Sulawesi dari kelompok Kepulauan Sunda Besar di zaman es.
Pulau Sulawesi merupakan gabungan dari 4 jazirah yang memanjang, dengan barisan pegunungan berapi aktif memenuhi lengan jazirah, yang beberapa di antaranya mencapai ketinggian diatas 3.000 meter di atas permukaan laut; tanah subur, ditutupi oleh hutan tropik lebat (primer dan sekunder).
Sulawesi dilintasi garis katulistiwa di bagian seperempat utara pulau sehingga sebagian besar wilayah pulau Sulawesi berada di belahan bumi selatan. Di bagian utara, Sulawesi dipisahkan dengan pulau Mindanao - Filipina oleh Laut Sulawesi dan di bagian selatan pulau dibatasi oleh Laut Flores. Di bagian barat pulau Sulawesi dipisahkan dengan pulau Kalimantan oleh Selat Makassar, suatu selat dengan kedalaman laut yang sangat dalam dan arus bawah laut yang kuat. Di bagian timur, pulau Sulawesi dipisahkan dengan wilayah geografis Kepulauan Maluku dan Irian oleh Laut Banda.
Pulau Sulawesi merupakan habitat banyak satwa langka dan satwa khas Sulawesi; di antaranya Anoa, Babi Rusa, Kera Tarsius. Secara geologik pulau Sulawesi sangat labil secara karena dilintasi patahan kerak bumi lempeng Pasifik dan merupakan titik tumbukan antara Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik.
Saat ini pulau Sulawesi secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Utara.

b.    Kepulauan Sunda Kecil
Kepulauan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau-pulau lebih kecil membujur di selatan katulistiwa dari pulau Bali di bagian batas ujung barat Kepulauan Sunda Kecil, berturut-turut ke timur adalah, pulau Lombok, pulau Sumbawa, pulau Flores, pulau Solor, pulau Alor; dan sedikit ke arah selatan yaitu pulau Sumba, pulau Timor dan pulau Sawu yang merupakan titik terselatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil.
Kepulauan Sunda Kecil merupakan barisan gunung berapi aktif dengan tinggi sekitar 2.000 sampai 3.700 meter di atas permukaan laut. Di antaranya yang terkenal adalah Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Tambora di Sumbawa dan Gunung Lewotobi di Flores.
Kesuburan tanah di Kepulauan Sunda Kecil sangat bervariasi dari sangat subur di Pulau Bali hingga kering tandus di Pulau Timor. Di bagian utara gugus kepulauan dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda dan di selatan gugus kepulauan ini dibatasi oleh Samudera Hindia. Di bagian barat Kepulauan Sunda Kecil dipisahkan dengan pulau Jawa oleh Selat Bali dan di bagian timur, berbatasan dengan Kepulauan Maluku dan Irian (dipisahkan oleh Laut Banda) dan dengan Timor Timur berbatasan darat di pulau Timor.
Berdasarkan kehidupan flora dan fauna maka sebenarnya pulau Bali masih termasuk Kepulauan Sunda Besar karena garis Wallace dari Selat Makassar di utara melintasi Selat Lombok ke selatan, memisahkan pulau Bali dengan gugusan Kepulauan Sunda Kecil lainnya di zaman es.
Hutan di Kepulauan Sunda Kecil sangat sedikit, bahkan semakin ke timur gugus pulau maka hutan telah berganti dengan sabana; demikian juga kepadatan populasi di Kepulauan Sunda kecil sangat bervariasi, dari sangat padat di pulau Bali dan semakin ke timur gugus pulau maka kepadatan penduduk semakin jarang.
Secara geologik, kawasan Sunda Kecil juga termasuk labil karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di selatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil yang merupakan lanjutan patahan kerak bumi diselatan pulau Jawa. Komodo, reptilia terbesar di dunia terdapat di pulau Komodo, salah satu pulau di kepulauan Sunda kecil. Danau Tiga Warna, merupakan kawasan yang sangat unik juga terdapat di Kepulauan Sunda Kecil, yaitu di Pulau Flores.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Sunda kecil dibagi atas 3 provinsi, yaitu: Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

c.    Kepulauan Maluku dan Irian
Kepulauan Maluku dan Irian, terdiri dari 1 pulau basar, yaitu pulau Irian dan beberapa pulau sedang seperti pulau Halmahera, pulau Seram, pulau Buru dan Kepulauan Kei dan Tanimbar serta ribuan pulau-pulau kecil lainnya baik berpenghuni maupun tidak. Garis Weber memisahkan kawasan ini atas dua bagian, yaitu Irian dan Australia dengan kepulauan Maluku sehingga di kepulauan Maluku, flora dan fauna peralihan sedangkan di Irian, flora dan fauna Australia.
Sebagian besar kawasan ini tertutup hutan tropik primer dan sekunder yang lebat, kecuali di kepulauan Tanimbar dan Aru merupakan semak dan sabana. Gunung berapi yang tertinggi di kepulauan Maluku adalah Gunung Binaiya, setinggi 3.039 meter; sedangkan di pulau Irian pegunungan berapi aktif memlintang dari barat ke timur pulau, gunung yang tertinggi adalah Puncak Jaya setinggi 5.030 meter di atas permukaan laut.
Pulau Irian juga merupakan pulau dengan kepadatan penduduk yang paling jarang di Indonesia, yaitu sekitar 2 orang per kilometer persegi. Secara geologik, kawasan Maluku dan Irian juga termasuk sangat labil karena merupakan titik pertemuan tumbukan ketiga lempeng kerak bumi, Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik. Palung laut terdalam di Indonesia terdapat di kawasan ini, yaitu Palung Laut Banda, kedalaman sekitar 6.500 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Maluku dan Irian dibagi atas: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua Timur
Termasuk ke daerah bagian waktu Indonesia mana daerah tempat tinggalmu? Kenampakan alam apa saja yang ada di daerahmu?

KENAMPAKAN BUATAN DI WILAYAH INDONESIA

Kenampakan Buatan di Wilayah Indonesia
Kenampakan buatan adalah suatu kenampakan yang sengaja dibuat manusia. Kenampakan buatan di antaranya:  bendungan (waduk), pelabuhan dan bandara, kawasan industri, dsb. Di bawah ini akan dibahas beberapa kenampakan buatan yang ada di Indonesia.

a.    Bendungan
mungkin kalian pernah mendengar apa itu bendungan? Apa yang dimaksud dengan bendungan? Bendungan adalah bangunan yang dibangun untuk menahan laju air menjadi penampungan air, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air di mana air yang tidak diinginkan dapat dibuang secara bertahap atau berkelanjutan.
Tujuan dibuatnya bendungan untuk menyediakan air untuk irigasi atau penyediaan air di perkotaan, menciptakan tempat rekreasi atau habitat untuk ikan dan hewan lainnya, pencegahan banjir dan sumber tenaga untuk pembangkit listrk tenaga air.
Bendungan yang terkenal di Indonesia berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi persawahan, sumber tenaga pembangkit listrik tenaga air dan juga sebagai rekreasi, yaitu: Bendungan Jatiluhur di Jawa Barat.
Apa di daerahmu memiliki bendungan? Apa namanya?

b.    Bandara dan pelabuhan
Pelabuhan dan bandara di Indonesia cukup banyak, misalnya tanjung pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, pelabuhan Teluk Bayur di Padang, pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, dan masih banyak lagi pelabuhan di Indonesia.
Sedangkan bandara di Indonesia, misalnya Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Polonia di Medan.
Apakah di daerahmu terdapat pelabuhan dan bandara? Apa namanya?

c.    Kawasan industri
Kawasan industri adalah kawasan yang dibuat khusus untuk di manfaatkan sebagai tempat kegiatan industri. Di kawasan industri terdapat banyak pabrik-pabrik. Contoh kawasan industri di Indonesia Pulo Gadung di Jakarta, Pulau Batam, dan lain-lain.

KERAGAMAN KENAMPAKAN ALAM DI INDONESIA

Keragaman Kenampakan Alam Di Indonesia
Kenampakan alam di wilayah Indonesia sangat bervariasi. Kenampakan alam di wilayah Indonesia terdiri atas daratan dan lautan.

1.     Menggambar Peta Indonesia dengan Menggunakan Simbol-Simbol
Peta merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, map.  Kata map berasal dari bahasa Yunani, mappa. Mappa berarti taplak atau kain penutup meja.  Peta adalah gambaran keadaan permukaan bumi dengan berbagai kenampakannya yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu pada bidang datar.
    Pada sebuah peta, kita bisa menemukan berbagai kenampakan muka bumi, seperti jalan raya, sungai, gunung, daerah dataran tinggi, dataran rendah, dan lain-lain. Peta pada awalnya hanya menggambarkan keadaan yang tampak pada permukaan bumi secara umum. Dalam perkembangan selanjutnya, peta mengambarkan hal-hal khusus, misalnya peta persebaran penduduk, peta persebaran sumber daya alam, peta pola cuaca dan iklim.
Dengan menggambar peta Indonesia kita bisa mengetahui kenampakan apa saja yang ada di Indonesia dan agar kita tahu letak posisi seluruh wilayah yang tercakup ke dalam wilayah Indonesia. Adapun cara membuat peta Indonesia adalah dengan cara:
a.    Siapkan peta Indonesia (Atlas) sebagai bahan contoh untuk menggambar.
b.    Siapkan perlatan gambar seperti buku gambar, pensil, penggaris, penghapus, dan pensil warna)














Gambar 6.1  Peta Indonesia yang sudah di kotak-kotak.

c.    Buatlah garis tepi pada kertas gambarmu dengan ukuran 2 cm.
d.    Buatlah garis-garis koordinat pada kertas gambarmu sesuai dengan garis-garis koordinat yang terdapat dalam peta yang akan  ditiru terlebih dahulu, agar pembuatan gambar lebih mudah!
e.    Mulailah menggambar peta Indonesia sesuai dengan contoh. Perhatikan posisi pulau dan letaknya terhadap garis koordinat tadi.
f.    Setelah selesai, baru kita tambahkan simbol-simbol geografis pada peta, seperti: ibu kota negara, ibu kota provinsi, kota/kabupaten, gunung, danau, sungai, jalan raya, jalan kereta api, bandar udara, pelabuhan, dsb. Letaknya harus sesuai dengan yang ada pada peta contoh.
g.    Warnailah petamu sesuai dengan pensil warna sesuai dengan peta asli!

2.     Ciri-Ciri Kenampakan Alam di Wilayah Indonesia
Indonesia merupakan Negara kepulauan. Pulau yang ada di Indonesia berjumlah sekitar 17.850 pulau. Secara geografis Indonesia diapit oleh dua benua dan dua samudera, Benua Asia di sebelah Utara dan benua Australia di sebelah Selatan, Samudera Hindia di sebelah Barat dan Samudera Pasifik di Sebelah Timur.
    Indonesia memiliki luas sekitar 5.000.000 km2. Jarak antara ujung paling barat dengan paling timur wilayah Indonesia sekitar 5.000 km. Kepulauan Indonesia mempunyai kedudukan yang sangan strategis bila ditinjau dari letak astronomis, letak goegrafis, atau dari segi luasnya.
Letak astronomis adalah letak suatu negara atau wilayah yang ditentukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia terletak antara 6 0LU – 11 0LS dan antara 95 0BT – 141 0BT, yaitu sebagai berikut.














Gmabar 6.2 Peta wilaya Indonesia

a.    Wilayah Indonesia paling utara, yaitu pulau We (NAD) yang terletak pada garis 6 0LU.
b.    Wilayah Indonesia paling Selatan, yaitu pulau Roti yang terletak pada garis 11 0LS.
c.    Wilayah Indonesia paling barat, yaitu pulau We yang terletak pada garis 95 0BT.
d.    Wilayah Indonesia paling timur, yaitu perbatasan antara provinsi Irian Jaya dengan Negara Papua Nugini atau tepatnya di kota Merauke yang terletak pada garis 141 0BT.

Letak goegrafis adalah letak suatu tempat atau wilayah di permukaan bumi yang ditinjau berdasarkan daerah sekitarnya. Letak geografis Indonesia sangat strategis bila ditinjau dari posisi geografisnya. Posisi Indonesia berada di antara dua benua dan dua samudera yaitu Benua Asia dan Australia, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Luas suatu negara memegang peranan yang sangat penting, sebab luas wilayah memberikan keuntungan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Posisi dan luas wilayah negara Indonesia merupakan modal dasar pembangunan.
Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5.176.800 km2, yang terdiri atas 1.919.443 km2 luas daratan dan 3.257.357 km2 luas lautan.
Indonesia merupakan negara kepulauan, pulau-pulau tersebut tersebar dengan luas yang berbeda-beda. Indonesia memiliki 5 pulau penting dan tergolong paling luas, yaitu pulau Jawa, pulau Sumatera, pulau Kalimantan, pulau Sulawesi, dan pulau Irian Jaya. Adapun pulau kecil yang tergolong penting, yaitu pulau Bali, pulau Bangka, pulau Nias, pulau Maluku, pulau Batam, pulau Komodo dll. Antara pulau yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh laut dan selat. Perbandingan luas lautan dan daratan yaitu 2 : 3.
Bila kita cermati Indonesia memiliki batas geografis yang terdiri dari:
a.    Sebelah Utara berbatasan dengan laut Andaman, Selat Malaka, Laut Cina Selatan Laut Sulawesi, Negara Malaysia, Negara Singapura dan Samudera Pasifik.

















Gambar 6.3  Peta Indonesia di antara ngegara-negara ASEAN

b.    Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, Laut Timor, Laut Arafuru dan Negara Timor Leste.
c.    Sebelah Timur berbatasan dengan Samudera Pasifik dan Negara Papua Nugini.
d.    Sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia.

Kenampakan alam yang terdapat dan dimiliki Indonesia terdiri dari:
a.    Sungai
Di Indonesia banyak sekali sungai besar maupun kecil, panjang maupun pendek. Sungai adalah bentukan alamiah pada muka bumi yang terdiri dari air tawar yang mengalir dari sumbernya di daratan dan bermuara di laut. Simbol yang digunakan untuk menampilkan kenampakan sungai pada peta adalah simbol garis berwarna hijau sesuai dengan aliran sungai tersebut.
Di Sumatera sungai terbesar adalah sungai Musi. Sungai Musi membelah melewati kota Palembang dan diatas sungai ini terbentang sebuah jembatan yang terkenal yaitu Jembatan Ampera.
Di pulau Jawa banyak sungai yang menjadi sumber air baik bagi persawahan, air minum bagi penduduk maupun sebagai sarana tenaga pembangkit listrik. Sungai terpanjang di pulau Jawa adalah sungai Bengawan Solo dimana melintasi 2 provinsi, yaitu: Jawa Tengah dan Jogjakarta.
Sungai terpanjang di Indonesia adalah Sungai Kapuas yang membentang di wilayah pulau Kalimantan. Sungai ini juga selain untuk mengairi persawahan juga sebagai sarana transpotasi penduduk Kalimantan.
b.    Gunung
Gunung merupakan suatu tanah yang mempunyai bentuk lebih tinggi dari daerah sekelilingnya, dengan kenampakan di bagian atasnya lebih kecil dari pada bagian bawahnya. Kumpulan beberapa gunung biasanya disebut pegunungan. Daerah pegunungan ditampilkan dengan simbol warna, mulai dari warna hijau muda, hijau tua, kuning, cokelat muda hingga coklat tua berbintik-bintik hitam untuk bentukan bumi paling tinggi.
Sedangkan gunung pada peta ditampilkan dengan simbol segitiga. Segitiga dengan warna merah digunakan untuk gunung berapi dan segitiga hitam untuk gunung yang tidak berapi.
Gunung-gunung di wilayah Indonesia sangat banyak baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif lagi. Gunung-gunung di Indonesia memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Misalnya gunung tertinggi di pulau Sumatera adalah Gunung Kerinci tingginya 3805 meter, gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Mahameru tinginyaa 3676 meter.
Sedangkan gunung tertinggi di Indonesia terletak di Papua, yaitu Gunung Puncak Jaya dengan tinggi 5030 meter. Puncak Gunung Jaya selalu diselimuti oleh salju.

c.    Danau
    Danau adalah suatu kumpulan air dalam cekungan tertentu, yang biasanya berbentuk mangkuk. Danau mendapatkan air dari curah hujan, sungai-sungai, mata air, serta air tanah. Simbol untuk danau dalam peta disimbolkan dengan warna biru muda.
Danau Toba merupakan salah satu danau yang terkenal di Indonesia dan bahkan sampai ke luar negeri. Danau ini telah menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan asing datang ke Indonesia. Di tengah danau ini terdapat pulau yang bernama pulau Samosir. Danau Toba terletak di propinsi Sumatera Utara.
    Selai danau Toba di Indonesia terdapat bayak danau lain di antaranya: Danau Laut Taware (Nanggro Aceh Darussallam), Maninjau dan Singkarak (Sumatera Barat), Kerinci (Jambi), Tempe (Sulawesi Selatan), Danau Poso (Sulawesi Tengah), Sentani (Papua), Batur (Bali), Kelimutu (ntt), dan lain-lain.

d.    Laut
Sebagian besar permukan bumi terdiri atas permukaan laut dan lautan. Di dalam peta laut ditampilkan menggunakan simbol warna mulai dari warna biru muda untuk kedalaman 200 – 1.500 meter. Sedangkan untuk kedalaman lebih dari 1.500 meter ditampilkan dengan warna biru tua.
Sebagai Negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut yang cukup luas. Semua propinsi di Indonesia memiliki wilayah laut. Adapun laut yang terletak di wilayah  Indonesia, antara lain: Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, Laut Arafuru, Laut Flores, dan lain-lain.

e.    Hutan
Hutan ditampilkan pada peta dengan menggunakan simbol titik-titik, untuk hutan tropis titik-titiknya lebih tebal dari hutan musim dan sabana.
Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan terluas di dunia. Hutan di wilayah Indonesia tersebar di hampir semua pulau Indonesia. Hutan Kalimantan merupakan hutan yang terkenal di seluruh dunia, ini dikarenakan di dalam hutan Kalimantan terdapat binatang yang hidup di dalamnya.,  seperti: Orang Utan dan berbagai jenis burung langka.
Isilah tabel dengan nama kenampakan alam yang ada di propinsimu!

Kenampakan alam    Nama
Sungai        ………………….
                ………………….
Gunung        ………………….
                ………………….
Laut            ………………….
                ………………….
Danau        ………………….
                ………………….
Hutan        ………………….
                ………………

3.     Persebaran Flora dan Fauna di Barbagai Wilayah di Indonesia
Tumbuhan dan hewan yang hidup di wilayah Indonesia sangat beragam dan bermacam-macam, terbentang dari barat ke timur. Kekayaan flora di Indonesia dapat dibuktikan dengan keanekaragaman tumbuhan yang hidup di wilayah Indonesia, diprkirakan terdapat 25.000-an jenis macam tumbuhan atau 10% dari jenis tumbuhan yang hidup di permukaan bumi, terdiri dari 4000-an macam pohon-pohonan, 1.500-an macam pakis-pakisan dan 5000-an jenis tanaman anggrek, dan jenis tanaman lainnya.

a.    Flora
Dari berbagai jenis tumbuhan yang yang ada di Indonesia, sebagian besar terdapat di kawasan hutan hujan tropis, terutama di daerah hutan primer yang menutupi sebagian besar wilayah Indonesia.

Keberadaan bermacam-macam tumbuhan di suatu wilayah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: iklim, tanah, air, dan lainnya. Flora di Indonesia digolongkan menjadi 6 jenis, yaitu:
1)    Hutan hujan tropis
Hutan hujan tropis sangat kaya akan berbagai flora. Keadaaan hutan hujan tropis di bawahnya gelap. Keadaan hutan hujan tropis sangat lebat dan selalu hijau sepanjang tahun. Hal ini dikarenakan oleh adanya curah hujan yang tinggi dan banyak mendapat sinar matahari.
Di dalam hutan ini terdapat berbagai macam tumbuhan, mulai dari pohon-pohon besar, perdu, lumut, rumput, sampai tumbuhan parasit. Variasi flora yang banyak menjadikan hutan ini sebagai hutan yang heterogen. Hutan jenis ini banyak dijumpai di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
 2)    Hutan musim
Hutan musim tumbuh di daerah yang memiliki perbedaaan musim hujan dan musim kemarau yang jelas. Pada musim kemarau, pohon-pohon di hutan ini pada umumnya kering dan daun-daunnya berguguran untuk mengurangi penguapan, sedangkan pada musim hujan pohon-pohonnya berdaun lebat.
Jenis pohon yang hidup di jenis hutan ini antara lain pohon jati bambu, kapuk dan angsana. Hutan jenis ini disebut juga hutan homogen. Hutan musim dapat dijumpai di daerah sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku Selatan, Nusa Tenggara, dan Papua bagian selatan.
3).    Hutan bakau
Hutan bakau berada di wilayah kawasan pantai yang berlumpur dengan ketinggian 0 – 5 meter di atas permukaan laut dengan suhu 260 celcius. Hutan bakau berfungsi sebagai hutan pencegah abrasi pantai dari air laut. 
Hutan ini tersebar di Pantai Timur Sumatera, Utara Jawa, Kalimantan dan Selatan Papua.
4)    Sabana
    Hutan Sabana Tropis, yaitu padang rumput yang diselingi pohon pohon tinggi. Sabana umumnya terdapat di dataran rendah hingga ke daerah berbukit-bukit dengan curah hujan sedikit.
Hutan Sabana Tropis dapat dijumpai di wilayah ujung Jawa Timur, Sebagian besar pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
5).    Stepa
    Stepa adalah padang rumput yang tidak diselingi oleh pepohonan. Terdapat di wilyah yang memiliki curah hujan yang rendah, pada umumya berada di daerah dataran rendah. Stepa dapat dijumpai di wilayah Nusa Tenggara Timur.
6)    Padang lumut
Padang lumut merupakan jenis vegetasi yang berada didaerah pegunungan dengan suhu udara rendah. Padang lumut dapat dijumpai di daerah pegunungan Sumatera, Sulawesi dan Papua.

b.    Fauna

    Berbagai jenis Fauna (hewan) hidup tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Hewan yang populasinya rendah dan terancam punah perlu dilindungi. Tempat untuk melindungi hewan dan satwa disebut suaka margasatwa. Dilihat dari jenis dan daerah tempat tinggalnya, hewan yang terdapat di Indonesia dikelompokkan menjadi:
1.)    Kawasan fauna Indonesia barat
Kawasan fauna Indonesia bagian ini termasuk ke dalam tipe Asia.  Fauna ini terdapat di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Fauna yang terdapat di kawasan ini antara lain:
-    Gajah, terdapat di Sumatera dan Jawa
-    Banteng, terdapat di Jawa dan Bali
-    Harimau, terdapat di Sumatera, Jawa, dan Bali
-    Tapir, terdapat di Sumatera dan Kalimantan
-    Badak, terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa
-    Orang Utan, terdapat di Sumatera dan Kalimantan
-    Siamang, terdapat di Sumatera
-    Beruang Madu, terdapat di Sumatera dan Kalimantan
-    Kera, terdapat di Sumatera dan Kalimantan

2)    Kawasan fauna Indonesia tengah
Fauna yang terdapat di kawasan Indonesia bagian tengah merupakan tipe fauna khas Indonesia yang tidak terdapat di tempat lain. Daerahnya meliputi Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara. Jenis fauna di daerah ini, antara lain:
-    Anoa, terdapat di Sulawesi.
-    Komodo, terdapat di Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur
-    Babi, Rusa, terdapat di Sulawesi
-    Kuda, terdapat di Nusa Tenggara
4.    Kawasan fauna Indonesia timur
Daerah persebaran fauna Indonesia bagian timur terdapat di Irian Jaya dan pulau-pulau di sekitarnya. Fauna di wilayah ini memiliki kesamaan dengan fauna di Australia. Oleh sebab itu, dinamakan fauna Australia. Fauna di daerah ini, antara lain: Burung Cendrawasih, Kakatua, Kasuari, Kangguru, Walabi, Platypus, Kura-kura, Koala dll.

SUMPAH PEMUDA

Peristiwa Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”.
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, ketua PPPI Soegondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

2.     Peranan Tokoh Nasional dalam Peristiwa Sumpah Pemuda
Pergerakan pemuda Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak kelahiran budi utomo. Lahirnya budi utomo 20 mei 1908, telah menimbulkan kesadaranterhadap perjuangan bangsa Indonesia. Dalam perjuangan menentang penjajah sangat diperlukan persatuan dan kesatuan bangsa.
Tanggal 28 oktober 1928 merupakan peristiwa pnting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Peristiwa tersebut juga dapat dikatakan sebagai masa pemersatu karena pada tanggal tersebut ikrar untuk persatuan benar-benar dinyatakan.
Adapun tokoh-tokoh yang berperan dalam peristiwa sumpah pemuda, yaitu:
a.    Sugondo Joyopuspito, sebagai ketua panitia konggres pemuda II dan sebagai ketua PPPI.
b.    Joko Marsaid, sebagai wakil ketua panitia konggres pemuda II.
c.    Muhammad Yamin, sebagai sekretaris konggres pemuda II dan berbagai  pikirannya mengenai persatuan dan kesatuan bangsa guna mencapai kemerdekaan.
d.    Amir Syaripudin, sebagi bendahara kongres pemuda II.
e.    WR Supratman sebagai pengarang lagu Indonesia raya.

3.     Peranan Sumpah Pemuda dalam Mempersatukan Indonesia
Setelah adanya peristiwa sumpah pemuda, perjuangan bangsa Indonesia semakin dijiwai oleh semangat perastuan dan kesatuan bangsa. Semangat sumpah pemuda telah berhasil mempersatukan langkah perjuangan bangsa Indonesia.
Sumpah pemuda adalah wujud dari semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Setelah itu, timbul usaha menyatukan berbagai organisasi yang ada. Hal itu dalam rangka meningkatkan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan.
Sumpah Pemuda mampu mengembangkan dan mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Artinya, bangsa Indonesia tidak lagi membedakan ras, agama, dan golongan. Semua adalah satu bangsa Indonesia. Dengan Sumpah Pemuda juga telah menciptakan persatuan dan kesatuan tanah air, dimana kita tidak perlu lagi mempersoalkan asal daerah. Apakah dari Jawa, Sumatera, Papua atau Maluku. Semua adalah satu, yaitu tanah air Indonesia.

TOKOH-TOKOH PERGERAKAN NASIONAL

Tokoh-Tokoh Penting Pergerakan Nasional
a.    Kartini
Raden Ajeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, (Jepara, 21 April 1879- Rembang, 17 September 1904), adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
Raden Ajeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Sosroningrat, bupati Jepara. Beliau putri R.M. Sosroningrat dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Kala itu poligami adalah suatu hal yang biasa.
Kartini lahir dari keluarga ningrat Jawa. Ayahnya, R.M.A.A Sosroningrat, pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Teluwakur, Jepara. Peraturan Kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Ajeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Beliau adalah keturunan keluarga yang cerdas. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.
Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, dimana kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie.
Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum.
Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang artinya Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Dalam bahasa Inggris, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers.
Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia.

b.     Dewi Sartika
Dewi Sartika (Bandung, 4 Desember 1884 - Tasikmalaya, 11 September 1947), tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966.
Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. Meski melanggar adat saat itu, orang tuanya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika, ke sekolah Belanda pula. Sepeninggal ayahnya, Dewi Sartika dirawat oleh pamannya (kakak ibunya) yang berkedudukan sebagai patih di Cicalengka. Dari pamannya, beliau mendapatkan didikan mengenai kesundaan, sedangkan wawasan kebudayaan Barat diperolehnya dari berkat didikan seorang nyonya Asisten Residen bangsa Belanda.
Sejak kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik dan kegigihan untuk meraih kemajuan. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, beliau sering memperagakan praktik di sekolah, mengajari baca-tulis, dan bahasa Belanda, kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya alat bantu belajar.
Waktu itu Dewi Sartika baru berumur sekitar sepuluh tahun, ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca-tulis dan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan. Gempar, karena di waktu itu belum banyak anak-anak (apalagi anak rakyat jelata) memiliki kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan.
Ketika sudah mulai remaja, Dewi Sartika kembali ke ibunya di Bandung. Jiwanya yang semakin dewasa semakin menggiringnya untuk mewujudkan cita-citanya. Hal ini didorong pula oleh pamannya, Bupati Martanagara, pamannya sendiri, yang memang memiliki keinginan yang sama. Tetapi, meski keinginan yang sama dimiliki oleh pamannya, tidak menjadikannya serta merta dapat mewujudkan cita-citanya. Adat yang mengekang kaum wanita pada waktu itu, membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir. Namu karena kegigihan semangatnya yang tak pernah surut, akhirnya Dewi Sartika bisa meyakinkan pamannya dan diizinkan mendirikan sekolah untuk perempuan.
Tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, seseorang yang memiliki visi dan cita-cita yang sama, guru di Sekolah Karang Pamulang, yang pada waktu itu merupakan Sekolah Latihan Guru.
Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis, dan sebagainya, menjadi materi pelajaran saat itu
Usai berkonsultasi dengan Bupati R.A. Martenagara, pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika membuka Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia-Belanda. Tenaga pengajarnya tiga orang; Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny. Poerwa dan Nyi. Oewid. Murid-murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang, menggunakan ruangan pendopo kabupaten Bandung.
Setahun kemudian, 1905, sekolahnya menambah kelas, sehingga kemudian pindah ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya, serta bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. Lulusan pertama keluar pada tahun 1909, membuktikan kepada bangsa kita bahwa perempuan memiliki kemampuan yang tak ada bedanya dengan laki-laki. Tahun 1910, menggunakan hartanya pribadi, sekolahnya diperbaiki lagi sehingga bisa lebih memenuhi syarat kelengkapan sekolah formal.
Pada tahun-tahun berikutnya di beberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sakola  Istri, terutama yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Pada tahun 1912 sudah berdiri sembilan Sakola Istri di kota-kota kabupaten (setengah dari seluruh kota kabupaten se-Pasundan). Memasuki usia ke-sepuluh, tahun 1914, nama sekolahnya diganti menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan). Kota-kota kabupaten wilayah Pasundan yang belum memiliki Sakola Kautamaan Istri tinggal tiga/empat, semangat ini menyeberang ke Bukittinggi, di mana Sakola Kautamaan Istri didirikan oleh Encik Rama Saleh. Seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan Istri di tiap kota kabupatennya pada tahun 1920, ditambah beberapa yang berdiri di kota kewedanaan.
Bulan September 1929, Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang telah berumur 25 tahun, yang kemudian berganti nama menjadi “Sakola Raden Déwi”. Atas jasanya dalam bidang ini, Dewi Sartika dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia-Belanda.
Dewi Sartika meninggal 11 September 1947 dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Bandung.

c.    Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara (Yogyakarta, 2 Mei 1899–26 April 1959) adalah seorang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda.
Lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, beliau mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah “Seandainya Aku Seorang Belanda” (judul asli: Als ik eens Nederlander was), dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr. Douwes Dekker, tahun 1913. Artikel ini ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia), yang saat itu masih belum merdeka, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Kutipan tulisan tersebut antara lain:

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan dinegeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikitpun”.

Beliau wafat pada 2 Mei 1959 dan dimakamkan di Wijayabrata, Yogyakarta. Tanggal lahirnya, 2 Mei, kemudian dijadikan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Beliau dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan wajahnya bisa dilihat pada uang kertas pecahan Rp20.000.
Nama beliau diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Selain itu, sampai saat ini perguruan Taman Siswa yang beliau dirikan masih ada dan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

PENJAJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA

Masa penjajahan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Presiden RI Soekarno.
Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.

1.     Pendudukan Jepang di Indonesia
Pada tahun 1939 meletus perang dunia II. Pada awalnya perang tersebut terjadi di Eropa. Pihak yang berperang adalah kelompok sentral melawan sekutu. Kelompok sentral terdiri atas  Jerman, Italia, dan Jepang. Kelompok Sekutu terdiri atas Amerika, Inggris, Perancis, Rusia, Belanda, Cina, dan Australia. Perang tersebut meluas sampai ke Asia Pacific termasuk Indonesia.
Jepang mengawali perang Asia Pasifik dengan menyerang Pearl Harbour, pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Hawaii. Penyerangan tersebut dilakukan pada tanggal 8 Desember 1941. Jepang menyebut perang Asia Pacific sebagai perang Asia Timur Raya.
Pada awal perang dunia II, Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda. Belanda mulai merasa khawatir ketika Jepang sudah berhasil menduduki daerah-daerah di Asia. Jepang juga menyatakan perang melawan Belanda di Indonesia.
Pada tanggal 11 Januari 1942, pasukan Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur. Pada tanggal 23 Januari 1942, Jepang menduduki Balikpapan, juga di Kalimantan Timur. Selanjutnya, 14 Februari 1942 giliran Palembang jatuh ketangan Jepang, dan tanggal 16 Februari, daerah Plaju dikuasai Jepang. Kota-kota yang dikuasai dan diduduki Jepang adalah kota penghasil minyak bumi. Setelah itu batu diarahkan ke pulau Jawa.
Pada tanggal 1 maret 1942, tentara Jepang berhasil mendarat secara serempak di tiga tempat di pulau Jawa, yaitu sekitar Merak dan Teluk Banten, di sekitar Eretan Wetan. Batavia dapat diduduki dan dikuasai Jepang pada tanggal 5 maret 1942. Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat.
Kedatangan tentara Jepang yang berhasil mengalahkan Belanda semula disambut dengan tangan terbuka oleh bangsa Indonesia. Di mana-mana tentara Jepang disambut sebagai tentara yang membebaskan bangsa Indonesia dari penjajan Belanda.
Untuk memikat hati bangsa Indonesia, pemerintah pendudukan Jepang mengambil tindakan sebagi berikut :
a.    para pemimpin nasional Indonesia yang ditahan pada masa pemerintahan colonial Belanda dibebaskan.
b.    Lagu Indonesia raya boleh diperdengarkaan di muka umum.
c.    Bendera bangsa Indonesia, merah putih boleh dikibarkan adalkan bendera Jepang hinomaru juga ikut berkibar.
c.    Bahasa Indonesia diijinkan digunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari.

Bangsa Indonesia makin terpikat dengan kebijakan pemerintah pendudukan Jepang. Bangsa Indonesia merasa gembira dan mempunyai harapan untuk merdeka. Oleh karena itu, banyak rakyat Indonesia yang ikut membantu Jepang melawan Sekutu.
Meskipun demikian, Jepang menduduki Indonesia dari tahun 1942 sampai dengan 1945 juga sebagai penjajah. Bahkan Jepang lebih kejam daripada Belanda. Jepang ingin mendapatkan keuntungan dari Indonesia. Jepang juga berusaha memperalat bangsa Indonesia agar mau membantu dalam perang melawan sekutu.
Kekejaman tentara Jepang yang tidak mengenal perikemanusia, membuat bangsa Indonesia menjadi menderita. Banyak pemuda yang tidak kembali dan tidak diketahui nasibnya.
Penderitaan lahir dan batin yang dialami rakyat Indonesia selama masa pendudukan Jepang, menimbulkan rasa benci yang mendalam di hati rakyat Indonesia. Akibatnya timbul pemberontakan di mana-mana. Pemberontakan-pemberontakan itu di antaranya:
a.    Perlawanan rakyat Aceh tahun 1942, di Cot Pileng, yang dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil.
b.    Perlawanan rakyat Biak, Papua tahun 1943, yang dipimpin oleh L. Rumkorem.
c.    Perlawanan rakyat Pontianak, Kalimantan Barat tahun 1944. dipimpin oleh Pang Suma seorang pemimpin suku dayak.
d.    Perlawanan rakyat Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat pada tahun 1944. dipimpin oleh K.H Zainal Mustafa.
e.    Pemberontakan Peta di Blitar pada tahun 1943 – 1945. dipimpin oleh Supriyadi.

Masih banyak lagi masyarakat di daerah yang melakukan perlawanan terhadap tentara pendudukan Jepang. Perjuangan terus dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

2.     Sebab Akibat Pengerahan Tenaga Romusha Oleh Jepang Terhadap Penduduk Indonesia
Pada mulanya, kedatangan tentara Jepang disambut gmbira oleh bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia berharap, dengan kedatangan Jepang, bangsa Indonesia terlepas dari pendetaan yang dialami selama penjajahan Belanda. Namun, lama-kelamaan makin terasa betapa kasar dan bengisnya tentara Jepang, bahkan lebih kejam dari tentara Belanda.
Pada masa pendudukan, Jepang bangsa Indonesia hidup melarat dan menderita. Harta kekayaan dirampas dan semua bahan makanan diangkut ke Jepang. Jika penduduk memiliki kekayaan atau harta simpanan dipaksa menyerahkan barangnya kepada Jepang.
Tanah-tanah pertanian pun diminta Jepang untuk kebutuhan perangnya. Tanah pertanian milik bangsa Indonesia diharuskan untuk ditanami tanaman waji, seperti tanaman jarak. Biji buah jarak sangat berguna untuk keperluan pembuatan minyak yang diperlukan untuk menjalankan mesin perang Jepang.
Petani hanya berhak mengerjakan tanah, sedangkan hasil panen diserahkan kepada Jepang. Jika menentang, rakyat akan disiksa. Dengan demikian, rakyat benar-benar menderita.
Kebutuhan bahan sandang bagi rakyat Indonesia, seperti baju an celana pada masa pendudukan Jepang sangat berkurang. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, kebutuhan sandang selain diusahakan oleh bangsa Indonesia juga dilakukan impor. Akan tetapi, pada masa pendudukan Jepang kegiatan impor baraang dihentikan. Bangsa Indonesia pun tidak dapat mengusahakan sendiri karena lahan pertanian banyak ditanami oleh pohon jarak. Akibatnya, bangsa Indonesia mengalami kekurangan bahan sandang. Banyak rakyat Indonesia yang hanya memakai pakaian dari bahan karet dan goni.
Penderitaan rakyat Indonesia semakin lengkap karena tidak tersedianya obat-obatan. Rakyat mudah terserang penyakit seperti typus, kolera, disentri, malaria, dan lain-lain. Banyak rakyat yang mati karena kelaparan dan sakit yang tidak terobati.
Selain memeras kekayaan alam, Jepang juga menjadikan rakyat Indonesia sebagai romusha (tenaga kerja paksa). Rakyat Indonesia dipaksa bekerja membuat lapangan terbang, membuat jalan-jalan, dan pos pertahanan.
Tenaga kerja tidak hanya dipekerjakan di dalam negeri saja, tetapi dikirim juga keluar negeri sebagai tenaga kerja di perkebunan. Ada yang dikirim ke Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Nasib mereka sangat memprihatinkan. Disuruh bekerja keras tanpa menerima upah. Bagi yang membantah akan mendapat hukuman badan berupa siksaan dan pukulan. Akibat dari siksaan tersebut banyak yang meninggal dunia.
Demikianlah penderitaan rakyat Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Kelaparan, kemiskinan, serta penyakit terjadi di mana-mana.