Thursday, 29 September 2016
SIKAP YANG PERLU DILAKUKAN DALAM MENGHADAPI PENGARUH GLOBALISASI
Banyak hal yang terjadi dan berubah selama proses masuknya globalisasi. Ada yang baik dan ada pula yang buruk. Lalu apa sajakah pengaruh yang baik dan buruk dalam globalisasi itu dan bagaimanakah sikap kita dalam mengha-dapi hal tersebut? Mari kita bahas lebih dalam mengenai hal tersebut!
Globalisasi, seperti kita telah ketahui, merupakan proses masuknya hal-hal yang luas mulai dari budaya, teknologi, makanan dan lain-lain ke dalam kehidupan kita. Dari sekian banyak hal-hal yang masuk, ada hal-hal yang baik dan buruk atau positif dan negatif masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Lalu bagaimanakah cara kita membedakannya? Mudah saja, yaitu dengan membedakan mana hal-hal yang merupakan dampak globalisasi yang menguntungkan kita dan sesuai dengan budaya bangsa serta agama, dan mana dampak yang merusak bagi diri kita baik itu dalam bentuk yang merusak fisik atau moral dan kepribadian kita sebagai bangsa Timur yang sopan dan beradab. Contohnya ada manfaat baik dari hadirnya kemajuan dalam bidang telekomunikasi, contohnya internet. Jika kalian mengunjungi warnet atau membuka situs-situs terkemuka, maka akan kita dapati berbagai sajian informasi dan menu untuk berkomunikasi, di antaranya ada pula yang sengaja menawar-kan gambar-gambar porno dengan cuma-cuma. Bagi orang dewasa yang sudah menikah, hal itu sah-sah saja karena memang sudah cukup waktu dan umurnya. Akan tetapi, bagi kalian yang belum cukup umur belum saatnya untuk melihat hal tersebut karena selain bertentangan dengan agama dan undang-undang, ada dampak-dampak lain yang dapat merusak. Kalian tentu sering lihat acara berita kiriminal seperti perkosaan di televisi. Nah, itulah salah satu contoh kongkrit dampak negatif dari adanya globalisasi. Contoh lain adalah dikenalnya narkoba di kalangan pelajar. Tidak jarang anak-anak usia sekolah dasar, seusia kalian, sudah mengenal barang terlarang dan haram tersebut., Kalian bisa mengetahui dari iklan penyuluhan-penyuluhan yang ada di lingkungan kita sehari-hari seperti televisi radio dan media cetak lainnya bahwa hal tersebut dapat merusak kesehatan bahkan juga secara perlahan-lahan dapat mengakibatkan kematian. Hal tersebut merupakan hal negatif dampak yang timbul dari adanya globalisasi.
Lalu, bagaimanakah cara kita membedakannya? Mudah saja, yaitu dengan membedakan mana hal-hal yang merupakan dampak globalisasi yang dapat menguntungkan kita dan sesuai dengan budaya bangsa serta agama, dan mana dampak yang merusak bagi diri kita baik itu dalam bentuk yang merusak fisik atau moral dan kepribadian.
Lalu, bagaimanakah kita menyikapi dan mewaspadai budaya dan dampak globalisasi yang sekiranya berdampak negatif dan merusak moral serta fisik kalian? Kalian bisa melakukannya dengan selalu berkomunikasi dengan guru dan orang tua kalian, atau orang dewasa yang kalian anggap dapat dipercaya. Lalu, menanyakan bagaimana dampaknya bagi kalian untuk setiap budaya dan hal-hal yang berkaitan dengan globalisasi yang masuk ke dalam kehidupan kalian.
Perlu kalian ingat, begitu banyak budaya dan hal-hal baru yang berkaitan dalam globalisasi yang mungkin kalian belum memahaminya apakah itu baik atau buruk, positif atau negatif. Oleh sebab itu, kalian harus selalu hati-hati dan waspada terhadap hal tersebut dan mencermatinya dengan baik dan benar. Selalu berkonsultasi dan menanyakan kepada orang-orang yang lebih dewasa yang kalian anggap percaya dapat memberikan penjelasan yang baik tentang hal tersebut juga bisa kalian lakukan, contohnya seperti guru, orang tua, kakak atau mungkin guru agama kalian.
Selalu taat kepada ajaran agama yang kalian anut dan menjadikannya sebagai alat pengendali diri kalian jika sewaktu-waktu kalian menemukan hal-hal yang sejenis seperti yang telah dijelaskan di atas juga merupakan salah satu cara membentengi diri kita dari dampak negatif globalisasi.
BUKTI-BUKTI GLOBALISASI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
Banyak hasil dan bukti yang diberikan oleh globalisasi secara nyata ke hadapan kita. Bukti-bukti itu muncul berbagai aspek dalam kehidupan kita saat ini. Contohnya dalam hal komunikasi, hiburan , kesenian, budaya, pengetahuan, mode pakaian, teknologi, dan informasi. Bukti-bukti itu dapat kita lihat dalam bentuk barang-barang yang kita pakai sehari-hari.
Selanjutnya akan kita bahas tentang mengidentifikasi bukti-bukti globalisasi di lingkungan masyarakat. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bukti-bukti globalisasi dapat kita lihat dalam kehidupan kita sehari baik, yang berbentuk fisik ataupun nonfisik. Bukti-bukti fisik muncul dalam bentuk barang-barang yang sering kita lihat dan kita gunakan, sedangkan bukti nonfisik dapat kita lihat dari adanya sikap dan gaya hidup yang kita alami dan kita rasakan. Berikut akan kita identifikasi bersama bukti-bukti globalisasi yang ada dalam masyarakat secara lebih spesifik.
1) Periklanan
Kalian pasti sering melihat iklan di televisi, koran, dan majalah juga mendengarkan iklan di radio-radio, dan media lainnya. Terkadang kita sering bertanya-tanya mengapa begitu banyak iklan di televisi, dan media lainnya. Hal itu juga meru-pakan hasil dari dampak globalisasi dalam bidang teknologi terutama dalam bidang usaha jasa periklanan. Iklan merupa-kan salah satu bentuk usaha memasarkan barang dalam bentuk promosi di media elektronik dan cetak. Perusahaan besar dan kecil dewasa ini banyak memasarkan barangnya atau produk nya melalui iklan. Iklan merupakan media yang paling efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lansung karena diedarkan melalui media tersebut tadi. Dalam bahasa Indonesia dijelaskan bahwa iklan merupakan pemeberitahuan tentang suatu produk kepada masyarakat yang dimuat di media cetak maupun elektronika. Sebagai contoh kongkrit, kita bisa melihat contoh iklan sabun atau pasta gigi, atau iklan layanan masyarakat di televisi, dan radio. Dan bagaimana bentuk-bentuk produk dipamerkan dengan dibubuhi kalimat-kalimat yang bersifat ajakan untuk mengajak membeli produk tersebut kepada masyarakat.
Dalam bahasa Indonesia dijelaskan bahwa iklan merupakan pemberitahuan tentang suatu produk kepada masyarakat yang dimuat di media cetak maupun elektronika
2) Pariwisata
Seiring dengan meningkatnya perkembangan zaman dan teknologi dewasa ini pariwisata menjadi salah satu bukti hadirnya globalisasi. Seperti kita ketahui bersama, Indonesia mermpunyai banyak lokasi wisata yang tersebar di seluruh penjuru bumi Pertiwi. Seperti pulau Bali, pantai Pangandaran, danau Toba, Brastagi, pantai Bunaken, candi Boro-budur, candi Prambanan dan masih banyak lagi. Indonesia mempunyai satu dari tujuh keajaiban dunia yaitu candi Borobudur. Peninggalan budaya nasional yang kini juga menjadi salah satu warisan budaya dunia merupakan potensi yang bermanfaat sebagai sumber pendapatan atau devisa bagi negara, contohnya dalam menarik turis-turis asing.
Tempat-tempat pariwisata tersebut bagi masyarakat di dunia sudah bukan menjadi tempat yang sulit untuk di capai oleh mereka karena banyak sarana transportasi yang dapat mengantar ke tempat tujuan dengan mudah. Infor-masi yang ingin didapat tentang lokasi-lokasi tersebut sudah bukan hal yang sulit untuk diperoleh karena adanya kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan telekomunikasi, contohnya internet dan telepon, serta jasa satelit.
Bagi warga Indonesia pun yang ingin berkunjung ke tempat wisata di luar negeri, contohnya Singapura, Filipina, Malaysia, sudah bukan merupakan hal yang sulit lagi karena bisa dijangkau oleh transportasi, baik itu trasnportasi laut dan udara. Informasi yang ingin didapat tentang lokasi-lokasi wisata tersebut juga sudah bukan merupakan hal yang sulit untuk didapat. Sama halnya dengan orang asing ketika ingin mencari informasi tentang tempat wisata di negara kita. Kita dapat mencarinya melalui internet, buku-buku ensikopedi dunia, atau kita dapat berkunjung ke kedutaan negara tersebut yang ada di negara kita, atau kita juga bisa mendapatkan informasi tersebut melalui iklan dan brosur-brosur yang sering disebarkan di daerah-daerah kita maupun melalui media cetak dan elektronik. Tidak lupa juga kita bisa mendapatkan kemu-dahan-kemudahan layanan tersebut melalui biro atau agen perjalanan dalam dan luar negeri.
3) Telekomunikasi
Telekomunikasi saat ini merupakan hal yang sangat vital dan dibutuhkan oleh banyak kalangan, dari lapisan masyarakat paling bawah hingga lapisan masyarakat kelas atas. Sekarang, jika kita bertanya kepada diri sendiri siapakah orang yang tidak membutuhkan komunikasi. Jawabannya pasti semua orang membutuhkan komunikasi terutama komunikasi jarak jauh sering kali kita sangat membutuhkannya baik itu untuk berkomunikasi dengan keluarga sampai dengan kolega atau rekan bisnis dan teman serta kerabat.
Pada zaman dahulu alat telekomunikasi merupakan alat yang cukup langka dan belum semua orang dapat menggu-nakannya dengan sesuka hati., Selain alat telekomunikasi itu cukup sulit untuk didapat, juga harganya yang lumayan cukup tinggi untuk dapat dijangkau oleh masyarakat biasa.
Dalam era globalisasi saat ini, kemajuan tekhnologi dan perkembangan zaman telah memudahkan kita untuk menda-patkan sarana telekomunikasi., Contohnya banyak wartel atau warung telekomunikasi yang dapat kita jumpai dari kota besar sampai ke desa-desa terpencil. Orang sudah banyak meng-gunakan telepon genggam mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Saat ini, telekomunikasi sudah menjadi salah satu kebu-tuhan yang boleh dikatakan salah satu prioritas yang utama, terutama bagi mereka para pengusaha, pekerja, atau orang-orang yang bertempat tinggal cukup jauh dari lokasi perkotaan. Telekomunikasi pun dapat digunakan untuk mendapatkan informasi, seperti dalam bidang jasa perjalanan, pendidikan, keuangan, dan ekonomi. Contohnya, saat ini sudah ada sekolah-sekolah yang menggunakan media telekomunikasi SMS untuk melayani pemberian informasi seputar nilai-nilai mata pelajaran, jadwal belajar, dan informasi tenaga pengajar. Akan tetapi, fasilitas seperti itu belum semua sekolah meng-gunakannya karena banyak permasalahan teknis, seperti sekolah-sekolah yang berada di desa terpencil karena perma-salahan dana yang kurang mencukupi untuk melengkapi fasilitas tersebut.
Contoh tentang adanya kemajuan tekhnologi dalam bidang telekomunikasi ialah adanya satelit yang memudah-kan kita untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi jarak jauh terutama ke seluruh penjuru dunia, adanya telepon seluler, yang bisa dibawa ke mana-mana secara praktis untuk berkomunikasi, adanya teleconference yang memudahkan kita untuk mengadakan rapat kerja dan sejenisnya dalam jarak jauh terutama antar negara dan propvinsi, adanya fasilitas internet yang memudahkan kita untuk mendapatkan informasi dengan mudah dan bisa melakukan chating ria, serta melaku-kan fasilitas sms dan lainnya. Hal-hal tersebut merupakan beberapa kemajuan dalam bidang telekomunikasi.
Sebenarnya masih banyak lagi fasilitas lain yang berman-faat dan cukup penting dalam dunia telekomunikasi. Untuk lebih jelasnya, kalian dapat mencarinya sendiri ke warnet-warnet atau wartel terdekat atau kalian bisa mencari informasi mengenai dunia cyberlink (dunia maya) kepada kakak-kakak kalian yang sudah duduk di bangku kuliah atau orang tua kalian.
PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT SEBAGAI DAMPAK GLOBALISASI
Ada banyak perilaku-perilaku masyarakat yang menagalami perubahan seiring dengan masuknya globalisasi. Perilaku-perilaku ini ada yang bersifat negatif dan positif. Mengapa demikian? Karena seperti yang telah dijelaskan di atas, globalisasi tidak hanya membawa banyak pengaruh positif, tetapi juga banyak membawa pengaruh negatif. Berikut merupakan contoh-contoh perilaku positif yang hadir dalam masyarakat sebagai akibat dari dampak globalisasi, antara lain:
a) Perilaku bersikap kritis dalam menghadapi permasa-lahan,
b) Sikap kompetitif dalam mencapai tujuan hidup,
c) Perilaku kerja yang serba cepat atau serba instant dalam melaksanakan segala bentuk aktivitas.
Selain dari perilaku di atas, ada juga bentuk perilaku negatif yang timbul dari dampak globalisasi, di antaranya yaitu:
a) Perilaku Iindividualistis,
b) Perilaku saling menjatuhkan terhadap saingan atau sesama kawan,
c) Sikap egois,
d) Perilaku temperamental atau mudah emosi.
Semua sikap dan perilaku tersebut mempunyai kaitan erat dengan dampak globalisasi secara umum. Contohnya kenapa orang bersikap menjadi lebih kritis dalam mengambil setiap tindakan dan pemikiran? (Kritis di sini diartikan tajam dalam menganalisis) Jawabannya karena dalam globalisasi setiap sebab pasti akan ada akibatnya. Dengan kata lain, dalam era globalisasi ini, kita harus selalu berhati-hati dalam menerima tawaran, peluang, dan kesempatan. Untuk menghadapi itu, kita harus bersikap kritis.
Contoh lain lagi ialah mengapa orang menjadi cenderung lebih inividualis? Jawabannya karena persaingan dalam mencapai kebutuhan hidup sangat ketat dan keras, dan tidak jarang banyak orang yang gagal. Oleh sebab itu, banyak orang cenderung lebih memikirkan kepentingannya saja dibandingkan untuk memikirkan kepentingan orang lain. Nah dari situ, mungkin kalian dapat memahami perilaku-perilaku yang muncul dari hadirnya globalisasi ini.
Perilaku temperamental saat ini cukup banyak dialami oleh orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat kita. Hal ini karena banyaknya persaingan yang ketat sehingga kebutuhan hidup sehari-hari cukup sulit untuk didapat., Pasti kalian pernah mendengar banyak orang tua teman, atau bahkan orang tua kalian sendiri di-PHK karena tempat bekerjanya banyak yang gulung tikar.! Hal-hal tersebut menjadikan orang menjadi temperamental. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, tidak sedikit orang menjadi lebih cepat marah karena banyak permasalahan dan kebutuhan yang sulit didapat.
Seiring dengan hadirnya arus globalisasi ke Indonesia saat ini, banyak perilaku, trend, gaya hidup, mode pakaian, dan fenomena-fenomena sosial yang terjadi dan mengalami perubahan di masyarakat kita dewasa ini. Contohnya ialah sebagai berikut:
1) Makanan
Dalam hal ini, makanan juga dipengaruhi oleh masuknya budaya asing atau pengaruh globalisasi ke Indonesia. Dahulu, jarang kita temui makanan-makanan asing di restoran kelas menengah atau bahkan di kaki lima seperti makanan cepat saji yang berasal dari negara-negara barat misalnya hot dog, hamburger, fried chicken, pizza, dan masih banyak lagi. Makanan tersebut pada beberapa tahun yang silam masih jarang kita temui di sembarang tempat dan yang menjualnya pun masih restoran-restoran resmi liensi atau yang mempunyai izin dari luar negeri (negara asalnya). Harganya pun lumayan mahal, tetapi saat ini makanan tersebut bukan barang yang langka lagi. Kita bisa mendapatkannya di pinggir-pinggir jalan, atau pedagang kaki lima, yang menjajakan makanan tersebut dengan harga yang relatif lebih murah dan rasa yang tidak jauh berbeda.
Kenapa hal itu bisa terjadi? Masuknya budaya asing seperti produk makanan memacu persaingan dalam bidang usaha makanan. Bangsa kita, terutama masyarakat awam, cenderung lebih menyukai produk luar dari pada produk dalam negeri. Oleh sebab itu, sebagian orang hal ini dijadikan seba-gai suatu potensi pasar, dan salah satu upayanya ialah dengan membuat produk tiruan yang serupa dengan harga yang relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan yang aslinya. Hal itu adalah bentuk perubahan perilaku dalam hal makanan.
2) Migrasi
Pasti kalian pernah mendengar kata “migrasi”, ya kan? Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan mungkin di tempat kalian tinggal sekarang sudah banyak orang atau penduduknya padahal dulu pada waktu kalian masih kecil jumlah penduduk di daerah kalian tidak begitu banyak. Lalu kenapa migrasi terjadi dengan pesatnya dewasa ini?
Tekanan hidup, kebutuhan ekonomi, kurangnya pekerjaan yang menjanjikan, letak geografis tempat para imigran itu tinggal merupakan faktor pemicu terjadinya migrasi saat ini.
Indonesia saat ini banyak sekali ditimpa krisis, mulai dari krisis ekonomi sampai dengan KKN yang merajalela. Hal itu juga merupakan faktor pendorong yang sangat kuat terhadap terjadinya migrasi. Dalam era globalisasi saat ini, jarak dan waktu dirasa sudah bukan menjadi hal yang besar lagi. Banyaknya sarana transportasi dan komunikasi bisa didapat dengan mudah dan terjangkau. Hal itupun menjadi faktor pendorong terjadinya migrasi.
Rata-rata alasan orang untuk bermigrasi ialah untuk mencari penghidupan yang lebih baik, atau mencari kesem-patan kerja yang lebih baik dibandingkan di tempat asalnya berada. Mereka merasa di tempat asalnya kurang mendapat-kan kemajuan dalam memperoleh rezeki.
Ada dampak positif dan negatif yang bisa kita peroleh dalam masalah ini. Dampak positifnya ialah taraf kehidupan orang yang sebelumnya kurang, kemungkinan bisa menjadi lebih baik seiring dengan perputaran ekonomi yang cenderung meningkat di dalam suatu daerah dan juga, berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan. Sedangkan dampak negatifnya ialah pembangunan berjalan kurang merata karena kurangnya sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi untuk membangun daerah tersebut. Ledakan jumlah penduduk di tiap daerah berjalan tidak merata. Contohnya antara pulau Kalimantan dan Jawa perbandingan jumlah penduduknya sangat jauh berbeda. Pulau Jawa yang lebih kecil luasnya lebih banyak jumlah penduduknya dibandingkan dengan pulau Kalimantan yang luas daerahnya lebih besar. Tentu saja hal itu menimbulkan masalah baru, terutama dalam hal masalah tempat tinggal.
Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
a) Perilaku bersikap kritis dalam menghadapi permasa-lahan,
b) Sikap kompetitif dalam mencapai tujuan hidup,
c) Perilaku kerja yang serba cepat atau serba instant dalam melaksanakan segala bentuk aktivitas.
Selain dari perilaku di atas, ada juga bentuk perilaku negatif yang timbul dari dampak globalisasi, di antaranya yaitu:
a) Perilaku Iindividualistis,
b) Perilaku saling menjatuhkan terhadap saingan atau sesama kawan,
c) Sikap egois,
d) Perilaku temperamental atau mudah emosi.
Semua sikap dan perilaku tersebut mempunyai kaitan erat dengan dampak globalisasi secara umum. Contohnya kenapa orang bersikap menjadi lebih kritis dalam mengambil setiap tindakan dan pemikiran? (Kritis di sini diartikan tajam dalam menganalisis) Jawabannya karena dalam globalisasi setiap sebab pasti akan ada akibatnya. Dengan kata lain, dalam era globalisasi ini, kita harus selalu berhati-hati dalam menerima tawaran, peluang, dan kesempatan. Untuk menghadapi itu, kita harus bersikap kritis.
Contoh lain lagi ialah mengapa orang menjadi cenderung lebih inividualis? Jawabannya karena persaingan dalam mencapai kebutuhan hidup sangat ketat dan keras, dan tidak jarang banyak orang yang gagal. Oleh sebab itu, banyak orang cenderung lebih memikirkan kepentingannya saja dibandingkan untuk memikirkan kepentingan orang lain. Nah dari situ, mungkin kalian dapat memahami perilaku-perilaku yang muncul dari hadirnya globalisasi ini.
Perilaku temperamental saat ini cukup banyak dialami oleh orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat kita. Hal ini karena banyaknya persaingan yang ketat sehingga kebutuhan hidup sehari-hari cukup sulit untuk didapat., Pasti kalian pernah mendengar banyak orang tua teman, atau bahkan orang tua kalian sendiri di-PHK karena tempat bekerjanya banyak yang gulung tikar.! Hal-hal tersebut menjadikan orang menjadi temperamental. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, tidak sedikit orang menjadi lebih cepat marah karena banyak permasalahan dan kebutuhan yang sulit didapat.
Seiring dengan hadirnya arus globalisasi ke Indonesia saat ini, banyak perilaku, trend, gaya hidup, mode pakaian, dan fenomena-fenomena sosial yang terjadi dan mengalami perubahan di masyarakat kita dewasa ini. Contohnya ialah sebagai berikut:
1) Makanan
Dalam hal ini, makanan juga dipengaruhi oleh masuknya budaya asing atau pengaruh globalisasi ke Indonesia. Dahulu, jarang kita temui makanan-makanan asing di restoran kelas menengah atau bahkan di kaki lima seperti makanan cepat saji yang berasal dari negara-negara barat misalnya hot dog, hamburger, fried chicken, pizza, dan masih banyak lagi. Makanan tersebut pada beberapa tahun yang silam masih jarang kita temui di sembarang tempat dan yang menjualnya pun masih restoran-restoran resmi liensi atau yang mempunyai izin dari luar negeri (negara asalnya). Harganya pun lumayan mahal, tetapi saat ini makanan tersebut bukan barang yang langka lagi. Kita bisa mendapatkannya di pinggir-pinggir jalan, atau pedagang kaki lima, yang menjajakan makanan tersebut dengan harga yang relatif lebih murah dan rasa yang tidak jauh berbeda.
Kenapa hal itu bisa terjadi? Masuknya budaya asing seperti produk makanan memacu persaingan dalam bidang usaha makanan. Bangsa kita, terutama masyarakat awam, cenderung lebih menyukai produk luar dari pada produk dalam negeri. Oleh sebab itu, sebagian orang hal ini dijadikan seba-gai suatu potensi pasar, dan salah satu upayanya ialah dengan membuat produk tiruan yang serupa dengan harga yang relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan yang aslinya. Hal itu adalah bentuk perubahan perilaku dalam hal makanan.
2) Migrasi
Pasti kalian pernah mendengar kata “migrasi”, ya kan? Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan mungkin di tempat kalian tinggal sekarang sudah banyak orang atau penduduknya padahal dulu pada waktu kalian masih kecil jumlah penduduk di daerah kalian tidak begitu banyak. Lalu kenapa migrasi terjadi dengan pesatnya dewasa ini?
Tekanan hidup, kebutuhan ekonomi, kurangnya pekerjaan yang menjanjikan, letak geografis tempat para imigran itu tinggal merupakan faktor pemicu terjadinya migrasi saat ini.
Indonesia saat ini banyak sekali ditimpa krisis, mulai dari krisis ekonomi sampai dengan KKN yang merajalela. Hal itu juga merupakan faktor pendorong yang sangat kuat terhadap terjadinya migrasi. Dalam era globalisasi saat ini, jarak dan waktu dirasa sudah bukan menjadi hal yang besar lagi. Banyaknya sarana transportasi dan komunikasi bisa didapat dengan mudah dan terjangkau. Hal itupun menjadi faktor pendorong terjadinya migrasi.
Rata-rata alasan orang untuk bermigrasi ialah untuk mencari penghidupan yang lebih baik, atau mencari kesem-patan kerja yang lebih baik dibandingkan di tempat asalnya berada. Mereka merasa di tempat asalnya kurang mendapat-kan kemajuan dalam memperoleh rezeki.
Ada dampak positif dan negatif yang bisa kita peroleh dalam masalah ini. Dampak positifnya ialah taraf kehidupan orang yang sebelumnya kurang, kemungkinan bisa menjadi lebih baik seiring dengan perputaran ekonomi yang cenderung meningkat di dalam suatu daerah dan juga, berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan. Sedangkan dampak negatifnya ialah pembangunan berjalan kurang merata karena kurangnya sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi untuk membangun daerah tersebut. Ledakan jumlah penduduk di tiap daerah berjalan tidak merata. Contohnya antara pulau Kalimantan dan Jawa perbandingan jumlah penduduknya sangat jauh berbeda. Pulau Jawa yang lebih kecil luasnya lebih banyak jumlah penduduknya dibandingkan dengan pulau Kalimantan yang luas daerahnya lebih besar. Tentu saja hal itu menimbulkan masalah baru, terutama dalam hal masalah tempat tinggal.
Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya. Dewasa ini, sering kita temui orang-orang yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
bentuk perilaku masyarakat akibat globalisasi
Banyak efek atau dampak yang dihasilkan dari masuknya arus globalisasi ke negara-negara yang ada di dunia ini, termasuk negara kita Indonesia. Salah satu akibat yang muncul dari hadirnya globalisasi ialah bentuk-bentuk perilaku yang ada dalam masyarakat kita saat ini pada umumnya. Bentuk-bentuk perilaku ini di antaranya gaya hidup, budaya baru, mode, bentuk-bentuk sikap baru yang muncul dalam masa masuknya arus globalisasi, dan lain-lain.
Bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat merupakan efek atau pengaruh dari hadirnya globalisasi ke dalam negara kita. Bentuk-bentuk perilaku ini hadir berupa sikap-sikap baru yang hadir di masyarakat. Contohnya sikap individualistis, temperamental, sikap-sikap kritis yang tumbuh dalam pikiran anak-anak Indonesia pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan perilaku kompetitif. Perilaku ini timbul karena adanya desakan atas kebutuhan hidup yang semakin sulit, kekerasan dan penuh dengan persaingan. Perilaku-perilaku di atas hadir karena adanya berbagai faktor negatif dan positif dari hadirnya globalisasi. Kenapa dikatakan negatif dan positif? Karena globalisasi tidak selalu membawa pengaruh yang positif saja, banyak juga pengaruh negatif yang dibawa oleh globalisasi ke dalam kehi-dupan bermasyarakat kita. Oleh sebab itu, perilaku-perilaku yang muncul pun tidak hanya yang positif saja, tetapiada pula yang negatif.
Negara kita adalah negara kepulauan yang penduduknya terpisah-pisah oleh letak geografis. Hal tersebut mempe-ngaruhi pula terhadap bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat.
Bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat merupakan efek atau pengaruh dari hadirnya globalisasi ke dalam negara kita. Bentuk-bentuk perilaku ini hadir berupa sikap-sikap baru yang hadir di masyarakat. Contohnya sikap individualistis, temperamental, sikap-sikap kritis yang tumbuh dalam pikiran anak-anak Indonesia pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan perilaku kompetitif. Perilaku ini timbul karena adanya desakan atas kebutuhan hidup yang semakin sulit, kekerasan dan penuh dengan persaingan. Perilaku-perilaku di atas hadir karena adanya berbagai faktor negatif dan positif dari hadirnya globalisasi. Kenapa dikatakan negatif dan positif? Karena globalisasi tidak selalu membawa pengaruh yang positif saja, banyak juga pengaruh negatif yang dibawa oleh globalisasi ke dalam kehi-dupan bermasyarakat kita. Oleh sebab itu, perilaku-perilaku yang muncul pun tidak hanya yang positif saja, tetapiada pula yang negatif.
Negara kita adalah negara kepulauan yang penduduknya terpisah-pisah oleh letak geografis. Hal tersebut mempe-ngaruhi pula terhadap bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam masyarakat.
Pengertian, Faktor yang menimbulkannya, serta dampak globalisasi
Dalam kehidupan kita saat ini, zaman sudah semakin maju perkembangan teknologi sudah sedemikian pesatnya. Banyak hal-hal yang mengalami perubahan dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi dan kebudayaan, dunia serasa semakin mengerut atau terasa semakin kecil ukurannya karena jarak dan waktu sudah bukan menjadi suatu penghalang yang utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Hal ini merupakan dampak-dampak yang timbul sebagai suatu akibat dari hadirnya globalisasi. Lalu apakah globalisasi itu? Globalisasi yang diambil dari kata intinya yaitu “global” dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti menyeluruh atau secara umum. Globalisasi juga diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Berarti dapat dikatakan bahwa gobalisasi merupakan proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum.
Dapat dikatakan bahwa globalisasi merupakan proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum
Globaliasi yang terjadi saat ini terjadi disebabkan oleh perkembangan kemampuan manusia dari waktu ke waktu dalam menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menciptakan kebudayaan-kebudayaan baru. Perkembangan kemampuan tersebut dipengaruhi oleh semakin rumitnya kebutuhan manusia dari waktu ke waktu dan banyak kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan tersebut seringkali manusia mengalami kesulitan dalam mendapatkannya. Terdorong dari hal tersebut, manusia ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mencapai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka, dari situlah salah satu faktor yang mendorong globalisasi terjadi di dunia kita saat ini. Proses globalisasi telah menjalar ke seluruh penjuru dunia termasuk di negara kita dari kota hingga ke desa-desa yang cukup terpencil.
Dari hal di atas, maka di dapat faktor-faktor yang mem-pengaruhi proses terjadinya globalisasi, antara lain:
1. Kebutuhan manusia yang semakin banyak,
2. Tuntutan manusia yang ingin mendapatkan kemudahan dalam mencapai tujuan terutama dalam memenuhi kebutuhannya,
3. Peledakan jumlah penduduk di negara-negara khususnya dan di dunia pada umumnya,
4. Perkembangan kemampuan berpikir manusia dalam berbagai bidang.
Sedangkan yang dimaksud dengan dampak globalisasi adalah akibat atau pengaruh yang terjadi akibat dari adanya proses globalisasi tersebut. Dampak globalisasi yang terjadi dapat kita lihat dalam lingkungan kita sehari -hari. Banyak dampak yang didapat dari proses terjadinya globalisasi ada dampak positif dan ada pula yang negatif. Lalu, bagaima-nakah dampak postif dan negatif yang timbul sebagai akibat dari hadirnya globalisasi tersebut? Hal ini akan dijelaskan pada pembahasan berkutnya.
Terkadang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, seringkali manusia mengalami kesulitan dalam mendapatkannya. Terdorong dari hal tersebut, manusia ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mencapai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situlah salah satu faktor yang mendorong globalisasi terjadi di dunia.
Hal ini merupakan dampak-dampak yang timbul sebagai suatu akibat dari hadirnya globalisasi. Lalu apakah globalisasi itu? Globalisasi yang diambil dari kata intinya yaitu “global” dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti menyeluruh atau secara umum. Globalisasi juga diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Berarti dapat dikatakan bahwa gobalisasi merupakan proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum.
Dapat dikatakan bahwa globalisasi merupakan proses masuknya suatu arus budaya, ilmu, teknologi, gaya hidup dan lain-lain ke dalam ruang lingkup dunia yang luas secara umum
Globaliasi yang terjadi saat ini terjadi disebabkan oleh perkembangan kemampuan manusia dari waktu ke waktu dalam menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menciptakan kebudayaan-kebudayaan baru. Perkembangan kemampuan tersebut dipengaruhi oleh semakin rumitnya kebutuhan manusia dari waktu ke waktu dan banyak kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan tersebut seringkali manusia mengalami kesulitan dalam mendapatkannya. Terdorong dari hal tersebut, manusia ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mencapai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka, dari situlah salah satu faktor yang mendorong globalisasi terjadi di dunia kita saat ini. Proses globalisasi telah menjalar ke seluruh penjuru dunia termasuk di negara kita dari kota hingga ke desa-desa yang cukup terpencil.
Dari hal di atas, maka di dapat faktor-faktor yang mem-pengaruhi proses terjadinya globalisasi, antara lain:
1. Kebutuhan manusia yang semakin banyak,
2. Tuntutan manusia yang ingin mendapatkan kemudahan dalam mencapai tujuan terutama dalam memenuhi kebutuhannya,
3. Peledakan jumlah penduduk di negara-negara khususnya dan di dunia pada umumnya,
4. Perkembangan kemampuan berpikir manusia dalam berbagai bidang.
Sedangkan yang dimaksud dengan dampak globalisasi adalah akibat atau pengaruh yang terjadi akibat dari adanya proses globalisasi tersebut. Dampak globalisasi yang terjadi dapat kita lihat dalam lingkungan kita sehari -hari. Banyak dampak yang didapat dari proses terjadinya globalisasi ada dampak positif dan ada pula yang negatif. Lalu, bagaima-nakah dampak postif dan negatif yang timbul sebagai akibat dari hadirnya globalisasi tersebut? Hal ini akan dijelaskan pada pembahasan berkutnya.
Terkadang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, seringkali manusia mengalami kesulitan dalam mendapatkannya. Terdorong dari hal tersebut, manusia ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mencapai tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situlah salah satu faktor yang mendorong globalisasi terjadi di dunia.
Saturday, 27 August 2016
PERSIAPAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN
PERSIAPAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Proklamasi adalah pernyataan resmi kepada orang banyak. Proklamasi kemerdekaan Indonesia berarti menyatakan dengan resmi kepada masyarakat Indonesia khususnya dan umum kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia telah merdeka.
Pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan menggunakan bom atom. Hal ini menandakan bahwa Jepang tidak berkuasa lagi termasuk di Indonesia.
Berita kekalahan Jepang segera terdengar oleh Bangsa Indonesia. Hal ini dimanfaatkan oleh para pemuda Indonesia untuk segera memerdekakan Bangsa Indonesia tanpa campur tangan pemerintah Jepang. Pada tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda (seperti pemuda Soekarni, Sutan Syahrir, Chaerul Soleh, dll) segera mendatangai dan mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta (gol Tua) agar segera memerdekakan Indonesia.
Namun, karena keinginan para pemuda tidak dikabulkan, akhirnya terjadilah peristiwa Rengas Dengklok, yaitu peristiwa diamankannya tokoh tua seperti Soekarno - Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 ke daerah Rengasdengklok karawang Jawa Barat oleh golongan muda dengan tujuan mendesak agar segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Berkat jasa Mr. Ahmad Soebardjo yang meyakinkan golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dilaksanakan keesokan harinya, akhirnya malam hari itu juga Ir. Soekrno dan rombongan kembali ke Jakarta dan langsung menuju rumah kediaman Laksamana muda Maeda dan langsung merumuskan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, didampingi oleh Drs. Moh. Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo. Setelah selesai segera dimusyawarhkan dengan rombongan lainnya. Setelah disetujui, tek tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Keesokan harinya, Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 bertempat di tempat kediaman Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta (sekarang Jl. Proklamasi), akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta.
Sebelum Proklamasi Indonesia dikumandangkan, pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelenggara Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI ) Ir Soekarno mengajukan 5 rancangan dasar negara Indonesia yang disebut dengan Pancasila. Lima rancangan tersebut adalah:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Maha Esa.
Sedangkan UUD 1945 disahkan menjadi Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, dan pada tanggal itu juga Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta diangkat menjadi Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia pertama.
Peristiwa menjelang kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilukiskan dalam garis waktu atau uraian peristiwa sebagai berikut.
PENANAMAN NILAI
Karena kemerdekaan Republik Indonesia di raih berkat Rahmat Allah dan kesungguh-sungguhan Pejuang kemerdekaan, maka seharusnya kita:
1. Selalu bersyukur terhadap Allah.
2. Mempertahan kemerdekaan.
3. Mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat.
4. Menghormati jasa Para Pahlawan kemerdekaan.
DISKUSI
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Kapan Indonesia Merdeka?
2. Apa Yang dimakasud Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
3. Mengapa golongan muda mengamankan Soekarno?
4. Apa yang menyebabkan Jepang kalah dalam Perang dunia II?
5. Baagaimana menurut pendapat Anda apakah kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari Jepang?
B. TOKOH-TOKOH PENTING YANG BERPERAN DALAM PERISTIWA PROKLAMASI
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa lepas dari jasa-jasa para tokoh perjuangan Nasional. Beberapa tokoh perjuangan Nasional di antaranya adalah:
1. Ir. Soekarno
Ir. Soekarno dilahirkan di Blitar pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan R. Soekani dan Ida Ayu Rai, setelah dewasa beliau kuliah di Sekolah Teknik Tinggi Bandung (ITB) sehingga menyandang gelar Insinyur (Ir). Di antara karya beliau adalah Gedung Hotel Preanger Bandung.
Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno terlibat langsung dalam perjuangan melawan kaum penjajah walaupun lebih sering menempuh jalur diplomasi.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Tek Proklamasi, sehingga bersama Drs. Moh. Hatta beliau dijuluki Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta secara aklamasi diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama dalam sidang PPKI. Setelah menjadi Presiden pun beliau beliau tetap berjuang demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 20 Juni 1970, beliau meninggal Dunia.
2. Drs. Mohammad Hatta
Beliau dilahirkan di Bukit Tinggi Sumatera pada tanggal 12 Agustus 1902. Kakek beliau adalah seorang ulama terkenal, sehingga Beliau menerima pendidikan Agama Islam yang sangat kuat. Perjuangan beliau untuk mengantarkan Indonesia Ke depan pintu gerbang kemerdekaan, yang dilaksanakannya dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga. Beliau selalu bersama Ir. Soekarno dalam mengatur pemerintahan. Sebagai wakil Presiden beliau sangat serasi berpasangan dengan Ir. Soekarno, sehingga kedua tokoh Proklamator ini menjadi sosok yang penuh kharismatik.
3. Ahmad Soebardjo
Ahmad Soebardjo adalah sosok tua yang dapat meyakinkan golongan muda bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan segera dikumandangkan di Jakarta, sehingga Ir. Soekarno dan rombongan bisa dibawa kembali ke Jakarta. Atas jasa beliau juga, Laksamana Maeda memberi ijin rumahnya dijadikan tempat perumusan teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bersama Moh. Hatta beliau mendampingi Ir. Soekarno dalam merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
4. Fatmawati
Fatmawati adalah Istri dari Presiden Soekarno. Beliau adalah yang menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pada saat upacara pembacaan Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Beliau juga ikut mendampingi Ir. Soekarno ketika membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan.
Itulah beberapa tokoh penting proklamasi kemerdekaan Indonesia dari sekian banyak tokoh-tokoh lainnya. Karena jasa-jasa mereka sangat besar, sudah sepantasnya kita menghargai jasa-jasa dan pengorbanan mereka dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Beberapa bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan adalah mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, penuh semangat dan perjuangan demi terciptanya kehidupan bangsa Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
PENANAMAN NILAI
Proklamasi adalah pernyataan resmi kepada orang banyak. Proklamasi kemerdekaan Indonesia berarti menyatakan dengan resmi kepada masyarakat Indonesia khususnya dan umum kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia telah merdeka.
Pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan menggunakan bom atom. Hal ini menandakan bahwa Jepang tidak berkuasa lagi termasuk di Indonesia.
Berita kekalahan Jepang segera terdengar oleh Bangsa Indonesia. Hal ini dimanfaatkan oleh para pemuda Indonesia untuk segera memerdekakan Bangsa Indonesia tanpa campur tangan pemerintah Jepang. Pada tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda (seperti pemuda Soekarni, Sutan Syahrir, Chaerul Soleh, dll) segera mendatangai dan mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta (gol Tua) agar segera memerdekakan Indonesia.
Namun, karena keinginan para pemuda tidak dikabulkan, akhirnya terjadilah peristiwa Rengas Dengklok, yaitu peristiwa diamankannya tokoh tua seperti Soekarno - Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945 ke daerah Rengasdengklok karawang Jawa Barat oleh golongan muda dengan tujuan mendesak agar segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Berkat jasa Mr. Ahmad Soebardjo yang meyakinkan golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dilaksanakan keesokan harinya, akhirnya malam hari itu juga Ir. Soekrno dan rombongan kembali ke Jakarta dan langsung menuju rumah kediaman Laksamana muda Maeda dan langsung merumuskan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, didampingi oleh Drs. Moh. Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo. Setelah selesai segera dimusyawarhkan dengan rombongan lainnya. Setelah disetujui, tek tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Keesokan harinya, Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 bertempat di tempat kediaman Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta (sekarang Jl. Proklamasi), akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta.
Sebelum Proklamasi Indonesia dikumandangkan, pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelenggara Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI ) Ir Soekarno mengajukan 5 rancangan dasar negara Indonesia yang disebut dengan Pancasila. Lima rancangan tersebut adalah:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Maha Esa.
Sedangkan UUD 1945 disahkan menjadi Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, dan pada tanggal itu juga Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta diangkat menjadi Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia pertama.
Peristiwa menjelang kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilukiskan dalam garis waktu atau uraian peristiwa sebagai berikut.
PENANAMAN NILAI
Karena kemerdekaan Republik Indonesia di raih berkat Rahmat Allah dan kesungguh-sungguhan Pejuang kemerdekaan, maka seharusnya kita:
1. Selalu bersyukur terhadap Allah.
2. Mempertahan kemerdekaan.
3. Mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat.
4. Menghormati jasa Para Pahlawan kemerdekaan.
DISKUSI
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Kapan Indonesia Merdeka?
2. Apa Yang dimakasud Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
3. Mengapa golongan muda mengamankan Soekarno?
4. Apa yang menyebabkan Jepang kalah dalam Perang dunia II?
5. Baagaimana menurut pendapat Anda apakah kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari Jepang?
B. TOKOH-TOKOH PENTING YANG BERPERAN DALAM PERISTIWA PROKLAMASI
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa lepas dari jasa-jasa para tokoh perjuangan Nasional. Beberapa tokoh perjuangan Nasional di antaranya adalah:
1. Ir. Soekarno
Ir. Soekarno dilahirkan di Blitar pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan R. Soekani dan Ida Ayu Rai, setelah dewasa beliau kuliah di Sekolah Teknik Tinggi Bandung (ITB) sehingga menyandang gelar Insinyur (Ir). Di antara karya beliau adalah Gedung Hotel Preanger Bandung.
Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno terlibat langsung dalam perjuangan melawan kaum penjajah walaupun lebih sering menempuh jalur diplomasi.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Tek Proklamasi, sehingga bersama Drs. Moh. Hatta beliau dijuluki Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta secara aklamasi diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama dalam sidang PPKI. Setelah menjadi Presiden pun beliau beliau tetap berjuang demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 20 Juni 1970, beliau meninggal Dunia.
2. Drs. Mohammad Hatta
Beliau dilahirkan di Bukit Tinggi Sumatera pada tanggal 12 Agustus 1902. Kakek beliau adalah seorang ulama terkenal, sehingga Beliau menerima pendidikan Agama Islam yang sangat kuat. Perjuangan beliau untuk mengantarkan Indonesia Ke depan pintu gerbang kemerdekaan, yang dilaksanakannya dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga. Beliau selalu bersama Ir. Soekarno dalam mengatur pemerintahan. Sebagai wakil Presiden beliau sangat serasi berpasangan dengan Ir. Soekarno, sehingga kedua tokoh Proklamator ini menjadi sosok yang penuh kharismatik.
3. Ahmad Soebardjo
Ahmad Soebardjo adalah sosok tua yang dapat meyakinkan golongan muda bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan segera dikumandangkan di Jakarta, sehingga Ir. Soekarno dan rombongan bisa dibawa kembali ke Jakarta. Atas jasa beliau juga, Laksamana Maeda memberi ijin rumahnya dijadikan tempat perumusan teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bersama Moh. Hatta beliau mendampingi Ir. Soekarno dalam merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
4. Fatmawati
Fatmawati adalah Istri dari Presiden Soekarno. Beliau adalah yang menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pada saat upacara pembacaan Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Beliau juga ikut mendampingi Ir. Soekarno ketika membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan.
Itulah beberapa tokoh penting proklamasi kemerdekaan Indonesia dari sekian banyak tokoh-tokoh lainnya. Karena jasa-jasa mereka sangat besar, sudah sepantasnya kita menghargai jasa-jasa dan pengorbanan mereka dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Beberapa bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan adalah mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, penuh semangat dan perjuangan demi terciptanya kehidupan bangsa Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
PENANAMAN NILAI
INFORMASI KERUANGAN MELALUI PETA
1. Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia
Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, antara Benua Asia dan Benua Australia.
Dilihat dari lintangnya, Indonesia terletak di antara 6º LU (Lintang Utara) dan 11º LS (Lintang Selatan). Letak lintang yang sedemikian itu merupakan petunjuk bahwa: Bagian utara wilayah Indonesia ialah 6º LU dan paling selatan ialah 11º LS. (Tempat paling utara ialah Pulau We dan tempat yang paling selatan ialah Pulau Roti). Jarak lintangnya ialah 17º. Sebahagian besar wilayah Indonesia terletak di belahan bumi selatan. Wilayah Indonesia dilalui oleh garis ekuator (khatulistiwa).
Dilihat dari letak garis bujurnya, wilayah Indonesia terletak di antara 95º BT dan 141º BT. Ini berarti batas paling barat wilayah Indonesia ialah 95º BT dan paling timur ialah 141º BT. Jarak bujurnya ialah 46º (sekitar 5000 km, atau hampir 1/8 keliling bumi). Perbedaan garis bujur sedemikian itu menyebabkan adanya perbedaan waktu. Semua wilayah Indonesia terletak di belahan bumi timur (dihitung dari meridian 0º).
Sejak tanggal 1 Januari 1988 di Indonesia diberlakukan pembagian daerah waktu menjadi 3 bagian.
Gambar 8. 1 Peta pembagian waktu di Indonesia
a. Waktu Indonesia Barat
Waktu Indonesia Barat atau WIB adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WITA dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WIB, Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, mempunyai selisih waktu 7 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
b. Waktu Indonesia Tengah
Waktu Indonesia Tengah atau WITA, salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WITA adalah Sulawesi, Bali, Lombok, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, mempunyai selisih waktu 8 jam lebih awal daripada Greenwich).
c. Waktu Indonesia Timur
Waktu Indonesia Timur atau WIT adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WITA.
Kawasan yang menggunakan sistem WIT, Maluku dan Papua mempunyai selisih waktu 9 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
2. Kenampakan Alam Utama di Berbagai Wilayah di Indonesia Pada Peta
Indonesia memiliki 18.000 lebih pulau (sekitar 6.000 tidak berpenghuni) menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
Pada pelajaran yang lalu, kita telah mempelajari tentang kenampakan alam wilayah Indonesia. Pada bagian ini kita akan membahas kenampakan alam utama apa saja yang ada di berbagai wilayah Indonesia, seperti pegunungan, gunung, hutan, dan lain-lain. Sebelumnya kita akan membagi wilayah Indonesia ke beberapa bagian. Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama, yakni:
·a. Kepulauan Sunda Besar
Terdiri atas pulau-pulau utama: Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi dan dengan ribuan pulau-pulau sedang dan kecil berpenduduk maupun tak berpenghuni. Wilayah ini merupakan konsentrasi penduduk Indonesia dan tempat sebagian besar kegiatan ekonomi Indonesia berlangsung.
1) Pulau Sumatra
Pulau Sumatera, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Pulau ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatera belahan bumi utara dan Sumatera belahan bumi selatan.
Pegunungan Bukit Barisan dengan beberapa puncaknya yang melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan gunung berapi aktif, berjalan sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai yang terjal dan dalam ke arah Samudera Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat Bangka dan Laut China Selatan.
Di bagian utara pulau Sumatera berbatasan dengan Laut Andaman dan di bagian selatan dengan Selat Sunda. Pulau Sumatera ditutupi oleh hutan tropik primer dan hutan tropik sekunder yang lebat dengan tanah yang subur. Gunung berapi yang tertinggi di Sumatera adalah Gunung Kerinci di Jambi, dan dengan gunung berapi lainnya yang cukup terkenal, yaitu Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam dan Gunung Dempo di perbatasan Sumatera Selatan dengan Bengkulu.
Pulau Sumatera merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di sepanjang Bukit Barisan, yang disebut Patahan Sumatera; dan patahan kerak bumi di dasar Samudera India di sepanjang lepas pantai sisi barat Sumatera. Danau terbesar di Indonesia, Danau Toba terdapat di pulau Sumatra.
Kepadatan penduduk pulau Sumatra urutan kedua setelah pulau Jawa. Saat ini pulau Sumatera secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu: Daerah Istimewa - Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatera, yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung.
2) Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, setelah Irian dan Greenland. Bagian utara pulau Kalimantan, Sarawak dan Sabah, merupakan wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan wilayah Indonesia dan wilayah Brunei Darussalam; di bagian selatan dibatasi oleh Laut Jawa. Bagian barat pulau Kalimantan dibatasi oleh Laut Cina Selatan dan Selat Karimata; di bagian timur dipisahkan dengan pulau Sulawesi oleh Selat Makassar.
Di bagian tengah pulau merupakan wilayah bergunung-gunung dan berbukit; pegunungan di Kalimantan wilayah Indonesia tidak aktif dan tingginya di bawah 2.000 meter di atas permukaan laut; sedangkan wilayah pantai merupakan dataran rendah, berpaya-paya dan tertutup lapisan tanah gambut yang tebal.
Pulau Kalimantan dilintasi oleh garis katulistiwa sehingga membagi pulau Kalimantan atas Kalimantan belahan bumi utara dan Kalimantan belahan bumi selatan. Kesuburan tanah di pulau Kalimantan kurang bila dibanding kesuburan tanah di pulau Jawa dan pulau Sumatera, demikian pula kepadatan penduduknya tergolong jarang. Pulau Kalimantan sama halnya pulau Sumatera, diliputi oleh hutan tropik yang lebat.
Secara geologik pulau Kalimantan stabil, relatif aman dari gempa bumi (tektonik dan vulkanik) karena tidak dilintasi oleh patahan kerak bumi dan tidak mempunyai rangkaian gunung berapi aktif seperti halnya pulau Sumatera, pulau Jawa dan pulau Sulawesi. Sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas, 1.125 kilometer, berada di pulau Kalimantan.
Saat ini pulau Kalimantan secara administratif pemerintahan terbagi atas 4 provinsi yaitu: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
3) Pulau Jawa
Pulau Jawa, merupakan pulau yang terpadat penduduknya per kilometer persegi di Indonesia. Pulau melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan.
Barisan pegunungan berapi aktif dengan tinggi diatas 3.000 meter di atas permukaan laut berada di pulau ini, salah satunya Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Bromo di Jawa Timur yang terkenal sangat aktif. Bagian selatan pulau berbatasan dengan Samudera Hindia, pantai terjal dan dalam, bagian utara pulau berpantai landai dan dangkal berbatasan dengan Laut Jawa dan dipisahkan dengan pulau Madura oleh Selat Madura. Di bagian barat pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Sumatera oleh Selat Sunda dan di bagian timur pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Bali oleh Selat Bali.
Hutan di pulau Jawa tidak selebat hutan tropik di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan dan areal hutan dipulau Jawa semakin sempit oleh karena desakan jumlah populasi di pulau Jawa yang semakin padat dan umumnya merupakan hutan tersier dan sedikit hutan sekunder.
Kota-kota besar dan kota industri di Indonesia sebagian besar berada di pulau ini dan ibukota Republik Indonesia, Jakarta, terletak di pulau Jawa. Secara geologik, pulau Jawa merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi lanjutan patahan kerak bumi dari pulau Sumatera, yang berada dilepas pantai selatan pulau Jawa.
Saat ini pulau Jawa secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Banten, Daerah Khusus Ibukota - Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa - Yogyakarta dan Jawa Timur.
4) Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi, merupakan pulau yang terpisah dari Kepulauan Sunda Besar bila ditilik dari kehidupan flora dan fauna oleh karena garis Wallace berada di sepanjang Selat Makassar, yang memisahkan pulau Sulawesi dari kelompok Kepulauan Sunda Besar di zaman es.
Pulau Sulawesi merupakan gabungan dari 4 jazirah yang memanjang, dengan barisan pegunungan berapi aktif memenuhi lengan jazirah, yang beberapa di antaranya mencapai ketinggian diatas 3.000 meter di atas permukaan laut; tanah subur, ditutupi oleh hutan tropik lebat (primer dan sekunder).
Sulawesi dilintasi garis katulistiwa di bagian seperempat utara pulau sehingga sebagian besar wilayah pulau Sulawesi berada di belahan bumi selatan. Di bagian utara, Sulawesi dipisahkan dengan pulau Mindanao - Filipina oleh Laut Sulawesi dan di bagian selatan pulau dibatasi oleh Laut Flores. Di bagian barat pulau Sulawesi dipisahkan dengan pulau Kalimantan oleh Selat Makassar, suatu selat dengan kedalaman laut yang sangat dalam dan arus bawah laut yang kuat. Di bagian timur, pulau Sulawesi dipisahkan dengan wilayah geografis Kepulauan Maluku dan Irian oleh Laut Banda.
Pulau Sulawesi merupakan habitat banyak satwa langka dan satwa khas Sulawesi; di antaranya Anoa, Babi Rusa, Kera Tarsius. Secara geologik pulau Sulawesi sangat labil secara karena dilintasi patahan kerak bumi lempeng Pasifik dan merupakan titik tumbukan antara Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik.
Saat ini pulau Sulawesi secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Utara.
b. Kepulauan Sunda Kecil
Kepulauan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau-pulau lebih kecil membujur di selatan katulistiwa dari pulau Bali di bagian batas ujung barat Kepulauan Sunda Kecil, berturut-turut ke timur adalah, pulau Lombok, pulau Sumbawa, pulau Flores, pulau Solor, pulau Alor; dan sedikit ke arah selatan yaitu pulau Sumba, pulau Timor dan pulau Sawu yang merupakan titik terselatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil.
Kepulauan Sunda Kecil merupakan barisan gunung berapi aktif dengan tinggi sekitar 2.000 sampai 3.700 meter di atas permukaan laut. Di antaranya yang terkenal adalah Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Tambora di Sumbawa dan Gunung Lewotobi di Flores.
Kesuburan tanah di Kepulauan Sunda Kecil sangat bervariasi dari sangat subur di Pulau Bali hingga kering tandus di Pulau Timor. Di bagian utara gugus kepulauan dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda dan di selatan gugus kepulauan ini dibatasi oleh Samudera Hindia. Di bagian barat Kepulauan Sunda Kecil dipisahkan dengan pulau Jawa oleh Selat Bali dan di bagian timur, berbatasan dengan Kepulauan Maluku dan Irian (dipisahkan oleh Laut Banda) dan dengan Timor Timur berbatasan darat di pulau Timor.
Berdasarkan kehidupan flora dan fauna maka sebenarnya pulau Bali masih termasuk Kepulauan Sunda Besar karena garis Wallace dari Selat Makassar di utara melintasi Selat Lombok ke selatan, memisahkan pulau Bali dengan gugusan Kepulauan Sunda Kecil lainnya di zaman es.
Hutan di Kepulauan Sunda Kecil sangat sedikit, bahkan semakin ke timur gugus pulau maka hutan telah berganti dengan sabana; demikian juga kepadatan populasi di Kepulauan Sunda kecil sangat bervariasi, dari sangat padat di pulau Bali dan semakin ke timur gugus pulau maka kepadatan penduduk semakin jarang.
Secara geologik, kawasan Sunda Kecil juga termasuk labil karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di selatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil yang merupakan lanjutan patahan kerak bumi diselatan pulau Jawa. Komodo, reptilia terbesar di dunia terdapat di pulau Komodo, salah satu pulau di kepulauan Sunda kecil. Danau Tiga Warna, merupakan kawasan yang sangat unik juga terdapat di Kepulauan Sunda Kecil, yaitu di Pulau Flores.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Sunda kecil dibagi atas 3 provinsi, yaitu: Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
c. Kepulauan Maluku dan Irian
Kepulauan Maluku dan Irian, terdiri dari 1 pulau basar, yaitu pulau Irian dan beberapa pulau sedang seperti pulau Halmahera, pulau Seram, pulau Buru dan Kepulauan Kei dan Tanimbar serta ribuan pulau-pulau kecil lainnya baik berpenghuni maupun tidak. Garis Weber memisahkan kawasan ini atas dua bagian, yaitu Irian dan Australia dengan kepulauan Maluku sehingga di kepulauan Maluku, flora dan fauna peralihan sedangkan di Irian, flora dan fauna Australia.
Sebagian besar kawasan ini tertutup hutan tropik primer dan sekunder yang lebat, kecuali di kepulauan Tanimbar dan Aru merupakan semak dan sabana. Gunung berapi yang tertinggi di kepulauan Maluku adalah Gunung Binaiya, setinggi 3.039 meter; sedangkan di pulau Irian pegunungan berapi aktif memlintang dari barat ke timur pulau, gunung yang tertinggi adalah Puncak Jaya setinggi 5.030 meter di atas permukaan laut.
Pulau Irian juga merupakan pulau dengan kepadatan penduduk yang paling jarang di Indonesia, yaitu sekitar 2 orang per kilometer persegi. Secara geologik, kawasan Maluku dan Irian juga termasuk sangat labil karena merupakan titik pertemuan tumbukan ketiga lempeng kerak bumi, Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik. Palung laut terdalam di Indonesia terdapat di kawasan ini, yaitu Palung Laut Banda, kedalaman sekitar 6.500 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Maluku dan Irian dibagi atas: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua Timur
Termasuk ke daerah bagian waktu Indonesia mana daerah tempat tinggalmu? Kenampakan alam apa saja yang ada di daerahmu?
Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, antara Benua Asia dan Benua Australia.
Dilihat dari lintangnya, Indonesia terletak di antara 6º LU (Lintang Utara) dan 11º LS (Lintang Selatan). Letak lintang yang sedemikian itu merupakan petunjuk bahwa: Bagian utara wilayah Indonesia ialah 6º LU dan paling selatan ialah 11º LS. (Tempat paling utara ialah Pulau We dan tempat yang paling selatan ialah Pulau Roti). Jarak lintangnya ialah 17º. Sebahagian besar wilayah Indonesia terletak di belahan bumi selatan. Wilayah Indonesia dilalui oleh garis ekuator (khatulistiwa).
Dilihat dari letak garis bujurnya, wilayah Indonesia terletak di antara 95º BT dan 141º BT. Ini berarti batas paling barat wilayah Indonesia ialah 95º BT dan paling timur ialah 141º BT. Jarak bujurnya ialah 46º (sekitar 5000 km, atau hampir 1/8 keliling bumi). Perbedaan garis bujur sedemikian itu menyebabkan adanya perbedaan waktu. Semua wilayah Indonesia terletak di belahan bumi timur (dihitung dari meridian 0º).
Sejak tanggal 1 Januari 1988 di Indonesia diberlakukan pembagian daerah waktu menjadi 3 bagian.
Gambar 8. 1 Peta pembagian waktu di Indonesia
a. Waktu Indonesia Barat
Waktu Indonesia Barat atau WIB adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WITA dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WIB, Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, mempunyai selisih waktu 7 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
b. Waktu Indonesia Tengah
Waktu Indonesia Tengah atau WITA, salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WIT.
Kawasan yang menggunakan sistem WITA adalah Sulawesi, Bali, Lombok, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, mempunyai selisih waktu 8 jam lebih awal daripada Greenwich).
c. Waktu Indonesia Timur
Waktu Indonesia Timur atau WIT adalah salah satu dari tiga zona waktu yang dipakai di Indonesia. Kedua zona waktu lainnya adalah WIB dan WITA.
Kawasan yang menggunakan sistem WIT, Maluku dan Papua mempunyai selisih waktu 9 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
2. Kenampakan Alam Utama di Berbagai Wilayah di Indonesia Pada Peta
Indonesia memiliki 18.000 lebih pulau (sekitar 6.000 tidak berpenghuni) menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
Pada pelajaran yang lalu, kita telah mempelajari tentang kenampakan alam wilayah Indonesia. Pada bagian ini kita akan membahas kenampakan alam utama apa saja yang ada di berbagai wilayah Indonesia, seperti pegunungan, gunung, hutan, dan lain-lain. Sebelumnya kita akan membagi wilayah Indonesia ke beberapa bagian. Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama, yakni:
·a. Kepulauan Sunda Besar
Terdiri atas pulau-pulau utama: Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi dan dengan ribuan pulau-pulau sedang dan kecil berpenduduk maupun tak berpenghuni. Wilayah ini merupakan konsentrasi penduduk Indonesia dan tempat sebagian besar kegiatan ekonomi Indonesia berlangsung.
1) Pulau Sumatra
Pulau Sumatera, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Pulau ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatera belahan bumi utara dan Sumatera belahan bumi selatan.
Pegunungan Bukit Barisan dengan beberapa puncaknya yang melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan gunung berapi aktif, berjalan sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai yang terjal dan dalam ke arah Samudera Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat Bangka dan Laut China Selatan.
Di bagian utara pulau Sumatera berbatasan dengan Laut Andaman dan di bagian selatan dengan Selat Sunda. Pulau Sumatera ditutupi oleh hutan tropik primer dan hutan tropik sekunder yang lebat dengan tanah yang subur. Gunung berapi yang tertinggi di Sumatera adalah Gunung Kerinci di Jambi, dan dengan gunung berapi lainnya yang cukup terkenal, yaitu Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam dan Gunung Dempo di perbatasan Sumatera Selatan dengan Bengkulu.
Pulau Sumatera merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di sepanjang Bukit Barisan, yang disebut Patahan Sumatera; dan patahan kerak bumi di dasar Samudera India di sepanjang lepas pantai sisi barat Sumatera. Danau terbesar di Indonesia, Danau Toba terdapat di pulau Sumatra.
Kepadatan penduduk pulau Sumatra urutan kedua setelah pulau Jawa. Saat ini pulau Sumatera secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu: Daerah Istimewa - Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatera, yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung.
2) Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, setelah Irian dan Greenland. Bagian utara pulau Kalimantan, Sarawak dan Sabah, merupakan wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan wilayah Indonesia dan wilayah Brunei Darussalam; di bagian selatan dibatasi oleh Laut Jawa. Bagian barat pulau Kalimantan dibatasi oleh Laut Cina Selatan dan Selat Karimata; di bagian timur dipisahkan dengan pulau Sulawesi oleh Selat Makassar.
Di bagian tengah pulau merupakan wilayah bergunung-gunung dan berbukit; pegunungan di Kalimantan wilayah Indonesia tidak aktif dan tingginya di bawah 2.000 meter di atas permukaan laut; sedangkan wilayah pantai merupakan dataran rendah, berpaya-paya dan tertutup lapisan tanah gambut yang tebal.
Pulau Kalimantan dilintasi oleh garis katulistiwa sehingga membagi pulau Kalimantan atas Kalimantan belahan bumi utara dan Kalimantan belahan bumi selatan. Kesuburan tanah di pulau Kalimantan kurang bila dibanding kesuburan tanah di pulau Jawa dan pulau Sumatera, demikian pula kepadatan penduduknya tergolong jarang. Pulau Kalimantan sama halnya pulau Sumatera, diliputi oleh hutan tropik yang lebat.
Secara geologik pulau Kalimantan stabil, relatif aman dari gempa bumi (tektonik dan vulkanik) karena tidak dilintasi oleh patahan kerak bumi dan tidak mempunyai rangkaian gunung berapi aktif seperti halnya pulau Sumatera, pulau Jawa dan pulau Sulawesi. Sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas, 1.125 kilometer, berada di pulau Kalimantan.
Saat ini pulau Kalimantan secara administratif pemerintahan terbagi atas 4 provinsi yaitu: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
3) Pulau Jawa
Pulau Jawa, merupakan pulau yang terpadat penduduknya per kilometer persegi di Indonesia. Pulau melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan.
Barisan pegunungan berapi aktif dengan tinggi diatas 3.000 meter di atas permukaan laut berada di pulau ini, salah satunya Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Bromo di Jawa Timur yang terkenal sangat aktif. Bagian selatan pulau berbatasan dengan Samudera Hindia, pantai terjal dan dalam, bagian utara pulau berpantai landai dan dangkal berbatasan dengan Laut Jawa dan dipisahkan dengan pulau Madura oleh Selat Madura. Di bagian barat pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Sumatera oleh Selat Sunda dan di bagian timur pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Bali oleh Selat Bali.
Hutan di pulau Jawa tidak selebat hutan tropik di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan dan areal hutan dipulau Jawa semakin sempit oleh karena desakan jumlah populasi di pulau Jawa yang semakin padat dan umumnya merupakan hutan tersier dan sedikit hutan sekunder.
Kota-kota besar dan kota industri di Indonesia sebagian besar berada di pulau ini dan ibukota Republik Indonesia, Jakarta, terletak di pulau Jawa. Secara geologik, pulau Jawa merupakan kawasan pusat gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi lanjutan patahan kerak bumi dari pulau Sumatera, yang berada dilepas pantai selatan pulau Jawa.
Saat ini pulau Jawa secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Banten, Daerah Khusus Ibukota - Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa - Yogyakarta dan Jawa Timur.
4) Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi, merupakan pulau yang terpisah dari Kepulauan Sunda Besar bila ditilik dari kehidupan flora dan fauna oleh karena garis Wallace berada di sepanjang Selat Makassar, yang memisahkan pulau Sulawesi dari kelompok Kepulauan Sunda Besar di zaman es.
Pulau Sulawesi merupakan gabungan dari 4 jazirah yang memanjang, dengan barisan pegunungan berapi aktif memenuhi lengan jazirah, yang beberapa di antaranya mencapai ketinggian diatas 3.000 meter di atas permukaan laut; tanah subur, ditutupi oleh hutan tropik lebat (primer dan sekunder).
Sulawesi dilintasi garis katulistiwa di bagian seperempat utara pulau sehingga sebagian besar wilayah pulau Sulawesi berada di belahan bumi selatan. Di bagian utara, Sulawesi dipisahkan dengan pulau Mindanao - Filipina oleh Laut Sulawesi dan di bagian selatan pulau dibatasi oleh Laut Flores. Di bagian barat pulau Sulawesi dipisahkan dengan pulau Kalimantan oleh Selat Makassar, suatu selat dengan kedalaman laut yang sangat dalam dan arus bawah laut yang kuat. Di bagian timur, pulau Sulawesi dipisahkan dengan wilayah geografis Kepulauan Maluku dan Irian oleh Laut Banda.
Pulau Sulawesi merupakan habitat banyak satwa langka dan satwa khas Sulawesi; di antaranya Anoa, Babi Rusa, Kera Tarsius. Secara geologik pulau Sulawesi sangat labil secara karena dilintasi patahan kerak bumi lempeng Pasifik dan merupakan titik tumbukan antara Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik.
Saat ini pulau Sulawesi secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi, yaitu: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Utara.
b. Kepulauan Sunda Kecil
Kepulauan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau-pulau lebih kecil membujur di selatan katulistiwa dari pulau Bali di bagian batas ujung barat Kepulauan Sunda Kecil, berturut-turut ke timur adalah, pulau Lombok, pulau Sumbawa, pulau Flores, pulau Solor, pulau Alor; dan sedikit ke arah selatan yaitu pulau Sumba, pulau Timor dan pulau Sawu yang merupakan titik terselatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil.
Kepulauan Sunda Kecil merupakan barisan gunung berapi aktif dengan tinggi sekitar 2.000 sampai 3.700 meter di atas permukaan laut. Di antaranya yang terkenal adalah Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Tambora di Sumbawa dan Gunung Lewotobi di Flores.
Kesuburan tanah di Kepulauan Sunda Kecil sangat bervariasi dari sangat subur di Pulau Bali hingga kering tandus di Pulau Timor. Di bagian utara gugus kepulauan dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda dan di selatan gugus kepulauan ini dibatasi oleh Samudera Hindia. Di bagian barat Kepulauan Sunda Kecil dipisahkan dengan pulau Jawa oleh Selat Bali dan di bagian timur, berbatasan dengan Kepulauan Maluku dan Irian (dipisahkan oleh Laut Banda) dan dengan Timor Timur berbatasan darat di pulau Timor.
Berdasarkan kehidupan flora dan fauna maka sebenarnya pulau Bali masih termasuk Kepulauan Sunda Besar karena garis Wallace dari Selat Makassar di utara melintasi Selat Lombok ke selatan, memisahkan pulau Bali dengan gugusan Kepulauan Sunda Kecil lainnya di zaman es.
Hutan di Kepulauan Sunda Kecil sangat sedikit, bahkan semakin ke timur gugus pulau maka hutan telah berganti dengan sabana; demikian juga kepadatan populasi di Kepulauan Sunda kecil sangat bervariasi, dari sangat padat di pulau Bali dan semakin ke timur gugus pulau maka kepadatan penduduk semakin jarang.
Secara geologik, kawasan Sunda Kecil juga termasuk labil karena dilintasi oleh patahan kerak bumi di selatan gugusan Kepulauan Sunda Kecil yang merupakan lanjutan patahan kerak bumi diselatan pulau Jawa. Komodo, reptilia terbesar di dunia terdapat di pulau Komodo, salah satu pulau di kepulauan Sunda kecil. Danau Tiga Warna, merupakan kawasan yang sangat unik juga terdapat di Kepulauan Sunda Kecil, yaitu di Pulau Flores.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Sunda kecil dibagi atas 3 provinsi, yaitu: Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
c. Kepulauan Maluku dan Irian
Kepulauan Maluku dan Irian, terdiri dari 1 pulau basar, yaitu pulau Irian dan beberapa pulau sedang seperti pulau Halmahera, pulau Seram, pulau Buru dan Kepulauan Kei dan Tanimbar serta ribuan pulau-pulau kecil lainnya baik berpenghuni maupun tidak. Garis Weber memisahkan kawasan ini atas dua bagian, yaitu Irian dan Australia dengan kepulauan Maluku sehingga di kepulauan Maluku, flora dan fauna peralihan sedangkan di Irian, flora dan fauna Australia.
Sebagian besar kawasan ini tertutup hutan tropik primer dan sekunder yang lebat, kecuali di kepulauan Tanimbar dan Aru merupakan semak dan sabana. Gunung berapi yang tertinggi di kepulauan Maluku adalah Gunung Binaiya, setinggi 3.039 meter; sedangkan di pulau Irian pegunungan berapi aktif memlintang dari barat ke timur pulau, gunung yang tertinggi adalah Puncak Jaya setinggi 5.030 meter di atas permukaan laut.
Pulau Irian juga merupakan pulau dengan kepadatan penduduk yang paling jarang di Indonesia, yaitu sekitar 2 orang per kilometer persegi. Secara geologik, kawasan Maluku dan Irian juga termasuk sangat labil karena merupakan titik pertemuan tumbukan ketiga lempeng kerak bumi, Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik. Palung laut terdalam di Indonesia terdapat di kawasan ini, yaitu Palung Laut Banda, kedalaman sekitar 6.500 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Maluku dan Irian dibagi atas: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua Timur
Termasuk ke daerah bagian waktu Indonesia mana daerah tempat tinggalmu? Kenampakan alam apa saja yang ada di daerahmu?
Subscribe to:
Posts (Atom)